Pemahaman Alkitab

 

(online)

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Selasa, tgl 27 Mei 2025, pk 18.30

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

FONDASI KRISTEN ii(15)

 

12 PENGAKUAN IMAN RASULI(7)

 

2) ‘untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati’.

Ini adalah tujuan kedatangan Kristus yang keduakalinya. Menghakimi berarti memberikan hukuman kepada orang-orang yang tidak percaya dan memberikan upah / pahala bagi orang yang percaya.

 

Mat 16:27 - “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya diiringi malaikat-malaikatNya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.”.

 

Mat 13:24-30,36-43 - “(24) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kataNya: ‘Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. (25) Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. (26) Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. (27) Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? (28) Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (29) Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. (30) Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.’ ... (36) Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: ‘Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.’ (37) Ia menjawab, kataNya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; (38) ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. (39) Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. (40) Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. (41) Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya. (42) Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (43) Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!’”.

 

2Tes 1:8-9 - “(8) dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. (9) Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya,”.

 

Yudas 14-15 - “(14) Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: ‘Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya, (15) hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.’”.

 

Mat 25:31-46 - “(31) ‘Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya. (32) Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, (33) dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. (34) Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (35) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; (36) ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. (37) Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? (38) Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? (39) Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? (40) Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (41) Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (42) Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; (43) ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. (44) Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? (45) Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (46) Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.’”.

 

=========================================================

 

Pertanyaan: banyak orang menafsirkan kalau Mat 25:41 menunjukkan bahwa Allah menciptakan neraka sebetulnya hanya untuk iblis dan setan-setan. Apakah ini bisa dibenarkan?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pandangan bahwa Allah menciptakan rencana neraka hanya untuk iblis dan setan-setan, berdasarkan Matius 25:41, memang sering dikemukakan oleh sebagian orang, bahkan oleh pengkhotbah Kristen. Ayat tersebut berbunyi:

“Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, masuklah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” (TB)

 

Ungkapan ‘yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya’ tampaknya menunjukkan bahwa pada awalnya api kekal (yaitu neraka) disediakan khusus untuk makhluk-makhluk malaikat yang jatuh, bukan untuk manusia. Namun, apakah dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa rencana penghukuman Allah tidak pernah mencakup manusia pada mulanya? Mari kita tinjau secara teologis dan biblika.

 

1)      Makna frasa “yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya”

Kata Yunani yang dipakai untuk “telah sedia” adalah ἡτοιμασμένον (hetoimasmenon), bentuk pasif dari hetoimazō, yang berarti dipersiapkan, disediakan. Ini tidak menjelaskan waktu persiapan secara eksplisit, tetapi dalam konteks ayat ini, menunjukkan bahwa tempat itu memang telah dipersiapkan bagi mereka.

Yang ditekankan bukan waktunya, tetapi tujuannya: yaitu bahwa tujuan awal dari “api kekal” itu adalah untuk makhluk roh pemberontak.

 

2) Apakah ini berarti manusia tidak termasuk dalam rencana penghukuman awal?

Jawabannya: Tidak harus demikian. Berikut penjelasannya:

a)  Kitab Suci jelas menyatakan bahwa Allah tahu segala sesuatu, termasuk kejatuhan manusia

Allah dalam kedaulatanNya tentu sudah mengetahui bahwa manusia akan jatuh dalam dosa, dan bahwa akan ada orang-orang yang tidak bertobat dan mengalami kebinasaan kekal.

“Sebab itu Aku memberitahukan kepadamu, bahwa dari semula Aku memberitahukan hal-hal yang kemudian, dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana; Aku berkata: RancanganKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulakukan.” (Yesaya 46:10)

Jadi, meskipun secara desain awal, neraka disiapkan untuk Iblis dan para malaikatnya, Allah juga tahu bahwa manusia yang mengikuti pemberontakan Iblis akan turut binasa di sana.

 

b) Manusia yang menolak Allah memilih jalan yang sama dengan Iblis

Yesus mengaitkan manusia yang tidak bertobat sebagai anak-anak Iblis (Yoh 8:44), dan mereka yang mengikuti kehendak Iblis akan menerima nasib yang sama. Maka, hukuman kekal yang semula disiapkan bagi Iblis, menjadi bagian juga bagi manusia berdosa yang tidak bertobat.

 

3)      Kesaksian dari teolog Reformed

 

John Calvin:

“We must not imagine that hell was prepared without God knowing that many men would go there. Though its first use was to punish Satan and his angels, God knew perfectly well that unbelievers and the ungodly would also deserve it, and so it serves that function now.” - Harmony of the Gospels, Calvin’s Commentaries on Matthew 25:41.

 

Terjemahan:

“Kita tidak boleh membayangkan bahwa neraka dipersiapkan tanpa Allah mengetahui bahwa banyak manusia akan pergi ke sana. Meskipun tujuan awalnya adalah menghukum Setan dan malaikat-malaikatnya, Allah tahu dengan sempurna bahwa orang-orang tidak percaya dan fasik juga akan pantas menerimanya, dan karena itu neraka juga berfungsi / digunakan untuk tujuan itu sekarang.”

 

Louis Berkhof:

“Hell was originally prepared for the devil and his angels, but it also serves as the place of punishment for impenitent men.” [= Neraka pada mulanya / secara orisinil disiapkan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya, tetapi juga berfungsi sebagai tempat hukuman bagi manusia yang tidak bertobat.] - Systematic Theology, hal 736.

 

4)      Kesimpulan:

a)  Benar bahwa menurut Matius 25:41, neraka disediakan “untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

b)  Namun tidak benar jika dikatakan bahwa rencana Allah tidak mencakup manusia sama sekali. Allah mengetahui dari semula bahwa sebagian manusia akan memberontak, dan dengan adil menghukum mereka bersama-sama dengan Iblis yang mereka ikuti.

c)  Neraka memang bukan tempat yang “diciptakan untuk manusia” secara awal, tetapi menjadi tempat manusia yang menolak kasih karunia Allah dan mengikuti jejak Setan.

 

Jadi, penggunaan Mat 25:41 untuk menyatakan bahwa Allah tidak pernah merencanakan penghukuman manusia sejak semula adalah penafsiran yang tidak utuh dan menyesatkan, bila tidak dikaitkan dengan seluruh kesaksian Kitab Suci tentang pengetahuan, keadilan, dan kedaulatan Allah.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: mengapa digunakan kata ‘originally’ atau ‘tujuan awal’? Bukankah istilah-istilah itu menunjukkan seolah-olah Allah mengubah rencanaNya?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Pertanyaanmu sangat tajam dan teologis. Memang benar: istilah seperti ‘originally’ (semula, awalnya) atau ‘tujuan awal’ bisa mengesankan bahwa Allah mengubah rencanaNya - dan ini tentu bertentangan dengan ajaran Reformed dan Kitab Suci bahwa rencana Allah kekal dan tidak berubah (Yes 46:10; Mal 3:6; Yak 1:17).

 

Jadi, mari kita luruskan: istilah seperti ‘originally prepared for the devil and his angels’ (Matius 25:41) bukan berarti Allah mengubah rencanaNya, melainkan lebih kepada penyataan progresif dalam sejarah penyataan (progressive revelation) dan aspek moral dari keadilan Allah.

 

Berikut penjelasannya secara sistematis:

 

1)      Rencana Allah itu kekal dan tidak berubah

Alkitab mengajarkan bahwa Allah:

 

a)  Merancang segala sesuatu sebelum dunia dijadikan (Ef 1:4,11),

 

Ef 1:4,11 - “(4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. ... (11) Aku katakan ‘di dalam Kristus’, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan - kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya-.

 

b)  Tidak pernah terkejut oleh kejatuhan manusia atau malaikat,

 

c)  Dan tidak pernah mengubah rencanaNya (Bil 23:19; Yes 14:24).

 

Bil 23:19 - Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?.

 

Yes 14:24 - TUHAN semesta alam telah bersumpah, firmanNya: ‘Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:.

 

Jadi secara ontologis dan dalam decrees / ketetapan-ketetapan Allah, rencana penghukuman terhadap manusia berdosa selalu ada dalam pengetahuan dan keputusan kekal Allah, bersamaan dengan penghukuman atas Iblis.

 

2)  Lalu mengapa Yesus berkata “disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya”?

 

Pernyataan Yesus ini perlu dibaca sebagai:

a)  Deskripsi moral: menunjukkan bahwa neraka adalah tempat yang sepantasnya untuk pemberontakan rohani paling besar, yaitu kejatuhan Setan dan para malaikatnya. Dalam hal ini, manusia yang tidak bertobat akan mengalami nasib yang sama, bukan karena neraka berubah tujuan, melainkan karena mereka memilih jalan yang sama.

b) Penekanan pastoral dan penghakiman: ini bukan pernyataan metafisika tentang decrees, tetapi peringatan serius. Seolah Yesus berkata, ‘Kamu tidak diciptakan untuk tempat ini. Tapi kamu ikut Setan, dan kamu akan berakhir di tempat yang disediakan baginya.’

 

Jadi, ini bersifat retoris dan pastoral, bukan teologis sistematik yang menyatakan bahwa ‘pada awalnya Allah tidak pernah merencanakan manusia binasa.’

 

3)      Istilah ‘originally’ dalam konteks teologi bukan berarti rencana berubah

Ketika para teolog seperti Calvin, Berkhof, atau Hodge menggunakan istilah seperti ‘originally for the devil,’ mereka tidak sedang menyatakan bahwa Allah mengubah rencanaNya, tetapi mereka berbicara dalam:

a)  Bahasa ekonomi / dispensasi (= cara Allah menyatakan dan melaksanakan rencanaNya dalam sejarah), bukan dalam kerangka decreta Dei (= ketetapan Allah).

b) Kacamata progres penyataan: bahwa penghukuman pertama-tama dinyatakan atas Setan, dan baru kemudian juga terhadap manusia.

c)  Cara manusia memahami keadilan Allah secara bertahap.

 

4)      Analogi teologis

Misalnya: kalau seorang guru berkata, “Saya sediakan kursi hukuman untuk murid yang menyontek,” lalu kemudian ada 3 murid yang menyontek dan duduk di sana, apakah itu berarti sang guru tidak tahu sejak semula bahwa 3 murid itu akan duduk di sana? Tidak. Tapi secara moral, kursi itu “diperuntukkan” bagi mereka yang melanggar. Jadi, pernyataan itu adalah pernyataan moral dan etis, bukan metafisik.

 

5)      Kesimpulan

a)  Istilah “originally prepared for the devil’ tidak berarti Allah berubah pikiran atau rencanaNya, tapi menunjukkan bahwa penghukuman itu secara pantas ditujukan kepada kejahatan tertinggi (yaitu Iblis), dan manusia yang mengikuti jejaknya akan mengalami nasib yang sama.

b)  Dalam rencana Allah yang kekal, tidak ada perubahan. Yang berubah hanyalah siapa yang ikut masuk ke dalam hukuman itu, karena keputusan moral manusia sendiri yang menolak kasih karunia Allah dan bersekutu dengan pemberontakan Iblis.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan: Kalau aku mendebat mereka dengan menggunakan Mat 25:34, bisakah caraku dibenarkan? Maksudku begini: Kalau Mat 25:41 diartikan bahwa sebetulnya neraka diciptakan hanya untuk Iblis dan setan-setan, maka konsekwensinya adalah bahwa berdasarkan Mat 25:34 surga hanya disediakan untuk orang-orang percaya dan bukan untuk malaikat-malaikat yang baik. Bagaimana pendapatmu?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Cara berpikirmu sangat tajam dan logis secara teologis, dan ya - secara umum argumentasimu itu bisa dibenarkan dalam konteks debat terhadap penafsiran keliru atas Matius 25:41.

 

Mari kita bedah:

 

1)      Teks dan Paralel Matius 25:34 vs 25:41

 

Matius 25:34 - “Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.”

 

Matius 25:41 - “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, masuklah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.”

 

Kedua ayat ini sangat paralel:

Aspek

Ayat 34

Ayat 41

Panggilan

“Mari, hai kamu yang diberkati...”

“Enyahlah, hai kamu yang terkutuk...”

Tempat

“Kerajaan”

“api kekal”

Tujuan

“disediakan bagimu”

“disediakan untuk Iblis...”

Waktu penyediaan

“sejak dunia dijadikan”

(implisit, tapi juga masa lalu)

 

2)      Argumentasi yang Kamu Bangun

 

Argumen dari paralelisme:

Jika seseorang menafsirkan bahwa karena neraka “disediakan untuk Iblis,” maka itu berarti manusia “tidak seharusnya ke sana”, maka secara konsisten ia harus mengakui bahwa: Karena surga “disediakan untuk manusia”, maka malaikat-malaikat baik tidak seharusnya tinggal di sana.

 

Padahal jelas:

 

a)  Malaikat baik juga berada dalam hadirat Allah di surga (mis. Yes 6:1-3; Wahyu 5:11-12).

 

Yes 6:1-3 - (1) Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahNya memenuhi Bait Suci. (2) Para Serafim berdiri di sebelah atasNya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. (3) Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: ‘Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya!’.

 

Wah 5:11-12 - (11) Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, (12) katanya dengan suara nyaring: ‘Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!’.

 

b)  Dan neraka akan diisi oleh manusia yang tidak bertobat (Wahyu 20:15; 21:8), bukan hanya Iblis.

 

Wah 20:15 - Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu..

 

Wah 21:8 - Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.’.

 

Maka jelas, penafsiran mereka atas Mat 25:41 bersifat salah kaprah jika memaksakan eksklusivitas makna berdasarkan “untuk siapa tempat itu disediakan”.

 

3)      Konteks Teologi Reformed dan Keseluruhan Alkitab

 

a)  Allah menyediakan tempat sesuai kondisi moral

1.  Kerajaan disediakan bagi manusia yang percaya.

2.  Api kekal disediakan untuk pemberontak (baik malaikat maupun manusia).

 

b) Allah tahu dan menetapkan semua dari semula

Matius 25:34 menyatakan bahwa Kerajaan itu “disediakan sejak dunia dijadikan.” Ini menunjukkan bahwa Allah memang dari kekekalan telah menetapkan siapa yang akan menerima warisan Kerajaan, sesuai dengan doktrin predestinasi (Ef 1:4-5).

 

Ef 1:4-5 - (4) Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. (5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya,.

 

Maka tidak mungkin Allah hanya “bereaksi” terhadap kejatuhan Iblis lalu menciptakan neraka, tanpa memperhitungkan kejatuhan manusia. Hal itu akan menyangkal pengetahuan dan ketetapan kekal Allah.

 

Kesimpulan: Argumenmu Sah

 

Cara kamu membalik logika mereka dengan menggunakan Mat 25:34 sebagai paralel terhadap Mat 25:41 adalah argumen yang valid dan efektif, karena:

1.  Menunjukkan ketidakkonsistenan tafsiran mereka.

2.  Mengungkap kesalahan dalam menggunakan satu ayat secara sempit tanpa memperhatikan struktur paralel dan konteks teologis.

3.  Menegaskan bahwa tempat (baik surga maupun neraka) tidak eksklusif bagi golongan tertentu saja, tapi berdasarkan kondisi moral (iman atau pemberontakan), sesuai penetapan Allah.

 

=========================================================

 

3) Sikap yang benar pada waktu menunggu kedatangan Yesus yang keduakalinya adalah bahwa kita harus bersiap sedia / berjaga-jaga (secara rohani).

 

Mat 24:44 - “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.’”.

 

Mat 25:13 - “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.’”.

 

Ini bisa dilakukan dengan:

 

a) Percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan.

Ini jelas merupakan hal yang pertama dan terutama, karena kalau yang ini tidak saudara lakukan, maka hal-hal selanjutnya (point b-e) di bawah ini tidak ada gunanya.

 

b) Banyak berdoa.

Luk 21:36 - “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.’”.

 

c)  Berbakti dan bersekutu dengan sesama saudara seiman.

Ibr 10:25 - Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”.

 

d) Melayani Tuhan.

Luk 12:37,43 - “(37) Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. ... (43) Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”.

 

e) Membuang dosa / menyucikan diri.

Luk 21:34 - “‘Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”.

 

1Tes 5:4 - “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,”.

 

2Pet 3:11,14 - “(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup ... (14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia.”.

 

4) Ini adalah tahap keempat dari pemuliaan Kristus.

 

Ada orang yang berpendapat bahwa:

 

a) KedatanganNya yang keduakalinya bukanlah suatu tahap pemuliaan.

 

b) Duduknya Kristus di sebelah kanan Allah adalah puncak / tahap terakhir pemuliaan Kristus.

 

Tetapi ini salah. Titik tertinggi pemuliaan Kristus belum tercapai sampai Ia, yang menderita oleh tangan manusia, kembali sebagai Hakim, dan menghakimi / menghukum orang berdosa yang menolakNya.

 

Disamping itu, ayat-ayat di bawah ini menunjukkan bahwa kedatangan Kristus yang keduakalinya itu adalah suatu pemuliaan.

 

1.  Yoh 5:22-23 menunjukkan bahwa Penghakiman (ini terjadi pada kedatanganNya yang keduakalinya) diberikan oleh Bapa kepada Anak supaya orang menghormati Anak, sama seperti mereka menghormati Bapa.

 

Yoh 5:22-23 - “(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, (23) supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.”.

 

2.  Fil 2:9-11 menunjukkan bahwa ada satu saat semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Ini akan terjadi pada kedatangan Yesus yang keduakalinya dan ini jelas merupakan suatu pemuliaan.

 

Fil 2:9-11 - “(9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.

 

3.  2Tes 1:10 menyatakan secara explicit bahwa Yesus datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudusNya dan untuk dikagumi oleh semua orang percaya. Ini jelas menunjukkan suatu pemuliaan.

 

2Tes 1:10 - “apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudusNya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.”.

 

VIII) Aku percaya kepada Roh Kudus.

 

A) Roh Kudus adalah ‘seseorang’ yang berpribadi.

 

Bukti-bukti kepribadian Roh Kudus:

 

1) Sebutan yang digunakan bagi Roh Kudus menunjukkan bahwa Ia adalah seseorang yang berpribadi.

 

Yoh 14:26 - “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”.

 

Yoh 15:26 - “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.”.

 

Yoh 16:7 - “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”.

 

Sebutan seperti ini jelas tidak menunjuk pada ‘sesuatu’ / ‘something’, tetapi kepada ‘seseorang’ / ‘someone’!

 

2) Roh Kudus mempunyai ciri-ciri dari seorang pribadi seperti:

 

a) Kecerdasan.

Yoh 14:26 - “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”.

 

Bahwa Roh Kudus itu bisa mengajar, jelas menunjukkan bahwa Ia mempunyai kecerdasan.

 

b) Kehendak.

1Kor 12:11 - “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya.”.

 

c)  Perasaan.

 

Ef 4:30 - “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”.

 

Yes 63:10 - “Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh KudusNya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.”.

 

Bahwa Roh Kudus bisa berduka / sedih, menunjukkan bahwa Ia mempunyai perasaan.

 

Disamping itu Kitab Suci mengatakan bahwa Roh Kudus menyelidiki, berbicara, bersaksi, menyuruh, menyatakan, menciptakan, membangkitkan, dll.

 

1.  Kej 1:2 - “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”.

 

Roh Kudus tidak mungkin hanya sekedar melayang-layang sebagai penonton. Kebanyakan orang menganggap bahwa Ia ikut serta dalam pekerjaan penciptaan.

 

====================================================

 

Pertanyaan: apakah Kej 1:2 menunjukkan bahwa Roh Kudus juga ikut mencipta?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Ya, Kej 1:2 dapat dipahami sebagai indikasi bahwa Roh Kudus juga terlibat dalam penciptaan, bersama dengan Allah Bapa dan Firman (yang adalah Kristus). Ayat tersebut berbunyi:

“Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (TB)

 

Makna dan Penafsiran

 

1)      “Roh Allah” (רוּחַ אֱלֹהִים – ruakh Elohim)

a)  Kata ini secara harfiah berarti ‘Roh Allah’, dan dalam banyak bagian Alkitab menunjuk kepada Pribadi Roh Kudus (misalnya Yes 63:10; Mzm 51:13).

b)  Dalam konteks ini, “melayang-layang” (Ibrani: meraḥefet) menggambarkan aktivitas aktif dan penuh kuasa, bukan pasif.

 

2)      Keterlibatan aktif dalam penciptaan

a)  “Melayang-layang” bisa dibayangkan seperti burung yang mengerami telur (band. Ul 32:11), yang memberi gambaran kehadiran aktif dan pengaturan.

b)  Ini bukan sekadar kehadiran simbolis, tapi peran aktif Roh dalam membentuk dan menyiapkan ciptaan.

 

Dukungan dari Teolog Reformed

 

Louis Berkhof:

“The work of creation is ascribed to the Father, the Son, and the Holy Spirit alike. … The Spirit is represented as moving upon the face of the waters, and thereby preparing them for the production of life.”
(Systematic Theology, hlm. 134)

 

Terjemahan: “Pekerjaan penciptaan dikaitkan dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus. … Roh digambarkan melayang-layang di atas permukaan air, dan dengan itu mempersiapkan mereka untuk menghasilkan kehidupan.”

 

John Calvin:

Dalam komentarnya atas Kej 1:2, Calvin menulis bahwa Roh Allah:

“...was diffused over all, sustaining and giving life to all things even before order was introduced.” [= ...telah tersebar ke seluruhnya, menopang dan memberi hidup pada segala sesuatu bahkan sebelum tatanan diperkenalkan.].

 

Keterlibatan Trinitas dalam Penciptaan

1.  Bapa: Sebagai sumber segala sesuatu (1 Kor 8:6).

2.  Firman / Anak: Melalui Dia segala sesuatu dijadikan (Yoh 1:1–3; Kol 1:16).

3.  Roh Kudus: Memelihara, mengatur, dan memberi kehidupan (Kej 1:2; Ayub 33:4; Mzm 104:30).

 

Kesimpulan singkat:

Ya, Kej 1:2 menunjukkan bahwa Roh Kudus ikut serta dalam penciptaan, bukan hanya sebagai saksi pasif, tapi sebagai pelaksana aktif dalam memberi kehidupan dan mengatur ciptaan.

 

====================================================

 

2.  Kej 6:3 - “Berfirmanlah TUHAN: ‘RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.’”.

 

====================================================

 

Pertanyaan: apa arti dari Kej 6:3?

 

Jawaban ChatGPT:

 

Kejadian 6:3 adalah ayat yang sulit dan telah ditafsirkan dalam berbagai cara. Berikut bunyinya dalam Terjemahan Baru (TB):

“Berfirmanlah TUHAN: ‘RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun.’”

 

Mari kita bedah ayat ini dari beberapa aspek:

 

1)      Makna Kata-Kata Kunci

 

a)  “RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia”

1.  Kata Ibrani: yāḏōn (יָדוֹן) → diterjemahkan ‘tinggal’, ‘bersengketa’, ‘berdiam’, ‘bertahan’.

2.  Artinya: Allah tidak akan terus bersabar atau menahan murkaNya terhadap manusia yang makin jahat (lihat konteks ayat 5).

 

b) “karena manusia itu adalah daging”

 

1.  ‘Daging’ di sini menunjuk pada kelemahan dan kerusakan moral, bukan hanya tubuh fisik (band. Kej 6:12–13).

 

Kej 6:12-13 - (12) Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. (13) Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ‘Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi..

 

2.  Menekankan bahwa manusia cenderung berdosa dan rusak total (lihat juga Rm 8:6–8).

 

Ro 8:6-8 - (6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. (8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah..

 

c)  “umurnya akan seratus dua puluh tahun”

 

Dua tafsiran utama:

 

Tafsiran 1 (umum di kalangan Reformed):

120 tahun = tenggang waktu sebelum air bah

Artinya: Allah memberikan waktu 120 tahun lagi sebelum menghakimi dunia dengan air bah (bandingkan dengan 2Pet 3:9: Allah sabar menunggu pertobatan).

 

Tafsiran 2:

120 tahun = batas umur manusia secara umum ke depan

Tapi ini lemah karena:

1.  Banyak tokoh pasca air bah hidup jauh lebih lama (Shem, Arpakhsad, dll.).

2.  Secara statistik, rata-rata umur manusia tidak langsung turun ke 120 tahun.

 

Maka tafsiran pertama lebih kuat secara konteks.

 

2)      Penafsiran dari Teolog Reformed

 

John Calvin:

“God declares that He will not always strive with man by His Spirit... This is not a reference to the ordinary limit of human life, but rather a declaration that the time of His forbearance is limited.”
[= Allah menyatakan bahwa Dia tidak akan selamanya bersengketa dengan manusia melalui RohNya... Ini bukan tentang batas hidup manusia pada umumnya, melainkan pernyataan bahwa kesabaranNya ada batasnya.].

 

Keil & Delitzsch (komentator konservatif Ibrani klasik):

“The 120 years are not the limit of human life, but the time of grace which God would still grant before the flood.” [= 120 tahun itu bukanlah batas usia hidup manusia, melainkan masa anugerah yang masih akan Allah berikan sebelum air bah.].

 

Kesimpulan Ringkas

 

Kej 6:3 berarti: Allah menyatakan bahwa kesabaranNya terhadap manusia yang jahat tidak akan berlangsung selamanya, dan Ia memberi tenggang waktu 120 tahun sebelum mengirim hukuman air bah.

 

Itu adalah peringatan serius bahwa RohNya tidak akan terus menahan murka, dan bahwa penghakiman akan datang setelah masa anugerah habis.

 

====================================================

 

3.  Luk 12:12 - “Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.’”.

 

4.  Yoh 14:26 - “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”.

 

5.  Yoh 15:26 - “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.”.

 

6.  Yoh 16:8 - “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;”.

 

7.  Kis 8:29 - “Lalu kata Roh kepada Filipus: ‘Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!’”.

 

8.  Kis 13:2 - “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.’”.

 

9.  Kis 15:28 - “Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:”.

 

10.Ro 8:11,16 - “(11) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh RohNya, yang diam di dalam kamu. ... (16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”.

 

11.1Kor 2:10-11 - “(10) Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. (11) Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.”.

 

Hal-hal ini hanya bisa dilakukan oleh ‘seorang pribadi’, bukan oleh ‘sesuatu’.

 

B) Roh Kudus adalah Allah sendiri.

 

Bukti-bukti keilahian Roh Kudus:

 

1) Kitab Suci menggunakan sebutan Roh Kudus dan Allah / Tuhan (ADONAY) / TUHAN (Yahweh) secara interchangeable (= bisa dibolak-balik).

 

Contoh:

 

a) Bandingkan Yes 6:8-10 dengan Kis 28:25-27:

 

Yes 6:8-10 - “(8) Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku (kami / kita)?’. Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!’. (9) Kemudian firmanNya: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! (10) Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik dan menjadi sembuh.’”.

 

Kis 28:25-27 - “(25) Maka bubarlah pertemuan itu dengan tidak ada kesesuaian di antara mereka. Tetapi Paulus masih mengatakan perkataan yang satu ini: ‘Tepatlah firman yang disampaikan Roh Kudus kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi Yesaya: (26) Pergilah kepada bangsa ini, dan katakanlah: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (27) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.”.

 

Kalau kita membandingkan 2 bagian Kitab Suci di atas, maka jelas terlihat bahwa apa yang dikatakan Paulus dalam Kis 28:25-27 itu ia kutip dari Yes 6:8-10. Tetapi dalam Yes 6:8-10 itu dikatakan bahwa itu adalah ‘suara Tuhan kepada nabi Yesaya, sedangkan dalam Kis 28:25-27 itu Paulus berkata bahwa ‘firman itu disampai­kan oleh Roh Kudus dengan perantaraan nabi Yesaya. Ini menunjuk­kan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan (ADONAY) sendiri!

 

b) Bandingkan Ibr 3:7-11 dengan Maz 95:7b-11 dan Kel 17:1-7:

 

Ibr 3:7-11 - “(7) Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, (8) janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, (9) di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, seka­lipun mereka melihat perbuatan-perbuatanKu, empat puluh tahun lamanya. (10) Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalanKu, (11) sehingga Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu.’”.

 

Karena kata-kata dalam Ibr 3:7-11 ini merupakan kata-kata Roh Kudus, maka kata-kata ‘mencobai Aku’ berarti ‘mencobai Roh Kudus’.

 

Maz 95:7-11 - “(7b) Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suaraNya! (8) Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, (9) pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatanKu. (10) Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kataKu: ‘Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalanKu.’ (11) Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: ‘Mereka takkan masuk ke tempat perhentianKu.’”.

 

Kalau sekarang kita melihat dalam Maz 95:7b-11, yang hampir-hampir identik dengan Ibr 3:7-11 tadi, maka bisa kita dapatkan dari Maz 95:8 bahwa itu adalah peristiwa yang terjadi di Masa dan Meriba.

 

Dan peristiwa Masa dan Meriba itu diceritakan dalam Kel 17:1-7. Sekarang perhatikan Kel 17:7 yang berbunyi:

“Dinamai­lah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: ‘Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?’”.

 

Jadi di sini dipakai istilah ‘mencobai TUHAN (Yahweh)’, padahal tadi dalam Ibr 3:7-11 dikatakan bahwa mereka ‘mencobai Roh Kudus’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah TUHAN (Yahweh)!

 

c)  Bandingkan Ibr 10:15-17 dengan Yer 31:33-34.

 

Ibr 10:15-17 - “(10) Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, (11) sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, (12) dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.’”

 

Yer 31:33-34 - “(33) Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menja­di umatKu. (34) Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.’”.

 

Jelas terlihat bahwa Ibr 10:16-17 merupakan kutipan sebagian (tidak seluruhnya) dari Yer 31:33,34. Tetapi dalam Yer 31 dikatakan bahwa kata-kata itu diucapkan oleh TUHAN / Yahweh (perhatikan kata-kata ‘firman TUHAN’ dalam Yer 31:31,32c,34b). Sedangkan dalam Ibr 10:15-17 dikatakan bahwa itu merupakan ‘kesaksian / firman Roh Kudus’ (Ibr 10:15b,16b).

 

Disamping itu, dalam Yer 31 itu, yang mengadakan perjanjian, yang menaruh Taurat dalam batin umatNya, dan yang mengampuni / tidak mengingat dosa umatNya, adalah TUHAN / Yahweh sendiri. Sedangkan dalam Ibr 10:15-17, yang mengadakan perjanjian, yang menaruh hukum dalam hati, dan yang mengampuni / tidak mengingat dosa, adalah Roh Kudus.

 

Juga perlu diperhatikan bahwa Roh Kudus dikatakan ‘tidak mengingat dosa’. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.

 

Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah TUHAN / Yahweh sendiri!

 

d) Kis 5:3-4,9 yang berbunyi sebagai berikut: “(3) Tetapi Petrus berkata: ‘Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? (4) Selama tanah itu tidak dijual, bukan­kah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. ... (9) Kata Petrus: ‘Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?’”.

 

Perhatikan bahwa kalau dalam Kis 5:3 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Roh Kudus, maka dalam Kis 5:4 Petrus berkata bahwa Ananias ‘mendustai Allah. Lalu dalam Kis 5:9 Petrus berkata bahwa mereka ‘mencobai Roh Tuhan. Ini lagi-lagi menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah Allah!

 

e) Bandingkan 1Kor 3:16 dengan 1Kor 6:19.

 

1Kor 3:16 - “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”.

 

1Kor 6:19 - “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”.

 

Dalam 1Kor 3:16 Paulus berkata bahwa tubuh kita adalah ‘bait Allah (= rumah Allah), tetapi anehnya ia melanjutkan dengan kata-kata ‘dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu’. Kalau memang tubuh kita adalah bait / rumah Allah, maka itu seharusnya berarti bahwa Allahlah yang tinggal di dalam tubuh kita. Tetapi Paulus mengatakan Roh Allah (= Roh Kudus) yang tinggal di dalam kita.

 

Dan kalau kita melihat dalam 1Kor 6:19 maka di sana Paulus berka­ta bahwa tubuh kita adalah ‘bait Roh Kudus.

 

Semua ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu adalah Allah!

 

f)  Yes 40:13-14 - “(13) Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat? (14) Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?”.

 

Dengan cara yang sama, kalau kita membandingkan Yes 40:13 dengan Yes 40:14 maka bisa kita simpulkan bahwa ‘Roh TUHAN’ dalam Yes 40:13 itu adalah ‘TUHAN’ dalam Yes 40:14.

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali

Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya  BLOK  D - 16, SURABAYA

Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin