Pelayanan
Elia
oleh:
Pdt. Budi Asali MDiv.
I
RAJA-RAJA 20:1-43
Catatan:
Baik LXX / Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) maupun Josephus
(seorang ahli sejarah Yahudi) menempatkan perang ini setelah cerita tentang
Nabot.
I. Tuntutan Benhadad dan
penolakannya (ay 1-12).
1. Benhadad, raja Aram / Syria, mengepung Samaria (ay 1).
a. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah Benhadad yang sama dengan
Benhadad pada jaman Asa (raja Yehuda, ayah dari Yosafat) dalam 1Raja-raja 15:18,
tetapi ada yang mengatakan bahwa ini adalah anak atau cucu dari Benhadad pada
jaman Asa itu. Memang pada jaman ini banyak nama yang sama, bahkan dalam suatu
keluarga (bdk. Luk 1:60-61 yang menunjukkan bahwa pemberian nama yang tidak
pernah digunakan dalam keluarga itu dianggap sebagai suatu keanehan). Orang yang
tidak mempedulikan kesamaan nama ini, lalu menganggapnya sebagai kontradiksi
dalam Alkitab.
Contoh:
Bambang Noorsena, dari Gereja Orthodox Syria, mengatakan bahwa dalam 1Sam 17
Goliat dibunuh oleh Daud, tetapi dalam 2Sam 21:19 dikatakan bahwa Goliat dibunuh
oleh Elhanan. Ini ia anggap sebagai dasar untuk mengatakan bahwa Kitab Suci ada
salahnya (tidak inerrant). Kebodohan seperti ini muncul karena ia
mengabaikan persamaan nama. Kalau kita melihat bagian paralel dari 2Sam 21:19
itu, yaitu 1Taw 20:5, maka dikatakan bahwa Goliat yang dibunuh oleh Elhanan itu
namanya adalah Lahmi, dan ia adalah saudara dari Goliat yang dibunuh oleh Daud
dalam 1Sam 17. Jadi, atau ia mempunyai 2 nama, yaitu ‘Lahmi’ dan
‘Goliat’, atau ‘Goliat’ adalah nama keluarga.
b.
Penyerangan ini merupakan hukuman bagi Israel.
Tetapi,
kalau ini memang merupakan hukuman, mengapa Tuhan menolong mereka? Karena Tuhan
mau mereka bertobat oleh adanya pertolongan itu (ay 13 akhir dan ay 28 akhir).
Dan disamping itu Tuhan mau menghukum Aram / Syria dan Benhadad.
Pulpit
Commentary: "In
the invasions we see the punishment of Israel and of Ahab; in the defeats the
punishment of Syria and Ben-hadad" (=
Dalam invasi / penyerbuan ini kita melihat penghukuman terhadap Israel dan Ahab;
dalam kekalahan kita melihat penghukuman terhadap Syria dan Benhadad)
- hal 493.
Catatan:
kata ‘invasions’ dalam bentuk jamak karena mencakup juga invasi /
penyerbuan kedua yang ada dalam ay 26 dst.
2. Tuntutan Benhadad (ay 2-12).
a. Ay 3: tuntutan pertama.
Tuntutan
tentang istri-istri Ahab ini jelas menunjukkan maksud Ben-hadad untuk
mempermalukan / merendahkan Ahab, dan bahkan memaksakan suatu peperangan
dengan Ahab, karena dalam adat Timur harem sangat dijaga, dan penyerahan
istri-istri sama dengan penyerahan tahta (bdk. 2Sam 16:21-22 1Raja 2:21-22).
Pulpit
Commentary (hal 499) mengatakan bahwa mungkin tuntutan pertama ini maksudnya
bukan menuntut Ahab menyerahkan emas, perak, istri-istri, dan anak-anaknya,
karena kalau demikian tidak terlalu ada perbedaan antara tuntutan pertama (ay 3)
dan tuntutan kedua (ay 6). Yang dimaksud dengan tuntutan pertama ini adalah
bahwa Ahab tunduk dan menjadi bawahannya seperti 32 raja yang lain (ay 1).
b. Ay
4: jawaban Ahab.
Ada
yang mengatakan bahwa mungkin Ahab cuma pura-pura tunduk, dengan maksud
mengambil hati Benhadad.
Bdk.
Amsal 15:1a - "Jawaban yang lembut
meredakan kegeraman".
Amsal
25:15 - "Dengan kesabaran seorang
penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang".
c. Ay
5-6 : tuntutan kedua.
Ay 6
akhir: ‘maka segala yang mereka lihat dan ingini akan mereka ambil dan mereka
bawa’.
NIV: ‘They
will seize everything you value and carry it away’
(= Mereka akan merampas segala sesuatu yang engkau hargai dan membawanya).
KJV: ‘whatsoever
is pleasant in thine eyes, they shall put it in their hand, and take it away’
(= apapun yang menyenangkan di matamu, akan mereka ambil dan bawa).
NASB: ‘whatever
is desirable in your eyes, they will take in their hand and carry away’
(= apapun yang menarik dalam matamu, akan mereka ambil dan bawa).
RSV: ‘and
lay hands on whatever pleases them, and take it away’
(= dan mengambil apapun yang menyenangkan mereka, dan membawanya).
Tetapi
RSV memberi footnote yang mengatakan bahwa kata ‘them’ / ‘mereka’
diambil dari manuscript Yunani, Syria dan Latin. Sedangkan manuscript Ibrani
mengatakan ‘you’ / ‘kamu’. Mungkin pengubahan ini dilakukan
karena melihat bahwa terjemahan sebetulnya tidak masuk akal.
d. Ay
7-9: Setelah berunding dengan para tua-tua, Ahab lalu menolak tuntutan yang
dianggap keterlaluan itu. Mereka merasa lebih baik mati dengan terhormat dari
pada hidup dengan tidak terhormat.
3. Benhadad bersumpah menghancurkan Samaria (ay 10).
a. Ini sumpah secara sembarangan. Orang yang bersumpah secara
sembarangan biasanya justru tidak percaya kepada Allah dengan nama siapa ia
bersumpah.
b. Ay
10: ‘rakyat yang mengikut aku’.
Lit: ‘semua orang yang ada
di kakiku’. Ini menunjukkan orang-orang itu tunduk kepadanya, dan ini
jelas diucapkan secara sombong.
c.
Maksud dari ay 10: kota itu akan dihancur-leburkan begitu rupa sehingga sisanya
begitu sedikit, sehingga kalau setiap tentaranya masing-masing mengambil
segenggam debu, maka debu itu tidak cukup.
4. Jawaban Ahab (ay 11).
Ay 11:
kata ‘pedang’ seharusnya adalah ‘armor’ / ‘baju baja’ /
‘perleng-kapan senjata’ (NIV/RSV/NASB).
KJV: ‘harness’
(= perlengkapan perang).
Mungkin
maksud dari ucapan ini adalah: kamu baru mulai perang; jangan menyombongkan diri
seolah-olah sudah menang perang.
5.
Benhadad lalu menyuruh tentaranya bersiap menyerang Samaria (ay 12).
II. Tuhan
menolong Israel dalam perang (ay 13-30).
1. Tuhan mengirim seorang nabi (ay 13-14).
a. Siapa nabi ini?
Tidak
diketahui siapa nabi ini. Ada yang mengatakan nabi Mikha yang ada dalam
1Raja-raja 22:8-dst, tetapi ada yang menolak anggapan ini dengan alasan bahwa
1Raja 22:8-dst menunjukkan bahwa Mikha ada dalam penjara. Ada pula yang
menganggap Elia atau Elisa yang menyamar, tetapi Pulpit Commentary (hal 485)
mengatakan bahwa ini bukan Elia karena Elia adalah ‘minister
of wrath’ (= pelayan murka).
b.
Melalui nabi ini, Tuhan menjanjikan kemenangan dan memberi pimpinan dalam
melakukan perang (ay 13-14).
NIV: ‘this vast army’
(= pasukan yang sangat banyak ini).
KJV/RSV/NASB:
‘this great multitude’
(= orang yang sangat banyak ini).
Ini
tentu menunjuk kepada pasukan musuh. Sekalipun mereka sangat banyak tetapi Tuhan
berjanji akan memberikan mereka kepada Ahab / Israel (ay 13b).
Allah memang senang menggunakan yang lemah untuk mem-permalukan
yang kuat (bdk. 1Kor 1:27-29 - "Tetapi
apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang
berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang
kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah,
bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah").
2.
Israel menyerang dan menang (ay 16-21).
Bahwa pada masa perang
Benhadad dan ke 32 raja berani minum sampai mabuk (ay 12,16) menunjukkan
keyakinan Benhadad bahwa ia pasti menang.
Pulpit Commentary:
"Security is the certain usher of destruction. We have never so much
cause to fear as when we fear nothing (cf. Dan 5:1,30; Luk 17:27; 1Thess.
5:3)" [= Keamanan adalah pengantar yang pasti dari kehan-curan. Kita
tidak pernah mempunyai begitu banyak alasan untuk takut seperti pada saat kita
tidak takut pada apapun (bdk. Dan 5:1,30; Luk 17:27; 1Tes 5:3)]
- hal 497.
Ada
rasa aman yang berasal dari Tuhan. Misalnya orang yang karena percaya kepada
Yesus lalu yakin akan masuk surga. Atau orang kristen yang yakin akan
pemeliharaan Tuhan pada masa sukar. Tetapi ada juga rasa aman yang bukan dari
Tuhan dan yang membahayakan, yang berasal dari kesombongan / kesembronoan, dan
rasa aman seperti ini bisa terjadi dalam hal apapun. Misalnya:
1Tes 5:2b-3 - "hari Tuhan
datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai
dan aman - maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang
perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin - mereka pasti tidak akan
luput".
Mabuknya Benhadad dan ke 32 raja (ay 16) merupakan salah satu
penyebab kekalahannya. Karena itu hati-hati dengan minuman keras; kita boleh
minum minuman keras, tetapi tidak boleh sampai mabuk!
3. Melalui nabi tadi, Tuhan memberikan peringatan kepada Ahab /
Israel, bahwa Benhadad / Aram akan menyerang lagi tahun depan (ay 22).
Mungkin tujuan peringatan ini tidaklah terlalu mengarah pada
persiapan jasmani (mengumpulkan tentara, membuat senjata dsb), tetapi lebih
mengarah pada persiapan rohani (bertobat dari dosa, mendekat kepada Tuhan, dsb).
Memang adanya penderitaan / bahaya yang mendekat seharusnya kita hadapi dengan
mendekat kepada Tuhan!
4.
Persiapan dan strategi Aram / Benhadad (ay 23-25).
Ada
beberapa hal yang diusulkan oleh para penasehat Benhadad:
a. Mengajak Israel perang di tanah rata, bukan di gunung, karena
mereka beranggapan bahwa Yahweh adalah Allah gunung (ay 23,25b).
b. Mengganti ke 32 raja (ay 24).
Mungkin para raja itu dianggap tidak becus perang, atau tidak
sungguh-sungguh dalam perang, dan karenanya harus diganti.
c.
Menyiapkan tentara, kereta dan kuda sebanyak yang dahulu (ay 25a).
5. Perang yang keduakalinya (ay 26-30).
a. Kata-kata mereka dalam ay 23, yang menganggap Yahweh hanyalah
allah gunung, justru membuat Tuhan bekerja untuk mengalahkan mereka lagi, supaya
mereka tahu bahwa Yahweh tidak hanya berkuasa di gunung, tetapi di mana-mana (ay
28). Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak senang kalau dianggap mempunyai kekuasaan
yang terbatas.
b. Aram / Benhadad dikalahkan untuk keduakalinya (ay 29-30).
III. Ahab
melepaskan Benhadad (ay 31-43).
1. Benhadad minta pengampunan kepada Ahab (ay 31-32a).
‘Tali
pada kepala kita’ (ay 31-32) maksudnya tali dilingkarkan di leher, untuk
menunjukkan bahwa nasib mereka betul-betul ada di tangan Ahab, yang bisa saja
menggantung mereka.
2.
Ahab mengampuni Benhadad (ay 32b-34).
a. Waktu mendengar bahwa Benhadad minta ampun / belas kasihan Ahab
berkata: ‘Masih hidupkah dia? Dia saudaraku’ (ay 32b).
Ingat
bahwa Benhadad melakukan semua itu bukan karena ia bertobat dengan
sungguh-sungguh, tetapi hanya karena takut dibunuh! Tetapi Ahab menganggap
Benhadad, seorang kafir dan musuh umat Allah, sebagai saudaranya!
Ini
merupakan sesuatu yang perlu kita hindari. Kalau berbicara dalam kontex
rohani, maka janganlah menyebut orang yang non kristen (termasuk Katolik,
dan semua sekte / bidat) sebagai saudara! Bdk. Yoh 1:12.
Kesaksian:
Saya tidak mau menganggap Bambang Noorsena dari Gereja Orthodox Syria sebagai
sekalangan, dan saya memprotes radio Suzana, yang menggunakan rekaman doa saya
sebelum khotbahnya Bambang Noorsena, seakan-akan saya segolongan dengan dia!
b.
Ahab menyambut Benhadad dengan baik / ramah, dan akhirnya mengadakan perjanjian
dengan dia dan mengampuninya (ay 33-34).
Mungkin
banyak orang menganggap ini sebagai kasih kristen, tetapi benarkah demikian?
Mari kita melihat pembahasan ay 35-43 di bawah.
3. Seorang nabi memberitakan hukuman Ahab (ay 35-43).
a. Tidak jelas apakah nabi ini sama dengan nabi dalam ay 13,22 atau
tidak. Juga tidak diketahui siapa nama nabi ini. Ada yang mengatakan bahwa nabi
ini adalah Mikha, yang lalu dipenjarakan oleh Ahab (1Raja-raja 22).
b.
Nabi ini minta temannya memukulnya, dan pada waktu temannya menolak, temannya
dihukum mati oleh Tuhan (ay 35-36). Apakah hukuman ini terlalu keras? Tidak,
karena orang ini juga dari rombongan nabi, jadi mestinya ia tahu bahwa hal
seperti itu harus ditaati. Bdk. Luk 12:47-48. Bandingkan juga dengan 1Raja
13:21-26.
Pulpit
Commentary: "in
each case the lesson is the same - that God’s commandments must be kept,
whatever the cost, or that stern retribution will inevitably follow"
(= dalam setiap kasus pelajarannya adalah sama - bahwa perintah-perintah Allah
harus ditaati, apapun ongkosnya, atau pembalasan yang keras akan mengikuti
secara tak terhindarkan)
- hal 491.
Adam
Clarke: "By
this emblematical action he intended to inform Ahab that, as the man forfeited
his life who refused to smite him when he had the Lord’s command to do it; so
he (Ahab) had forfeited his life, because he did not smite Benhadad when he had
him in his power" [= Oleh tindakan
simbolis ini ia bermaksud memberitahu Ahab bahwa sebagaimana orang / nabi itu
kehilangan nyawanya karena menolak untuk memukulnya pada waktu ia mendapatkan
perintah Allah untuk melakukannya; begitu juga ia (Ahab) telah kehilangan
nyawanya, karena ia tidak memukul Benhadad pada waktu ia ada dalam kuasanya] - hal 468.
c. Akhirnya ada orang yang mau memukul nabi itu, dan nabi itu lalu
menyamar (ay 37-38).
Ay 38:
kain pembalut (= RSV/NIV/NASB).
KJV: ‘disguised
himself with ashes upon his face’ (=
menyamarkan dirinya sendiri dengan abu pada mukanya).
Kata ‘ashes’
(= abu) dalam bahasa
Ibrani adalah APHER, sedangkan ‘kain pembalut’ dalam bahasa Ibraninya adalah
APHAD. Dua huruf pertama adalah sama, dan hanya huruf ketiga yang berbeda. Yang
pertama menggunakan huruf Resh, yang kedua menggunakan huruf DALETH, dan kedua
huruf ini mirip sekali.
Catatan:
Ingat bahwa bahasa Ibrani tidak menggunakan huruf hidup!
d.
Nabi itu menceritakan suatu cerita (ay 39-40a), dan tanpa disadari Ahab
menjatuhkan hukuman atas dirinya sendiri (ay 40b-42). Hukuman ini digenapi dalam
1Raja 22.
Kasus
ini mirip dengan kasus Daud yang ditegur nabi Natan dalam 2Sam 12:1-6. Tetapi
bedanya adalah bahwa Daud bertobat, sedangkan Ahab menjadi kesal hati dan gusar
(ay 43).
Semua ini menunjukkan bahwa keramahan / kasih / pengampunan /
persahabatan yang ditunjukkan oleh Ahab kepada Benhadad, ternyata dikecam oleh
Tuhan. Mengapa dikecam?
1. Karena Ahab melakukannya tanpa mendapatkan perintah dari Tuhan /
tanpa mengkonsultasikannya dengan Tuhan.
Elisa
melakukan hal yang serupa dalam 2Raja 6:18-23, tetapi tidak dikecam. Mengapa?
Mungkin karena dalam kasus Elisa, itu hanyalah tentara biasa, bukan rajanya.
Disamping, Elisa pasti mendapatkan perintah itu dari Tuhan sendiri. Sedangkan
dalam kasus Ahab, ia tidak mendapatkan perintah dari Tuhan, tetapi ia toh
melepaskan.
Pulpit
Commentary: "it
is to be remembered, first, that Ahab was not free to do as he liked in this
matter. His victories had been won, not by his prowess, by the skill of his
generals, or the valour of his soldiers, but by the power of God alone. The war,
that is to say, was God’s war: it was begun and continued, and should
therefore have been ended, in Him. When even the details of the attack had been
ordered of God (ver. 14), sure He should have been consulted as to the disposal
of the prisoners. ... But Ahab, who had himself played so craven a part, and who
had contributed nothing to these great and unhoped-for victories, nevertheless
arrogated to himself their fruits, and thereby ignored and dihonoured God"
[= pertama-tama harus diingat bahwa dalam hal ini Ahab tidak bebas melakukan apa
yang ia inginkan. Kemenangannya telah dimenangkan bukan dengan kemampuannya,
oleh keahlian dari jendral-jendralnya, atau keberanian tentaranya, tetapi oleh
kuasa Allah saja. Itu berarti bahwa perang itu adalah perangnya Allah: itu
dimulai dan dilanjutkan, dan karena itu seharusnya diakhiri, dalam Dia. Pada
waktu bahkan hal-hal kecil tentang penyerangan telah diperintahkan oleh Allah
(ay 14), tentu Ia harus dimintai pendapatNya berkenaan dengan penyelesaian
tentang para tawanan. ... Tetapi sekalipun demikian Ahab, yang dirinya sendiri
memainkan peranan yang begitu pengecut, dan yang tidak menyumbangkan apa-apa
kepada kemenangan-kemenangan yang besar dan tidak diharapkan ini, merebut bagi
dirinya sendiri buah kemenangan itu, dan dengan itu mengabaikan dan tidak
menghormati Allah] - hal 492.
2.
Juga perlu diperhatikan bahwa penghukuman mati terhadap raja jahat yang
dikalahkan sudah sering terjadi sebelum saat ini, seperti dalam Yos 10:26 Hak
7:25 1Sam 15:33. Adanya banyak kasus seperti ini memperberat dosa Ahab di sini.
Jadi jelas bahwa tindakan Ahab ini merupakan kesabaran / belas
kasihan / kasih yang tidak pada tempatnya. Ini sama dengan kesabaran / kasih
yang ditunjukkan polisi dengan melepaskan para perampok, perusuh, suporter
bonek, dsb. Karena itu ini dikecam oleh Tuhan.
Perlu dicamkan bahwa ada saat untuk bersabar, dan ada saat untuk
bertindak keras dan tegas.
Kesaksian:
Waktu saya khotbah di suatu gereja, pada saat doa sebelum Firman, tahu-tahu ada
orang yang menyela pada waktu doa belum selesai. Pada waktu saya selesai berdoa,
orangnya masih terus berdiri sambil berbicara. Saya lalu menyuruh dia diam dan
duduk, dan lalu mengatakan bahwa tindakannya itu melanggar 1Kor 14:26-40. Saya
lalu mendapat keterangan dari seorang majelis bahwa orang itu bahkan melakukan
hal seperti itu pada waktu pengkhotbah memberitakan Firman Tuhan, tetapi selama
ini dibiarkan saja oleh pendeta / pengkhotbah. Saya berpendapat bahwa tindakan
para pengkhotbah yang membiarkan saja hal seperti itu, merupakan sikap yang sama
dengan yang dilakukan oleh Ahab terhadap Benhadad.
Hal
seperti ini juga perlu diperhatikan oleh:
Ingat bahwa semua ini bukanlah ‘meekness’
(= kelembutan), tetapi ‘weakness’
(= kelemahan).
Kesimpulan /
penutup.
Kalau saudara menerima kebaikan
dari Tuhan, hati-hati untuk tidak meniru Ahab yang lalu mengabaikan Tuhan dalam
mengambil keputusan! Juga hati-hati untuk tidak bersikap sabar pada saat
seharusnya saudara bertindak dengan keras / tegas. Mintalah hikmat dari Tuhan
untuk bisa membedakan kapan harus bertindak dengan sabar / lembut dan kapan
harus bertindak dengan keras / tegas.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali