Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 16 April 2024, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Roma Katolik

 

vs

 

Kristen Protestan (8a)

 

MARIA(1)

 

I) Perkembangan Mariologi.

 

1)   Justin Martyr (mati pada tahun 165 M) membandingkan Maria dengan  Hawa; sedangkan Ireneaus (mati pada tahun 202 M) berkata bahwa ketidaktaatan perawan Hawa ditebus oleh ketaatan perawan Maria.

 

2)   Sampai abad ke 4, tidak / belum ada pemujaan terhadap Maria, tetapi pada tahun 324 M, Kaisar Constantine menjadikan kristen sebagai agama negara. Orang-orang kafir lalu terpaksa menjadi kristen dan mereka membawa praktek-praktek kafir masuk ke dalam gereja, termasuk penyembahan berhala. Ini menyebabkan dalam gereja mulai ada patung Maria yang disembah.

 

3)   Mulai abad ke 5, Maria makin populer. Ia dilukis, gereja dinamakan ‘Maria’, dan Maria mulai menjadi perantara dalam doa.

 

4)   Pada tahun 431 M, Council of Ephesus mempertahankan istilah ‘Bunda Allah’ untuk Maria.

Istilah ‘Bunda Allah’ itu lalu disalah-gunakan untuk meninggikan / mempermuliakan Maria. Charles Hodge, seorang ahli theologia Reformed, mengutip dari ‘The Te Deum’ suatu pujian yang ditujukan kepada Maria yang berbunyi sebagai berikut:

 

“We praise thee, Mother of God; we acknowledge thee to be a virgin. All the earth doth worship thee, the spouse of the eternal Father. All the angels and archangels, all thrones and powers, do faithfully serve thee. To thee all angels cry aloud, with a never-ceasing voice, Holy, Holy, Holy, Mary, Mother of God … The whole court of heaven doth honour thee as queen. The holy Church throughout all the world doth invoke and praise thee, the mother of divine majesty … Thou sittest with thy Son on the right hand of the Father … In thee, sweet Mary, is our hope; defend us for evermore. Praise becometh thee; empire becometh thee; virtue and glory be unto thee for ever and ever. [= Kami memuji engkau, Bunda Allah; kami mengakui engkau sebagai seorang perawan. Seluruh bumi / dunia menyembahmu, pasangan / istri dari Bapa yang kekal. Semua malaikat dan penghulu malaikat, semua takhta dan kekuatan, dengan setia melayani Engkau / beribadah (serve) kepadamu. Kepada Engkau semua malaikat berseru dengan suara yang tidak pernah berhenti, Kudus, Kudus, Kuduslah, Maria, Bunda Allah … Seluruh istana surga menghormati Engkau sebagai ratu. Gereja kudus di seluruh dunia memohon dan memuji Engkau, Bunda dari keagungan ilahiEngkau duduk bersama Anakmu di sebelah kanan Bapa … Dalam engkau, Maria yang baik / penuh kasih karunia, adalah harapan kami; jagalah / lindungilah kami selama-lamanya. Pujian cocok bagimu; kekuasaan cocok bagimu; kebajikan dan kemuliaan adalah bagimu sampai selama-lamanya.] - ‘Systematic Theology’, vol III, hal 287.

 

5)   Mulai tahun 600 M, Maria bukan lagi sekedar menjadi pengantara dalam doa, tetapi doa mulai dinaikkan kepada Maria.

 

6)   Pada tahun 1508, doa Salam Maria (Ave Maria / Hail Mary) mulai keluar.

 

Bunyi doanya: “Hail Mary, full of grace, the Lord is with thee; blessed art thou amongst women, and blessed is the fruit of thy womb, Jesus. Holy Mary, mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death. Amen.” [= Salam Maria, penuh kasih karunia, Tuhan besertamu; berbahagialah engkau di antara wanita, dan diberkatilah buah kandunganmu, Yesus. Maria yang kudus, bunda Allah, berdoalah untuk kami orang-orang berdosa, sekarang dan pada saat kami mati. Amin.].

 

Catatan: kalau dilihat dari kata-kata dari doa ini, jelas-jelas itu ditujukan kepada Maria, dan juga meminta supaya Maria mendoakan mereka.

 

Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Mary’, ‘Hail Mary’: “Latin AVE MARIA, also called ANGELIC SALUTATION, a principal prayer of the Roman Catholic Church, comprising three parts addressed to the Virgin Mary. The following are the Latin text and an English translation: Ave Maria, gratia plena; Dominus tecum: Benedicta tu in mulieribus et benedictus fructus ventris tui [Jesus]. Sancta Maria, Mater Dei, Ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae. Amen. Hail Mary, full of grace; The Lord is with thee: Blessed art thou among women and blessed is the fruit of thy womb, Jesus. Holy Mary, Mother of God, Pray for us sinners, now and at the hour of our death. Amen. The first part, the words of the Archangel Gabriel (Luke 1:28), appears in liturgies as early as the 6th century. The second part, the words of Elizabeth (Luke 1:42), was added to the first part by about Ad 1000, the appositive ‘Jesus’ being added some two centuries later, possibly by Pope Urban IV (reigned 1261-64). The closing petition came into general use during the 14th or 15th century and received its official formulation in the reformed Breviary of Pope Pius V in 1568.” [= Bagian pertama, kata-kata dari penghulu malaikat Gabriel (Luk 1:28), muncul dalam liturgi-liturgi seawal abad ke 6 M. Bagian kedua, kata-kata dari Elisabet (Luk 1:42), ditambahkan kepada bagian pertama pada sekitar tahun 1000 M., kata tambahan ‘Yesus’ ditambahkan 2 abad setelahnya, mungkin oleh Paus Urban IV (memerintah / bertahta 1261-1264). Permohonan penutup masuk dalam penggunaan umum selama abad ke 14 atau ke 15 dan menerima formula resminya dalam buku doa harian Katolik yang direformasi dari Paus Pius V pada tahun 1586.].

Catatan: saya hanya menterjemahkan bagian yang saya garis-bawahi, karena bagian atasnya adalah Doa Salam Maria dalam bahasa Latin dan terjemahannya dalam bahasa Inggris.

 

Luk 1:26-45 - “(26) Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, (27) kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (28) Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ‘Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.’ (29) Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. (30) Kata malaikat itu kepadanya: ‘Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, (33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan.’ (34) Kata Maria kepada malaikat itu: ‘Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?’ (35) Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (36) Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. (37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.’ (38) Kata Maria: ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.’ Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (39) Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. (40) Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. (41) Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, (42) lalu berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. (43) Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (44) Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. (45) Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.’.

 

Catatan: apakah ini merupakan doa yang Alkitabiah? Karena mengutip dua ayat Alkitab yaitu Luk 1:28 dan Luk 1:42??

Perhatikan bahwa ay 28 adalah firman dari Tuhan yang disampaikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria. Dan ay 42 adalah kata-kata Elisabet yang ditujukan kepada Maria. Bagaimana kedua ayat itu bisa digabungkan, dan lalu ditambahi kalimat terakhir sehingga menjadi doa Salam Maria, dan dianggap sebagai sesuatu yang Alkitabiah, merupakan sesuatu yang melampaui akal saya!

 

7)   Tahun 1854, keluar kepercayaan bahwa Maria lahir tanpa dosa asal dan bahkan hidup suci sepanjang hidupnya (doktrin Immaculate Conception).

 

Bdk. KGK no 491,493,494,508,966.

 

(https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf)

 

8)   Paus Benedict XV (1914-1922) & Paus Pius XI (1923) mengatakan bahwa pada waktu Tuhan Yesus menderita dan mati, Maria juga mende­rita, dan karena itu, bersama-sama  dengan Tuhan Yesus, Maria adalah penebus dosa. Jadi, boleh dikatakan bahwa kalau Yesus adalah Redeemer [= Penebus], maka Maria adalah Co-redeemer [= rekan Penebus].

 

Bdk. KGK no 511,963,964,968,970.

 

Maria juga disebut sebagai ‘Mediatrix’, yang merupakan bentuk feminine dari kata Mediator [= Pengantara] (KGK no 969).

 

Bdk. 1Tim 2:5 - Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,.

 

9)   Pada tahun 1950, keluar pernyataan bahwa Maria naik ke surga dengan tubuh jasmaninya.

 

Bdk. KGK no 966,969,974.

 

10)            Pada tahun 1965, Maria dinyatakan sebagai Ibu Gereja.

 

Bdk. KGK no 963,971,975.

 

Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Mary’, ‘Mary: Cultural Importance’:

In addition to these official prerogatives and titles given to her by Catholic Christianity, the Virgin Mary has achieved great cultural importance. Popular devotion to Mary - in such forms as feasts, devotional services, and the rosary - has played a tremendously important role in the lives of Roman Catholics and the Orthodox; at times, this devotion has pushed other doctrines into the background. Modern Roman Catholicism has emphasized that the doctrine of Mary is not an isolated belief but must be seen in the context of two other Christian doctrines: the doctrine of Christ and the doctrine of the church. What is said of Mary is derived from what is said of Jesus: this was the basic meaning of Theotokos. She has also been known as ‘the first believer’ and as the one in whom the humanity of the church was representatively embodied. [= Selain prerogatif dan gelar resmi yang diberikan kepadanya oleh Kekristenan Katolik, Perawan Maria telah mencapai kepentingan secara budaya. Kebaktian populer kepada Maria - dalam bentuk perayaan, layanan devosional, dan doa rosario - telah memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Katolik Roma dan Orthodox; kadang-kadang, kebaktian ini telah mendorong doktrin-doktrin lain ke latar belakang. Gereja Katolik Roma modern telah menekankan bahwa doktrin tentang Maria bukanlah keyakinan yang terisolasi tetapi harus dilihat dalam konteks dua doktrin Kristen lainnya: doktrin tentang Kristus dan doktrin tentang gereja. Apa yang dikatakan tentang Maria berasal dari apa yang dikatakan tentang Yesus: ini adalah makna dasar dari Theotokos. Dia juga dikenal sebagai ‘orang percaya pertama’ dan sebagai orang yang dalam dirinya kemanusiaan gereja diwakili secara representatif.].

 

Contoh dari bagian yang saya garis-bawahi dan beri warna merah: KGK no 969,974.

 

II) Pembahasan hal-hal yang salah tentang Maria.

 

A) Maria sebagai ‘Bunda Allah’.

 

Kita perlu mengetahui latar belakang, yang menyebabkan Council of Ephesus / Sidang Gereja Efesus (tahun 431 M.) mempertahankan istilah ‘Bunda Allah’ untuk Maria. Pada saat itu ada suatu golongan sesat yang disebut Nestorianism, yang berpendapat bahwa Kristus itu terdiri dari 2 pribadi. Mereka menolak istilah ‘Bunda Allah’ (Yunani: THEOTOKOS) bagi Maria, karena mereka berpendapat bahwa Maria bukan melahirkan Allah, tetapi hanya melahirkan manusia biasa yang lalu menjadi ‘tempat’ dimana Allah diam / tinggal. Mereka lalu mengusulkan istilah ‘Bunda Kristus’ (Yunani: CHRISTOTOKOS) bagi Maria. Sidang Gereja Efesus secara benar mempertahankan istilah ‘Bunda Allah’, karena satu pribadi yang dilahirkan oleh Maria itu bukan hanya betul-betul manusia, tetapi juga betul-betul adalah Allah.

 

Jadi perlu dicamkan bahwa Sidang Gereja Efesus mempertahankan istilah ‘Bunda Allah’ untuk Maria, bukan dengan tujuan untuk meninggikan Maria, tetapi dengan tujuan untuk menekankan keilahian Yesus, dan juga untuk menekankan kesatuan Allah dan manusia dalam satu pribadi Yesus!

 

Tetapi orang-orang Katolik jaman sekarang menyalah-gunakan istilah ‘Bunda Allah’ itu dan menggunakannya untuk meninggikan Maria.

 

Loraine Boettner:

1)   “Hence the term today has come to have a far different meaning from that intended by the early church. It no longer has reference to the orthodox doctrine concerning the person of Christ, but instead is used to exalt Mary” [= Jadi istilah itu pada saat ini telah mempunyai arti yang sangat berbeda dengan yang dimaksudkan oleh gereja mula-mula. Itu tidak lagi mempunyai hubungan dengan doktrin orthodox tentang pribadi Kristus, tetapi sebaliknya digunakan untuk meninggikan Maria] - ‘Roman Catholicism’, hal 134.

2)   “The correct statement of the person of Christ in this regard is: As His human nature had no father, so His divine nature had no mother.” [= Pernyataan yang benar tentang pribadi Kristus dalam hal ini adalah: Sebagaimana hakekat manusiaNya tidak mempunyai ayah, demikian juga hakekat ilahiNya tidak mempunyai ibu.] - ‘Roman Catholicism’, hal 135.

 

Loraine Boettner juga mengutip kata-kata Marcus Meyer yang secara mengejek mengatakan: “Can you imagine Mary introducing Jesus to others with the words: ‘This is God, my Son’?” [= Bisakah engkau membayangkan Maria memperkenalkan Yesus kepada orang-orang lain dengan kata-kata: ‘Ini adalah Allah, Anakku’?] - ‘Roman Catholicism’, hal 135.

 

B) Maria menggantikan atau menggeser tempat Allah / Yesus.

 

Charles Hodge: “The Virgin Mary is to her worshippers what Christ is to us.” [= Perawan Maria bagi para penyembahnya adalah seperti Kristus bagi kita.] - ‘Systematic Theology’, vol III, hal 288.

 

1)         Maria dijadikan obyek doa.

Secara rata-rata orang Katolik berdoa kepada Allah / Yesus dan kepada Maria dengan perbandingan 1 banding 10! Juga dalam doa Rosario, ada 10 doa yang dinaikkan kepada Maria untuk setiap 1 doa yang dinaikkan kepada Allah. Mengapa demikian? Karena orang Katolik menganggap bahwa dengan berdoa kepada Maria, doa mereka lebih cepat dikabulkan, dari pada kalau mereka berdoa kepada Allah / Yesus.

 

Bahwa orang Katolik memang berdoa kepada Maria terbukti dari adanya doa Salam Maria. Dan bahwa mereka berpendapat bahwa doa kepada Maria lebih cepat dikabulkan dari pada doa kepada Allah / Yesus, terbukti dari kutipan-kutipan di bawah ini, yang diambil oleh Loraine Boettner (hal 147) dari buku yang berjudul ‘The glories of Mary’ [= kemuliaan-kemuliaan Maria], tulisan Bishop Alphonse de Liguori:

a)   “Many things ... are asked from God, and are not granted; they are asked from Mary and are obtained”  [= Banyak hal ... diminta dari Allah, dan tidak dikabulkan; hal-hal itu diminta dari Maria dan didapatkan] - ‘The Glories of Mary’, hal 139.

b)   “We often more quickly obtain what we ask by calling on the name of Mary than by invoking that of Jesus” [= Kita sering mendapatkan dengan lebih cepat apa yang kita minta dengan memanggil nama Maria dari pada dengan memintanya dalam nama Yesus] - ‘The Glories of Mary’, hal 147.

 

Catatan: perlu saudara ketahui bahwa Bishop Liguori ini dijadikan sebagai orang suci / santo oleh gereja Roma Katolik! Kalau saudara mau tahu lebih banyak tentang orang ini saudara bisa membacanya dalam web ini: https://en.wikipedia.org/wiki/Alphonsus_Liguori

 

Dan kalau saudara mau tahu lebih banyak tentang buku ‘The Glories of Mary’, saudara bisa membacanya di web ini: https://en.wikipedia.org/wiki/The_Glories_of_Mary

 

Pandangan kristen:

 

a)   Kitab Suci tidak pernah mengajar kita untuk berdoa kepada Maria. Rasul-rasul juga tidak pernah berdoa / meminta apapun kepada Maria. Doa hanya boleh ditujukan kepada Allah.

 

b)   Maria harus menjadi Allah yang maha tahu untuk bisa mendengar doa-doa orang Katolik yang begitu banyak. Dan ia harus menjadi Allah yang maha kuasa untuk bisa mengabulkan doa-doa yang banyak itu.

 

c)   Kalaupun ada doa kepada Maria yang dikabulkan, pengabulan doa itu pasti datang dari setan. Setan bisa mengabulkan doa yang salah, supaya manusia terus berdoa dengan cara yang salah itu. Jangan lupa bahwa juga ada banyak orang berdoa kepada patung berhala dan mendapatkan pengabulan doa! Jadi, hanya karena ada pengabulan doa, tidak berarti bahwa doa itu benar!

 

2)         Maria dianggap sebagai pengantara antara Allah dan Manusia.

Loraine Boettner, dalam bukunya yang berjudul ‘Roman Catholicism’, mengatakan bahwa Roma (Katolik) mengajarkan:

a)   “He (Jesus) came to us through Mary, and we must go to Him through her.” [= Ia (Yesus) datang kepada kita melalui Maria, dan kita harus pergi kepada Dia melalui Maria.] - ‘Roman Ca­tholicism’, hal 134.

b)   “Who would go to ‘the Child’, even to ‘the Holy Child’, for salvation when His mother seems easier of access and more responsive?” [= Siapa yang mau pergi kepada ‘Anak’, bahkan kepada ‘Anak yang Kudus’ untuk keselamatan, kalau ibuNya kelihatan lebih mudah untuk ditemui dan lebih tanggap?] - ‘Roman Catholicism’, hal 134-135.

 

Bahwa Roma Katolik memang mengajarkan / mempercayai hal ini, terbukti dari kutipan dari Bishop Alphonse de Liguori di bawah ini:

“And she is truly a mediatress of peace between sinners and God. Sinners receive pardon by ... Mary alone” [= Dan ia (Maria) betul-betul merupakan pengantara perdamaian antara orang-orang berdosa dan Allah. Orang-orang berdosa menerima pengampunan oleh ... Maria saja] - ‘The Glories of Mary’, hal 82-83 (Loraine Boettner, hal 138).

 

Pandangan Kristen:

 

a)   1Tim 2:5 dan 1Yoh 2:1-2, menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia. Karena itu jelas bahwa Maria bukanlah pengantara! Kalau Maria adalah pengantara, maka kedua ayat tersebut adalah salah!

 

b)   Hanya Yesuslah yang bisa menjadi pengantara antara Allah dan manusia, karena Dialah satu-satunya Pribadi yang adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sunggguh manusia.

 

c)   Seorang pengantara / imam harus mempunyai korban (sacrifice). Yesus mengorbankan nyawaNya, sehingga Ia bisa menjadi pengan­tara / Imam Besar (Ibr 9:11-15). Sebaliknya, Maria tidak punya korban / sacrifice apapun.

 

Ibr 9:11-15 - (11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, - artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, - (12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (13) Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, (14) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (15) Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama..

 

d)   Konsekwensi logis ajaran Roma Katolik ini.

Kalau karena Yesus datang kepada kita melalui Maria, maka kita harus datang kepada Yesus melalui Maria, maka argumenta­si ini mempunyai konsekwensi logis sebagai berikut: karena Maria datang kepada kita melalui orang tuanya, kitapun harus datang kepada Maria melalui orang tua Maria. Dan karena orang tua Maria datang kepada kita melalui kakek dan nenek Maria, kitapun harus datang kepada orang tua Maria melalui kakek dan nenek Maria. Kalau ini diteruskan maka akhirnya untuk datang kepada Yesus kita harus melalui Adam dan Hawa! Ini adalah suatu konsekwensi yang pasti tidak akan diterima oleh orang Katolik sekalipun! Tetapi kalau mereka menolak, maka ada ketidak-konsistenan dalam ajaran mereka!

 

3)   Maria dianggap sebagai pintu gerbang ke surga / jalan  kesela­matan, bahkan sebagai satu-satunya pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan. Bahwa ini memang merupakan ajaran Roma Katolik, terlihat dari kutipan-kutipan yang diberikan oleh Loraine Boettner (hal 139) di bawah ini:

a)   “Mary is called ... the gate of heaven because no one can enter that blessed kingdom without passing through her” [= Maria disebut ... pintu gerbang surga karena tidak seorangpun bisa memasuki kerajaan yang mulia itu tanpa melewati dia] - ‘The Glories of Mary’, hal 160.

b)   “The way of salvation is open to none otherwise than through Mary. ... Our salvation is in the hands of Mary, ... He who is protected by Mary will be saved, he who is not will be lost” [= Jalan keselamatan tidak terbuka bagi siapapun selain melalui Maria, ... Keselamatan kita ada dalam tangan Maria ... Ia yang dilindungi oleh Maria akan selamat, ia yang tidak dilin­dungi oleh Maria akan terhilang] - ‘The Glories of Mary’, hal 169-170.

 

Pandangan Kristen:

 

a)   Yoh 10:1,7,9  Yoh 14:6  Kis 4:12 menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga / jalan keselamatan. Kalau Maria adalah jalan keselamatan, apalagi kalau Maria adalah satu-satunya jalan keselamatan, maka ketiga text tersebut di atas adalah salah!

 

b)   Kalau memang Maria adalah pintu gerbang ke surga / jalan keselamatan, untuk apa Yesus harus datang ke dunia dan mati di salib? Bandingkan dengan Gal 2:21 yang menyatakan bahwa  seandainya ada jalan keselamatan melalui ketaatan pada hukum Taurat, maka kematian Kristus adalah sia-sia! Analoginya, seandainya melalui Maria orang berdosa bisa mendapatkan keselamatan, maka kedatangan dan kematian Kristus juga sia- sia!

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali