(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tanggal 9 Mei 2023, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Pada pelajaran 1 telah kita pelajari bahwa kesalahan utama / dasar dari Kharismatik adalah bahwa ajaran mereka didasarkan pada ‘Kitab Suci + sesuatu’. Yang dimaksud dengan ‘sesuatu’ itu bisa berupa macam-macam hal seperti:
1. Pengalaman.
2. Ajaran-ajaran yang didapatkan melalui nubuat / bahasa Roh / mimpi / penglihatan / pendengaran.
3. Suara Roh Kudus yang berbicara dalam hati kita / RHEMA.
Pada pelajaran ini kita akan membahas hal-hal tersebut.
1) Dalam kalangan Kharismatik sering ada pengalaman-pengalaman yang aneh-aneh, seperti:
a) Seseorang melihat Tuhan dalam acara televisi.
Yang dimaksud bukannya ada film dalam TV dan Tuhan menggunakan film itu untuk berbicara kepadanya. Tetapi maksudnya adalah bahwa tahu-tahu Tuhan muncul dalam acara TV untuk menggantikan acara TV yang ada saat itu dan berbicara kepadanya!
b) Seseorang berhasil mengajar anjingnya memuji Tuhan dengan suatu unknown bark [= salakan / gonggongan yang tidak dikenal].
c) Seseorang diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat foto dari matahari terbit, dan pada waktu foto itu jadi, ada bayangan Allah dalam foto itu. Ia lalu menjual foto itu dengan harga $ 9.95 per buah.
d) Seseorang bersaksi bahwa ia mengalami kematian, pergi ke surga dan neraka, lalu kembali ke bumi dan hidup lagi.
e) Seorang pengkhotbah mengaku berulang-ulang melihat Yesus pada waktu ia sedang berkhotbah.
f) Seorang pengkhotbah mengaku bahwa ia diajar langsung oleh Tuhan selama 40 hari dan 40 malam tentang arti dari seluruh Kitab Suci.
Cerita-cerita yang aneh-aneh seperti itu diterima dengan mudah oleh kebanyakan orang Kharismatik tanpa memeriksa / menguji dahulu apakah pengalaman-pengalaman itu sesuai dengan Kitab Suci atau tidak.
Padahal Kitab Suci dengan jelas menyuruh kita untuk menguji hal-hal seperti itu (bdk. 1Tes 5:21 1Yoh 4:1).
1Tes 5:21 - “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”.
1Yoh 4:1 - “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”.
Sekalipun kita percaya bahwa Allah itu mahakuasa dan bisa saja melakukan hal yang aneh / spektakuler, tetapi perlu dipertanyakan:
a) Apakah pengalaman itu sesuai dengan Kitab Suci?
Ingat bahwa Allah tidak mungkin memberikan pengalaman yang bertentangan dengan FirmanNya!
Misalnya kalau ada orang yang berkata bahwa Allah membawa dia ke neraka supaya bisa menyaksikan neraka kepada orang-orang lain, tetapi ia lalu menggambarkan neraka itu secara berbeda dengan apa yang digambarkan oleh Kitab Suci (misalnya dengan mengatakan bahwa neraka itu ada di perut bumi), maka itu jelas tidak boleh dipercaya. Ada 2 kemungkinan: atau orang itu sekedar mengarang bualan / cerita dusta, atau ia diberikan wahyu oleh setan!
b) Apa tujuan Allah memberikan pengalaman yang aneh itu?
Allah tidak mungkin sekedar memberikan sesuatu yang aneh tanpa ada tujuan apa-apa! Misalnya orang yang anjingnya menggonggong dengan gonggongan yang tidak dikenal. Apa gerangan maksud Allah memberikan hal seperti itu? Allah selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya (bdk. Ro 8:28), bukan memberikan hal spektakuler yang tidak berguna!
2) Dalam Kharismatik, pengalaman sering lebih diutamakan / dipentingkan dari Kitab Suci.
Seorang Kharismatik berkata: “Aku tidak peduli apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Aku mempunyai pengalaman!”.
Sekalipun tidak semua orang Kharismatik mempunyai pandangan seperti itu, tetapi ada banyak dari mereka yang mementingkan pengalamannya lebih dari Kitab Suci. Kalau mereka menceritakan pengalamannya, dan kita lalu mendebatnya dan menunjukkan bahwa pengalaman itu tidak sesuai dengan Kitab Suci, maka reaksi yang sering muncul adalah: “Pokoknya aku mengalami hal itu!” atau “Kamu belum mengalami, makanya berkata seperti itu!”.
Bukankah ini menunjukkan bahwa ia lebih mementingkan pengalamannya dari Kitab Suci? Ini adalah sesuatu yang berbahaya, karena pengalaman bisa diberikan oleh setan!
3) Dalam Kharismatik, pengalaman sering dianggap sebagai fakta.
Ada 2 hal yang perlu saudara ketahui:
a) Pengalaman belum tentu betul-betul adalah fakta / kebenaran.
Mengapa demikian? Karena pengalaman itu masih membutuhkan penafsiran / analisa! Supaya saudara bisa mengerti apa yang saya maksudkan, perhatikan contoh-contoh di bawah ini:
1. Ada seorang yang sembuh dari penyakitnya setelah didoakan oleh seorang pendeta. Ia lalu bersaksi bahwa ia mengalami kesembuhan dari Tuhan. Apakah ini adalah suatu fakta / kebenaran? Sebetulnya belum tentu! Karena bisa saja pendeta itu sebetulnya adalah nabi palsu yang menyembuhkan dengan menggunakan nama Yesus (bdk. Mat 7:22-23).
Mat 7:22-23 - “(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.
Tetapi orang Kharismatik pada umumnya tidak memikirkan kemungkinan seperti ini.
2. Ada orang kristen yang dirasuk setan. Orang Kharismatik lalu menganggap itu sebagai fakta / kebenaran, dan mereka lalu mengajarkan bahwa orang kristen bisa dirasuk setan. Tetapi, bisakah dipastikan kalau orang yang kerasukan itu adalah orang kristen yang sejati? Ingat bahwa 11 murid Yesus saja tidak tahu kalau Yudas Iskariot bukanlah orang kristen sejati! Dan pastikah bahwa orang itu kerasukan setan? Apakah bukan sekedar gejala kejiwaan? Orang Kharismatik pada umumnya mengabaikan kemungkinan-kemungkinan seperti ini.
b) Kalau suatu pengalaman betul-betul adalah fakta / kebenaran, maka Kitab Suci tidak mungkin bertentangan dengan pengalaman itu.
Misalnya pada tahun 1492, Columbus mengalami dan membuktikan bahwa bumi ini bulat. Maka Kitab Suci tidak boleh menabrak fakta ini.
Yes 40:22 - “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!”.
Kata-kata ‘ujung bumi’ di dalam Alkitab (Misalnya: Maz 19:5 Yes 40:28) tidak boleh ditafsirkan sekan-akan Alkitab mengajarkan bahwa bumi ini berbentuk seperti meja segi empat. Alkitab sering menyatakan sesuatu bukan sesuai fakta / ilmu pengetahuan, tetapi menurut pengertian orang-orang pada jaman itu.
4) Dalam Kharismatik, pengalaman satu orang diharuskan menjadi pengalaman orang yang lain. Ini adalah sesuatu yang sangat lazim dalam kalangan Kharismatik.
Misalnya:
a) Ada seseorang yang sakit. Ia lalu berdoa dan berpuasa, dan ia lalu disembuhkan secara mujizat. Maka ia lalu beranggapan bahwa semua orang kristen yang sakit pasti akan disembuhkan secara mujizat kalau mereka berdoa dan berpuasa.
b) Ada orang kristen yang mendapatkan (atau ‘mengira ia mendapatkan’) karunia bahasa Roh. Ini menyebabkan ia lalu beranggapan bahwa semua orang kristen harus bisa berbahasa Roh.
Sikap semacam ini jelas adalah sikap yang salah, karena dalam Kitab Suci saja terlihat dengan jelas bahwa pengalaman seseorang belum tentu bisa menjadi pengalaman orang yang lain.
Memang ada pengalaman yang berlaku umum. Ini adalah pengalaman yang betul-betul mempunyai dasar Kitab Suci.
Misalnya: Kitab Suci menjanjikan bahwa orang yang percaya dan mentaati Yesus akan mendapatkan damai dan sukacita (Mat 11:28 Yes 48:18 Yoh 14:27 Gal 5:22-23). Maka kalau saya, atau siapapun juga, percaya kepada Yesus, pasti akan mendapatkan damai dan sukacita.
Tetapi ada juga pengalaman yang hanya terjadi pada satu atau beberapa orang saja.
Misalnya:
1. Sekalipun Lazarus dibangkitkan dari antara orang mati, itu tidak berarti bahwa semua orang kristen yang mati juga akan dibangkitkan setelah 4 hari!
2. Sekalipun Petrus bisa berjalan di atas air, itu tidak berarti bahwa semua orang kristen harus bisa berjalan di atas air!
Adanya pertentangan antara apa yang dialami oleh seseorang dan apa yang dialami oleh orang yang lain, menunjukkan bahwa pengalaman setiap orang tidak selalu sama.
Misalnya:
a. Apa yang dialami oleh orang yang menerima Roh Kudus?
Dalam Kis 2:1-4 ada bunyi seperti tiupan angin keras, lidah-lidah api yang hinggap pada kepala mereka, dan lalu ada bahasa Roh.
Dalam Kis 10:44-46 hanya ada bahasa Roh.
Dalam Kis 19:6 ada bahasa Roh dan nubuat.
Dalam Kis 2:41 tidak ada apa-apa!
Kis 2:1-4 - “(1) Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. (2) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; (3) dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”.
Kis 10:44-46 - “(44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, (46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.”.
Kis 19:6 - “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.”.
Kis 2:38,41 - “(38) Jawab Petrus kepada mereka: ‘Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. ... (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”.
b. Petrus masuk penjara 2 x dan 2 x juga ia dibebaskan secara mujizat (Kis 5:19 Kis 12:6-11). Paulus juga mengalami hal seperti itu, sekalipun mujizatnya berbeda (Kis 16:19-dst).
Tetapi Yohanes Pembaptis masuk penjara dan lalu dipenggal (Mat 14:1-12). Demikian juga dengan Yakobus (Kis 12:1-2).
c. Seorang pendeta (Stephen Tong) berkata: pada waktu Petrus berkhotbah (pada hari Pentakosta - Kis 2), ia mendapatkan 3000 orang bertobat. Tetapi pada waktu Stefanus berkhotbah, ia mendapatkan 3000 batu (Kis 6-7)!
Jelas sekali bahwa dalam Kitab Suci Tuhan memang sering menggunakan cara-cara / hal-hal ini untuk berbicara kepada manusia. Tetapi persoalannya, apakah sampai jaman sekarangpun Tuhan masih menggunakan cara-cara itu untuk berbicara kepada manusia?
A) Pandangan Kharismatik.
1) Tuhan jelas masih menggunakan cara-cara tersebut untuk berbicara kepada manusia, karena Tuhan itu tidak berubah (Ibr 13:8).
Ibr 13:8 - “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”.
Tanggapan saya:
Terlepas dari masih atau tidaknya Tuhan berbicara kepada manusia melalui hal-hal tersebut, perlu kita ketahui bahwa sekalipun Yesus tidak berubah, itu tidak berarti bahwa Ia pasti terus melakukan apa yang dahulu pernah Ia lakukan.
Misalnya:
a) Ia pernah menciptakan alam semesta, tetapi Ia tidak mengulangi hal itu.
b) Tuhan pernah menghukum seluruh bumi dengan air bah, tetapi Ia bahkan berjanji tidak akan melakukannya lagi (Kej 9:9-17).
c) Yesus pernah mati di atas kayu salib, dan Ia tidak melakukan hal itu lagi (Ibr 9:27-28).
Ibr 9:27-28 - “(27) Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, (28) demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”.
d) Dahulu Allah berbicara kepada umatNya dengan perantaraan nabi-nabi, tetapi pada zaman akhir Ia berbicara kepada umatNya dengan perantaraan Yesus (Ibr 1:1-2a).
Ibr 1:1-2a - “(1) Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, (2a) maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya,”.
Jadi, sekalipun Yesus tidak berubah, bisa saja Ia tidak melakukan lagi apa yang dahulu pernah Ia lakukan!
2) Kis 2:17-21 menunjukkan bahwa Tuhan masih menggunakan hal-hal itu untuk berbicara kepada manusia. Jadi, mimpi, nubuat dll yang ada dalam Kitab Suci hanyalah suatu model. Semua itu tetap terjadi pada saat ini.
Kis 2:17-21 - “(17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir - demikianlah firman Allah - bahwa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. (18) Juga ke atas hamba-hambaKu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. (19) Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. (20) Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. (21) Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.”.
Tanggapan saya:
Perlu diketahui bahwa Kis 2:17-21 (kutipan Petrus tentang nubuat nabi Yoel - Yoel 2:28-32) bisa saja diartikan bahwa mimpi, penglihatan dsb itu hanya terjadi setelah hari Pentakosta sampai selesainya penulisan Kitab Suci, dan tidak mesti diartikan sampai Yesus datang kembali.
Saya melihat tafsiran beberapa penafsir tentang kata-kata “pada hari-hari terakhir” pada awal dari Kis 2:17 berarti ‘pada jaman Mesias’.
3) Banyak orang Kharismatik yang bahkan lebih menekankan ajaran-ajaran yang mereka dapatkan melalui nubuat, bahasa Roh, penglihatan, pendengaran dsb, dari pada Kitab Suci / Firman Tuhan sendiri.
Banyak orang Kharismatik, yang kalau ingin mengetahui kehendak Tuhan, bukannya mencari / mempelajarinya dalam Kitab Suci, tetapi meminta Tuhan memberinya petunjuk melalui nubuat, penglihatan, dsb.
Tanggapan saya:
Ini jelas salah. Kitab Suci tidak boleh diabaikan, tetapi harus dipelajari sehingga kita bisa mengetahui kehendak Tuhan.
B) Pandangan Anti Kharismatik.
1) Orang-orang yang anti Kharismatik, seperti John F. MacArthur, Jr. dan Victor Budgen, menganggap bahwa jaman sekarang Tuhan sudah tidak lagi menggunakan mimpi, nubuat, dll, untuk berbicara kepada manusia. Mereka berpendapat bahwa kalau pada jaman sekarang hal itu masih terjadi, maka itu akan merusak otoritas dari Kitab Suci dan akan menyebabkan orang kristen mengabaikan Kitab Suci.
2) Dalam bukunya yang berjudul ‘The Charismatics and the Word of God’, hal 135, Victor Budgen mengutip kata-kata dari Martin Luther (1483-1546) yang berkata sebagai berikut:
“The Scripture is so full, that as for visions and revelations, nec curo, nec desidero, I neither regard nor desire them.” [= Kitab Suci begitu penuh, sehingga untuk penglihatan dan wahyu, aku tidak mempedulikan maupun menginginkannya.].
Budgen melanjutkan dengan mengatakan: Waktu Luther mendapat penglihatan tentang Kristus, setelah berdoa dan berpuasa selama 1 hari, maka Luther lalu berteriak:
“Avoid Satan, I know no image of Christ but the Scriptures.” [= Enyahlah Iblis, aku tidak tahu gambar Kristus kecuali Kitab Suci.].
Dalam buku yang sama, hal 138, Budgen mengutip kata-kata John Owen, seorang ahli theologia Reformed yang hidup pada tahun 1616-1683. John Owen berkata sebagai berikut tentang ‘revelations’ [= wahyu]:
“They are of two sorts - objective and subjective. Those of the former sort, whether they contain doctrines contrary unto that of Scripture, or additional thereunto, or seemingly confirmatory thereof, they are universally to be rejected, the former being absolutely false, the latter useless. ... By subjective revelations, nothing is intended but that work of spiritual illumination whereby we are enabled to discern and understand the mind of God in the Scripture; which the apostle prays for in the behalf of believers (Eph 1:16-19) ...” [= Mereka (Wahyu-wahyu) terdiri dari 2 macam - obyektif dan subyektif. Yang tergolong jenis pertama (wahyu obyektif), apakah itu berisikan ajaran yang bertentangan dengan Kitab Suci, atau ajaran yang ditambahkan pada Kitab Suci, atau ajaran yang kelihatannya meneguhkan Kitab Suci, harus ditolak secara universal, yang pertama karena palsu, yang terakhir karena tidak berguna. ... Yang dimaksud dengan wahyu subyektif tidak lain adalah pekerjaan pencerahan rohani dengan mana kita dimampukan untuk melihat dan mengerti pikiran Allah dalam Kitab Suci; yang untuknya sang rasul berdoa demi orang percaya (Ef 1:16-19) ...].
Lalu dalam hal 183, Budgen mengutip lagi dari Charles Haddon Spurgeon (1834-1892) sebagai berikut:
“Every now and then there comes up a heresy, some woman turns prophetess and raves; or some lunatic gets the idea that God has inspired him, and there are always fools ready to follow any impostor,” [= Sesekali muncullah seorang penyesat, seorang wanita yang menjadi nabiah dan mengoceh; atau seorang gila yang mempunyai gagasan bahwa Allah mengilhaminya, dan selalu ada orang-orang tolol yang siap untuk mengikuti seadanya penipu,].
Catatan: 3 orang yang dikutip oleh Budgen ini semuanya hidup pada jaman dimana Kharismatik (bahkan Pentakosta) belum ada! Perhatikan tahun dimana mereka hidup. Karena itu mereka ini tidak bisa disebut sebagai ‘anti kharismatik’!
C) Pandangan saya.
1) Nubuat, bahasa Roh, penglihatan, pendengaran yang ada pada jaman sekarang banyak sekali yang palsu. Bisa dipastikan sebagian besar adalah palsu, artinya tidak datang dari Tuhan tetapi mungkin dari orang itu sendiri, atau orangnya hanya membual, atau datang dari setan. Ini sesuai dengan peringatan Yesus dan Kitab Suci bahwa menjelang akhir jaman akan ada banyak pemalsuan dari setan.
Contoh: Penginjil Kharismatik dari Amerika, Oral Robert, mengatakan bahwa Tuhan menuntut dari dia uang sebanyak 4,5 juta dollar atau ia akan dipanggil pulang.
https://www.britannica.com/biography/Oral-Roberts
Ini jelas adalah palsu, karena bagaimana mungkin Tuhan menjadi seorang teroris yang begitu gila dengan menyandera anakNya sendiri?
2) Nubuat, bahasa Roh, penglihatan, pendengaran, mimpi yang isinya adalah pengajaran yang berlaku umum (untuk semua orang), saya yakin sudah tidak ada lagi pada jaman ini. Alasannya: kalau hal-hal itu masih ada, maka harus dituliskan menjadi Kitab Suci jilid II dan itu jelas tidak mungkin.
Contoh:
a) Ada seorang penginjil yang mengatakan bahwa ia diajar langsung oleh Allah selama 40 hari tentang arti dari seluruh Kitab Suci. Ini jelas merupakan ajaran yang berlaku untuk semua orang. Kalau memang ajaran itu dari Tuhan, berarti pasti itu adalah ajaran yang infallible & inerrant [= tidak ada salahnya], dan sudah seharusnya ditulis menjadi Kitab Suci jilid II. Mengapa itu tidak dia lakukan? Hal seperti ini jelas adalah palsu!
b) Ada orang yang berkata bahwa Tuhan membawa dia ke neraka, dan ia lalu menuliskan apa yang ia lihat itu dalam buku yang berjudul ‘Wahyu Tuhan Yesus tentang Neraka’. Ini jelas merupakan ajaran yang berlaku umum, dan merupakan kitab Suci jilid II. Karena itu, ini pasti palsu!
3) Tentang nubuat, bahasa Roh, penglihatan, pendengaran, mimpi yang isinya adalah tentang hal-hal yang hanya ditujukan kepada satu atau sekelompok orang saja (tidak berlaku umum), pada saat / sikon tertentu saja, saya ragu-ragu / tidak pasti apakah semua ini juga tidak ada lagi pada jaman sekarang.
Misalnya ada orang kristen mengalami problem yang berat yang menyebabkan ia mau bunuh diri. Tidak mungkinkah Tuhan melakukan intervensi dan memberi dia penglihatan sehingga ia dikuatkan / dihiburkan dan tidak jadi bunuh diri?
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a) Tidak ada satu ayat Kitab Sucipun yang secara jelas menyatakan bahwa nubuat, bahasa Roh, penglihatan, pendengaran itu sudah tidak ada lagi. Saya berpendapat bahwa kata-kata John Owen di atas tidak mempunyai dasar Kitab Suci yang jelas dan meyakinkan.
b) Dalam Kitab Suci ada nubuat-nubuat yang terjadi, tetapi isi nubuat itu tidak dimasukkan ke dalam Kitab Suci.
Contoh:
Bil 11:27 - “Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: ‘Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan.’”.
Disini Kitab Suci Indonesia salah terjemahan. NIV: “Eldad and Medad are prophesying in the camp” [= Eldad dan Medad sedang bernubuat dalam kemah].
Mereka jelas bernubuat, dan nubuat itu datang dari Tuhan, tetapi isi nubuat itu tidak dicatat dalam Kitab Suci.
Jadi, kalau jaman sekarang ada nubuat, bahasa Roh, dsb, tidak harus menimbulkan Kitab Suci jilid II, dan dengan demikian tidak merusak otoritas dari Kitab Suci.
c) Ada hal-hal penting yang tidak bisa kita ketahui dari Kitab Suci. Misalnya: Siapa jodoh yang Tuhan kehendaki bagi kita? Dimana kita harus bekerja?
Tuhan memang punya banyak cara untuk bisa menunjukkan kehendakNya kepada kita dalam hal-hal seperti itu, tetapi tidak mungkinkah untuk hal-hal ini Tuhan lalu menggunakan hal-hal seperti nubuat, bahasa Roh, dsb untuk menunjukkan kehendakNya kepada kita?
4) Kalau saudara mengalami nubuat, bahasa Roh, penglihatan, dsb, periksalah / ujilah dengan Kitab Suci / Firman Tuhan. Ingat bahwa setan juga bisa memberikan hal-hal seperti itu (bdk. Mat 24:23-25 2Kor 11:14 Gal 1:6-9).
Kalau saudara kurang mempunyai pengertian Kitab Suci, mintalah seorang hamba Tuhan (yang sejati) untuk membantu saudara dalam menguji dengan menggunakan Kitab Suci.
Contoh pengujian: Ada pendeta / penginjil yang berkata bahwa Yesus berulang-ulang / terus menerus menampakkan diri kepadanya pada waktu ia sedang berkhotbah (dan Yesusnya tidak melakukan apa-apa kecuali hanya tersenyum, duduk dsb). Padahal dalam 1Kor 14:33,40 dikatakan bahwa Tuhan menghendaki ketertiban dalam kebaktian.
1Kor 14:33,40 - “(33) Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. ... (40) Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.”.
Karena itu, tidak mungkin Yesus menampakkan diri tanpa ada gunanya dan merusak ketertiban dalam kebaktian. Dan karena ini bertentangan dengan Kitab Suci, maka ini pasti palsu (mungkin sekedar merupakan isapan jempol pendeta / penginjil itu, atau penglihatan itu datang dari setan).
Yang saya maksudkan dengan ‘suara Roh Kudus’ di sini bukanlah suara yang bisa terdengar oleh telinga kita, tetapi juga bukan sekedar ‘dorongan Roh Kudus’ dalam hati kita. Yang saya maksud betul-betul adalah ‘suara Roh Kudus’ yang berbicara dalam hati / pikiran kita sehingga tanpa suatu proses pemikiran, kita tahu apa yang Ia kehendaki.
Ada banyak orang yang menyatakan bahwa mereka pernah mengalami hal seperti ini. Dalam banyak kasus bahkan dikatakan bahwa mereka berdialog dengan Tuhan / Roh Kudus.
A) Pandangan Kharismatik.
Boleh dikatakan semua orang Kharismatik menerima hal ini.
B) Pandangan anti Kharismatik.
Mereka menolak adanya hal seperti ini pada jaman sekarang ini. Mengapa? Karena mereka berpendapat bahwa sama seperti nubuat, bahasa Roh, penglihatan dsb, maka ‘suara Roh Kudus’ dalam hati / pikiran kita adalah sesuatu yang datang langsung dari Allah dan pasti tidak mungkin salah. Kalau hal seperti itu masih ada pada jaman ini, itu akan merusak keunikan dan otoritas Kitab Suci.
C) Pandangan saya.
1) Saya percaya bahwa Roh Kudus bisa mengingatkan kita akan Firman Tuhan yang sudah pernah kita pelajari / dengar, untuk menegur, menguatkan atau menghibur kita. Ini memang adalah salah satu tugas Roh Kudus (Yoh 14:26) dan ini harus diterima oleh setiap orang kristen, termasuk yang anti Kharismatik.
Yoh 14:26 - “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”.
2) Tetapi suara Roh Kudus dalam hati / pikiran kita jelas tidak sama dengan no 1 di atas. Melalui suara Roh Kudus ini Roh Kudus dikatakan bisa berdialog, menjelaskan arti ayat Kitab Suci, atau menyuruh kita melakukan hal-hal lain. Jadi berbeda dengan no 1 di atas dimana Ia hanya mengingatkan kita akan hal-hal yang sudah pernah kita pelajari / dengar, maka di sini Ia memberikan sesuatu yang belum pernah kita ketahui.
Apakah hal seperti ini masih ada atau tidak, saya ragu-ragu. Alasan keragu-raguan saya adalah:
a) Tuhan adalah Gembala kita. Itu berarti Ia memimpin kita dalam segala hal, termasuk yang kecil-kecil. Padahal Kitab Suci jelas tidak mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Lalu, bagaimana Tuhan menunjukkan jalanNya kepada kita dalam hal-hal yang tidak ada dalam Kitab Suci? Misalnya, bagaimana Ia menunjukkan kepada seseorang jodoh dari orang itu? Memang karena kemahakuasaanNya Ia bisa menggunakan banyak cara untuk menunjukkan hal itu, misalnya dengan mengatur situasi dan kondisi di sekitar kita, atau dengan memimpin kita dalam proses pemikiran kita. Tetapi karena dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Roh Kudus itu diberikan untuk memimpin kita, tidak mungkinkah Roh Kudus itu memimpin kita dalam hal itu melalui suaraNya dalam hati / pikiran kita?
b) Bahwa ada banyak orang kristen mengaku pernah mendengar suara seperti itu bukanlah bukti yang kuat untuk memastikan masih adanya hal itu pada jaman ini. Karena persoalannya adalah: bagaimana bisa dipastikan bahwa itu adalah suara Roh Kudus? Apakah itu bukan sekedar suara hati atau naluri / indera ke 6?
c) Bahwa ada banyak orang kristen tidak pernah mengalami hal ini, bukanlah merupakan bukti bahwa hal ini pasti tidak ada lagi. Mungkin itu adalah semacam karunia khusus yang hanya diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang kristen tertentu saja.
3) Pesan saya:
Kalau saudara pernah / sering mendengar ‘suara’ seperti itu, maka:
a) Ingatlah bahwa suara itu bisa datang dari setan sekalipun suara itu terbukti benar dan memberikan kebaikan kepada saudara.
Jonathan Edwards (1703-1758) mengatakan sebagai berikut:
“One erroneous principle, than which scarce any has proved more mischievous to the present glorious work of God, is a notion that it is God’s manner in these days, to guide his saints, at least some that are more eminent, by inspiration or immediate revelation. They suppose he makes known to them what shall come to pass hereafter, or what it is his will that they should do, by impressions made upon their minds, either with or without texts of Scripture; whereby something is made known to them, that is not taught in Scripture. By such a notion the devil has a great door opened for him; and if once this opinion should come to be fully yielded to, and established in the church of God, Satan would have opportunity thereby to set up himself as the guide and oracle of God’s people, and to have his word regarded as their infallible rule, and so to lead them where he would, and to introduce what he pleased, and soon to bring the Bible into neglect and contempt. Late experience, in some instances, has shown that the tendency of this notion is to cause persons to esteem the Bible as in a great measure useless.” [= Satu prinsip yang salah, yang jarang ada tandingannya dalam merusak / merugikan pekerjaan Allah yang mulia pada jaman ini, adalah suatu anggapan bahwa adalah merupakan cara Allah pada jaman ini, untuk memimpin para orang kudusNya, setidaknya beberapa orang yang lebih menonjol, dengan menggunakan ilham atau wahyu langsung. Mereka menganggap Ia memberitahu mereka apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, atau apa yang Ia kehendaki untuk mereka lakukan, dengan suatu kesan yang dibuat dalam pikiran mereka, dengan atau tanpa text Kitab Suci; dengan mana sesuatu, yang tidak diajarkan dalam Kitab Suci, dinyatakan kepada mereka. Dengan adanya pandangan / anggapan seperti itu, setan mempunyai sebuah pintu besar yang terbuka bagi dia; dan sekali pandangan ini diterima secara penuh, dan ditegakkan dalam gereja Allah, maka setan akan mempunyai kesempatan melalui hal ini untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai pemandu dan kata-kata ilahi dari umat Allah, dan menjadikan kata-katanya sebagai peraturan yang tidak bisa salah dari umat Allah, dan dengan demikian membawa mereka kemanapun ia mau, dan mengajukan apapun yang ia senangi, dan dengan cepat menyebabkan Alkitab diabaikan dan dihina. Pengalaman akhir-akhir ini, dalam beberapa contoh, menunjukkan bahwa pandangan / anggapan ini mempunyai kecondongan untuk menyebabkan orang-orang menganggap Alkitab itu sia-sia.] - Victor Budgen, ‘The Charismatics and the Word of God’, hal 176-177.
Jonathan Edwards memang termasuk orang yang tidak menerima adanya suara Roh Kudus dalam hati / pikiran kita pada jaman ini. Kalaupun saudara tidak bisa menyetujui dia dalam hal ini, kata-katanya tetap penting untuk saudara perhatikan!
Bahaya yang ia kuatirkan adalah kalau setan yang memberikan suara itu. Kalau saudara menganggap bahwa setan tidak mungkin memberikan suara yang benar / baik, maka saudara perlu ingat bahwa setan adalah pendusta yang sangat licik dan banyak akalnya. Ia bisa saja mula-mula memberikan suara yang benar / baik, dan sesudah suaranya itu saudara percayai secara mutlak, ia mulai memberikan hal-hal yang salah!
Ul 13:1-3 memberikan peringatan tentang kemungkinan akan terjadinya peristiwa sebagai berikut: ada seorang nabi / pemimpi yang menubuatkan suatu tanda, dan tanda itu lalu terjadi (ini menyebabkan ia dipercaya). Tetapi setelah itu ia mengajak orang Israel untuk menyembah berhala. Tuhan berkata bahwa orang Israel tidak boleh menurutinya.
Ini menunjukkan bahwa setan mula-mula bisa memberikan hal-hal yang baik / benar, dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan kita. Setelah kita mempercayainya, maka ia menyesatkan kita.
Illustrasi: Ada orang yang pada waktu mau membunuh tikus-tikus di rumahnya, mula-mula memberi makan tikus-tikus itu. Setelah semua tikus-tikus itu ‘percaya’ kepadanya dan selalu memakan habis makanan yang ia sediakan tanpa curiga, ia lalu memberi makanan yang dicampur racun. Tikus-tikus yang sudah menaruh kepercayaan kepadanya tertipu dan mereka mati semua di dalam satu malam!
Maukah saudara mati diracun oleh setan dengan cara seperti itu? Kalau saudara tidak mau diracun oleh setan dengan cara seperti itu maka checklah setiap suara dengan menggunakan Kitab Suci! Roh Kudus tidak mungkin memberikan suara / petunjuk yang bertentangan dengan Kitab Suci! Jadi jangan ada saat dimana saudara sudah begitu mempercayai suara itu sehingga saudara langsung menerimanya tanpa mengecheck dengan Kitab Suci!
b) Jangan mengabaikan Kitab Suci dalam mencari pimpinan Tuhan. Sekalipun dalam Kitab Suci banyak orang mendapatkan pimpinan Tuhan melalui mimpi, nubuat, tanda, suara Tuhan / Roh Kudus dsb, tetapi semua itu terjadi pada saat Kitab Suci belum lengkap! Setelah Kitab Suci lengkap, maka pada umumnya Tuhan memberikan pimpinanNya melalui Kitab Suci (kalau tidak, apa gunanya Ia memberikan Kitab Suci kepada kita?).
Kalaupun saudara sering mendapatkan pimpinan Roh Kudus melalui suara Roh Kudus tersebut, ingatlah bahwa pada umumnya Tuhan tetap memimpin melalui Kitab Suci. Bacalah Maz 119:105 dan Mat 22:29! Jadi, apapun yang terjadi, jangan sekali-kali mengabaikan Kitab Suci. Pelajarilah Kitab Suci dengan tekun untuk mendapatkan pimpinan Tuhan!
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali