(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 27 Agustus 2024, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
vs
III) Relics / Relikwi.
KGK no 1674.
(https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf)
Yang dimaksud dengan relics adalah potongan tulang orang-orang suci atau benda-benda yang pernah dipakai / disentuh orang-orang suci dalam hidupnya. Relics ini dianggap mempunyai kekuatan supranatural (bisa melakukan mujijat) dan relics ini mempunyai tempat yang penting dalam gereja Roma Katolik.
“In religion, a relic is an object or article of religious significance from the past. It usually consists of the physical remains or personal effects of a saint or other person preserved for the purpose of veneration as a tangible memorial. Relics are an important aspect of some forms of Buddhism, Christianity, Islam, shamanism, and many other religions. Relic derives from the Latin reliquiae, meaning ‘remains’, and a form of the Latin verb relinquere, to ‘leave behind, or abandon’. A reliquary is a shrine that houses one or more religious relics.” [= Dalam agama, relikwi adalah objek atau artikel yang memiliki makna agamawi dari masa lalu. Relikwi biasanya terdiri dari sisa-sisa fisik atau barang-barang pribadi seorang santo / santa atau tokoh lainnya yang diawetkan untuk tujuan penghormatan sebagai kenangan yang berwujud. Relikwi merupakan aspek penting dalam beberapa bentuk agama seperti Buddhisme, Kristen, Islam, shamanisme / animisme, dan banyak agama lainnya. Kata ‘relikwi’ berasal dari bahasa Latin ‘RELIQUIAE,’ yang berarti ‘sisa-sisa,’ dan bentuk dari kata kerja Latin ‘RELINQUERE,’ yang berarti ‘meninggalkan’. Sebuah ‘reliquary’ adalah tempat suci yang menyimpan satu atau lebih relikwi agamawi.] - https://en.wikipedia.org/wiki/Relic
“One of the earliest sources that purports to show the efficacy of relics is found in 2 Kings 13:20–21:” [= Salah satu sumber paling awal yang dianggap menunjukkan keampuhan / kuasa relikwi ditemukan dalam 2Raja 13:20-21:] - https://en.wikipedia.org/wiki/Relic
2Raja 13:20-21 - “(20) Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun. (21) Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.”.
“Also cited is the veneration of relics from the martyr and bishop Saint Polycarp of Smyrna recorded in the Martyrdom of Polycarp, written sometime from 150 to 160 AD. With regard to relics that are objects, an often cited passage is Acts 19:11-12, which says that Paul the Apostle’s handkerchiefs were imbued by God with healing power. In the gospel accounts of Jesus healing the bleeding woman and again in the Gospel of Mark 6:56, those who touched Jesus’ garment were healed.” [= Yang juga dikutip adalah penghormatan terhadap relikwi dari martir dan uskup Santo Polikarpus dari Smirna yang dicatat dalam ‘Kematian Martir / syahid dari Polikarpus,’ yang ditulis sekitar tahun 150 hingga 160 M. Terkait dengan relikwi yang berupa benda, salah satu ayat yang sering dikutip adalah Kisah 19:11-12, yang menyatakan bahwa sapu tangan Rasul Paulus diberkahi oleh Allah dengan kekuatan penyembuhan. Dalam cerita-cerita Injil tentang Yesus menyembuhkan perempuan yang pendarahan, dan sekali lagi dalam Injil Markus 6:56, mereka yang menyentuh jubah Yesus menjadi sembuh.] - https://en.wikipedia.org/wiki/Relic
Kis 19:11-12 - “(11) Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, (12) bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.”.
Mark 5:25-34 - “(25) Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. (26) Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. (27) Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubahNya. (28) Sebab katanya: ‘Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh.’ (29) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. (30) Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diriNya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: ‘Siapa yang menjamah jubahKu?’ (31) Murid-muridNya menjawab: ‘Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekatMu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?’ (32) Lalu Ia memandang sekelilingNya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. (33) Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepadaNya. (34) Maka kataNya kepada perempuan itu: ‘Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!’”.
Mark 6:56 - “Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepadaNya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubahNya saja. Dan semua orang yang menjamahNya menjadi sembuh.”.
“The Second Council of Nicaea in 787 drew on the teaching of St. John Damascene that homage or respect is not really paid to an inanimate object, but to the holy person, the veneration of a holy person is itself honour paid to God. The Council decreed that every altar should contain a relic, making it clear that this was already the norm, as it remains to the present day in Catholic and Orthodox churches. The veneration of the relics of the saints reflects a belief that the saints in heaven intercede for those on earth. A number of cures and miracles have been attributed to relics, not because of their own power, but because of the holiness of the saint they represent.” [= Konsili Nicea Kedua pada tahun 787 merujuk pada ajaran St. Yohanes Damaskus bahwa penghormatan atau rasa hormat sebenarnya tidak diberikan kepada benda mati, melainkan kepada orang kudus, dan penghormatan terhadap orang kudus itu sendiri merupakan penghormatan yang diberikan kepada Allah. Konsili tersebut menetapkan bahwa setiap altar harus mengandung relikwi, menjelaskan bahwa ini sudah menjadi norma, seperti yang tetap berlaku hingga hari ini di gereja Katolik dan Orthodox. Penghormatan terhadap relikwi dari orang-orang kudus mencerminkan keyakinan bahwa para santo / santa di surga bersyafaat bagi mereka yang di bumi. Sejumlah penyembuhan dan mujizat telah dikaitkan dengan relikwi, bukan karena kekuatan mereka sendiri, tetapi karena kesucian orang kudus yang mereka wakili.] - https://en.wikipedia.org/wiki/Relic
“The Council of Trent of 1563 enjoined bishops to instruct their flocks that ‘the holy bodies of holy martyrs ... are to be venerated by the faithful, for through these (bodies) many benefits are bestowed by God on men’. The Council further insisted that ‘in the invocation of saints, the veneration of relics and the sacred use of images, every superstition shall be removed and all filthy lucre abolished.’” [= Konsili Trente pada tahun 1563 mengharuskan para uskup untuk mengajarkan kepada umat mereka bahwa ‘tubuh-tubuh suci dari para martir ... harus dihormati oleh orang-orang beriman, karena melalui (tubuh-tubuh) ini banyak manfaat yang diberikan oleh Allah kepada manusia.’ Konsili tersebut lebih lanjut menegaskan bahwa ‘dalam doa dari santo / santa, penghormatan terhadap relikwi, dan penggunaan keramat dari patung-patung suci, setiap takhyul harus dihilangkan dan semua keuntungan yang kotor harus dihapuskan.’] - https://en.wikipedia.org/wiki/Relic
Contoh relics:
1) Kayu salib / potongan kayu salib yang asli yang digunakan untuk menyalibkan Yesus dan duri dari mahkota duri asli yang dipakaikan pada Yesus.
https://www.catholicnewsagency.com/news/252058/relics-st-helena-brought-rome-from-holy-land
2) Paku asli yang digunakan untuk memaku Yesus.
https://www.livescience.com/roman-era-nails-crucifixion-jesus.html
3) Darah dan jubah Yesus, dan tombak yang digunakan untuk menikam rusuk Yesus.
https://listverse.com/2012/10/17/top-10-relics-of-jesus-christ/
4) Kain kafan Tuhan Yesus.
https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=c89n-IKnECU
5) Seikat rambut Maria, cincin kawin Maria, sebotol air susu Maria.
https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&q=Relics+of+Mary+In+Catholic+Church
6) Bulu sayap Gabriel yang rontok waktu ia mengunjungi Maria dan memberitakan bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan Yesus.
7) Darah St. Januarius, orang suci pelindung Naples, Italia, yang setiap tahun mencair tiga kali.
https://www.ncregister.com/cna/blood-of-st-januarius-completely-liquefied-on-feast-day
8) Rumah Maria di Loretto, Italia.
Rumah berukuran 28 kaki x 12 kaki ini dipercaya oleh orang Roma Katolik sebagai rumah yang ditempati Yesus dan Maria di Nazaret, Palestina. Setelah Kristus naik ke surga Maria terus hidup di situ sampai mati [Catatan: ini bertentangan dengan Yoh 19:26-27 yang mengatakan bahwa Maria diterima oleh Yohanes (= murid yang dikasihi Yesus) di rumahnya]. Ketika Nazaret diserang oleh tentara Romawi, rumah itu dijaga secara mujijat sehingga tidak dapat dimasuki atupun disentuh oleh tentara Romawi. Dikatakan bahwa pada tahun 1291, ketika Nazaret diserang oleh orang Saracen, rumah itu diangkat oleh malaikat dan dibawa menyeberang laut dan dipindahkan ke Dalmatia di Makedonia, dan diletakkan di sebuah bukit. Orang-orang Dalmatia memperlakukan rumah itu dengan baik dan menyembahnya. Selama 3 tahun 7 bulan rumah itu ada di sana dan dikunjungi oleh banyak orang. Tiba-tiba rumah itu dipindah lagi, terbang melewati laut ke Italia Timur, dekat kota Loretto, 2 mil dari pantai. Beberapa bulan kemudian rumah itu dipindah lagi ke tempatnya yang sekarang, di suatu bukit di kota Loretto, disimpan dalam gereja yang indah - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 290-291.
Yoh 19:26-27 - “(26) Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’ (27) Kemudian kataNya kepada murid-muridNya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.”.
https://europenomad.wordpress.com/2016/11/22/holy-relics-and-the-house-of-the-virgin-mary/
Kepalsuan Relics:
a) Di Spanyol pernah dipertontonkan di 2 cathedral, 2 buah kepala dari Yohanes Pembaptis.
https://europenomad.wordpress.com/2016/11/22/holy-relics-and-the-house-of-the-virgin-mary/
Ini mengingatkan saya pada suatu lelucon dalam Reader’s Digest sebagai berikut:
Seorang petani Skotlandia menemukan 2 buah tengkorak di ladangnya, yang satu besar dan yang lain kecil. Ia lalu membawa tengkorak yang besar ke lapangan terbang dimana ada banyak turis Amerika. Ia lalu menunjukkan tengkorak itu dan berkata: ‘Ini adalah tengkorak dari Robert Bruce, raja yang hebat dari Skotlandia. Aku mau menjualnya dengan harga murah’. Turis Amerika itupun membeli tengkorak itu. Petani itu lalu pulang dan mengambil tengkorak yang kecil, lalu kembali ke lapangan terbang. Ia menjumpai orang Amerika yang membeli tengkoraknya, lalu berkata (sambil menunjuk pada tengkorak yang kecil): ‘Ini adalah tengkorak dari Robert Bruce, raja yang hebat dari Skotlandia’. Orang Amerika itu menjawab: ‘Tetapi tadi kamu sudah menjual tengkoraknya kepadaku’. Petani itu menjawab: ‘Benar tuan, tetapi itu adalah tengkorak Robert Bruce pada waktu dewasa. Yang ini adalah tengkoraknya pada waktu ia masih remaja!’.
b) Tulang dari Neapolitan saint, setelah diselidiki, ternyata adalah 2 tulang kambing.
c) Bulu sayap Gabriel itu ternyata adalah bulu burung unta.
d) Ada banyak sekali ‘paku asli’ yang digunakan untuk memaku Tuhan Yesus.
e) Hampir setiap kota di Italia dan Perancis mempunyai 1 atau 2 duri asli dari mahkota duri Tuhan Yesus.
f) Hampir setiap kota di Sicilia mempunyai 1 gigi atau lebih dari St. Agatha, orang suci pelindung kota itu.
g) Rumah Maria itu pasti rumah palsu karena 2 hal:
1. Bata yang digunakan dibakar dengan oven sedangkan pada jaman Tuhan Yesus di Palestina bata dikeringkan dengan sinar matahari.
2. Rumah itu punya cerobong asap sedangkan rumah di Palestina pada jaman itu tidak ada yang menggunakan cerobong asap.
h) Serpihan kayu salib yang asli tersebar di seluruh dunia dalam jumlah yang banyak sekali. Loraine Boettner mengutip Calvin yang berkata bahwa kalau semua itu dikumpulkan akan menjadi muatan 1 kapal dan membutuhkan 300 orang untuk mengangkatnya padahal dalam Kitab Suci kayu salib itu bisa diangkat oleh 1 orang saja - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 289.
Tetapi St. Paulinus, seorang ahli apologetics Roma Katolik khusus bagian relics, berkata: “a portion of the true cross kept at Jerusalem gave off fragments of itself without diminishing.” [= sebagian dari salib yang asli yang disimpan di Yerusalem mengeluarkan potongan-potongan dari dirinya sendiri tanpa berkurang / menjadi lebih kecil.] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 289.
Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘True Cross’: “Christian relic, reputedly the wood of the cross on which Jesus Christ was crucified. Legend relates that the True Cross was found by St. Helena, mother of Constantine the Great, during her pilgrimage to the Holy Land about 326. The earliest historical reference to veneration of the True Cross occurs in the mid-4th century. By the 8th century the accounts were enriched by legendary details describing the history of the wood of the cross before it was used for the Crucifixion. Adoration of the True Cross gave rise to the sale of its fragments which were sought as relics. John Calvin pointed out that all the extant fragments, if put together, would fill a large ship, an objection regarded as invalid by some Roman Catholic theologians who claimed that the blood of Christ gave to the True Cross a kind of material indestructibility, so that it could be divided indefinitely without being diminished. Such beliefs resulted in the multiplication of relics of the True Cross wherever Christianity expanded in the medieval world, and fragments were deposited in most of the great cities and in a great many abbeys. Reliquaries designed to hold the fragments likewise multiplied, and some precious objects of this kind survive. The desire to win back or obtain possession of the True Cross was claimed as justification for military expeditions, such as that of the Byzantine emperor Heraclius against the Persians (622-628) and the capture of Constantinople by the crusaders in 1204. The Feast of the Finding of the Cross was celebrated in the Roman Catholic Church on May 3 until it was omitted from the church calendar in 1960 by Pope John XXIII.” [= Relic Kristen (Katolik), secara umum dianggap sebagai kayu dari salib pada mana Yesus Kristus disalibkan. Dongeng / legenda menceritakan bahwa Salib Asli itu ditemukan oleh Santa Helena, ibu dari Konstantin yang Agung, selama ziarahnya ke Tanah Suci sekitar tahun 326. Referensi sejarah yang paling awal tentang pemujaan Salib Asli muncul pada pertengahan abad ke 4. Pada abad ke 8 cerita-cerita itu diperkaya oleh hal-hal terperinci yang terkenal yang menggambarkan sejarah dari kayu dari salib sebelum itu digunakan untuk Penyaliban. Pemujaan terhadap Salib Asli menyebabkan munculnya penjualan dari serpihan-serpihannya yang dicari sebagai relics. John Calvin menunjukkan bahwa semua serpihan-serpihan yang masih ada, jika dikumpulkan menjadi satu, akan memenuhi suatu kapal yang besar, suatu keberatan yang dianggap tidak sah oleh beberapa ahli theologia Roma Katolik yang mengclaim bahwa darah Yesus Kristus memberi kepada Salib Asli itu sejenis ke-tidak-bisa-hancur-an material, sehingga itu bisa dibagi-bagi secara tak terbatas tanpa berkurang / menjadi lebih kecil. Kepercayaan-kepercayaan seperti itu menyebabkan pelipat-gandaan dari relics dari Salib Asli itu dimanapun kekristenan (Katolik) meluas dalam dunia pertengahan, dan serpihan-serpihan ditempatkan di sebagian besar dari kota-kota besar dan di banyak gereja-gereja / biara-biara. Tempat-tempat penyimpanan relics dirancang untuk menampung / menyimpan serpihan-serpihan yang berlipat-ganda seperti itu, dan beberapa benda-benda yang berharga dari jenis ini tetap ada. Keinginan untuk memenangkan kembali atau mendapatkan kepemilikan dari Salib Asli diclaim sebagai pembenaran untuk expedisi-expedisi militer, seperti expedisi dari kaisar Heraclius dari Byzantine terhadap orang-orang Persia (622-628) dan perebutan Konstantinopel oleh pasukan perang salib pada tahun 1204. Pesta / hari raya dari Penemuan Salib dirayakan dalam Gereja Roma Katolik pada tanggal 3 Mei sampai itu dihapuskan dari kalender gereja pada tahun 1960 oleh Paus Yohanes XXIII.].
Mungkin orang-orang Katolik ini diilhami oleh 5 roti dan 2 ikan yang dipakai oleh Yesus untuk memberi makan 5000 orang (Yoh 6:1-15), atau oleh minyak yang keluar terus tanpa berkurang dalam 2Raja 4:1-7.
Yoh 6:1-15 - “(1) Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. (2) Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakanNya terhadap orang-orang sakit. (3) Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-muridNya. (4) Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. (5) Ketika Yesus memandang sekelilingNya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya, berkatalah Ia kepada Filipus: ‘Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?’ (6) Hal itu dikatakanNya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukanNya. (7) Jawab Filipus kepadaNya: ‘Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.’ (8) Seorang dari murid-muridNya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepadaNya: (9) ‘Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?’ (10) Kata Yesus: ‘Suruhlah orang-orang itu duduk.’ Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. (11) Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuatNya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. (12) Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-muridNya: ‘Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.’ (13) Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. (14) Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakanNya, mereka berkata: ‘Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.’ (15) Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.”.
2Raja 4:1-7 - “(1) Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ‘Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.’ (2) Jawab Elisa kepadanya: ‘Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.’ Berkatalah perempuan itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.’ (3) Lalu berkatalah Elisa: ‘Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. (4) Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!’ (5) Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. (6) Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: ‘Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,’ tetapi jawabnya kepada ibunya: ‘Tidak ada lagi bejana.’ Lalu berhentilah minyak itu mengalir. (7) Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ‘Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.’”.
Tetapi kalau dalam 2 kasus dalam Kitab Suci itu mujijat tersebut memang berguna dalam menolong orang, maka ‘mujijat’ tentang relics dari kayu salib ini bukan hanya tidak berguna, tetapi justru menjatuhkan banyak orang ke dalam pemberhalaan benda-benda tersebut. Ada 2 kemungkinan:
1. Mujijat tersebut hanyalah isapan jempol.
2. Mujijat itu sungguh-sungguh terjadi, tetapi datang dari setan.
i) ‘Kain kafan’ Yesus sudah dibuktikan berasal dari abad 13 atau 14 (1260-1390). Pembuktian ini diceritakan dalam suatu artikel dalam Reader’s Digest bulan Nopember 1989, hal 34-38, yang berjudul ‘The Saga of the Shroud’. Artikel itu juga mengatakan bahwa pembuktian ilmiah itu akhirnya diakui oleh gereja Roma Katolik. Padahal kain kafan itu sudah dipuja selama lebih dari 600 tahun.
https://en.wikipedia.org/wiki/Shroud_of_Turin
Tidak perduli relics itu asli atau palsu tetapi tidak boleh dipuja / disembah!
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali