Pelayanan
Elia
oleh:
Pdt. Budi Asali MDiv.
II
TAWARIKH 21:1-20
I. Yosafat digantikan oleh
Yoram (ay 1-3).
1. Yosafat raja Israel atau Yehuda?
Seharusnya
jelas bahwa Yosafat adalah raja Yehuda, tetapi pada akhir dari ay 2 dikatakan
‘Yosafat, raja Israel’. Mengapa demikian? Ada beberapa penafsiran
tentang hal ini:
a. Ini adalah suatu kesalahan penyalinan.
Adam
Clarke (hal 673) mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan pengcopyan di sini,
karena Yosafat adalah raja Yehuda, bukan raja Israel. Versi Syria, Arab,
Septuaginta (Yunani) dan Vulgate (Latin) semuanya berbunyi: ‘Yehuda’.
Keberatan:
dalam 2Taw 20:34 juga dikatakan bahwa riwayat Yosafat dicatat dalam kitab
raja-raja Israel (bandingkan dengan ayat paralelnya dalam 1Raja 22:46
yang mengatakan ‘Yehuda’). Masakan salah 2 x? Bdk. juga dengan 2Taw 28:27
2Taw 35:25. Juga bandingkan dengan ay 4c - ‘pembesar Israel’. Apakah
ini salah lagi?
b.
Rupanya kata ‘Israel’ kadang-kadang tetap digunakan secara umum untuk
menunjuk kepada Kerajaan Utara (Israel) maupun Selatan (Yehuda).
Pulpit
Commentary: "Jehoshaphat
is styled King of Israel, probably merely generically"
(= Yosafat disebut Raja Israel, mungkin hanya secara umum) - hal 253.
c.
Matthew Poole memberikan beberapa kemungkinan lain:
Saya paling condong pada pandangan b.
2.
Yosafat mati, dan anaknya yang bernama Yoram menjadi raja (ay 1).
a. Pada waktu masih hidup Yosafat memberikan banyak pemberian
kepada anak-anaknya yang lain, dan bahkan memberikan kota-kota berkubu (ay 3).
Tetapi jabatan raja diberikan kepada Yoram, karena Yoram adalah anak sulung (ay
3b).
b.
Dari 2Raja 8:16 terlihat bahwa Yoram sudah menjadi raja pada waktu Yosafat masih
menjadi raja. Mungkin perang dalam 1Raja 22 melawan Aram menyebabkan Yosafat
mengangkat Yoram menjadi raja, karena ia sendiri memimpin peperangan tersebut.
Sekarang setelah Yosafat mati, Yoram menjadi raja sendirian.
Barnes’
Notes: "His
eight years (v. 5) must be counted from the time of his association, in his
father’s 23rd year" [= Delapan tahun
pemerintahannya (ay 5) harus dihitung sejak ia memerintah bersama ayahnya, pada
tahun ke 23 dari pemerintahan ayahnya]
- hal 400.
II. Kejahatan
Yoram (ay 4-6).
1. Ia membunuhi semua saudara-saudaranya dan beberapa ‘pembesar
Israel’ (ay 4).
a. Mengapa Yoram membunuhi semua saudara-saudaranya?
Ada
beberapa macam penafsiran tentang hal ini:
Keberatan: kalau memang demikian, maka Yoram tidak terlalu bisa disalahkan
dalam membunuhi semua saudaranya. Sebaliknya semua saudaranya yang salah karena
melakukan pemberontakan. Tetapi ini bertentangan dengan ay 13b dimana dikatakan
bahwa saudara-saudaranya itu lebih baik dari Yoram.
Saya setuju dengan penafsiran yang ke 3.
b.
Yoram juga membunuhi ‘beberapa pembesar Israel’.
Bagaimana
mungkin Yoram yang adalah raja Yehuda membunuhi beberapa pembesar Israel? Ada
yang mengatakan bahwa ini adalah suatu kesalahan, Seharusnya bukan ‘Israel’
tetapi ‘Yehuda’. Atau, mungkin lagi-lagi kata ‘Israel’ digunakan secara
umum untuk menunjuk kepada ‘Yehuda’.
Tetapi
Matthew Poole mengatakan bahwa ‘beberapa pembesar Israel’ ini betul-betul
adalah ‘pembesar Israel’, karena mereka ini adalah: "the
chief of those Israelites who out of love to God and to the true religion, had
forsaken their estates and worldly advantages in the kingdom of Israel, and were
now incorporated with the kingdom of Judah"
(= pemimpin orang-orang Israel, yang karena cintanya kepada Allah dan agama yang
benar, telah meninggalkan tanah dan keuntungan duniawi mereka di kerajaan
Israel, dan sekarang tergabung dengan kerajaan Yehuda) - hal 843.
Orang-orang
ini, atau sudah menentang, atau hanya dicurigai bakal menentang penyembahan
berhala yang dilakukan Yoram, sehingga lalu dibunuh oleh Yoram.
2. Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, seperti yang
dilakukan Ahab (ay 6).
a. Yang dimaksud dengan ‘hidup menurut kelakuan raja-raja Israel,
seperti yang dilakukan Ahab’ (ay 6) jelas adalah penyembahan berhala. Ini
terlihat dalam ay 11,13.
Catatan:
‘berzinah’ dalam ay 11,13 mungkin sekali menunjuk pada perzinahan secara
rohani, yaitu melakukan penyembahan berhala.
Penyembahan
berhala ini bukannya ia lakukan sendirian, tetapi ia membujuk seluruh Yehuda
untuk ikut dalam penyembahan berhala itu.
Ay 11:
‘Ia membujuk penduduk Yerusalem untuk berzinah dan ia menyesatkan Yehuda’.
b.
Yoram hidup brengsek padahal ia mempunyai ayah yang saleh yaitu Yosafat.
Pulpit
Commentary: "Piety
is not hereditary" (= Kesalehan
bukanlah sesuatu yang bersifat menurun)
- hal 258.
Karena
itu, saudara harus berjuang keras untuk membawa anak saudara kepada Tuhan.
Beritakanlah Injil kepadanya, dorong ia untuk aktif ke gereja yang benar, dorong
untuk berdoa dan membaca Kitab Suci, doakan dia, dsb.
c.
Bejatnya hidup Yoram disebabkan karena pernikahannya dengan anak Ahab, yang
adalah seorang penyembah berhala (ay 6).
Adam
Clarke: "This
was Athaliah, daughter of Ahab and Jezebel, who was famous for her impieties and
cruelty, as was her most profligate mother. It is likely, that she was the
principal cause of Jehoram’s cruelty and profaneness"
(= Ini adalah Atalya, anak perempuan dari Ahab dan Izebel, yang termasyhur
karena kejahatan dan kekejamannya, seperti ibunya yang jahat / tak bermoral.
Adalah mungkin bahwa ia merupakan penyebab utama dari kekejaman dan keduniawian
Yoram) - hal 674.
Catatan:
bahwa nama istri Yoram adalah Atalya bisa terlihat dari 2Raja 8:26 / 2Taw 22:2.
Penerapan:
Tuhan tidak menghendaki orang kristen menikah dengan orang yang tidak seiman,
karena hal itu biasanya merusak iman orang kristennya (2Kor 6:14 bdk. Ul 7:3-4).
Dalam
ay 13b dikatakan bahwa saudara-saudara Yoram lebih baik dari Yoram. Ini mungkin
sekali menunjukkan bahwa mereka tidak menyembah berhala (Ingat bahwa mereka
adalah anak dari raja Yosafat yang saleh). Jadi hanya Yoram, karena
pernikahannya dengan anak Ahab, lalu menjadi penyembah berhala.
Atalya
ini bukan hanya membuat suaminya bejat, tetapi juga anaknya, yaitu Yoahas /
Ahazia (2Taw 21:17b 2Taw 22:1-4; perhatikan khususnya ay 3nya yang berbunyi: "Iapun
hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk
melakukan yang jahat").
Pernikahan
Yoram dan Atalya ini juga merupakan kesalahan dan kebodohan dari Yosafat, ayah
Yoram.
Pulpit
Commentary: "Jehoshaphat
made one of his serious mistakes ... when he married his son to Ahab’s
daughter (ch. 18:1; ver. 6). He could not conceivably have taken a more
dangerous step; it was the very last thing a faithful servant of Jehovah should
have done. ... Thus Jehoram’s father, with a fatuity at which we can but
wonder, introduced a blighting influence into the home and so into the heart of
his son" [= Yosafat telah membuat
salah satu dari kesalahan-kesalahannya yang serius ... pada waktu ia mengawinkan
anak laki-lakinya dengan anak perempuan Ahab (pasal 18:1; ay 6). Ia tidak bisa
melakukan langkah yang lebih berbahaya; itu adalah hal terakhir yang harus
dilakukan oleh seorang pelayan yang setia dari Yehovah. ... Demikianlah ayah
Yoram, dengan suatu kebodohan terhadap mana kita hanya bisa merasa heran,
memasukkan pengaruh yang merusak / membinasakan ke dalam rumah, dan demikian
juga ke dalam hati dari anak laki-lakinya]
- hal 257.
III. Sikap
Tuhan (ay 7-20).
1. Tidak mau memusnahkan keluarga Daud (ay 7).
Mengapa?
Karena Ia telah berjanji akan memberikan keturunan kepadanya dan kepada
anak-anaknya untuk selama-lamanya (ay 7b)
Ay 7b:
‘memberikan keturunan kepadanya’. Ini bukan terjemahan tetapi
penafsiran.
KJV: ‘a
light’ (= cahaya / terang).
RSV/NIV/NASB:
‘a lamp’
(= sebuah lampu).
Dari
sini kita bisa melihat kesetiaan Tuhan pada janjinya!
2.
Tuhan mengatur sehingga Edom dan Libna memberontak terhadap Yehuda (ay 8-10).
Memang
tidak semua problem yang muncul merupakan akibat / hukuman terhadap dosa orang
itu, tetapi dalam kasus ini, hal itu dinyatakan secara explicit (ay 10b).
3. Ada
surat dari nabi Elia yang menyatakan dosa-dosa Yoram (ay 12-13) dan menubuatkan
hukumannya (ay 14-15).
a. Bagaimana Elia, yang sudah naik ke surga dalam 2Raja 2, bisa
menu-lis surat kepada Yoram?
1. Ada yang menggunakan bagian ini untuk mengatakan bahwa Elia
memang tidak diangkat ke surga.
Dalam
tafsirannya tentang 2Raja 2 (kenaikan Elia ke surga), Keil & Delitzsch
menceritakan tentang orang yang bernama J. D. Michaelis yang berkata bahwa: "Elijah
did not go to heaven, but was simply carried away from Palestine, and lived at
least twelve years more, that he might be able to write a letter to king Joram
(2Chron. 21:12), for ‘men do not receive letters from people in
heaven.’" [= Elia tidak naik ke
surga, tetapi hanya dibawa dari Palestina, dan hidup sedikitnya 12 tahun lagi,
sehingga ia bisa menulis surat kepada raja Yoram (2Taw 21:12), karena ‘manusia
tidak menerima surat dari orang-orang di surga’]
- hal 296, Footnote.
Keil
& Delitzsch lalu menambahkan: "This
incident has been fre-quently adduced since then as a disproof of the ascension
of Elijah" (= Peristiwa ini sering
dikemukakan sejak saat itu sebagai sanggahan / bantahan terhadap kenaikan Elia
ke surga) - hal 296,
Footnote.
Dengan
adanya cerita pencarian Elia oleh 50 orang selama 3 hari dalam 2Raja 2:16-18,
betul-betul luar biasa bodohnya untuk bisa mengeluarkan tafsiran seperti ini!
2.
Ini terjadi sebelum Elia naik ke surga.
Keil
& Delitzsch: "Bertheu
admits that, according to the chronological data of the Old Testament, Elijah
might have been still living in the reign of Joram of Judah; and it is a priori
probable that he both spoke of Joram’s sin and threatened him with punishment.
It is impossible to fix the year of Elijah’s ascension"
(= Bertheu mengakui bahwa menurut data chronologis dari Perjanjian Lama, Elia
mungkin masih hidup pada masa pemerintahan Yoram dari Yehuda; dan secara
teoritis adalah memungkinkan bahwa ia berbicara tentang dosa Yoram dan
mengancamnya dengan hukuman)
- hal 296, Footnote.
Tentang
2Raja 2 (kenaikan Elia ke surga), Barnes’ Notes berkata: "The
events of this chapter are related out of their chronological order. Elijah’s
translation did not take place till after the accession of Jehoram in Judah
(2Chr. 21:12), which was not till the fifth year of Jehoram of Israel
(8:16)" [= Peristiwa-peristiwa dalam
pasal ini diceritakan tidak sesuai dengan urut-urutan waktu. Pengangkatan Elia
ke surga tidak terjadi sampai setelah naiknya Yoram dari Yehuda ke atas takhta
(2Taw 21:12), yang tidak terjadi sampai tahun kelima dari Yoram dari Israel
(8:16)] - hal 228.
3.
Peristiwa ini memang terjadi setelah Elia naik ke surga. Lalu bagaimana hal ini
bisa terjadi? Ada bermacam-macam teori tentang hal ini.
Adam
Clarke: "From
2Kings 2:11, it is evident that Elijah had been translated in the reign of
Jehoshaphat, the father of Jehoram. How then could he send a letter to the son?
Some say he sent it from heaven by an angel; others, that by the spirit of
prophecy he foresaw this defection of Jehoram, and left the letter with Elisha,
to be sent to him when this defection should take place; others say that Elijah
is put here for Elisha; and others, that this Elijah was not the same that was
translated, but another prophet of the same name"
(= Dari 2Raja 2:11, adalah jelas bahwa Elia telah diangkat ke surga pada masa
pemerintahan Yosafat, ayah dari Yoram. Lalu bagaimana ia bisa mengirimkan sebuah
surat kepada anak Yosafat? Beberapa orang mengatakan bahwa ia mengirimkan surat
itu dari surga melalui seorang malaikat; yang lain mengatakan bahwa oleh roh
nubuatan ia melihat lebih dulu cacat / penyimpangan Yoram ini, dan meninggalkan
surat itu pada Elisa, untuk dikirimkan kepadanya pada saat penyimpangan ini
terjadi; yang lain lagi mengatakan bahwa Elia di sini seharusnya adalah Elisa;
dan yang lain lagi mengatakan bahwa Elia ini tidak sama dengan Elia yang
diangkat ke surga, tetapi seorang nabi yang lain dengan nama yang sama)
- hal 674.
·
Pandangan yang
mengatakan bahwa Elia memang sudah di surga dan mengirimkan surat melalui
seorang malaikat, menurut saya terlalu tidak alkitabiah. Orang yang sudah mati /
meninggalkan dunia, menunjukkan bahwa Tuhan menganggap bahwa pelayanannya /
tugasnya di dunia ini sudah selesai (bdk. 2Tim 4:6-7). Karena itu tidak mungkin
ia melakukan pelayanan lagi di dunia ini.
o
Pandangan yang
mengatakan bahwa kata ‘Elia’ seharusnya adalah ‘Elisa’, sama sekali
tidak didukung oleh manuscript / versi manapun.
Adam Clarke: "All the versions
have Elijah, and all the MSS. the same reading. ... I should adopt the
conjecture relative to Elisha, were not every Hebrew MS., and all the Oriental
versions, against it" (= Semua versi
menuliskan Elia, dan semua manuscript / naskah mempunyai pembacaan yang sama.
... Saya akan mengambil dugaan yang berhubungan dengan Elisa, seandainya tidak
setiap manuscript / naskah Ibrani, dan semua versi Timur, menentang hal itu)
- hal 674.
o
Pandangan yang
mengatakan bahwa ini adalah Elia yang berbeda dengan Elia yang naik ke surga
dalam 2Raja 2, memang memungkinkan (Catatan: perlu juga diketahui bahwa
dalam Ezra 10:21 ada lagi ‘Elia’ yang lain), tetapi rasanya kemungkinannya
sangat kecil.
o
Dari semua pandangan
ini saya paling condong dengan pandangan yang mengatakan bahwa surat itu ditulis
oleh nabi Elia sebelum ia naik ke surga, dan baru dikirimkan kepada Yoram pada
saat ini. Jadi pada waktu surat ini dituliskan, dosa-dosa Yoram belum terjadi,
dan surat ini boleh dikatakan merupakan nubuat akan terjadinya dosa-dosa itu,
dan sekaligus hukumannya.
Adam Clarke: "It is certainly a
possible case that this writing might have been a prediction of Jehoram’s
impiety and miserable death, delivered in the time of the prophet, and which was
now laid before this wicked king for the first time: and by it the prophet,
though not among mortals, still continued to speak. I can see no solid reason
against this opinion" (= Jelas
merupakan sesuatu kasus yang memungkinkan bahwa tulisan ini merupakan ramalan
terhadap kejahatan dan kematian yang sengsara / menyedihkan dari Yoram,
diberikan pada jaman sang nabi, dan yang sekarang terletak di depan raja yang
jahat ini untuk pertama kalinya: dan dengan itu sang nabi, sekalipun tidak lagi
berada di antara manusia yang bisa mati, tetap berbicara terus. Saya tidak bisa
melihat alasan yang kuat yang menentang pandangan ini)
- hal 674.
Kalau yang terakhir ini memang merupakan pandangan yang benar, ini
menunjukkan betapa pentingnya pelayanan dalam bentuk tulisan (makalah, buku,
internet), karena sekalipun orangnya telah meninggalkan dunia ini, tulisannya
bisa tetap berbicara. Karena itu marilah kita banyak berdoa supaya Tuhan memberi
lebih banyak lagi hamba Tuhan, khususnya di Indonesia, yang mempunyai karunia
dalam menulis buku rohani. Juga marilah kita berdoa supaya Tuhan menggerakkan
lebih banyak orang kristen untuk melayaniNya dalam penterjemahan buku-buku
kristen yang berbahasa Inggris supaya bisa dibaca oleh orang kristen Indonesia
yang tidak bisa berbahasa Inggris. Juga mari kita banyak berdoa untuk
orang-orang itu supaya bisa melakukan pelayanannya dengan tekun dan benar.
b. Nubuat Elia tentang hukuman dari Tuhan ini (ay 14-15) digenapi
dalam ay 16-19a.
1. Tuhan menggerakkan hati orang Filistin dan Arab untuk melawan
Yoram (ay 16). Mereka ini mengalahkan Yehuda, memasukinya dan menjarah segala
harta milik yang terdapat di dalam istana raja, dan juga anak-anak dan
istri-istri Yoram, kecuali anaknya yang bungsu.
o
dalam ay 17b dikatakan
bahwa nama anak bungsu ini adalah Yoahas. Tetapi dalam 2Taw 22:1 / 2Raja 8:24
namanya disebutkan Ahazia. Dan dalam 2Taw 22:6 disebutkan Azarya.
Catatan:
dalam 2Taw 22:6 Kitab Suci Indonesia tetap menyebutkan ‘Ahazia’ (=
RSV/NIV/NASB), tetapi KJV: ‘Azariah’ (Azarya). Sekalipun NIV
menuliskan ‘Ahaziah’, tetapi catatan kakinya mengatakan bahwa yang
menuliskan ‘Ahaziah’ hanyalah beberapa manuscript Ibrani,
Septuaginta, Vulgate dan Syria. Sedangkan kebanyakan manuscript Ibrani
menuliskan ‘Azariah’.
Adam
Clarke: "This
person had at least three names, Jehoahaz, Ahaziah, (chap. 22:1,) and Azariah,
(ver. 6)" [= Orang ini sedikit-nya
mempunyai 3 nama, Yoahas, Ahazia (pasal 22:1), dan Azarya (ay 6)] - hal 675.
Pulpit Commentary: "This person is
called Ahaziah in ch. 22:1 (the syllables of the name being reversed) and
Azariah in ch. 22:6, which cannot be explained, but must be supposed an
error" [= Orang ini dipanggil Ahazia
dalam pasal 22:1 (suku kata dari nama itu dibalik) dan Azarya dalam pasal 22:6,
yang tidak bisa dijelaskan, tetapi harus dianggap sebagai suatu kesalahan]
- hal 255.
o
Tuhan membiarkan anak
yang bungsu ini, karena janjinya kepada Daud (bdk. ay 7), dan juga karena anak
ini, sekalipun bejat (bdk. 2Taw 22:2-4), tetapi adalah nenek moyang dari Yesus.
Mat 1:8 (silsilah Yesus) mengatakan bahwa ‘Yoram memperanakkan
Uzia’, tetapi ini meloncati 3 orang, karena kalau dilihat dalam 2Raja-raja
maka urut-urutannya adalah sebagai berikut:
Yoram
¯
Ahazia (2Raja-raja 8:24-25).
¯
Yoas (2Raja-raja 11:2).
¯
Amazia (2Raja-raja 14:1).
¯
Azarya (2Raja-raja 15:1).
Keterangan:
Uzia (bahasa Yunani) = Azarya (bahasa Ibrani).
2. Tuhan menulahi Yoram dengan penyakit usus yang tidak bisa
sembuh, sampai ia mati dengan penderitaan yang hebat (ay 18-19a).
Saking brengseknya Yoram, sampai pada waktu matinyapun ia tidak
dihormati orang (ay 19b-20). Ini terlihat dari:
o
Ay 19b: ‘tidak
menyalakan api baginya’. Bdk. 2Taw 16:14 - ada penyalaan api yang sangat besar
untuk menghormati Asa (kakek dari Yoram atau ayah dari Yosafat) ketika ia mati.
Bdk. Yer 34:5.
Api di sini tidak menunjuk pada pembakaran mayat, seperti dalam
1Sam 31:12 (pembakaran mayat Saul dan anak-anaknya oleh orang Yabesy-Gilead).
o
Ay 20b: ‘ia
meninggal dengan tidak dicintai orang’.
NIV: ‘He passed away, to
no one’s regret’ (= Ia meninggal tanpa
disesali siapapun).
KJV: ‘and
departed without being desired’ (= dan
pergi / meninggal tanpa diinginkan).
o
Berbeda dengan Asa dan
Yosafat, yang riwayatnya dicatat dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda / Israel
(2Taw 16:11 2Taw 20:34), maka di sini tidak dikatakan ada pencatatan seperti
itu.
Adam Clarke: "He was hated while
he lived, and neglected when he died; visibly cursed of God, and necessarily
execrated by the people whom he had lived only to corrupt and oppress. No
annalist is mentioned as having taken the pains to write any account of his vile
life" (= Ia dibenci ketika ia
hidup, dan diabaikan ketika ia mati; kelihatan dikutuk oleh Allah, dan pasti
dikutuk / dibenci oleh rakyat yang dalam hidupnya hanya dirusak dan ditindas. Tidak
ada sejarawan yang disebutkan yang mau berjerih payah untuk menuliskan cerita
apapun tentang hidupnya yang keji / buruk / hina)
- hal 675.
o
Ia dikuburkan di kota
Daud, tetapi tidak dalam pekuburan raja-raja.
Kesimpulan /
penutup.
Mengapa bisa terjadi kehidupan
yang jahat dan menyedihkan, dengan akhir yang begitu menderita dan mengenaskan
ini? Semua ini disebabkan pernikahannya dengan Atalya, yang adalah seorang
penyembah berhala / kafir. Maukah saudara mengalami kehidupan mengenaskan
seperti Yoram ini? Kalau ya, maka kawinlah dengan orang kafir! Maukah saudara
supaya anak saudara mengalami kehidupan mengenaskan seperti Yoram ini? Kalau ya,
maka kawinkanlah anak saudara dengan orang kafir! Biarlah semua ini saudara
renungkan pada saat mencari jodoh atau menantu!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali