Hari Jumat agung
(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Jumat, tgl 18 April 2025, pk 09.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
god in the hands of angry sinners
[= Allah dalam tangan orang-orang berdosa yang murka]
Matius 26:55-57,62-68 - “(55) Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: ‘Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. (56) Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.’ Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. (57) Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawaNya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. ... (62) Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepadaNya: ‘Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ (63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepadaNya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’ (64) Jawab Yesus: ‘Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.’ (65) Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ‘Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujatNya. (66) Bagaimana pendapat kamu?’ Mereka menjawab dan berkata: ‘Ia harus dihukum mati!’ (67) Lalu mereka meludahi mukaNya dan meninjuNya; orang-orang lain memukul Dia, (68) dan berkata: ‘Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?’”.
Mat 27:1-2 - “(1) Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. (2) Mereka membelenggu Dia, lalu membawaNya dan menyerahkanNya kepada Pilatus, wali negeri itu.”.
Yoh 18:38b-40 - “(38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: ‘Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya. (39) Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?’ (40) Mereka berteriak pula: ‘Jangan Dia, melainkan Barabas!’ Barabas adalah seorang penyamun.”.
Yoh 19:1-7 - “(1) Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. (2) Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepalaNya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, (3) dan sambil maju ke depan mereka berkata: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!’ Lalu mereka menampar mukaNya. (4) Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: ‘Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya.’ (5) Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: ‘Lihatlah manusia itu!’ (6) Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: ‘Salibkan Dia, salibkan Dia!’ Kata Pilatus kepada mereka: ‘Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya.’ (7) Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: ‘Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diriNya sebagai Anak Allah.’”.
Mat 27:11-23,28-50 - “(11) Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepadaNya: ‘Engkaukah raja orang Yahudi?’ Jawab Yesus: ‘Engkau sendiri mengatakannya.’ (12) Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. (13) Maka kata Pilatus kepadaNya: ‘Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ (14) Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. (15) Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. (16) Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. (17) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: ‘Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?’ (18) Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. (19) Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: ‘Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.’ (20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. (21) Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: ‘Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?’ Kata mereka: ‘Barabas.’ (22) Kata Pilatus kepada mereka: ‘Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?’ Mereka semua berseru: ‘Ia harus disalibkan!’ (23) Katanya: ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukanNya?’ Namun mereka makin keras berteriak: ‘Ia harus disalibkan!’ ... (28) Mereka menanggalkan pakaianNya dan mengenakan jubah ungu kepadaNya. (29) Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepalaNya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kananNya. Kemudian mereka berlutut di hadapanNya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: ‘Salam, hai Raja orang Yahudi!’ (30) Mereka meludahiNya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepalaNya. (31) Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari padaNya dan mengenakan pula pakaianNya kepadaNya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (32) Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. (33) Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. (34) Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. (35) Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi. (36) Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. (37) Dan di atas kepalaNya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: ‘Inilah Yesus Raja orang Yahudi.’ (38) Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiriNya. (39) Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, (40) mereka berkata: ‘Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diriMu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!’ (41) Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: (42) ‘Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepadaNya. (43) Ia menaruh harapanNya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.’ (44) Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencelaNya demikian juga. (45) Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. (46) Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (47) Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: ‘Ia memanggil Elia.’ (48) Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. (49) Tetapi orang-orang lain berkata: ‘Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.’ (50) Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawaNya.”.
Text-text yang saya berikan di atas menceritakan penangkapan terhadap Yesus sampai Ia menyerahkan nyawa / rohNya.
1) Thema yang saya berikan ini merupakan kebalikan dari karya terkenal Jonathan Edwards: “Sinners in the Hands of an Angry God.” [= Orang-orang berdosa dalam tangan Allah yang murka].
Ini bisa terjadi di dunia ini, tetapi ini terutama terjadi pada saat orang-orang berdosa yang tidak percaya kepada Kristus mengalami kematian, atau pada saat Yesus datang untuk kedua-kalinya, dan melakukan penghakiman akhir zaman.
2) Tapi di hari Jumat Agung ini, kita melihat kebalikannya: bukan orang berdosa dalam tangan Allah yang murka, melainkan ‘Allah dalam tangan orang berdosa yang murka’!
Yesus sebelum inkarnasi adalah Allah 100 % dan manusia 0 %. Tapi sejak inkarnasi dan seterusnya, Ia adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia dalam 1 pribadi. Ia adalah The God-Man!
Jadi, apa yang orang-orang berdosa itu lakukan pada hari Jumat Agung, pada hakekatnya mereka lakukan terhadap Allah sendiri!
Luk 10:16 - “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.’”.
3) Ini bukan tragedi kecelakaan sejarah atau kebetulan, tetapi rencana penebusan Allah yang kekal. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:
1Pet 1:18-20 - “(18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (20) Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diriNya pada zaman akhir.”.
Kis 2:23 - “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.”.
Kis 4:27-28 - “(27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.”.
1) Yesus berkata, “Sangkamu Aku ini penyamun?”. Karena mereka datang dengan pedang dan pentung, seolah-olah menghadapi seorang penjahat yang pasti akan melawan mereka.
2) Tetapi Ia menyerahkan diri - bukan ditangkap paksa, tetapi menyerahkan diri secara sukarela.
Bukti:
a) Hanya dengan berkata “Akulah Dia’ (I am), mereka semua rebah ke tanah.
Yoh 18:4-6 - “(4) Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diriNya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?’ (5) Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.’ KataNya kepada mereka: ‘Akulah Dia.’ Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. (6) Ketika Ia berkata kepada mereka: ‘Akulah Dia,’ mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.”.
b) Ia tidak mau dibela oleh Petrus, bahkan menegur Petrus, dan menyembuhkan telinga yang putus karena bacokan pedang Petrus.
Yoh 18:10-11 - “(10) Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. (11) Kata Yesus kepada Petrus: ‘Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepadaKu?’”.
Luk 22:50-51 - “(50) Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. (51) Tetapi Yesus berkata: ‘Sudahlah itu.’ Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.”.
c) Ia bisa berdoa supaya BapaNya mengirimkan 12 pasukan malaikat untuk membantu Dia, tetapi Ia tidak melakukannya.
Mat 26:52-54 - “(52) Maka kata Yesus kepadanya: ‘Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. (53) Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada BapaKu, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (54) Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?’”.
Dalam pengadilan oleh Mahkamah Agama Yahudi itu semua tuduhan adalah palsu / fitnah.
Mark 14:55-61a - “(55) Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. (56) Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. (57) Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: (58) ‘Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia.’ (59) Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. (60) Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: ‘Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ (61a) Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa.”.
Luk 23:2 - “Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: ‘Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diriNya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.’”.
Bandingkan fitnahan ini dengan peristiwa dan kata-kata Yesus yang sesungguhnya.
Mat 22:17-21 - “(17) Katakanlah kepada kami pendapatMu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?’ (18) Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: ‘Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? (19) Tunjukkanlah kepadaKu mata uang untuk pajak itu.’ Mereka membawa suatu dinar kepadaNya. (20) Maka Ia bertanya kepada mereka: ‘Gambar dan tulisan siapakah ini?’ (21) Jawab mereka: ‘Gambar dan tulisan Kaisar.’ Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.’”.
Mengapa Yesus diam saja?
1) Untuk menggenapi nubuat tentang hal itu dalam Yes 53:7.
Yes 53:7 - “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”.
2) Kalau Ia menjawab / mendebat mereka, siapa bisa mengalahkan Dia? Tetapi kalau itu yang terjadi, tidak akan ada penebusan untuk kita. Ia diam karena Ia tahu bahwa Ia harus meminum cawan murka Allah! Kitalah yang seharusnya meminum cawan itu, tetapi Ia menggantikan kita!
Ini bukan sesuatu yang harus kita teladani. Yesus diam saja sekalipun difitnah, karena Ia datang memang untuk mati menebus dosa kita. Tetapi kalau kita difitnah, itu bisa merusak bukan hanya nama baik kita, tetapi juga gereja dan seluruh kekristenan. Jadi kita tidak bisa diam saja, tetapi harus mengambil tindakan yang diperlukan.
C) Yesus dihadapkan kepada Pontius Pilatus.
1) Pontius Pilatus tahu Yesus tidak bersalah, dan ia ingin membebaskan Yesus. Tetapi karena tekanan massa, ia akhirnya menyerah.
Mat 27:11-24 - “(11) Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepadaNya: ‘Engkaukah raja orang Yahudi?’ Jawab Yesus: ‘Engkau sendiri mengatakannya.’ (12) Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. (13) Maka kata Pilatus kepadaNya: ‘Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ (14) Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. (15) Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. (16) Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. (17) Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: ‘Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?’ (18) Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. (19) Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: ‘Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.’ (20) Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. (21) Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: ‘Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?’ Kata mereka: ‘Barabas.’ (22) Kata Pilatus kepada mereka: ‘Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?’ Mereka semua berseru: ‘Ia harus disalibkan!’ (23) Katanya: ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukanNya?’ Namun mereka makin keras berteriak: ‘Ia harus disalibkan!’ (24) Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: ‘Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!’”.
Mark 15:9-15 - “(9) Pilatus menjawab mereka dan bertanya: ‘Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?’ (10) Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki. (11) Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka. (12) Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: ‘Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?’ (13) Maka mereka berteriak lagi, katanya: ‘Salibkanlah Dia!’ (14) Lalu Pilatus berkata kepada mereka: ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukanNya?’ Namun mereka makin keras berteriak: ‘Salibkanlah Dia!’ (15) Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.”.
Luk 23:13-25 - “(13) Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, (14) dan berkata kepada mereka: ‘Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksaNya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepadaNya tidak ada yang kudapati padaNya. (15) Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukanNya yang setimpal dengan hukuman mati. (16) Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskanNya.’ (17) [Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.] (18) Tetapi mereka berteriak bersama-sama: ‘Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!’ (19) Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. (20) Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. (21) Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: ‘Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!’ (22) Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: ‘Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati padaNya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskanNya.’ (23) Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. (24) Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. (25) Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.”.
Yoh 19:12-15 -
“(12)
Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi
orang-orang Yahudi berteriak: ‘Jikalau engkau
membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap
dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.’
(13)
Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan
ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa
Ibrani Gabata. (14) Hari itu ialah hari persiapan Paskah,
kira-kira jam dua belas
(jam
6).
Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: ‘Inilah rajamu!’ (15) Maka
berteriaklah mereka: ‘Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!’
Kata
Pilatus kepada mereka: ‘Haruskah aku menyalibkan rajamu?’ Jawab imam-imam
kepala: ‘Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!’”.
Betul-betul kata-kata yang munafik! Mereka sangat membenci Romawi dan khususnya Kaisarnya, karena mereka dijajah oleh Romawi. Tetapi kebencian mereka terhadap Yesus jauh lebih besar dari kebencian mereka terhadap Romawi / Kaisar, sehingga mereka mengucapkan kata-kata seperti itu.
2) Apakah dengan mencuci tangannya, Pontius Pilatus bebas dari kesalahannya? Mustahil. Ia lebih memilih untuk menyenangkan orang banyak dari pada melakukan kebenaran dengan membebaskan Yesus.
Gal 1:10 - “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”.
D) Penghinaan / penyiksaan yang kejam.
Mereka meludahi, menghujat, menampar, meninju, memberi mahkota duri, menyesah, dan akhirnya menyalibkan Dia. Yesus yang adalah Allah dan manusia dalam satu pribadi dihina dan diperlakukan secara sangat kejam oleh orang-orang berdosa.
Mark 15:16-20a - “(16) Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. (17) Mereka mengenakan jubah ungu kepadaNya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepalaNya. (18) Kemudian mereka mulai memberi hormat kepadaNya, katanya: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!’ (19) Mereka memukul kepalaNya dengan buluh, dan meludahiNya dan berlutut menyembahNya. (20a) Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari padaNya dan mengenakan pula pakaianNya kepadaNya.”.
Yoh 19:1-3 - “(1) Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. (2) Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepalaNya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, (3) dan sambil maju ke depan mereka berkata: ‘Salam, hai raja orang Yahudi!’ Lalu mereka menampar mukaNya.”.
Ini semua sindiran bahwa Ia ‘raja’ - mereka tidak sadar mereka sedang memperolok-olok Raja atas segala raja.
Wah 17:14 - “Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.’”.
E) Penyaliban Yesus memang adalah rencana Tuhan.
Yesus harus menjadi pengganti (substitute) bagi kita, karena tanpa itu kita yang harus menerima hukuman untuk semua dosa kita dengan cara masuk ke dalam neraka untuk selama-lamanya.
1) Nubuat tentang hal itu.
Yes 53:4-11 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. ... (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.”.
Wah 13:8 - “Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.”.
Wah 17:8 - “Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.”.
2) Nubuat dan rencana Tuhan itu terlaksana dengan Yesus tersalib dan mati.
Kis 2:23 - “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.”.
1Pet 1:18-20 - “(18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (20) Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diriNya pada zaman akhir.”.
F) Ini adalah ironi: Hakim akhir zaman diadili oleh manusia yang berdosa, dan diadili secara tidak adil. Tetapi ini sesuai dengan thema kita: “God in the hands of angry sinners” [= Allah dalam tangan orang-orang berdosa yang murka]. Mengapa? Karena Yesus bukan manusia biasa. Ia memang betul-betul adalah manusia, tetapi Ia juga adalah Allah sendiri. Ia adalah the God-Man! Dia juga adalah Mesias yang dijanjikan selama ribuan tahun. Tetapi mereka memperlakukan Dia seperti itu!
G) Yesus akan menjadi Hakim pada pengadilan akhir zaman!
Yoh 5:22-23 - “(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, (23) supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.”.
Yoh 5:27-29 - “(27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepadaNya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. (28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”.
Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.
Kis 17:31 - “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukanNya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.’”.
2Kor 5:10 - “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”.
2Tim 4:1 - “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya:”.
Pada hari Jumat Agung Ia diadili, baik oleh Mahkamah Agama, maupun oleh Pontius Pilatus, keduanya secara tidak adil. Tetapi pada akhir zaman, Ia akan menjadi Hakim atas semua manusia, termasuk Mahkamah Agama, orang-orang Yahudi yang tidak percaya, Pontius Pilatus, raja Herodes, dan semua orang berdosa yang menghujat Dia, dan menolak untuk percaya kepadaNya!
Bisakah saudara bayangkan bagaimana nasib mereka nanti? Kalau pada hari Jumat Agung yang terjadi adalah “God in the hands of angry sinners” [= Allah dalam tangan orang-orang berdosa yang murka], maka pada penghakiman akhir zaman yang akan terjadi adalah kebalikannya, yaitu: “Sinners in the hands of an angry God” [= Orang-orang berdosa dalam tangan Allah yang murka].
Apakah Allah yang penuh kasih itu bisa murka? Sangat bisa! Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:
Maz 7:12 - “Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.”.
Yes 13:9 - “Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa.”.
Catatan: ChatGPT mengatakan ayat ini punya penggenapan ganda, yaitu:
1) Kejatuhan Babel yang akan datang, yang digenapi secara historis lewat serangan bangsa Media dan Persia pada tahun 539 SM (Bdk. Yes 13:1,17-19).
2) Kedatangan Yesus yang keduakalinya, dimana Ia akan melakukan penghakiman akhir zaman.
Bisakah saudara bayangkan bagaimana sikap orang-orang berdosa yang memperlakukan Dia dengan begitu kejam pada hari Jumat Agung, pada saat melihat Dia sebagai Hakim pada pengadilan akhir zaman??
Yoh 3:36 - “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.’”.
Perhatikan kata ‘tetap’ itu. Ini berarti bahwa sejak kita lahir, karena kita lahir dalam dosa, maka murka Allah ada di atas kita. Hanya kalau kita percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita maka murka Allah itu dicabut dan kita mendapatkan hidup yang kekal. Tetapi kalau tidak, murka Allah itu tetap ada di atas kita, dan lambat atau cepat akan menimpa kita.
Wah 6:16-17 - “(16) Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: ‘Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.’ (17) Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?”.
Catatan: ChatGPT mengatakan:
1) Dalam ay 17 ada problem text. Ada manuscript yang menuliskan dalam bentuk tunggal (AUTOU) dan ada yang dalam bentuk jamak (AUTON). Baik ditinjau dari sudut manuscript-manuscript maupun kontext (ay 16), yang benar adalah yang bentuk jamak (‘mereka’).
2) Kata ‘mereka’ menunjuk kepada Bapa dan Yesus yang dibicarakan dalam ay 16-nya.
Wah 14:9-11 - “(9) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: ‘Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, (10) maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. (11) Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.’”.
Catatan: ChatGPT mengatakan bahwa dalam kehidupan di dunia ini orang-orang berdosa sudah mendapatkan murka Allah, tetapi murka Allah itu diencerkan dengan belas kasihanNya, kesabaranNya, kasih karuniaNya dan sebagainya. Tetapi pada akhir zaman, orang-orang berdosa yang tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka akan mendapatkan murka Allah sepenuhnya, karena tidak ada lagi belas kasihan, kesabaran, kasih karuniaNya pada saat itu!
Jadi, kalau pada hari Jumat Agung yang terjadi adalah “God in the hands of angry sinners” [= Allah dalam tangan orang-orang berdosa yang murka], maka akan datang waktunya, baik dalam kehidupan ini, tetapi khususnya pada saat orang berdosa itu mati / pada saat penghakiman akhir zaman, akan terjadi yang sebaliknya, yaitu “Sinners in the hands of an angry God” [= Orang-orang berdosa dalam tangan Allah yang murka].
Ingat, lambat atau cepat hal ini akan terjadi. Kalau saudara sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, saudara dinyatakan oleh Allah sebagai orang benar, dan tentu saja Allah tidak murka kepada saudara. Saudara dipastikan akan masuk ke surga.
Tetapi kalau pada saat itu saudara termasuk orang yang tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka saudara adalah orang berdosa, dan murka Allah akan menimpa saudara secara penuh, dan saudara akan masuk ke neraka selama-lamanya!
Jadi, yang belum percaya kepada Yesus cepatlah percaya sebelum terlambat. Dan yang sudah percaya beritakanlah Injil supaya lebih banyak orang bisa percaya kepada Yesus!
Kiranya Tuhan memberkati saudara semua.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin