Pelayanan
Elia
oleh:
Pdt. Budi Asali MDiv.
I
RAJA-RAJA 19:1-18
I. Kejatuhan Elia.
1. Ahab dan Izebel (ay 1-2).
a. Ahab menceritakan kepada Izebel apa yang Elia lakukan, bukan apa
yang Allah lakukan (ay 1). Ini cara orang kafir melakukan sharing.
Misalnya: pendeta itu menyembuhkan aku.
b.
Reaksi Izebel (ay 2).
Untuk ‘para allah’ (yang jelas menunjuk kepada dewa-dewa dari
Izebel) digunakan kata bentuk jamak ELOHIM, dan untuk ‘menghukum’ (lit:
‘memperlakukan’) juga digunakan kata kerja bentuk jamak.
Ini
kontras dengan bagian Kitab Suci yang menunjuk kepada Allah. Misalnya Kej 1:1 -
‘Allah menciptakan’. Untuk ‘Allah’ digunakan kata bentuk jamak ELOHIM,
sedangkan untuk ‘menciptakan’ digunakan kata BARA, yang adalah kata kerja
bentuk tunggal. Ini merupakan salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal.
c. Ahab lagi-lagi mendiamkan Izebel bertindak semaunya.
Ahab
dan Izebel merupakan teladan jelek bagi suami istri. Istri, jangan tiru Izebel;
suami, jangan tiru Ahab (bdk. Ef 5:22-24).
2. Reaksi Elia (ay 3-4).
a. Elia takut?
Ay 3:
‘Maka takutlah ia, ...’.
KJV/ASV:
‘And when he saw’
(= Dan ketika ia melihat).
NIV: ‘Elijah
was afraid’ (= Elia takut).
Footnote
NIV: ‘Elijah saw’
(= Elia melihat).
Beberapa
penafsir memilih terjemahan ‘melihat’ ini karena mereka tidak mau menerima
bahwa Elia takut. Kalau ia memang takut mati, mengapa dalam ay 4 justru minta
mati? Mereka menganggap bahwa Elia lari bukan karena takut tetapi karena merasa
gagal.
Tetapi
banyak penafsir yang menganggap Elia memang takut, dan karenanya ia lalu lari
menyelamatkan nyawanya.
Kalau
Elia memang takut, maka ini menunjukkan bahwa ia tidak belajar dari
pengalamannya, karena selama 3 1/2 tahun ia dilindungi oleh Tuhan. Tetapi
bukankah kita juga sering seperti itu? Selama ini kita dipelihara oleh Tuhan,
tetapi terus kuatir pada saat krisis ekonomi!
Rasa
takut Elia menunjukkan bahwa ia cuma manusia biasa seperti kita (bdk. Yak 5:17).
Seharusnya Elia berkata seperti Nehemia dalam Neh 6:11.
b.
Elia lari ke Bersyeba, dan lalu ke padang gurun (ay 3-4).
Ini terletak di luar wilayah Israel / kekuasaan Ahab, tetapi
termasuk wilayah Yehuda sehingga ada di bawah kekuasaan raja Yehuda yaitu
Yosafat. Tetapi Yosafat mempunyai hubungan baik dengan Ahab. Ini terlihat dari:
o
1Raja 22:4 - Yosafat
mengajak Ahab berperang melawan Ramot-Gilead.
o
2Raja 8:18 - Yosafat
hidup jahat dan ia adalah menantu Ahab.
o
2Taw 18:1 - Yosafat
adalah besan Ahab. Ini salah terjemahan.
NIV: ‘he allied himself
with Ahab by marriage’ (= ia menyekutukan
dirinya sendiri dengan Ahab melalui perkawinan).
Karena itu Elia masih merasa tidak aman di wilayah Yehuda, dan ia
lalu lari terus ke gurun (ay 3b-4).
c. Elia minta mati (ay 4b).
Pulpit Commentary: "How completely he is
the sport of circumstances; how full of contradictions his conduct. At one
moment he flees for his life; at the next he requests for himself that he may
die. ‘Doth he wish to be rid of his life because he feared to lose it?’
(Hall) Yesterday strong in faith, fearing neither man nor devil; today trembling
before a woman, wretched and despairing" [= Betapa sepenuhnya ia menjadi permainan dari keadaan; betapa penuh
dengan kontradiksinya tindakannya. Pada satu saat ia lari untuk nyawanya; pada
saat selanjutnya ia memohon supaya ia boleh mati. ‘Apakah ia ingin membuang /
kehilangan nyawanya karena ia takut kehilangan nyawanya?’ (Hall). Kemarin kuat
dalam iman, tidak takut kepada manusia maupun setan; hari ini gemetar di hadapan
seorang perempuan, sangat sedih dan putus asa] - hal 466.
Pulpit
Commentary mengutip kata-kata Kitto:
"Strange
contradiction! Here the man who was destined not to taste of death, flees from
death on the one hand and seeks it on the other"
(= Kontradiksi yang aneh! Di sinilah seseorang yang ditakdirkan untuk tidak
merasakan kematian, melarikan diri dari kematian di satu pihak dan mencarinya di
pihak yang lain) - hal 459.
Pulpit
Commentary: "We
are not fittest for heaven when we are most tired of earth"
(= Kita bukannya paling cocok untuk surga pada waktu kita paling bosan terhadap
dunia) - hal 480.
Ay 10,14: orang yang mempunyai semangat yang hebat adalah yang
paling mudah mengalami depresi pada waktu mengalami kegagalan. Seharusnya Elia
ingat bahwa "God does not call us to
be successful, but to be faithful" (=
Allah tidak memanggil kita untuk sukses, tetapi untuk setia).
o
kelelahan / kelemahan
fisik.
Ia lari menempuh jarak Yizreel - Bersyeba, yaitu sekitar 95 mil /
lebih dari 150 km, dan masih ditambah lagi sehari perjalanan ke padang gurun (ay
4a). Ini membuat ia mengalami kelelahan yang luar biasa, ditambah lagi ia
mengalami kelaparan (ini terlihat dari ay 5-7 dimana Tuhan menanganinya bukan
hanya dengan memberinya istirahat / tidur, tetapi juga dengan memberinya makan).
Kelelahan dan kelemahan fisik ini bisa menyebabkan / menambah depresi.
Pulpit
Commentary: "The
relation that exists between the state of the body and the state of the mind is
very mysterious, but very real. The elation or depression of our religious
feeling depends far more on mere physical conditions than we often imagine"
(= Hubungan yang ada antara keadaan tubuh dan keadaan jiwa adalah sangat
misterius, tetapi sangat nyata. Perasaan agamawi berupa kegembiraan atau depresi
tergantung pada kondisi fisik jauh lebih banyak dari yang sering kita bayangkan)
- hal 474.
Karena
itu dalam keadaan depresi, sekalipun olah raga adalah sesuatu yang baik, tetapi
jangan melakukannya secara berlebihan, karena setelah itu bisa bahkan menambah
depresi itu.
Ini
juga menunjukkan bahwa orang kristen wajib memelihara kesehatan fisik, karena
kalau kesehatan fisik tidak baik, itu juga bisa menimbulkan / menambah depresi.
Pulpit
Commentary: "The
neglect of sanitary laws is a sin" (=
Pengabaian hukum-hukum kesehatan adalah suatu dosa)
- hal 477.
o
penderitaan lain:
kepanasan.
Ay 4: ‘lalu duduk di bawah sebuah pohon arar’.
Dalam
Interlinear Greek - English diterjemahkan ‘broom-tree’
(= pohon sapu).
Pulpit
Commentary: "His
sitting under the ‘juniper’ is mentioned, not to suggest that he derived
comfort from an ample shade, but rather to show how little shelter he could
find. The word (mem-taw-resh) is construed as in the text by the Hebrews, by
Jerome, and the Vulgate; yet it is rather the genista (broom), a shrub with
yellow flowers which grows in the desert, and which has its name (from
mem-taw-resh to bind) from the toughness or tenacity of its twigs, which were
used for withes. Not only was he wayworn with his journey and exposure to the
sun, ..." [= Duduknya ia di bawah
‘pohon arar’ disebutkan bukan untuk menunjukkan bahwa ia mendapatkan
kesenangan / bantuan dari bayang-bayang yang cukup, tetapi sebaliknya untuk
menunjukkan betapa sedikitnya naungan yang bisa ia dapatkan. Kata (mem-taw-resh)
ditafsirkan seperti dalam text oleh orang-orang Ibrani, oleh Jerome, dan
Vulgate; tetapi itu sebetulnya adalah genista (sapu), semak dengan bunga
berwarna kuning yang tumbuh di gurun, dan yang mendapatkan namanya (dari
mem-taw-resh mengikat) dari kekuatan atau keuletan dari ranting-rantingnya, yang
digunakan untuk pengikat. Bukan saja ia sangat lelah karena perjalanannya dan
kepanasan karena matahari, ...]
- hal 471.
o
dosa, dimana ia
meninggalkan tempat / pelayanan tanpa ijin Tuhan.
Pulpit Commentary: "his despondency
deepened as he lost himself in the solitudes of wilderness. His was the inward
disquietude which will always be the penalty of a man’s having weakly or
wilfully deserted the path of duty. When good men place themselves in a false
position, they must expect the shadow of some morbid condition of feeling to
fall upon their spirit. When the hands of those who ought to be busy about some
work for God are idle, their hearts are left a prey to all sorts of evil
influences. Religious activity is one of the main secrets of religious
health" (= keputusasaannya makin
mendalam pada waktu ia menyembunyikan dirinya sendiri dalam kesunyian padang
gurun. Ia mengalami ketidaktenangan batin yang selalu merupakan hukuman bagi
orang yang meninggalkan kewajiban baik karena kelemahan maupun karena sengaja.
Pada saat orang yang saleh menempatkan dirinya pada posisi yang salah, mereka
harus mengharapkan bayangan dari kondisi yang tak sehat dari perasaan untuk
jatuh pada roh mereka. Pada waktu tangan mereka yang seharusnya sibuk dengan
pekerjaan untuk Allah menjadi malas, hati mereka ditinggalkan sebagai mangsa
dari segala macam pengaruh jahat. Aktivitas agama / rohani merupakan salah satu
dari rahasia utama kesehatan agama / rohani) - hal 475.
Penerapan: kalau orang yang tadinya melayani lalu berhenti dari pelayanan
bisa mengalami kejatuhan rohani / depresi, bagaimana dengan orang yang tidak
pernah mau melayani? Karena itu selalulah berusaha supaya saudara bisa berguna
untuk Tuhan!
o
kesepian.
Mungkin depresi yang dialami Elia juga disebabkan atau diperparah
oleh kesepian / kesendirian. Bdk. Ay 10,14 - ‘hanya aku seorang dirilah yang
masih hidup’. Bdk. Ibr 10:25.
Pulpit Commentary: "So unstable are the
grandest forms of human virtue, and so weak are the noblest of men when God is
pleased for a while to leave them to themselves"
(= Begitu tidak stabil bentuk yang teragung dari kebaikan / sifat baik manusia,
dan begitu lemah manusia yang paling mulia pada waktu Allah berkenan untuk
sementara waktu meninggalkan mereka pada diri mereka sendiri)
- hal 474.
Karena
itu selalulah bersandar kepada Tuhan!
o
Mungkin supaya Elia
tetap sadar akan kelemahannya dan tidak menjadi sombong (bdk. 2Kor 12:7-10).
Atau bahkan mungkin untuk mempertobatkan Elia dari kesombongannya, karena
kata-katanya dalam ay 4b - ‘sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek
moyangku’ - sudah menunjukkan kesombongan karena tadinya ia menganggap dirinya
lebih baik dari nenek moyangnya.
II.
Pengobatan Tuhan.
1. Memberi istirahat, makan, dan minum, dan semua ini memberi Elia
kekuatan (ay 5-8).
a. Dalam ay 5-8 Tuhan memberi tidur, makan dan minum kepada Elia.
Tuhan
tahu bahwa salah satu penyebab depresinya adalah kelelahan dan kelemahan fisik,
karena lari dari Yizreel ke Bersyeba dan lalu ke padang gurun, tanpa makanan
ataupun minuman. Karena itu sekarang Tuhan menangani kelelahan fisik ini melalui
pemberian istirahat, makanan dan minuman.
Pulpit
Commentary: "The
disease of the mind is to be cured by first removing the weakness of the body,
which was one of its causes. It is a suggestive incident. Our physical nature is
as truly an object of Divine thought and care as the spiritual"
(= Penyakit pikiran disembuhkan dengan pertama-tama membuang kelemahan tubuh,
yang merupakan salah satu penyebabnya. Ini merupakan peristiwa yang memberikan
suatu gagasan. Tubuh / fisik kita merupakan obyek pemikiran dan pemeliharaan
ilahi sama seperti rohani kita)
- hal 475.
Penerapan:
jangan kuatir terhadap krisis ekonomi, harga barang-barang dan makanan yang
naik, dsb, karena Tuhan memperhatikan jasmani kita! Bdk. Mat 6:25-34 Mat 15:32.
b. Ini
menunjukkan bahwa ketidak-sabaran, ketidak-percayaan dan ke-tidak-setiaan Elia,
tidak membuang / mengurangi perhatian dan kasih Allah kepadanya! Bdk. Maz
103:14.
c.
Kitab Suci sering menceritakan pemberian makan secara mujijat.
Dari semua ini jelas bahwa manusia tidak hidup dari roti saja,
tetapi dari kehendak Tuhan! Mat 4:4 Ul 8:3.
d. Oleh kekuatan makanan itu Elia berjalan 40 hari 40 malam ke
gunung Horeb (ay 8).
2. Pertemuan Elia dengan Tuhan (ay 9-14).
a. Ay 9b,13b: ‘Apakah kerjamu
di sini, hai Elia?’.
NIV: "What
are you doing here, Elijah?" (= Apa
yang sedang engkau lakukan di sini Elia?).
Ay
9b,13b ini sekalipun lembut tetapi tetap merupakan teguran. Pertanyaan ini
secara implicit juga menunjukkan bahwa Elia bisa lebih berguna di tempat lain.
Pulpit
Commentary: "Wherever
we are it behoves us to ask ourselves what business we have here. Everywhere our
first business is to glorify God" (=
Dimanapun kita berada kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri apa yang kita
lakukan di sini. Dimanapun, urusan pertama kita adalah memuliakan Allah)
- hal 471. Bdk. 1Kor 10:31.
b. Ay
10,14 (NIV): "I have been very
zealous for the LORD God Almighty" (=
Aku telah sangat bersemangat untuk TUHAN Allah yang maha-kuasa).
Tuhan
menanyakan apa yang sedang ia lakukan saat itu, tetapi Elia menjawab
tentang apa yang ia lakukan dahulu. Banyak orang kristen yang kalau mendapat
pertanyaan serupa, juga menjawab seperti Elia: ‘Dulu aku guru sekolah
minggu’. ‘Dulu aku majelis’. Dsb.
Jawaban
Elia dalam ay 10,14 itu sudah menunjukkan bahwa ia salah karena pada saat itu
tidak melakukan apa-apa. Tetapi ada banyak jemaat / orang kristen yang bahkan
menjawab seperti Elia saja tidak dapat, karena mereka tidak pernah melakukan
pekerjaan / pelayanan apa-apa.
c. Ay
10,14: ‘orang Israel meninggalkan perjanjianMu, meruntuhkan mezbah-mezbahMu
dan membunuh nabi-nabiMu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih
hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku’.
Pulpit Commentary: "The motive of his
intercession to God against Israel is not personal revenge, but zeal for
Jehovah. And though we are bound, as Christians, to love our enemies, that does
not say that we are to love the enemies of God. There is spurious charity in
high favour which the Scriptures do not sanction"
[= Motivasi dari doa syafaatnya kepada Allah menentang Israel bukanlah balas
dendam pribadi, tetapi semangatnya untuk Yehovah. Dan sekalipun sebagai orang
kristen kita harus mengasihi musuh kita, itu tidak berarti bahwa kita harus
mengasihi musuh Allah. Ada kasih yang palsu yang disenangi banyak orang yang
tidak diperintahkan oleh Kitab Suci]
- hal 472.
Sebagai dukungan terhadap kutipan di atas, bacalah 2 ayat di bawah
ini:
o
2Taw 19:2b -
"Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka
yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau".
o
Maz 139:21-22 - "Masakan
aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa
jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci
mereka, mereka menjadi musuhku".
Pulpit Commentary: "We know that no
work, really and truly done for God, can be wasted (Isa. 55:11); but we are
often tempted to think it is. ... it is for our comfort to remember, in times of
depression, that the greatest of the prophets saw little or no fruit of his
labours" [= Kita tahu bahwa tidak ada
pekerjaan, yang sungguh-sungguh dan betul-betul dilakukan bagi Allah, bisa
sia-sia (Yes 55:11); tetapi kita sering dicobai untuk berpikir demikian. ...
merupakan sesuatu yang menghibur kita untuk mengingat pada masa depresi bahwa
nabi yang terbesar melihat sedikit atau tidak ada buah dari jerih-payahnya]
- hal 391.
d. Ay 11: "Lalu firmanNya: ‘Keluarlah dan berdiri di atas
gunung itu di hadapan TUHAN!’. Maka TUHAN lalu!".
NASB, KJV, RSV seperti KS Indonesia.
NIV: "The
LORD said, ‘Go out and stand on the mountain in the presence of the LORD, for
the LORD is about to pass by’" (=
TUHAN berkata: ‘Keluarlah dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan TUHAN,
karena TUHAN akan lalu / lewat’).
e. Ay 11-12: Tuhan tidak ada dalam angin besar dan kuat, gempa
maupun api, tetapi ada dalam ‘angin sepoi-sepoi basa’.
NIV: ‘a
gentle whisper’ (= suatu bisikan yang
lembut).
Apa
arti semua ini?
Keil
& Delitzsch kutip Herder:
"The design
of the vision was to show to the fiery zeal of the prophet, who wanted to reform
everything by means of the tempest, the gentle way which God pursues, and to
proclaim the long-suffering and mildness of His nature, ..."
(= Tujuan dari penglihatan itu adalah menunjukkan kepada semangat yang
berapi-api dari sang nabi, yang ingin mereformasi segala sesuatu dengan
menggunakan badai, cara yang lembut yang ditempuh Allah, dan menyatakan sifatNya
yang panjang sabar dan halus / lembut, ...)
- hal 258.
Keil & Delitzsch: "But now the Lord was
not in these terrible phenomena; to signify to the prophet that He did not work
in His earthly kingdom with the destroying zeal of wrath, or with the pitiless
severity of judgment" (= Tetapi Tuhan
tidak ada dalam kejadian alam yang mengerikan ini; menunjukkan kepada sang nabi
bahwa Ia tidak bekerja dalam Kerajaan duniawiNya dengan semangat kemarahan yang
menghancurkan, atau dengan kekerasan penghakiman yang tidak berbelas kasihan)
- hal 258.
Saya
berpendapat bahwa penafsiran di atas ini sangat meragukan karena:
Saya berpendapat bahwa semua ini menunjukkan sikap Allah terhadap
Elia. Sekalipun Elia salah / jatuh, tetapi Tuhan tetap tidak datang kepadanya
dalam gempa, angin atau api, yang semuanya merupakan simbol hukuman Tuhan (Maz
18:8-15), tetapi Tuhan datang dalam kelembutan dan kasih.
Penerapan:
ini juga berlaku bagi diri saudara. Asal saudara betul-betul adalah seorang anak
Allah, maka pada saat saudara jatuh ke dalam dosa, janganlah membayangkan bahwa
Allah murka kepada saudara (kecuali kalau saudara dengan sikap tegar tengkuk
tidak mau bertobat dari dosa itu). Karena adanya penebusan Yesus Kristus,
Tuhan selalu menghadapi saudara dengan kasih dan kelembutan seorang Bapa kepada
anakNya. Bdk. Maz 103:8-14 - "TUHAN
adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak
selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak
dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalasNya kepada
kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi,
demikian besarnya kasih setiaNya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh
timur dari barat, demikian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti
bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang
takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini
debu".
3. Koreksi terhadap Elia (ay 15-18).
a. Ay 15: ‘Pergilah, kembalilah’.
Ini
harus dilakukan oleh setiap orang yang meninggalkan pelayanan tanpa ijin Tuhan!
Dalam
Pulpit Commentary (hal 469) diceritakan sebuah dongeng tentang rasul Tomas.
Dikatakan bahwa suatu hari Tomas kembali ragu-ragu akan kebangkitan Yesus. Ia
lalu mencari rasul-rasul yang lain, dan mulai menceritakan keragu-raguannya itu.
Tetapi semua rasul itu memandangnya dengan heran, dan lalu menjawab bahwa mereka
menyesal atas apa yang Tomas alami itu, tetapi mereka begitu sibuk dalam
pelayanan sehingga tidak punya waktu untuk mendengarkan cerita Tomas itu lebih
lanjut. Tomas lalu mencari perempuan-perempuan pengikut Yesus, dan lalu mulai
menceritakan keragu-raguannya kepada mereka. Tetapi perempuan-perempuan itu
bereaksi secara sama dengan rasul-rasul tadi. Akhirnya Tomas merenung, dan lalu
berpikir bahwa mungkin karena mereka begitu sibuk dalam pelayanan, maka mereka
bebas dari keragu-raguan itu. Ia lalu pegi ke Parthia dan menyibukkan dirinya
dengan pemberitaan Injil, dan sejak saat itu ia tidak pernah ragu-ragu lagi
tentang kebangkitan Yesus.
Ini
mungkin cuma dongeng, tetapi ada kebenarannya yaitu: pelayanan menguatkan iman,
tidak melayani merusak iman!
Dan
satu hal lain yang harus diperhatikan adalah bahwa Tuhan mengobati orang yang
depresi dengan menyuruhnya melakukan pelayanan!
b. Ay
15-17 menunjukkan pelayanan yang Tuhan kehendaki dari Elia.
Ini
merupakan ayat sukar, karena Elisa, Yehu dan Hazael tidak diurapi oleh Elia.
Mungkin ‘urapi’ di sini harus diartikan ‘appoint’ (=
menunjuk / menentukan / mengangkat), atau seperti kata-kata Adam Clarke: "it
is probable that the word ‘anoint’, here signifies no more than ‘the call
to the office’" (= adalah mungkin
bahwa kata ‘mengurapi’, di sini berarti tidak lebih dari ‘panggilan untuk
jabatan’) - hal 464.
Alasan
pandangan ini:
Penggenapan nubuat ini dalam diri Hazael, Yehu dan Elisa.
Ay 15-17 dikatakan oleh Tuhan bukan hanya untuk menunjukkan
pelayanan yang Ia kehendaki dari Elia, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa Ia
akan menghukum Israel / Ahab / Izebel (ini nyata terlihat dari pengangkatan Yehu
menjadi raja Israel). Ini merupakan penghiburan bagi Elia karena ini menunjukkan
bahwa Allah tidak akan membiarkan terus menerus dosa Ahab dan Izebel.
c. Ay
18:
‘Aku akan meninggalkan’ (= RSV/NASB).
NIV: Yet
I reserve 7000 ... (= Tetapi Aku menyimpan
/ menjaga 7000 ...).
KJV: Yet
I have left me ... (= Tetapi Aku telah
meninggalkan untukKu ...).
Bandingkan
dengan Ro 11:4 yang mengutip 1Raja 19:18 ini.
Ro
11:2b-4 - "Ataukah kamu tidak tahu, apa
yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah:
‘Tuhan, nabi-nabiMu telah mereka bunuh, mezbah-mezbahMu telah mereka
runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut
nyawaku.’ Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? ‘Aku masih
meninggalkan tujuh ribu orang bagiKu, yang tidak pernah sujud menyembah Baal.’".
Catatan:
Untuk Ro 11:4 ini semua Kitab Suci bahasa Inggris menterjemahkan ke dalam past
tense / bentuk lampau.
Memang orang-orang kafir yang menyembah berhala sering melakukan
praktek penciuman terhadap patung berhala mereka. Bdk. Ayub 31:26-27 - kecupan
tangan terhadap matahari. Hos 13:2 - mencium anak lembu.
Bandingkan ini dengan praktek mencium patung dalam Gereja Roma
Katolik.
Penutup.
Sesuatu yang luar biasa dari Elia
adalah bahwa ia lalu taat kepada perintah Tuhan dan ia kembali melakukan
pelayanan (ay 19-21). Dan justru semua itu mengangkat dia dari kejatuhannya /
depresinya.
Kiranya seluruh pelajaran ini
bisa menolong saudara kalau sedang mengalami depresi / kejatuhan rohani seperti
Elia!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali