Khotbah Eksposisi

Filemon 20-25

Pdt. Budi Asali, M.Div.

 

 

Ay 20-25:(20) Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! (21) Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan. (22) Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu. (23) Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, (24) dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku. (25) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!.

 

Ay 20: Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!.

 

1)         Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan.

 

a)   “Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku”.

KJV: ‘Yea, brother, let me have joy of thee’ (= Ya saudaraku, biarlah aku mendapat sukacita darimu).

NIV: I do wish, brother, that I may have some benefit from you (= Aku berharap, saudara, bahwa aku akan mendapat manfaat darimu).

NASB: ‘Yes, brother, let me benefit from you (= Ya, saudara, biarlah aku mendapat manfaat darimu).

 

1.   Yang benar bukan ‘joy’ (= sukacita) seperti dalam KJV, tetapi ‘profit’ / ‘benefit’ (= manfaat) seperti dalam Kitab Suci Indonesia / NIV / NASB.

Jadi, Paulus berharap supaya ia bisa mendapatkan manfaat dari Filemon dalam Tuhan.

 

2.   Ada penafsir yang beranggapan bahwa, seperti dalam ay 11, lagi-lagi di sini Paulus melakukan permainan kata, karena seperti telah kita pelajari sebelumnya, nama ‘Onesimus’ artinya adalah ‘profitable’ (= bermanfaat).

 

b)   “di dalam Tuhan”.

 

1.   Kata-kata ini ditambahkan untuk menunjukkan bahwa yang Paulus inginkan adalah manfaat secara rohani, bukan manfaat jasmani / duniawi seperti uang dan sebagainya.

Ini perlu dicamkan oleh ‘hamba-hamba Tuhan’ yang maunya hanya memeras uang dari jemaatnya!

 

2.   Filemon lebih rendah tingkatnya dari Paulus, yang adalah rasul. Tetapi toh ia berharap untuk mendapatkan manfaat rohani darinya. Ini menunjukkan bahwa dalam kekristenan, yang di bawah bisa memberi manfaat rohani kepada yang di atas! Kalau saudara rajin ke gereja, ikut Pemahaman Alkitab, berdoa / bersaat teduh, bersemangat dalam melayani Tuhan, maju dalam kekudusan, dsb, maka itu pasti merupakan hal-hal yang bisa memberikan manfaat rohani bagi pendeta saudara!

 

Matthew Henry: “Christians should do the things that may rejoice the hearts of one another, both people and minister reciprocally, and ministers of their brethren. From the world they expect trouble; and where may they look for comfort and joy but in one another?” (= Orang-orang kristen harus melakukan hal-hal yang saling membuat hati bersukacita, baik umat / jemaat dan pendeta secara timbal balik, dan pendeta-pendeta dari saudara-saudara mereka. Dari dunia mereka mengharapkan kesukaran; dan dimana mereka mencari penghiburan dan sukacita kecuali dalam satu sama lain?).

 

Matthew Henry: “fruits of faith and obedience in people are the minister’s greatest joy, especially the more of love appears in them to Christ and his members, forgiving injuries, showing compassion, being merciful as their heavenly Father is merciful” (= buah-buah dari iman dan ketaatan dalam umat / jemaat merupakan sukacita terbesar dari pendeta-pendeta, khususnya makin banyak kasih yang terlihat dalam diri mereka kepada Kristus dan anggota-anggotanya, mengampuni kesalahan, menunjukkan belas kasihan, menjadi murah hati seperti Bapa surgawi adalah murah hati).

 

2)         Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!.

KJV: ‘refresh my bowels in the Lord’ (= segarkanlah batinku dalam Tuhan).

NIV/NASB: refresh my heart in Christ (= segarkanlah hatiku dalam Kristus).

 

a)   ‘Hiburkanlah hatiku’.

 

Barnes’ Notes: “The word rendered ‘refresh’ - anapauson - means ‘to give rest to, to give repose, to free from sorrow or care;’ and the sense is, that by receiving Onesimus, Philemon would cause the deep and anxious feelings of Paul to cease, and he would be calm and happy” (= Kata yang diterjemahkan ‘segarkanlah’ - ANAPAUSON - berarti ‘memberikan istirahat / ketenangan kepada, membebaskan dari kesedihan atau kesusahan’; dan artinya adalah, bahwa dengan menerima Onesimus, Filemon akan menyebabkan perasaan yang dalam dan kuatir dari Paulus berhenti, dan ia akan menjadi tenang dan bahagia).

 

Adam Clarke: “‘Refresh my bowels.’ Gratify the earnest longing of my soul in this. I ask neither thy money nor goods; I ask what will enrich, not impoverish, thee to give” (= ‘Segarkanlah batinku’. Penuhilah keinginan jiwaku yang sungguh-sungguh dalam hal ini. Aku tidak meminta uang atau harta benda / barang-barang; aku meminta apa yang kalau engkau berikan, akan memperkaya, bukan mempermiskin, engkau).

 

Filemon telah menghiburkan hati orang-orang kudus, dan sekarang Paulus menginginkan Filemon untuk menghibur hatinya. Dan dalam hal ini tak ada orang lain bisa menggantikan Filemon untuk melakukan hal itu.

 

b)   Ada 2 kelompok manuscripts; ada yang menuliskan ‘dalam Tuhan’, dan ada yang menuliskan ‘dalam Kristus’. Tak terlalu jadi soal yang mana yang benar, karena artinya hampir tak ada bedanya.

 

Ay 21: Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan.

 

1)   Kalau Paulus memang menganggap bahwa Filemon itu begitu baik / saleh, mengapa dalam ayat-ayat sebelum ini Paulus menggunakan begitu banyak argumentasi supaya Filemon mau mengampuni dan menerima Onesimus kembali?

 

Matthew Henry: “Even good men may sometimes need great earnestness and entreaty to lay their passions, let go their resentments, and forgive those who have injured and offended them” (= Bahkan orang-orang saleh / baik kadang-kadang bisa membutuhkan kesungguhan dan desakan yang besar untuk meletakkan nafsu mereka, melepaskan kebencian mereka, dan mengampuni mereka yang telah melukai dan menyakiti hati mereka).

 

2)   Kata-kata Paulus dalam ay 21 ini menunjukkan bahwa Paulus mempunyai pemikiran yang baik tentang Filemon dan ia menyatakannya kepada Filemon.

 

Matthew Henry: “Good thoughts and expectations of us more strongly move and engage us to do the things expected from us” (= Pemikiran dan pengharapan yang baik tentang kita dengan lebih kuat menggerakkan dan menarik kita untuk melakukan hal-hal yang diharapkan untuk kita lakukan).

 

3)   Dari kata-kata ini beberapa penafsir menganggap bahwa Paulus bukan hanya ingin Filemon menerima dan mengampuni Onesimus, tetapi juga membebaskannya dari perbudakan. Tetapi Paulus tidak mengatakan hal itu secara terang-terangan, melainkan hanya secara implicit saja.

 

4)   Sifat taktis dan bijaksana dari Paulus dalam permintaannya tentang Onesimus.

Dari seluruh permintaan Paulus tentang Onesimus ini terlihat bahwa Paulus adalah orang yang ‘taktis / bijaksana’. Dalam apendixnya tentang surat Filemon ini, William Hendriksen mengatakan bahwa taktis / bijaksana merupakan suatu sifat yang baik, yang ditimbulkan oleh kasih dan hikmat. Biarpun orang duniapun kadang-kadang bisa mempunyainya dalam taraf tertentu, tetapi dalam bentuknya yang paling mulia, itu merupakan hasil dari kasih karunia khusus. Itu merupakan suatu keahlian yang memampukan seseorang untuk menyatakan kata-kata yang benar pada saat yang tepat, dan juga melakukan hal-hal yang benar dalam situasi tertentu, tanpa mengorbankan kejujuran dan keterus-terangan. Ini merupakan kebijaksanaan yang direncanakan, kecerdasan / akal / kebijakan yang dikuduskan, kecakapan berbicara dan bertindak yang disucikan. Orang yang taktis / bijaksana tidak mundur dari kewajibannya pada waktu ia tahu bahwa ia harus menegur / memarahi, tetapi ia telah belajar untuk melakukan hal ini tanpa menjadi kasar (William Hendriksen, hal 231).

 

Catatan: saya menekankan bagian-bagian yang saya garis-bawahi. Tanpa itu, itu bukan ketaktisan / kebijaksanaan, tetapi kelicikan!

 

Bdk. Mat 10:16 - “‘Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”.

 

Hendriksen melanjutkan dengan mengatakan bahwa Allah merupakan model dari sifat taktis / bijaksana ini. Dan dalam Kitab Suci ada banyak contoh tentang ketaktisan / kebijaksanaan, seperti:

a)   Cara Allah menangani Yunus yang marah (Yunus 4:1-11).

b)   Cara Natan menegur Daud (2Sam 12:1-7).

c)   Cara Abigail meredam kemarahan Daud yang mau membunuh Nabal (1Sam 25).

d)   Cara / hikmat Salomo dalam menghakimi (1Raja 3:16-28).

e)   Cara Yesus menyatakan dosa dari perempuan Samaria (Yoh 4:16-18).

f)    Cara Yesus menyatakan kesalahan pemikiran dan dosa pemuda kaya (Mat 19:16-22).

g)   Cara Yesus menghadapi / menjawab pertanyaan-pertanyaan jebakan dari para tokoh Yahudi.

h)   Cara Yesus menghadapi ketidak-percayaan Tomas dan kejatuhan Petrus.

i)    Sikap Paulus untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang yang ia injili (1Kor 9:19-23).

j)    Juga hal ini tersebar dalam seluruh kitab Amsal.

 

Ay 22: Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

 

1)         Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku.

 

a)   Ada yang mengatakan bahwa di sini Paulus sudah tidak lagi membicarakan topik ‘Onesimus’. Tetapi ada yang mengatakan bahwa ayat inipun masih berhubungan dengan topik tersebut. Karena dengan datang mengunjungi Filemon, Paulus akan bisa melihat sendiri hasil dari surat Filemon ini. Ia bisa melihat apakah Filemon mengabulkan permintaannya berkenaan dengan Onesimus atau tidak.

Memang kalau itu memungkinkan, seorang pengkhotbah harus berusaha untuk tahu, apakah khotbah yang ia berikan dilakukan oleh para pendengarnya atau tidak.

 

b)   Kewajiban memberikan tumpangan.

 

Matthew Henry: “Hospitality is a great Christian duty, especially in ministers, and towards ministers, such as the apostle was, coming out of such dangers and sufferings for Christ and his gospel” (= Pemberian tumpangan merupakan kewajiban Kristen yang besar / agung, khususnya dalam diri pelayan-pelayan Tuhan / pendeta-pendeta, dan terhadap pelayan-pelayan Tuhan / pendeta-pendeta, seperti sang rasul, yang keluar dari bahaya dan penderitaan demi Kristus dan InjilNya).

 

Beberapa ayat Kitab Suci tentang ‘memberi tumpangan’:

·        Paulus memuji beberapa orang karena melakukan hal ini.

Ro 16:23 - “Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita”.

·        Dalam 1Tim 3:2 dan Tit 1:8 itu dijadikan syarat dari seorang penatua, dalam 1Tim 5:10 itu dikatakan oleh Paulus sebagai ‘pekerjaan yang baik’.

1Tim 3:2 - “Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang”.

1Tim 5:10 - “dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan - pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik”.

Tit 1:8 - “melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri”.

·        Bdk. Ibr 13:2 - “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat”.

Penerapan: Kalau kita mengundang hamba Tuhan dari luar kota, maukah memberikan tumpangan?

 

Catatan: pada saat yang sama, kita juga tidak bisa memberikan tumpangan kepada sembarang orang, karena banyaknya penipu-penipu pada jaman sekarang.

 

2)         karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Dalam kalimat ini, berbeda dengan dalam sepanjang surat ini, Paulus menggunakan ‘second person plural’ (‘you’ dalam bentuk jamak), dan karena itu hal ini ditujukan bukan untuk Filemon saja, tetapi juga untuk Apfia, Arkhipus, dan seluruh gereja.

Biasanya jemaat ‘membesarkan’ / menekankan doa pendeta untuk jemaat, tetapi sebaliknya ‘mengecilkan’ / meremehkan doa jemaat untuk pendeta. Jangan pernah berpikir bahwa doa pendeta lebih mujarab dari doa jemaat! Paulus tidak berpikir demikian! Bagi dia, doa jemaat / anak-anak rohaninya sangat penting!

 

Matthew Henry: “prayer of people for ministers, especially when they are in distress and danger, is their great duty; ministers need and request it. Paul, though an apostle, did so with much earnestness, Rom. 15:30; 2 Cor. 1:11; Eph. 6:18-19; 1 Thes. 5:25. The least may in this way be helpful to the greatest” (= doa dari jemaat bagi pendeta-pendeta, khususnya pada waktu mereka ada dalam kesukaran / kesusahan dan bahaya, merupakan kewajiban mereka yang besar; pendeta-pendeta membutuhkan dan meminta hal itu. Paulus, sekalipun ia adalah seorang rasul, melakukan hal itu dengan kesungguhan yang besar, Ro 15:30; 2Kor 1:11; Ef 6:18-19; 1Tes 5:25. Dengan cara ini orang yang paling kecil bisa berguna untuk orang yang paling besar / agung).

 

Ro 15:30 - “Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.

2Kor 1:11 - “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Ef 6:18-20 - “(18) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus, (19) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, (20) yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara”.

1Tes 5:25 - “Saudara-saudara, doakanlah kami”.

 

Salam penutup.

Ay 23-25: (23) Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, (24) dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku. (25) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu!.

 

1)   Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku (ay 23-24).

 

a)   Epafras dan Aristarkhus.

Bdk. Kol 4:10 - “Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan (saudara sepupu) Barnabas - tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu -”.

Catatan: Kata ‘kemenakan’ salah terjemahan; seharusnya ‘saudara sepupu’.

KJV: ‘sister’s son’ (= anak dari saudara perempuan). Ini sama salahnya dengan Kitab Suci Indonesia.

RSV/NIV/NASB: ‘cousin’ (= saudara sepupu).

 

Dalam tafsirannya tentang Kol 4:10 William Hendriksen berkata (hal 187) bahwa ini tidak menunjukkan bahwa Epafras dan Aristarkhus (Kol 4:10) betul-betul dipenjara bersama Paulus. Menurut William Hendriksen orang-orang ini secara sukarela menyertai Paulus dalam penjara, untuk membantunya dalam segala hal yang dimungkinkan.

 

b)   Markus.

Markus adalah orang yang pernah menyebabkan pertengkaran dan perpecahan antara Paulus dan Barnabas.

 

Kis 15:36-41 - “(36) Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: ‘Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.’ (37) Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; (38) tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. (39) Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. (40) Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan (41) berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ”.

 

Paulus menolak untuk membawa Markus karena ketidak-setiaannya, tetapi Barnabas tetap ingin membawanya, mungkin karena adanya hubungan keluarga antara dirinya dengan Markus. Tetapi belakangan Markus terlihat berubah, bahkan dalam pandangan Paulus, seperti terlihat dari kata-kata Paulus dalam Kol 4:10, Filemon 24, dan khususnya dalam 2Tim 4:11, dimana Paulus berkata: “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.

 

Apa yang menyebabkan perubahan Markus? Dalam tafsirannya tentang Kol 4:10, William Hendriksen memberikan 3 kemungkinan:

 

1.   Sikap yang baik dari Barnabas.

Nama Barnabas sendiri berarti ‘a son of encouragement’ (= anak dorongan / pengobaran semangat), yang menunjukkan bahwa ia adalah orang yang selalu memberikan dorongan / semangat! Dari sini kita bisa melihat betapa pentingnya sikap yang baik / pengobaran semangat / pemberian dorongan terhadap orang yang jatuh.

Ini bertentangan dengan sikap orang Indonesia pada umumnya, yang biasanya terlalu banyak mengkritik.

 

2.   Disiplin / sikap keras dari Paulus, yang menolak untuk membawanya serta dalam perjalanan misionarisnya. Mungkin Markus memang membutuhkan sikap keras seperti itu.

 

3.   Pengaruh dari Petrus, yang dalam 1Pet 5:13 menyebut Markus sebagai ‘anakku’.

 

William Hendriksen (tentang Kol 4:10): “Peter knew by experience that there was hope for those who had fallen into the sins of disloyalty and cowardice” (= Petrus tahu dari pengalaman bahwa ada pengharapan bagi mereka yang telah jatuh ke dalam dosa ketidak-setiaan dan ke-pengecut-an) - hal 188.

 

Penerapan: dari sini bisa terlihat bahwa kejatuhan seseorang bisa berguna baginya dalam melayani orang lain.

 

William Hendriksen (tentang Kol 4:10): “The Holy Spirit may well have used all three factors and others also to perform his marvelous work in the mind and conscience of ‘the man who come back.’” (= Roh Kudus mungkin telah menggunakan ketiga faktor ini, dan juga hal-hal lain untuk melakukan pekerjaan yang mengagumkan dalam pikiran dan hati nurani dari ‘orang yang kembali’) - hal 188.

 

c)   “Demas”.

Perhatikan tentang orang yang bernama ‘Demas’, yang di sini disebutkan oleh Paulus sebagai salah satu ‘teman-teman sekerjanya’.

 

Bdk. Kol 4:14 - “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas”.

 

Calvin berkata bahwa ini adalah orang yang sama dengan yang disebutkan dalam 2Tim 4:10 - “karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia”.

 

Jadi, kalau Markus adalah contoh orang yang setelah jatuh lalu bertobat, maka Demas adalah contoh orang yang murtad!

Calvin berkata bahwa jika salah satu dari orang-orang yang menyertai Paulus bisa bosan dan kecil hati, dan lalu menyimpang karena kesia-siaan duniawi, hendaklah jangan ada orang yang terlalu yakin terhadap dirinya sendiri, hanya karena ia sudah ikut Yesus dengan bersemangat selama 1 tahun, tetapi hendaklah setiap orang memikirkan sisa perjalanan hidup yang masih panjang, dan berdoa meminta kesetiaan kepada Allah untuk itu.

 

d)   “Lukas”.

Ini pasti adalah Lukas yang sama dengan yang menulis Injil Lukas dan kitab Kisah Rasul.

 

2)         Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kamu! (ay 25).

Bahwa Paulus mengharapkan berkat dari Tuhan Yesus tok, menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah. Adalah aneh / tidak masuk akal kalau Paulus mengharapkan berkat dari seseorang yang bukan Allah, atau hanya seorang malaikat, seperti yang dipercaya oleh Saksi Yehuwa / Unitarian!

 

 -TAMAT-


e-mail us at [email protected]