Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 19 Maret 2024, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Roma Katolik

 

vs

 

Kristen Protestan (7a)

 

PAUS(1)

 

I) Perkembangan ke-Paus-an.

 

1)   Cyprian (pertengahan abad ke 3) berkata bahwa Bishops [= uskup-uskup] adalah pengganti rasul-rasul dan mempunyai otoritas yang sama dengan rasul-rasul.

 

2)   Innocent I, bishop Roma (402-417 M), untuk pertama kalinya mengclaim bahwa bishop Roma lebih tinggi tingkatnya dari para bishop yang lain dan semua kontroversi / pertentangan harus diputuskan dengan restu / persetujuan bishop Roma.

 

3)   Leo I, yang menjabat sebagai Bishop Roma pada tahun 440-461 M, mengclaim bahwa dalam Mat 16:18, batu karang di atas mana gereja didirikan adalah Petrus; dan para bishop Roma yang merupakan pengganti Petrus adalah ahli waris Petrus, dan lebih tinggi tingkatnya dari bishops [= uskup-uskup] yang lain.

 

4)   Kaisar Valentinian (445 M) mengeluarkan keputusan bahwa semua orang harus mengakui keulungan bishop Roma atas Gereja.

 

5)   Gregory I yang juga disebut Gregory the Great (590-604 M) menjadi biarawan pertama yang menjadi bishop Roma.

 

6)   Pada tahun 604 M, Kaisar Phocas memberi gelar ‘Paus’ kepada Grego­ry I, tetapi ditolak oleh Gregory I.

 

7)   Pada tahun 607 M, Boniface III, pengganti kedua dari Gregory I, menerima gelar ‘Paus’ itu.

 

8)   Paus Nicholas I (858-867 M) mendesak supaya Paus diberi otoritas atas Gereja dan pemerintah.

 

9)   Pada tahun 1870 M, Vatican Council menyatakan bahwa Paus tidak bisa salah / infalli­ble kalau:

a)   Ia berbicara ‘dari kursinya’ (EX CATHEDRA).

b)   Ia berbicara tentang iman dan moral.

c)   Ia berbicara kepada gereja.

 

10)            Pada tahun 1885, Paus Leo XIII menyatakan bahwa Paus adalah pengganti  Allah Yang Maha Kuasa di bumi ini.

 

II) Hal-hal yang perlu dibahas tentang Paus.

 

A)  Paus sebagai kepala gereja dan segala sesuatu.

 

Perhatikan kepercayaan Roma Katolik tentang Paus dalam New York Catechism di bawah ini:

“The pope takes place of Jesus Christ on earth ... By divine right the pope has supreme and full power in faith and morals over each and every pastor and his flock. He is the true vicar of Christ. He is the infallible ruler, the founder of dogmas, the author of and the judge of councils; the universal ruler of truth, the arbiter of the world, the supreme judge of heaven and earth, the judge of all, being judged by no one, God himself on earth.” [= Paus menggantikan Yesus Kristus di bumi ... Oleh hak ilahi Paus mempunyai kuasa tertinggi dan penuh dalam iman dan moral atas setiap gembala dan domba gembalaannya. Ia adalah wakil yang benar / sejati dari Kristus. Ia adalah pemerintah / pemimpin yang tidak bisa salah, pendiri dari dogma-dogma, pengarang / sumber dan hakim dari sidang-sidang gereja, pemimpin kebenaran di seluruh dunia, penengah / wasit dunia ini, hakim tertinggi dari surga dan bumi, hakim dari semua, tidak dihakimi oleh siapapun, Allah sendiri di bumi ini.] - Loraine Boettner, ‘Roman Catholicism’, hal 127.

 

Loraine Boettner lalu menambahkan:

“Thus the Roman Catholics holds that the pope, as the vicar of Christ on earth, is the ruler of the world, supreme not only over the Roman Church itself but over all kings, presidents, and civil rulers, indeed over all peoples and nations.” [= Demikianlah orang Roma Katolik beranggapan bahwa Paus, sebagai wakil Kristus di bumi, adalah pemerintah dunia, mempunyai kedudukan / otoritas tertinggi bukan hanya atas gereja Roma (Katolik) sendiri tetapi atas semua raja, presiden, dan pemerintah sipil, bahkan atas semua orang dan bangsa.] - ‘Roman Catholicism’, hal 127-128.

 

Pandangan kristen:

 

1)   Satu-satunya kepala gereja adalah Tuhan Yesus sendiri (Ef 4:15) dan Ia tidak pernah memberikan jabatan itu kepada orang lain.

 

Ef 4:15 - tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala..

 

Ef 1:22-23 - (22) Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. (23) Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu..

 

Kol 1:18 - Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu..

 

2)   Kitab Suci tidak pernah mengatakan adanya hamba Tuhan atau bahkan rasul yang superior / lebih tinggi dari yang lain.

 

Contoh:

 

a)   Petrus pernah ditegur di depan umum dengan keras oleh Paulus (Gal 2:11-14).

 

Gal 2:11-14 - (11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. (14) Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: ‘Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?’.

 

Bdk. Mat 18:15-17 vs 1Tim 5:20!

 

Padahal Gereja Roma Katolik mengakui Petrus sebagai bishop Roma / Paus yang pertama!

 

b)   Paulus menyejajarkan dirinya dengan banyak orang:

 

1.   Dalam Fil 1:1 ia menyejajarkan dirinya dengan Timotius dengan menyebut dirinya dan Timotius sebagai ‘hamba-hamba Kristus Yesus’.

 

2.   Dalam Fil 2:25 ia menyejajarkan dirinya dengan Epafroditus dengan menyebutnya sebagai ‘saudaraku’, ‘teman sekerjaku’ dan ‘teman seperjuanganku’.

 

3.   Dalam Fil 4:3 ia menyejajarkan dirinya dengan Sunsugos, Eudia dan Sintikhe, Klemens dll, dengan menyebut mereka sebagai ‘temanku yang setia’, dan ‘kawan-kawanku sekerja’.

 

4.   Dalam Kol 1:7 ia menyejajarkan dirinya dengan Epafras dengan menyebutnya sebagai ‘kawan pelayan’.

 

c)   Sidang Yerusalem dalam Kis 15 menunjukkan bahwa tidak ada rasul yang superior / lebih tinggi dari yang lain, karena keputusan tidak didapatkan dari keputusan satu orang saja, tetapi didapatkan melalui perundingan / pertukaran pikiran para rasul dan penatua (Kis 15:6).

 

Kis 15:6 - Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu..

 

Kis 15:28 - Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:.

 

3)   Kitab Suci mengajarkan adanya jabatan tua-tua / penatua / penilik jemaat dan diaken (1Tim 3:1-13  Tit 1:5-9), tetapi tidak pernah mengajarkan adanya jabatan Paus.

 

B)  Petrus adalah bishop I dari Roma / Paus I.

 

Mat 16:13-19 - (13) Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-muridNya: Kata orang, siapakah Anak Manusia itu? (14) Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.’ (15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’ (16) Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’ (17) Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga. (18) Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (19) Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.’.

 

Roma Katolik menafsirkan Mat 16:13-19, sebagai berikut:

 

1)   ‘Batu karang’ menunjuk kepada Petrus.

 

2)   ‘Alam maut’ menunjuk pada kuasa jahat.

 

3)   ‘Kunci’ merupakan simbol otoritas. Jadi Petrus mempunyai hak / kuasa untuk menerima seseorang untuk masuk ke dalam surga / gereja dan / atau menolak seseorang untuk masuk ke dalam surga / gereja.

 

4)   Mat 16:13-19 menunjukkan bahwa Petrus diangkat oleh Yesus menjadi Paus I.

 

Pandangan kristen:

 

1)         Exegesis / penafsiran dari Mat 16:13-19:

 

a)   Kata ‘Petrus’ dalam bahasa Yunaninya adalah PETROS, yang ada dalam bentuk masculine [= laki-laki], dan artinya adalah ‘batu kecil’.

Kata ‘batu karang’ dalam bahasa Yunaninya adalah PETRA, yang ada dalam bentuk feminine [= perempuan], dan artinya adalah ‘batu besar’ / rock’.

 

Tuhan Yesus tidak berkata bahwa Ia mendirikan gereja / jemaatnya di atas PETROS tetapi di atas PETRA. Cek dengan Bible Works 8.

 

Yang dimaksud dengan PETRA adalah pengakuan Petrus pada Mat 16:16, yaitu pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

 

b)   Alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:18b).

 

Roma Katolik menafsirkan bahwa:

1.   ‘alam maut’ menunjuk pada kuasa jahat.

2.   Kata ‘nya’ menunjuk kepada Petrus.

 

Jadi Roma Katolik mengatakan bahwa kalimat ini merupakan jaminan Tuhan Yesus bahwa kuasa jahat tidak akan menguasai Petrus.

 

Tetapi tafsiran ini jelas bertentangan dengan ayat-ayat di bawah ini yang menunjukkan Petrus dikuasai (bukan dirasuk!) oleh kuasa jahat / setan:

 

a.   Mat 16:22-23 dimana Petrus menghalangi Yesus pergi ke Yerusalem sehingga disebut oleh Yesus sebagai ‘Iblis’.

 

Mat 16:21-23 - “(21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau. (23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ‘Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.’.

 

Catatan: saya ragu-ragu apakah dalam Mat 16:22-23 ini Petrus memang dikuasai oleh setan. Alasannya: setan ingin membunuh Yesus, sehingga agak aneh kalau ia menghalangi Yesus pergi ke Yerusalem. Mungkin sebutan ‘Iblis’ itu hanya menunjukkan bahwa Petrus mempunyai pikiran yang salah.

 

b.   Mat 26:69-75 dimana Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3 x.

 

Mat 26:69-75 - (69) Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu. (70) Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: ‘Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.’ (71) Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: ‘Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.’ (72) Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: ‘Aku tidak kenal orang itu.’ (73) Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: ‘Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.’ (74) Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: ‘Aku tidak kenal orang itu.’ Dan pada saat itu berkokoklah ayam. (75) Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: ‘Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya..

 

c.   Gal 2:11-14 dimana Petrus bersikap munafik.

 

Gal 2:11-14 - (11) Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. (12) Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. (13) Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. (14) Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: ‘Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?’.

 

Tafsiran yang benar: Kata ‘nya’ menunjuk kepada Gereja. Jadi kalimat itu berarti bahwa Gereja tidak akan bisa hancur.

 

Catatan: Ingat bahwa dalam theologia, kata ‘Gereja’ (dengan G huruf besar) menunjuk pada semua orang percaya di seluruh dunia, sedangkan kata ‘gereja’ (dengan g huruf kecil) menunjuk pada gereja lokal. Satu, atau lebih, gereja lokal bisa saja hancur / tersesat, tetapi Gereja secara keseluruhan tidak mungkin bisa hancur / tersesat.

 

c)   ‘Kuasa mengikat dan melepaskan’ (Mat 16:19).

Ingat bahwa kalimat ini tidak hanya dikatakan kepada Petrus saja tetapi juga kepada murid-murid lainnya (Mat 18:18).

 

Mat 18:18 - Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga..

 

Catatan: kata ‘mu’, ‘kamu, ‘kamu’ dalam ayat di atas ini semuanya ada dalam bentuk jamak. Cek dengan Bible Works 8.

 

Jadi jelas bahwa kuasa ini bukan berarti kuasa / hak untuk memasukkan / menolak orang ke / dari surga. Hak seperti itu hanya ada pada Allah / Yesus Kristus (Wah 1:18  3:7).

 

Wah 1:17-18 - (17) Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, (18) dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut..

 

Wah 3:7 - ‘Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka..

 

Kalau demikian, apa arti kuasa yang diberikan kepada murid-murid Yesus itu? Itu adalah kuasa untuk menyatakan saja!

Dalam memberitakan Injil, mereka menyatakan syarat-syarat untuk masuk surga berdasarkan Firman Allah, dan kalau ada orang yang menolak syarat-syarat itu maka mereka berhak menyatakan bahwa orang itu tidak akan diampuni dan tidak akan masuk surga.

Sebaliknya kalau ada orang yang menerima syarat-syarat itu maka mereka berhak menyatakan bahwa orang itu sudah diampuni dan pasti akan masuk surga.

Kuasa seperti ini jelas juga ada pada orang kristen jaman ini.

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali