Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 2 April 2024, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Roma Katolik

 

vs

 

Kristen Protestan (7c)

 

PAUS(3)

 

 

5)   Sebelum tahun 1870 (tahun dimana doktrin tentang infallibility of the Pope ini muncul), ada suatu Catechism / Katekisasi yang disebut Keenan’s A Doctrinal Catechism. Dalam Catechism itu ada tanya jawab sebagai berikut:

 

Question / pertanyaan: Haruskah orang Katolik percaya bahwa Paus itu infallible?

Answer / jawab: Ini adalah penemuan Protestan, bukan ajaran Roma Katolik. Ajaran Paus, kecuali kalau itu diterima oleh semua bishops, tidak mengikat.

 

Tetapi pada tahun 1870, ketika doktrin doktrin Infallibility of the Pope [= ketidakbersalahan Paus] itu keluar, bagian ini dihapus dari catechism itu secara diam-diam, tanpa penjelasan! - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 243.

 

6)   Adalah suatu fakta bahwa para Paus sering bertentangan satu dengan yang lain. Bukankah menggelikan bahwa seseorang yang tidak bisa salah bisa bertentangan dengan seseorang lain yang juga tidak bisa salah? Bukankah 2 kebenaran tidak mungkin bertentangan?

 

Contoh:

 

a)   Gregory I (590-604) menolak gelar ‘Paus’ dari kaisar Phocas, dan ia mengatakan bahwa orang-orang yang menggunakan gelar ‘Universal Bishop’ adalah anti Kristus. Tetapi pada tahun 607, Boniface III menggunakan gelar ‘Paus’ itu, dan demikian juga Paus-Paus sesudahnya (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 125,249).

 

b)   Paus Hadrian II (867-872) menyatakan bahwa pernikahan sipil adalah sah, tetapi Paus Pius VII (1800-1823) menyatakan bahwa pernikahan sipil itu tidak sah (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 249).

 

c)   Pada tahun 1590 Paus Sixtus V mengeluarkan edisi Latin Vulgate (Kitab Suci bahasa Latin), yang dinyatakannya sebagai edisi yang terakhir, dan ia melarang dengan ancaman kutukan bagi siapapun untuk mengeluarkan edisi yang baru, kecuali persis sama dengan edisi yang ia keluarkan. Tetapi ia lalu mati, dan para ahli theologia menemukan banyak kesalahan pada edisi Latin Vulgate yang ia keluarkan itu. Dua tahun setelah itu Paus Clement VIII mengeluarkan edisi Latin Vulgate yang baru, dan edisi inilah yang dipakai sampai sekarang (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 88).

 

d)   Pada tahun 1773 Paus Clement XIV memberi pernyataan yang menekan golongan Jesuit, tetapi pada tahun 1814 Paus Pius VII memberi pernyataan yang memulihkan / mengangkat golongan Jesuit (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 250).

 

e)   Paus Eugene IV (1431-1447) menghukum Joan of Arc dengan jalan dibakar hidup-hidup sebagai tukang sihir / dukun, tetapi pada tahun 1919 Paus Benedict XV menyatakan Joan of Arc sebagai orang suci (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 250).

 

f)    Paus Sixtus V (1585-1590) menganjurkan pembacaan Kitab Suci, tetapi Paus Pius VII (1800-1823) dan banyak Paus yang lain mengutuk tindakan itu (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 250).

 

Catatan: ini jelas kutukan yang bertentangan dengan Kitab Suci, karena Kitab Suci justru menyuruh orang membaca dan merenungkan Kitab Suci (Bdk. Maz 1:1-2).

 

Maz 1:1-2 - (1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam..

 

Bagaimana mungkin kutukan yang tidak alkitabiah ini bisa infallible / tidak bisa salah?

 

7)         Paus-paus sering mengubah pandangannya.

 

Contoh:

 

a)   Zozimus (417-418) mula-mula menyatakan Pelagius (ini orang sesat!) sebagai guru yang orthodox, tetapi Zozimus lalu mengubah pernyataannya atas desakan Agustinus (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 248).

 

b)   Vigilinus (538-555) mula-mula tidak mau mengutuk guru-guru sesat pada waktu terjadi pertentangan tentang ajaran Monophysite [= ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya mempunyai 1 hakekat, yang bersifat campuran ilahi - manusia] dan ia memboikot Council of Constantinopel (tahun 553). Tetapi setelah Council itu mengancam untuk mengucilkan dan mengutuknya, Vigilinus lalu tunduk kepada Council itu dan mengakui bahwa ia telah menjadi alat setan (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 248).

 

c)   Bahkan Petrus yang diakui oleh orang Katolik sebagai Paus I, juga pernah berubah pandangan, seperti dalam Kis 10:34-35 (kalau mau jelas, bacalah seluruh Kis 10).

 

Kis 10:34-35 - (34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya..

 

Sebetulnya, ‘mengubah pandangan’ merupakan sesuatu yang umum bagi setiap hamba Tuhan. Saya sendiri sering mengubah pandangan saya, tetapi saya tidak pernah mengclaim diri saya sebagai infallible / tidak bisa salah.

Kalau Paus memang infallible / tidak bisa salah, maka mereka tentu tidak bisa berubah pandangan! Bahwa mereka bisa berubah pandangan, menunjukkan secara jelas bahwa mereka bisa salah dan sering salah!

 

8)   Para Paus sering mempunyai kepercayaan / mengajarkan ajaran salah yang tidak alkitabiah, karena tidak ada dalam Kitab Suci, atau bahkan bertentangan dengan Kitab Suci.

 

Contoh:

 

a)   Callistus (221-227) adalah seorang Unitarian [= orang yang menganut kepercayaan bahwa Allah itu tunggal secara mutlak] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 248.

Ini bertentangan dengan semua orang kristen yang alkitabiah yang termasuk Trinitarian [= orang yang percaya kepada Allah Tritunggal].

Dan ingat, bahwa sekalipun dalam ajaran Gereja Roma Katolik ada banyak kesalahan / kesesatan, tetapi mereka percaya doktrin Allah Tritunggal!

 

b)   Liberius (358) menganut ajaran Arianism, padahal ajaran Arianism ini adalah ajaran sesat yang:

 

1.   Menganggap bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah ciptaan, bukan Allah! (https://classroom.synonym.com/arianism-beliefs-12085291.html).

 

2.   Menjadi dasar dari ajaran Saksi Yehuwa jaman sekarang.

 

Disamping itu Liberius ini juga menentang dan mengutuk Athanasius (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 248), padahal Athanasius sampai saat ini diakui oleh gereja yang alkitabiah sebagai orang yang mati-matian mempertahankan doktrin Allah Tritunggal yang benar.

 

c)   Paus Honorius (625-638) mengajarkan ajaran Monothelitism [= ajaran sesat yang mengatakan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak yang bersifat ilahi - manusia].

Paus ini akhirnya dikutuk dan dikucilkan (excommunication by name) oleh Council of Constantinople pada tahun 680 (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 248-249.

 

d)   Pada tahun 593, Gregory I mengajarkan doktrin tentang api penyucian, padahal doktrin ini sama sekali tidak punya dasar Kitab Suci.

 

e)   Pada tahun 1079, Paus Gregory VII mengajarkan bahwa hamba Tuhan harus hidup celibat (tidak menikah). Ini jelas bertentangan Kitab Suci yang mengijinkan imam untuk menikah.

 

Im 21:1-15 - (1) TUHAN berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada para imam, anak-anak Harun, dan katakan kepada mereka: Seorang imam janganlah menajiskan diri dengan orang mati di antara orang-orang sebangsanya, (2) kecuali kalau yang mati itu adalah kerabatnya yang terdekat, yakni: ibunya, ayahnya, anaknya laki-laki atau perempuan, saudaranya laki-laki, (3) saudaranya perempuan, yang masih perawan dan dekat kepadanya karena belum mempunyai suami, dengan mereka itu bolehlah ia menajiskan diri. (4) Sebagai suami janganlah ia menajiskan diri di antara orang-orang sebangsanya dan dengan demikian melanggar kekudusannya. (5) Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya. (6) Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN, santapan Allah mereka, dan karena itu haruslah mereka kudus. (7) Janganlah mereka mengambil seorang perempuan sundal atau perempuan yang sudah dirusak kesuciannya atau seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, karena imam itu kudus bagi Allahnya. (8) Dan kamu harus menganggap dia kudus, karena dialah yang mempersembahkan santapan Allahmu. Ia harus kudus bagimu, sebab Aku, TUHAN, yang menguduskan kamu adalah kudus. (9) Apabila anak perempuan seorang imam membiarkan kehormatannya dilanggar dengan bersundal, maka ia melanggar kekudusan ayahnya, dan ia harus dibakar dengan api. (10) Imam yang terbesar di antara saudara-saudaranya, yang sudah diurapi dengan menuangkan minyak urapan di atas kepalanya dan yang ditahbiskan dengan mengenakan kepadanya segala pakaian kudus, janganlah membiarkan rambutnya terurai dan janganlah ia mencabik pakaiannya. (11) Janganlah ia dekat kepada semua mayat, bahkan janganlah ia menajiskan diri dengan mayat ayahnya atau ibunya. (12) Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN. (13) Ia harus mengambil seorang perempuan yang masih perawan. (14) Seorang janda atau perempuan yang telah diceraikan atau yang dirusak kesuciannya atau perempuan sundal, janganlah diambil, melainkan harus seorang perawan dari antara orang-orang sebangsanya, (15) supaya jangan ia melanggar kekudusan keturunannya di antara orang-orang sebangsanya, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan dia.’.

 

Im 21:21 - Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya..

 

1Sam 1:3b - Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas..

 

Kel 6:22-24 - (22) Dan Harun mengambil Eliseba, anak perempuan Aminadab, saudara perempuan Nahason, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan baginya Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. (23) Anak-anak Korah: Asir, Elkana dan Abiasaf; itulah kaum-kaum orang Korah. (24) Eleazar, anak Harun, mengambil salah seorang anak perempuan Putiel menjadi isterinya dan perempuan ini melahirkan Pinehas baginya. Itulah para kepala kaum keluarga orang Lewi menurut kaum mereka..

 

Kel 28:1 - ‘Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagiKu - Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar..

 

Bil 3:4 - Tetapi Nadab dan Abihu sudah mati di hadapan TUHAN di padang gurun Sinai, ketika mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan TUHAN. Mereka tidak mempunyai anak. Jadi ketika Harun, ayah mereka, masih hidup, yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar..

 

Im 7:31-36 - “(31) Lalu haruslah imam membakar lemaknya di atas mezbah, tetapi dadanya itu adalah bagian Harun dan anak-anaknya. (32) Paha kanannya harus kamu serahkan kepada imam sebagai persembahan khusus dari segala korban keselamatanmu. (33) Siapa dari antara anak-anak Harun yang mempersembahkan darah dan lemak korban keselamatan, maka dialah yang harus mendapat paha kanan itu sebagai bagiannya. (34) Karena dada persembahan unjukan dan paha persembahan khusus telah Kuambil dari orang Israel dari segala korban keselamatan mereka dan telah Kuberikan kepada imam Harun, dan kepada anak-anaknya; itulah suatu ketetapan yang berlaku bagi orang Israel untuk selamanya.’ (35) Itulah bagian Harun dan bagian anak-anaknya dari segala korban api-apian TUHAN pada hari mereka itu disuruh datang untuk memegang jabatan imam bagi TUHAN; (36) itulah yang harus diserahkan menurut perintah TUHAN dari pihak Israel kepada mereka pada hari mereka itu diurapiNya; itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi mereka turun-temurun..

 

Luk 1:5 - Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet..

 

Bahkan Kitab Suci menyatakan bahwa Petrus (‘sang Paus I’) dan rasul-rasul juga mempunyai istri (Mark 1:30  1Kor 9:5).

 

Mark 1:30 - Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus..

 

1Kor 9:5 - Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?.

 

f)    Pada tahun 1854, Paus Pius IX mengajarkan doktrin Immaculate Conception, yaitu doktrin yang mengatakan bahwa Maria dikandung, lahir dan hidup tanpa dosa sedikitpun, yang bukan hanya tidak mempunyai dasar Kitab Suci sama sekali, tetapi bahkan bertentangan dengan banyak ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa semua manusia itu berdosa (Ro 3:23  Ayub 25:4  Pkh 7:20  1Yoh 1:8,10).

 

Ro 3:23 - Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,.

 

Ayub 25:4 - Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?.

 

Pkh 7:20 - Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!.

 

1Yoh 1:8,10 - (8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. ... (10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita..

 

Yesus Kristus adalah satu-satunya yang dikecualikan oleh Kitab Suci (Ibr 4:15  2Kor 5:21).

 

Ibr 4:15 - Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa..

 

2Kor 5:21 - Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah..

 

g)   Pada tahun 1950, Paus Pius XII mengajarkan kenaikan Maria ke surga.

 

h)  Pada tahun 1965, Paus Paulus VI mengajarkan bahwa Maria adalah Ibu / Bunda gereja.

 

9)   Paus mengajarkan hal yang bertentangan dengan fakta.

Paus Paulus V (1605-1621) dan Paus Urban VII (1623-1644) mengecam Galileo karena teori Galileo yang mengatakan bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi tetapi bumilah yang mengelilingi matahari. Galileo dipenjara dan disiksa karena teorinya dianggap bertentangan dengan Firman Tuhan, padahal sekarang teori Galileo ini terbukti benar! - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 250.

 

Perlu diketahui bahwa kalau ada ayat-ayat Kitab Suci yang seolah-olah menentang teori Galileo itu (bdk. Maz 19:6-7 Yos 10:12-13), itu disebabkan karena para penulis Kitab Suci menuliskan berdasarkan kelihatannya dari sudut manusia.

 

Maz 19:5-7 - (5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, (6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. (7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya..

 

Yos 10:12-13 - (12) Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon! (13) Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh..

 

William G. T. Shedd: “The inspired writers were permitted to employ the astronomy and physics of the people and age to which they themselves belonged, because the true astronomy and physics would have been unintelligible. If the account of the miracle of Joshua had been related in the terms of the Copernican astronomy; if Joshua had said, ‘Earth stand thou still,’ instead of, ‘Sun stand thou still’; it could not have been understood.” [= Penulis-penulis yang diilhami diijinkan untuk menggunakan ilmu perbintangan dan fisika dari orang dan jaman mereka sendiri, karena ilmu perbintangan dan fisika yang benar tidak akan dimengerti pada saat itu. Jika cerita tentang mujijat Yosua diceritakan dengan istilah-istilah dari ilmu perbintangan Copernicus; jika Yosua berkata: ‘Bumi berhentilah engkau’, dan bukannya ‘Matahari berhentilah engkau’; itu tidak bisa dimengerti pada saat itu.] - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.

 

William G. T. Shedd lalu menambahkan: “The modern astronomer himself describes the sun as rising and setting.” [= Ahli ilmu perbintangan modern sendiri menggambarkan matahari sebagai terbit dan terbenam.] - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.

 

William G. T. Shedd menambahkan lagi: “The purpose of the scriptures, says Baronius, is ‘to teach man how to go to heaven, and not how the heavens go.’” [= Tujuan dari Kitab Suci, kata Baronius, adalah ‘untuk mengajar manusia tentang jalan ke surga, dan bukannya bagaimana surga / langit berjalan’.] - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.

 

10)      Banyak Paus hidup tidak bermoral.

Contoh:

a)   Paus Sergius III mempunyai anak haram dari Marioza dan anak itu akhirnya menjadi Paus John XI (931-936).

b)   Paus John XII (956-964) melakukan pembunuhan, sumpah palsu, pelanggaran terhadap hal-hal yang dianggap keramat, perzinahan, dan incest / perzinahan dalam keluarga. Ia akhirnya dipecat oleh Kaisar Otto.

c)   Paus John XXIII (1410-1415) menjual pengampunan gereja dan melakukan percabulan sehingga akhirnya dipecat oleh Council of Constance.

d)   Paus Alexander VI (1492-1503) mempunyai 6 anak haram, 2 orang di antaranya lahir setelah ia menjadi Paus!

(Semua ini saya ambil dari buku Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 250-251).

 

Sekalipun Roma Katolik memang tidak pernah mengatakan bahwa Paus itu infallible dalam hidupnya, tetapi rasanya sukar terbayangkan bahwa para Paus yang begitu brengsek dalam hidupnya itu bisa infallible / tidak bisa salah dalam kata-katanya.

 

Memang perlu diakui bahwa juga ada banyak pendeta Protestan yang melakukan hal-hal yang sangat berdosa. Tetapi perlu diingat bahwa Protestan tidak pernah mengclaim bahwa pendeta itu infallible baik dalam kata-katanya maupun hidupnya!

 

11)      Banyak Paus yang tidak injili / Alkitabiah.

Khotbah-khotbah mereka (yang jaman ini sering bisa saudara baca dalam surat kabar pada Natal maupun Paskah / Jum’at Agung dsb) hanya berbau politik, sosial, ekonomi, tetapi tidak ada Injil di dalamnya (mereka tidak mendorong orang untuk datang kepada Yesus). Ini jelas tidak sesuai dengan Mat 28:19.

 

12)      Ada beberapa Paus yang menyatakan bahwa dirinya tidak infallible, yaitu: Vigilius, Innocent III, Clement IV, Gregory XI, Hadrian VI, Paul IV (Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 252)

Bagaimana mungkin Paus, yang oleh gereja Roma Katolik dinyatakan infallible itu, bisa menyatakan bahwa dirinya tidak infallible?

 

13)      Kalau Paus itu memang infallible, mengapa tidak ada Paus yang pernah membuat tafsiran tentang Kitab Suci? Bahkan exposisi dari satu pasal Kitab Sucipun tidak pernah ada! Kalau memang ia bisa berbicara / mengajar secara infallible [= tidak bisa salah], maka seharusnya ia membuat buku tafsiran tentang Kitab Suci!

 

 

 

-o0o-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali