Pelayanan
Elia
oleh:
Pdt. Budi Asali MDiv.
I
RAJA-RAJA 22:1-54 (1)
I. Persekutuan / koalisi
Yosafat - Ahab & keluarga.
1. Ay 45: ‘Yosafat hidup dalam damai dengan raja Israel’.
Damai
ini berarti lebih dari sekedar ‘tidak perang’. Untuk itu lihat point-point
selanjutnya di bawah ini.
2.
Persekutuan keluarga.
Dalam
ay 2 dikatakan bahwa Yosafat mengunjungi Ahab. Mengapa Yosafat mengunjungi Ahab?
2Taw 18:1 mengatakan bahwa Yosafat adalah besan Ahab (bdk. 2Raja 8:18 / 2Taw
21:6 yang menunjukkan bahwa Yoram, anak Yosafat, kawin dengan anak Ahab).
Barnes’ Notes:
"Jehoshaphat’s eldest son,
Jehoram, was married to Athaliah, the daughter of Ahab"
(= Anak laki-laki tertua Yosafat, Yoram, menikah dengan Atalya, anak perempuan
Ahab) - hal 219.
Catatan:
Nanti akan ada nama lain yang juga sama yaitu nama ‘Ahazia’.
Supaya tidak bingung oleh persamaan-persamaan nama ini, perhatikan
bagan di bawah ini.
Ahab ____ Izebel
Yosafat
_______|_______
¯
¯
¯
¯
¯
Ahazia
Yoram Atalya ____ Yoram
¯
Ahazia (2Raja 8:25)
3. Persekutuan dalam perang.
a. Dalam ay 1 dikatakan bahwa selama 3 tahun tidak ada perang
antara Israel dengan Aram. Ini dimulai sejak perjanjian yang dilakukan oleh Ahab
dengan Benhadad (1Raja 20:34).
b.
Mungkin dalam perjanjian itu dikatakan bahwa Ramot-Gilead harus dikembalikan
kepada Israel (ay 3 bdk. 2Raja 20:34), tetapi sampai saat itu tidak ditepati.
Karena itu Ahab mau mengambilnya dengan kekerasan.
c.
Ahab mengajak Yosafat untuk bersekutu melawan Aram (ay 4).
menyebabkan ia tidak yakin Allah mau menolongnya. Ini sama seperti
kalau kita memegangi suatu dosa, lalu kita tidak berani berdoa / meminta sesuatu
pertolongan dari Tuhan, karena kita tahu Tuhan pasti tidak akan mendengar kita.
Di sini kita melihat bahayanya dosa, yaitu makin lama makin menjauhkan seseorang
dari Tuhan.
d. Ay 4: Yosafat mau bersekutu dengan Ahab.
4. Persekutuan dalam dagang (ay 49-50).
Yosafat
bersekutu dengan Ahazia bin Ahab untuk membuat kapal-kapal yang dapat berlayar
ke Tarsis (2Taw 20:35-36) untuk pergi ke Ofir mengambil emas (ay 49a).
2Taw
20:36 - ‘kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis’.
KJV: ‘ships
to go to Tarshish’ (= kapal-kapal untuk pergi ke Tarsis).
NIV: ‘a fleet of trading
ships’ (= armada kapal dagang).
Ay 49:
kapal-kapal Tarsis. Ini = KJV/RSV/NASB.
NIV: ‘a
fleet of trading ships’ (= armada kapal
dagang).
Clarke
mengatakan ada yang menterjemahkan ‘ships
of burden’ (= kapal-kapal beban)
- hal 479.
II. Apa
salahnya persekutuan / koalisi seperti itu?
Ahab adalah raja brengsek,
demikian juga dengan Ahazia bin Ahab (ay 52-54 2Taw 20:35). Sebaliknya Yosafat
adalah raja yang saleh.
Kesalehan Yosafat bisa kita lihat
dalam ay 43-44,47, yang akan saya bahas di bawah ini.
1. Ay 43: sudah cukup jelas sehingga tidak perlu dijelaskan.
2. Ay
44:
Catatan:
ay 44 dalam Kitab Suci Inggris adalah ay 43b, sehingga mulai ayat ini Kitab Suci
Indonesia dan Inggris berbeda satu ayat.
Problem
ay 44.
Macam-macam pandangan tentang pertentangan ini:
a. Ada yang mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan penyalinan
dalam 2Taw 17:6.
Saya
menolak pandangan ini dengan alasan: tentang Asa (ayah Yosafat) juga dikatakan
seperti itu.
Adanya contoh yang lain tentang Asa, menyebabkan saya tidak percaya
pada pandangan pertama ini, karena rasanya sukar terbayangkan penyalin Kitab
Sucinya salah 2 x dalam persoalan yang sama.
b. Barnes’ Notes: "Probably
the writer of Chronicles refers to the desire and intention of the monarch,
while the author of Kings records the practical failure of his efforts"
(= Mungkin penulis dari Tawarikh menunjuk pada keinginan dan maksud dari sang
raja, sedangkan pengarang Raja-raja mencatat kegagalan praktis dari usahanya
itu) - hal 224.
Keberatan:
c. Mula-mula ia tidak menjauhkan bukit-bukit pengorbanan itu (ini
yang dibicarakan oleh ay 44), tetapi dalam masa pemerintahannya belakangan ia
menjauhkan bukit-bukit pengorbanan itu (ini yang dibicarakan oleh 2Taw 17:6).
Bandingkan dengan kasus 2 penjahat di kayu salib, dimana Mat 27:44
/ Mark 15:32b mengatakan bahwa kedua penjahat mencela Yesus, tetapi Luk 23:39-43
mengatakan bahwa penjahat yang satu menghujat Yesus tetapi yang satunya membela
Yesus. Jelas bahwa mula-mula terjadi apa yang dikatakan dalam Mat 27:44 / Mark
15:32b, tetapi belakangan penjahat yang satu bertobat dan terjadilah apa yang
diceritakan dalam Luk 23:39-43.
Keberatan
terhadap pandangan ini:
Ay 44:
‘bukit-bukit pengorbanan tidak
dijauhkannya’.
2Taw
17:6 - ‘ia menjauhkan dari Yehuda segala
bukit pengorbanan’.
Kalau
data Kitab Suci hanya ini, maka pandangan ke 3 ini mungkin benar. Tetapi adanya
2Taw 20:33 - ‘Hanya bukit-bukit
pengorbanan tidak dijauhkan’,
yang kembali menunjukkan bahwa Yosafat tidak menjauhkan bukit pengorbanan, tak
memungkinkan pandangan ini.
‘Balik
kucing’ itu juga terjadi dengan Asa, karena 1Raja 15:14 mengatakan bahwa Asa
tidak menjauhkan bukit-bukit pengorbanan, lalu 2Taw 14:3,5 mengatakan bahwa Asa
menjauhkan bukit-bukit pengorbanan, dan 2Taw 15:17 kembali mengatakan bahwa Asa
tidak menjauhkan bukit-bukit pengorbanan.
Karena
itu jelas bahwa pandangan ke 3 ini tidak mungkin benar.
d. Ada
yang mengatakan bahwa ada usaha menjauhkan bukit-bukit pengorbanan tetapi hanya
sukses sebagian (Pulpit Commentary).
e. Ada yang mengharmoniskan 2 bagian ini dengan mengatakan bahwa
bukit pengorbanan itu ada 2 macam, ada yang untuk Tuhan (yang dipakai sebelum
ada Bait Allah, misalnya dalam 1Raja 3:2-3, dan terus dipakai setelah Bait Allah
ada - 2Taw 33:17) dan ada yang untuk berhala. Yang untuk Tuhan tidak dihancurkan
(ini yang dimaksud oleh ay 44 dan 2Taw 20:33), tetapi yang untuk berhala
dihancurkan (ini yang dimaksud oleh 2Taw 17:6) - Adam Clarke, Matthew Poole.
Saya condong pada pandangan ke 5 ini, dan kalau ini benar, maka ini
menunjukkan kesalehan Yosafat.
3. Ay 47: Yosafat menghapuskan ‘pelacuran bakti’.
KJV/NASB:
‘the sodomites’
(= Homosex).
NIV: ‘the
male shrine prostitutes’ (=
pelacur-pelacur laki-laki dari kuil).
RSV: ‘the
male cult prostitutes’ (= pelacur-pelacur
laki-laki dari sekte / upacara agama).
Tuhan
tidak senang, dan bahkan menjadi marah, melihat persekutuan orang benar dan
orang jahat!
Catatan:
ini tidak berarti bahwa kita sama sekali tidak boleh berteman / berhubungan
dengan orang non Kristen, karena kalau demikian, siapa yang memberitakan Injil
kepada mereka? Yang dilarang adalah hubungan / persahabatan yang sama sekali
tidak ditujukan untuk pemberitaan Injil, tetapi demi kepentingan yang lain.
III. Akibat
persekutuan / koalisi Yosafat - Ahab & keluarga.
1. Akibat persekutuan keluarga.
Perkawinan
Yoram bin Yosafat, dengan Atalya bin Ahab, menyebabkan Yoram bin Yosafat ini,
hidupnya menjadi jahat (2Raja 8:18 / 2Taw 21:6 - perhatikan kata ‘sebab’
dalam kedua ayat ini).
Bukan
itu saja, tetapi anak hasil pernikahan ini, yang namanya adalah Ahazia, juga
menjadi jahat (2Raja 8:25-27 2Taw 22:1-4).
Sebetulnya
bukan hanya anak dan cucu Yosafat yang terseret ke dalam kejahatan, tetapi juga
Yosafat sendiri.
a. Yosafat, sekalipun dalam ay 5,7 menginginkan nasihat Firman
Tuhan, tetapi setelah mendengar nubuat dari nabi Mikha (ay 17,19-23,28),
akhirnya tetap terseret oleh keinginan Ahab untuk berperang, sehingga ia ikut
berperang dan dengan itu mengabaikan nubuat nabi Mikha. Mungkin pengabaian itu
terjadi karena terseret oleh nubuat palsu dari para nabi palsu dari Ahab (ay
6,11-12), dan juga kata-kata Ahab yang mendiskreditkan nabi Mikha (ay 8,18).
Bagaimanapun ini jelas juga dosa.
b.
Pada waktu Ahab mengatakan bahwa ia membenci Mikha (ay 8a), Yosafat bersikap
terlalu lunak terhadap Ahab (ay 8b).
c. Ia
membiarkan Zedekia menampar Mikha (ay 24), dan ia juga membiarkan saja Ahab
memasukkan kembali nabi Mikha ke dalam penjara, dan memberinya makanan dan
minuman serba sedikit (ay 26-27).
Pulpit
Commentary: "But
where is Jehoshaphat? He was silent when he should have spoken for the prophet
of God. See the influence of bad company"
(= Tetapi dimana Yosafat? Ia diam pada waktu ia seharusnya berbicara untuk
membela nabi Allah. Lihatlah pengaruh dari pergaulan yang buruk) - hal 552.
Ini
perlu diperhatikan oleh orang kristen yang kawin campur dengan orang kafir
ataupun dengan kristen KTP. Kawin campur seperti itu bisa merusak moral /
kerohanian keturunan saudara, dan bahkan moral / kerohanian diri saudara
sendiri.
1Kor
15:33 - ‘Janganlah kamu sesat: Pergaulan
yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik’.
2Kor
6:14-16a,17-18 - "Janganlah kamu
merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau
bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat
antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan
orang-orang tak percaya? Apakah hubungan Bait Allah dengan berhala? ... Sebab
itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka,
firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima
kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki
dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa".
Tetapi
ingat bahwa pemisahan diri dari orang jahat ini tidak boleh dilakukan kalau
sudah terlanjur menikah dengan orang jahat / non kristen (1Kor 7:12-13).
2. Akibat persekutuan dalam perang.
a. Yosafat hampir mati dalam perang, dan jelas mengalami kerugian
banyak tentara yang mati (ay 29-33).
Ay
32b: ‘tetapi Yosafat berteriak’.
Ada
yang mengatakan bahwa mungkin teriakan Yosafat ini, yang tujuannya minta tolong
kepada tentaranya, mempunyai ciri khas yang berbeda dengan kalau teriakan itu
diberikan oleh Ahab. Atau teriakan itu ditujukan kepada tentara Yehuda, yang
jelas berbeda dengan tentara Israel. Ini menyebabkan tentara Aram tahu bahwa ia
bukanlah Ahab.
Tetapi
dalam bagian paralel dari ay 32 ini, yaitu dalam 2Taw 18:31b, dikatakan: ‘tetapi
Yosafat berteriak dan Tuhan menolongnya. Allah membujuk mereka pergi dari
padanya’.
NIV: ‘but
Jehoshaphat cried out, and the LORD helped him. God drew them away from him’
(= tetapi Yosafat berteriak, dan TUHAN menolongnya. Allah menarik mereka
menjauhinya).
Ini
menunjukkan bahwa teriakan Yosafat itu adalah teriakan yang ditujukan kepada
Allah, dan teriakan ini menyebabkan Allah menolongnya dengan membuat para
penyerangnya sadar bahwa ia bukanlah Ahab, lalu mereka mundur dari padanya
sesuai dengan perintah raja Aram dalam ay 31.
Pulpit
Commentary: "Jehoshaphat
barely escaped, through the mercy of God, with his life; and he suffered the
loss of many of his people (see Rev. 18:4)"
[= Yosafat hampir tidak lolos dengan nyawanya melalui belas kasihan Allah; dan
ia mengalami kehilangan banyak rakyatnya / tentaranya (lihat Wah 18:4)] - hal 548.
Catatan:
Wah 18 membicarakan kejatuhan Babel, kota yang jahat. Dan Wah 18:4 berbunyi: "Lalu
aku mendengar suara lain dari sorga berkata: ‘Pergilah kamu, hai umatKu,
pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya,
dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya’.".
Kata
‘nya’ menunjuk kepada Babel.
b.
Setelah peperangan berakhir, Yosafat ditegur Tuhan melalui nabi Yehu bin Hanani.
Teguran ini tidak diceritakan dalam kitab Raja-raja, tetapi ada dalam kitab
Tawarikh. Dalam 2Taw 18 diceritakan perang yang ada dalam 1Raja 22 ini, dan lalu
dalam 2Taw 19:2, persis setelah Yosafat pulang ke Yerusalem dari peperangan ini,
dikatakan "Ketika itu Yehu bin Hanani,
pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: ‘Sewajarnyakah
engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN?
Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau’".
Apakah Ahab memang membenci Tuhan? Jelas bahwa kehidupan Ahab yang
penuh dosa dan penyembahan berhala yang ia lakukan bisa dianggap sebagai bukti
dari hal ini. Tetapi hal ini juga terlihat dari ay 8 dimana ia sendiri berkata
bahwa ia membenci nabi Mikha.
Pulpit Commentary: "‘I hate him.’
Whom did Ahab hate? Micaiah, the faithful prophet of the Lord. Does not this
look like a declaration of hatred against the Lord?"
(= ‘Aku membencinya’. Siapa yang dibenci oleh Ahab? Mikha, nabi yang setia
dari Tuhan. Apakah ini tidak kelihatan sebagai suatu pernyataan tentang
kebencian terhadap Tuhan?) - hal 547.
Pulpit
Commentary: "The
distance between Ahab and God was reflected in that which separated him from the
speaker of God’s word" (= Jarak
antara Ahab dan Allah digambarkan oleh apa yang memisahkannya dari pembicara
Firman Allah) - hal 557.
Catatan:
Semua ini tidak menyebabkan Yosafat kapok, karena ternyata nanti dalam 2Raja
3:6-7 ia kembali bersekutu dengan Yoram (anak Ahab / adik Ahazia), untuk melawan
Moab. Rupanya Yosafat adalah orang yang terlalu menekankan keluarga, dan terlalu
sungkan terhadap keluarga!
3. Akibat persekutuan dalam dagang (ay 49-50).
Ada 2 penafsiran tentang ay 49-50:
a. Versi Adam Clarke.
Ay 50
akhir: ‘Tetapi Yosafat tidak mau’.
Ini
dianggap sebagai pertentangan dengan 2Taw 20:35-36 yang menunjukkan bahwa
Yosafat mau bersekutu dengan Ahazia bin Ahab.
Karena
itu Clarke lalu menafsirkan sebagai berikut:
Adam
Clarke: "But
instead of velo abah, ‘he would not,’ perhaps we should read velo abah,
‘he consented to him;’ two words pronounced exactly in the same way, and
differing but in one letter, viz., an aleph for a vau. This
reading, however, is not supported by any MS. or version"
(= Tetapi sebagai ganti dari velo abah, ‘ia tidak mau’, mungkin kita
seharusnya membaca velo abah, ‘ia menyetujuinya’; dua kata yang bunyi
bacaannya persis sama, dan berbeda hanya satu huruf, yaitu, sebuah aleph untuk
sebuah vau. Tetapi, bacaan ini tidak didukung oleh manuscript atau versi
manapun) - hal 479.
Clarke menambahkan bahwa ada orang yang mengusulkan bahwa ay 49-50
diterjemahkan dengan urut-urutan yang berbeda seperti yang berikut ini:
"Yosafat membuat
kapal-kapal Tarsis untuk pergi ke Ofir mengambil emas. Pada waktu itu, Ahazia,
anak Ahab, berkata kepada Yosafat: ‘Baiklah anak buahku pergi bersama-sama
anak buahmu dengan kapal-kapal itu’. Dan Yosafat menyetujuinya. Tetapi
kapal-kapal itu tidak jadi pergi ke sana, sebab kapal-kapal itu pecah di
Ezion-Geber".
Saya berpendapat bahwa baik pengubahan huruf, yang tidak didukung
oleh manuscript manapun [perlu juga diketahui bahwa huruf ‘aleph’ ( ) dan
‘vau’ ( ) dalam abjad Ibrani, sangat berbeda bentuknya], maupun perubahan
urut-urutan, harus ditolak!
b.
Versi penafsir-penafsir yang lain.
Urut-urutan
cerita lengkapnya adalah sebagai berikut:
1. 2Taw 20:35-36 menceritakan aliansi dagang pertama antara Yosafat
dengan Ahazia bin Ahab, tetapi ini tidak diceritakan dalam ay 49. Ay 49 hanya
menceritakan kapal-kapal itu dalam perjalanan.
2.
Eliezer bernubuat tentang pecahnya kapal-kapal itu. Nubuatnya berbunyi: ‘Karena
engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu’
(2Taw 20:37a).
3.
Nubuat itu tergenapi, dan kapal-kapal itu pecah di Ezion Geber (ay 49b 2Taw
20:37b).
4.
Setelah kapal-kapal itu pecah, maka Ahazia mengusahakan aliansi dagang yang
kedua dalam persoalan yang sama. Tetapi Yosafat, yang sudah kapok karena hajaran
Tuhan itu, lalu menolak usul Ahazia itu.
Ini diceritakan dalam ay 50 tetapi tidak diceritakan dalam 2Taw 20.
Ini versi yang saya setujui.
Pulpit
Commentary: "Yet
Jehoshaphat formed a trade alliance with Ahaziah. ... But for this God rebuked
him, and ‘the ships were broken’ ... Let no money consideration, no gold of
Ophir, induce godly young men to enter into trade partnerships with the
ungodly" (= Tetapi Yosafat membentuk
aliansi dagang dengan Ahazia. ... Tetapi untuk ini Allah menegur dia, dan
‘kapal-kapal itu pecah’ ... Janganlah pertimbangan uang, atau emas dari
Ofir, membujuk orang-orang muda yang saleh untuk memasuki suatu persekutuan
dagang dengan orang jahat) - hal 556.
Kesimpulan /
penutup.
Biarlah khotbah ini membuat
saudara berhati-hati dalam persekutuan / persahabatan dan lebih-lebih pacaran /
pernikahan yang saudara lakukan!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali