Pemahaman Alkitab
(online)
(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)
Selasa, tgl 17 Juni 2025, pk 18.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
12 PENGAKUAN IMAN RASULI(10)
Ini perlu dicamkan / diingat kalau saudara berbakti di gereja yang menggunakan bahasa Inggris. Kata ‘Katolik’ di sana tidak menunjukkan bahwa itu adalah gereja Roma Katolik. Tetapi perlu diingat juga bahwa gereja Roma Katolik juga menggunakan pengakuan iman seperti itu.
1) Ini sama dengan ‘Gereja yang tidak kelihatan’.
Yang dimaksud dengan ‘Gereja yang kudus dan am’ bukanlah ‘gedung gereja’ atau ‘gereja lokal’, tetapi ‘semua orang percaya tanpa batasan waktu dan tempat’. Dalam theologia ini juga disebut dengan istilah ‘Gereja yang tidak kelihatan’. Kontrasnya adalah ‘gereja yang kelihatan’ yang menunjuk pada gereja / orang-orang kristen yang terlihat oleh mata manusia.
Manusia terbagi menjadi 4 bagian:
a) Orang yang tidak menjadi anggota baik dari gereja yang kelihatan maupun dari gereja yang tidak kelihatan. Ini adalah orang yang sama sekali non kristen.
b) Orang yang menjadi anggota dari gereja yang kelihatan tetapi tidak menjadi anggota dari gereja yang tidak kelihatan. Ini adalah orang kristen KTP.
c) Orang yang menjadi anggota dari gereja yang tidak kelihatan tetapi tidak menjadi anggota dari gereja yang kelihatan. Contoh: penjahat yang bertobat pada salib. Ini jelas adalah orang kristen sejati, yang sekalipun tidak diakui sebagai orang kristen oleh manusia, tetapi diakui oleh Tuhan, dan karenanya tetap selamat.
d) Orang yang menjadi anggota baik dari gereja yang kelihatan maupun dari gereja yang tidak kelihatan. Ini orang kristen sejati pada umumnya, yang selain percaya kepada Yesus, juga menjadi anggota dari gereja tertentu (gereja yang benar).
2) Pengakuan ini menunjukkan kesatuan semua gereja.
Pada saat saya sekolah theologia, pernah terjadi sesuatu yang betul-betul menunjukkan kesatuan gereja. Saat itu semua mahasiswa internasional (dari luar USA) mendapat undangan pesta / makan bersama dari The First Presbyterian Church, di Jackson, Mississippi. Tetapi 1-2 hari setelah itu, semua kami mendapat undangan pesta / makan bersama yang kedua dari The First Baptist Church, juga di Jackson, Mississippi, pada tanggal dan jam yang sama. Rupanya The First Baptist Church ini tidak tahu kalau kami sudah diundang oleh The First Presbyterian Church. Tetapi The First Presbyterian Church tahu bahwa The First Baptist Church juga mengadakan pesta dan mengundang pada saat yang bersamaan. The First Presbyterian Church lalu membatalkan undangan itu dan mendorong kami pergi ke The First Baptist Church, padahal sebetulnya mereka lebih berhak, karena mereka mengundang lebih dulu! Ini betul-betul mempraktekkan kesatuan gereja, sekalipun alirannya berbeda!
Adalah sangat aneh, kalau ada gereja yang menggunakan 12 Pengakuan Iman Rasuli ini, tetapi dalam prakteknya tidak mempedulikan kesatuan gereja, misalnya:
a) Tidak mau menerima / memberikan atestasi (perpindahan keanggotaan) dari / ke gereja, yang sekalipun tidak mereka anggap sebagai gereja yang sesat tetapi mereka katakan tidak punya hubungan dengan gereja mereka.
b) Tidak mau memakai hamba Tuhan dari luar kalangan gereja mereka, sekalipun hamba Tuhan itu tidak mereka anggap sebagai sesat / salah / jelek.
c) Tidak mengizinkan hamba Tuhan dari gereja mereka untuk berkotbah di gereja lain, yang bukan gereja mereka.
Tetapi pengakuan tentang kesatuan gereja ini juga tidak boleh diartikan secara extrim, misalnya:
1. Dengan mengatakan bahwa semua gereja, tidak peduli sesat atau tidak, adalah satu.
Saya setuju dengan pandangan bahwa semua gereja dari aliran apapun yang masih tergolong alkitabiah dan injili, adalah satu. Tetapi saya tidak percaya bahwa gereja yang alkitabiah dan injili adalah satu dengan gereja yang sesat. Karena itu hati-hati dengan kata-kata ‘Semua gereja sama’, karena gereja yang benar dan gereja yang sesat tentu tidak sama dan tidak boleh bersatu.
Bahwa pandangan saya ini sesuai dengan Kitab Suci terlihat dari:
a. Rasul Yakobus berulang kali menggunakan sebutan ‘saudara’ untuk orang kristen (Yak 1:2,9,16,19 2:14), tetapi pada waktu ia menyebut orang kristen KTP, yang tidak membuktikan imannya dengan perbuatan, ia menggunakan istilah ‘orang’ (Yak 2:18) dan ‘manusia yang bebal’ (Yak 2:20). Mengapa ia tidak tetap menggunakan istilah ‘saudara’? Jelas karena ia tidak menganggap mereka sebagai saudara ataupun sebagai satu kesatuan dengan dia.
b. Paulus berulangkali mengecam nabi-nabi palsu dalam kalangan kristen dengan kata-kata yang sangat keras, dan bahkan mengutuk mereka (Gal 1:6-9 Fil 3:2). Demikian juga dengan Petrus (2Pet 2:1-3,10b-14,17-22) dan Yudas (Yudas 4,8-13,16).
Gal 1:6-9 - “(6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”.
Fil 3:2 - “Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,”.
2Pet 2:1-3,10-14,17-22 - “(1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. ... (10b) Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, (11) padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. (12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, (13) dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. (14) Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! ... (22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: ‘Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.’”.
Yudas 4,8-13,16 - “(4) Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. ... (8) Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga. (9) Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: ‘Kiranya Tuhan menghardik engkau!’ (10) Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. (11) Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. (12) Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. (13) Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. ... (16) Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.”.
2. Berusaha mempersatukan semua gereja dibawah satu merk, seperti yang dilakukan oleh gerakan Ouikumene.
Saya berpendapat bahwa mempersatukan semua gereja dibawah satu merk itu tidak mungkin bisa berhasil, karena gereja-gereja itu mempunyai banyak perbedaan-perbedaan dalam ajaran mereka.
Saya juga berpendapat bahwa adanya gereja dengan macam-macam merk itu tidak apa-apa, asal mereka tetap sadar bahwa selain ada perbedaan-perbedaan di antara mereka, juga ada kesatuan dan persamaan yang ada di antara mereka.
B) ‘Persekutuan orang kudus’.
1) Arti dari kata ‘kudus’ ialah:
a) ‘Berbeda dengan’ atau ‘terpisah dari’.
Contoh:
1. Hari Sabat disebut hari yang kudus (Kej 2:3).
Kej 2:3 - “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu.”.
Jadi dulunya semua hari sama saja, tetapi lalu hari ke 7 / hari Sabat itu dijadikan hari yang ‘berbeda dengan yang lain’ atau ‘terpisah dari yang lain’.
2. Bangsa Israel disebut bangsa yang kudus (Im 20:24,26).
Im 20:24,26 - “(24) Tetapi kepadamu Aku telah berfirman: Kamulah yang akan menduduki tanah mereka dan Akulah yang akan memberikannya kepadamu menjadi milikmu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya; Akulah TUHAN, Allahmu, yang memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain. ... (26) Kuduslah kamu bagiKu, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milikKu.”.
Dulunya semua bangsa sama saja, tetapi lalu bangsa Israel dijadikan bangsa yang berbeda dengan yang lain / terpisah dari yang lain.
3. Orang Kristen disebut orang kudus (Ef 1:1 1Pet 2:9).
Ef 1:1 - “Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.”.
1Pet 2:9 - “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib:”.
Dulunya orang kristen sama seperti yang lain, yaitu orang berdosa, tetapi lalu dipisahkan dari yang lain / dijadikan berbeda dengan yang lain.
Kita disebut kudus. Itu tidak berarti kita harus hidup terpisah dari dunia.
Yoh 17:15 - “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.”.
1Kor 5:9-10 - “(9) Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. (10) Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.”.
Tetapi itu berarti bahwa kita harus hidup berbeda dengan dunia.
Ro 12:2 - “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”.
Perbedaan hidup dengan dunia ini tidak boleh diartikan seakan-akan kita harus hidup secara eksentrik / aneh sendirian, tetapi harus diartikan bahwa kita harus berbeda dengan dunia dalam hal-hal yang berdosa.
Misalnya:
a. Dunia berdusta; kita jujur.
b. Dunia berselingkuh / berzinah; kita setia pada pasangan hidup.
c. Dunia bekerja pada hari Sabat; kita memelihara hari Sabat dengan istirahat dan berbakti.
d. Dunia menyontek dalam ulangan / ujian; kita jujur.
e. Dunia tidak peduli Tuhan; kita mengasihi dan hidup bagi Tuhan.
f. Dunia mementingkan hal-hal duniawi; kita mementingkan hal-hal rohani / surgawi.
b) Diperuntukkan bagi Allah.
Contoh:
1. Sabat digunakan untuk berbakti kepada Allah (Im 19:30 Bil 28:9-10 Yeh 46:1-3).
Im 19:30 - “Kamu harus memelihara hari-hari sabatKu dan menghormati tempat kudusKu; Akulah TUHAN.”.
Bil 28:9-10 - “(9) ‘Pada hari Sabat: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, serta dengan korban curahannya. (10) Itulah korban bakaran Sabat pada tiap-tiap Sabat, di samping korban bakaran yang tetap dan korban curahannya.”.
Yeh 46:1-3 - “(1) Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka. (2) Raja itu akan masuk dari luar melalui balai gerbang dan akan berdiri dekat tiang pintu gerbang itu. Sementara itu imam-imam akan mengolah korban bakaran dan korban keselamatan raja itu dan ia akan sujud menyembah di ambang pintu gerbang itu, lalu keluar lagi. Dan pintu gerbang itu tidak boleh ditutup sampai petang hari. (3) Penduduk negeri juga harus turut sujud menyembah di hadapan TUHAN di pintu gerbang itu pada hari Sabat dan hari bulan baru.”.
2. Bangsa Israel menjadi milik Allah (Im 20:26).
Im 20:26 - “Kuduslah kamu bagiKu, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milikKu.”.
3. Orang Kristen adalah milik Allah (1Pet 2:9 Yoh 17:9-10).
1Pet 2:9 - “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib:”.
Yoh 17:9-10 - “(9) Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu (10) dan segala milikKu adalah milikMu dan milikMu adalah milikKu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.”.
Karena kita adalah milik Allah, maka kita harus hidup bagi Allah.
c) Suci.
Orang kristen disebut kudus / suci bukan karena hidupnya suci, tetapi karena dalam Kristus kita suci.
1Yoh 1:7 - “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”.
Tit 1:15 - “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.”.
Tetapi bagaimanapun juga, sebutan ini juga menyebabkan kita harus berusaha hidup suci.
Ef 4:1 - “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.”.
2) Persekutuan.
Orang-orang kristen adalah anggota-anggota tubuh Kristus.
1Kor 12:27 - “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”.
Karena itu kita tidak boleh mempunyai grup-grup yang saling tidak senang atau bahkan bermusuhan satu sama lain.
1Kor 3:4 - “Karena jika yang seorang berkata: ‘Aku dari golongan Paulus,’ dan yang lain berkata: ‘Aku dari golongan Apolos,’ bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?”.
Tetapi sebaliknya kita harus bersatu, bersekutu dan saling mengasihi.
Yoh 17:20-21 - “(20) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka; (21) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”.
Ibr 10:24-25 - “(24) Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. (25) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”.
Yoh 13:34-35 - “(34) Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (35) Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.’”.
1) Kekristenan tidak mengakui pengampunan dosa yang semata-mata didasarkan pada kasih Allah.
Yang saya maksudkan adalah: tanpa penebusan, dan tanpa iman dan pertobatan, orang-orang berdosa diampuni oleh Allah, semata-mata karena Allah itu kasih. Saya tidak percaya hal seperti ini! Mengapa? Karena sekalipun Allah itu kasih, Ia juga adalah suci sehingga tidak bisa bersatu dengan dosa, dan Ia juga adil sehingga pasti menghukum orang berdosa.
Nahum 1:3a - “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.”.
2) Kekristenan juga tidak mengakui pengampunan dosa yang semata-mata didasarkan pada perbuatan baik / pertobatan seseorang dari dosa.
Mengapa?
a) Karena manusia memang tidak bisa baik / berbuat baik.
Kej 6:5 - “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,”.
Tit 1:15 - “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.”.
Ro 6:20 - “Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.”.
Ro 8:5-8 - “(5) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. (6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. (8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”.
b) Perbuatan baik / ketaatan tidak bisa menutupi dosa.
Gal 2:16,21 - “(16) Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat. ... (21) Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.”.
3) Kekristenan juga tidak mengakui pengampunan dosa yang didasarkan pada tindakan / kebaikan orang lain yang lalu diberlakukan pada seseorang.
Mengapa?
a) Karena setiap orang harus bertanggung jawab tentang dirinya sendiri.
Ro 14:12 - “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”.
Yeh 18:20 - “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”.
b) Tidak ada orang yang bisa hidup suci (kecuali Yesus) apalagi kelebihan perbuatan baik sehingga bisa diberikan kepada orang lain.
Ro 3:10-12,23 - “(10) seperti ada tertulis: ‘Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. (11) Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. (12) Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. ... (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”.
c) Maz 49:8-9 (NIV - Ps 49:7-8):
“No man can redeem the life of another, or give to God a ransom for him; the ransom for a life is costly, no payment is ever enough” [= Tidak seorang manusiapun bisa menebus nyawa orang lain, atau memberikan kepada Allah tebusan untuk dia; tebusan untuk suatu nyawa sangat mahal, tidak ada pembayaran yang bisa mencukupi].
Catatan: dalam ayat ini Kitab Suci Indonesia salah terjemahan. Cek dengan Bible Works 8.
Bagian ini penting untuk menentang theologia Gereja Roma Katolik yang mempercayai bahwa kehidupan orang-orang suci (santa / santo) mereka melampaui tingkat kesucian yang dituntut oleh Allah, sehingga mereka kelebihan perbuatan baik, dan perbuatan baik ini bisa diberikan kepada orang-orang lain yang kekurangan perbuatan baik, sehingga mereka bisa keluar dari api penyucian dan masuk surga!
Bagian ini juga menentang ajaran konyol dari Gereja Roma Katolik tentang Maria yang lahir tanpa dosal asal dan hidup suci sama seperti Yesus. Juga bahwa Maria menjadi Co-Redeemer / Rekan Penebus!
4) Kekristenan hanya mengakui pengampunan dosa yang didasarkan pada penebusan Yesus Kristus, dan yang diterima seseorang melalui imannya kepada Yesus Kristus.
Ibr 9:22b - “tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”.
2Kor 5:19a - “Sebab Allah telah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.”.
2Kor 5:21 - “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”.
Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.
Kis 10:43 - “Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena namaNya.’”.
Kis 13:38-39 - “(38) Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. (39) Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.”.
Karena itu, tidak heran bahwa dalam memberitakan pengampunan dosa, kita harus memberitakannya dalam nama Yesus.
Luk 24:47 - “dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.”.
Saya percaya bahwa pada saat seseorang mati, kalau ia adalah seorang yang percaya maka ia akan langsung masuk ke surga, sedangkan kalau ia adalah seorang yang tidak percaya maka ia akan langsung masuk neraka.
Ini terlihat dari:
1) 2Kor 5:1 - “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar (artinya: kalau kita mati), Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”.
Kata-kata yang saya garis bawahi itu kurang tepat terjemahannya.
NIV/NASB: ‘we have a building from God’ (= kami mempunyai suatu bangunan dari Allah).
Perhatikan kata ‘have’ yang ada dalam ‘present tense’ (= bentuk sekarang), bukan ‘future tense’ (= bentuk yang akan datang). Ini menunjukkan bahwa begitu kita mati, kita langsung mendapatkan rumah itu.
Charles Hodge: “The present tense, EKHOMEN, is used because the one event immediately follows the other; there is no perceptible interval between the dissolution of the earthly tabernacle and entering on the heavenly house. As soon as the soul leaves the body it is in heaven. ... The soul therefore at death enters a house whose builder is God.” [= Present tense, EKHOMEN, digunakan karena peristiwa yang satu langsung mengikuti yang lain; di sana tidak ada selang waktu yang terlihat di antara hancurnya kemah duniawi dan masuknya ke rumah surgawi. Begitu jiwa meninggalkan tubuh, jiwa itu ada di surga. ... Karena itu pada saat mati, jiwa memasuki rumah yang pembangunnya adalah Allah.] - hal 489.
2) 2Kor 5:8 - “... terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.”.
Kata-kata ‘menetap pada Tuhan’ merupakan terjemahan yang agak kurang tepat.
NASB: ‘to be at home with the Lord’ (= ada di rumah bersama Tuhan).
NIV: ‘at home with the Lord’ (= di rumah bersama Tuhan).
Jadi ini menunjukkan bahwa bagi Paulus ‘mati’ sama dengan ‘berada di rumah bersama Tuhan’ dan ini menunjukkan bahwa begitu seorang kristen mati ia langsung masuk surga.
3) Fil 1:23 - “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik;”.
Kata ‘pergi’ di sini jelas menunjuk kepada ‘mati’. Jadi Paulus berkata kalau ia mati, ia diam bersama-sama dengan Kristus. Ini pasti sama dengan masuk surga.
4) Luk 16:19-31 - “(19) ‘Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. (20) Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, (21) dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. (22) Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. (23) Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. (24) Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. (25) Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. (26) Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. (27) Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, (28) sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. (29) Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. (30) Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (31) Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.’”.
Cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Luk 16:19-31), bukan hanya menunjukkan bahwa orang percaya yang mati langsung masuk surga, tetapi juga menunjukkan bahwa orang tidak percaya yang mati akan langsung masuk neraka.
Bacalah cerita ini dan saudara akan melihat bahwa sekalipun orang kaya itu masih mempunyai 5 saudara yang masih hidup (Luk 16:28), yang menunjukkan bahwa Yesus belum datang untuk keduakalinya, tetapi:
a) Ia sendiri sudah masuk ke alam maut / Hades (Luk 16:23), yang digambarkan sebagai tempat penderitaan dengan nyala api (Luk 16:23-25), sehingga jelas menunjuk pada neraka.
b) Lazarus sudah masuk surga. Pangkuan (sebetulnya ‘dada’) Abraham jelas menunjuk pada surga.
Tetapi yang masuk surga / neraka itu hanyalah jiwa / rohnya, sedangkan tubuhnya belum. Nanti pada kedatangan Yesus yang keduakalinya, tubuhnya akan dibangkitkan dan dipersatukan kembali dengan jiwa / rohnya, dan akan masuk surga / neraka dengan tubuhnya. Jadi baik orang percaya maupun tidak percaya akan mengalami kebangkitan tubuh / daging / orang mati.
Ini terlihat dari Yoh 5:28-29 yang berbunyi: “(28) Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, (29) dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”.
Untuk orang percaya, tubuh yang dibangkitkan itu sekaligus diubahkan menjadi tubuh kebangkitan / tubuh kemuliaan, yang tidak bisa menderita / mati lagi, seperti tubuh Kristus setelah bangkit dari antara orang mati.
Fil 3:21 - “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya.”.
Bdk. 1Kor 15:12-23,35-55 -
“(12) Jadi,
bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati,
bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada
kebangkitan orang mati? (13) Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka
Kristus juga tidak dibangkitkan. (14) Tetapi andaikata Kristus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan
kamu. (15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena
tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus - padahal Ia
tidak membangkitkanNya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak
dibangkitkan. (16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus
juga tidak dibangkitkan. (17) Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka
sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (18) Demikianlah
binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. (19) Jikalau kita hanya dalam
hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang
yang paling malang dari segala manusia. (20) Tetapi yang benar ialah, bahwa
Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari
orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena
satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu
orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan
dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam
persekutuan dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya:
Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu
kedatanganNya. ... (35) Tetapi mungkin ada orang yang bertanya:
‘Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan
datang kembali?’ (36) Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak
akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (37) Dan yang engkau taburkan
bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit,
umpamanya biji gandum atau biji lain. (38) Tetapi Allah memberikan kepadanya
suatu tubuh, seperti yang dikehendakiNya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji
tubuhnya sendiri. (39) Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada
daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. (40)
Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain
dari pada kemuliaan tubuh duniawi. (41) Kemuliaan matahari lain dari pada
kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang,
dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. (42)
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam
ke(bisa)binasaan, dibangkitkan dalam ketidak(bisa)binasaan. (43) Ditaburkan
dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan,
dibangkitkan dalam kekuatan. (44) Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang
dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula
tubuh rohaniah. (45) Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi
makhluk yang hidup’, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. (46)
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah;
kemudian barulah datang yang rohaniah. (47) Manusia pertama berasal dari debu
tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. (48)
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan
makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. (49) Sama
seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan
memakai rupa dari yang sorgawi. (50) Saudara-saudara, inilah yang hendak
kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam
Kerajaan Allah dan bahwa yang (bisa) binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang
tidak (bisa) binasa. (51) Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia:
kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, (52) dalam
sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi
dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa
dan kita semua akan diubah. (53) Karena yang dapat binasa ini harus
mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan
yang tidak dapat mati. (54) Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang
tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati,
maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: ‘Maut telah ditelan dalam
kemenangan. (55) Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?’”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin