DOKTRIN KRISTUS : Christology

oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.


THE EXALTATION OF CHRIST

(PEMULIAAN KRISTUS)

 
Ada 4 tahap pemuliaan Kristus:

I) Kebangkitan.

A) Hal-hal yang terjadi pada saat kebangkitan.
 

1) Tubuh dan jiwa Kristus bersatu kembali dan Kristus hidup kembali.

Tetapi bukan hanya itu yang terjadi, karena kalau hanya itu yang terjadi, maka dalam 1Kor 15:20,23 Kol 1:18 Wah 1:5 Yesus tidak bisa dikatakan sebagai yang sulung / yang pertama bangkit dari anta-ra orang mati, karena ada banyak orang yang pernah dibangkitkan sebelum kebangkitan Kristus, yaitu:

2) Terjadi perubahan pada tubuh Kristus dimana Ia diangkat ke suatu posisi yang lebih tinggi. Dengan demikian ada perbedaan kwalitet antara tubuh Yesus sebelum dan sesudah kebangkitan.

Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

Catatan: perlu diingat bahwa Mark 16:9-20 termasuk bagian Kitab Suci yang diperdebatkan keasliannya.

B) Arti kebangkitan Kristus.
 

1) Musuh (Iblis dan maut) sudah dikalahkan (Kej 3:15 1Kor 15:57).
 

a) Baik Iblis maupun maut sebetulnya sudah dikalahkan pada waktu Yesus bangkit dari antara orang mati. Tetapi sekarang Iblis dan maut masih diberi kesempatan untuk menakut-nakuti / menggoda manusia. Pada kedatangan Kristus yang kedua, barulah maut dihancurkan selama-lamanya (1Kor 15:53-55 Wah 21:4) dan Iblis dibuang ke dalam neraka (2Tes 2:8 Wah 20:10), sehingga tidak lagi bisa menggoda kita. Ini adalah sesuatu yang sudah pasti akan terjadi, dan hal ini bahkan diketahui dan diakui oleh setan sendiri (Mat 8:29).

 

b) Karena itu orang kristen tidak boleh takut kepada setan maupun kepada kematian. Bagi orang kristen kematian bukan lagi hukuman dosa, tapi merupakan pintu gerbang menuju surga.

 

2) Hutang dosa telah dibayar lunas dan pembayarannya telah diterima oleh Allah.

a) Yesus membayar hutang dosa kepada Allah, bukan kepada setan!

Ini perlu ditekankan karena adanya ajaran yang mengatakan bahwa pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi milik setan. Karena itu Yesus mati untuk membayar kepada setan supaya bisa mendapatkan manusia kembali.

Ini adalah ajaran yang salah / sesat, karena pada waktu manusia berbuat dosa, manusia berbuat dosa kepada Allah, bukan kepada setan. Karena itu pembayaran hutang dosa jelas harus ditujukan kepada Allah. Setan sama sekali tidak berhak menerima pemba-yaran hutang dosa itu!
 

b) Kalau pembayaran itu tidak diterima oleh Allah, atau kalau hutang dosa itu belum lunas, maka Yesus harus tetap ada di dalam kematian yang merupakan upah dosa (Ro 6:23). Bahwa Ia bisa bangkit, menunjukkan bahwa pembayaran hutang itu telah diterima oleh Allah, dan hutang dosa manusia (elect / orang pilihan) sudah betul-betul lunas. Karena itu, fakta bahwa Yesus sudah bangkit dari antara orang mati menjamin keselamatan kita!

 

3) Menunjukkan apa yang akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Kebangkitan Kristus merupakan pola yang akan diikuti oleh orang yang percaya kepadaNya (Ro 6:4,5,8 1Kor 6:14 1Kor 15:20-23 2Kor 4:14 Fil 3:21 Kol 2:12 1Tes 4:14).

 

4) Menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Ro 1:4).

 

C) Yang membangkitkan Kristus.

1) Allah Bapa (Gal 1:1).
2) Kristus sendiri (Yoh 2:19-21 Yoh 10:18 Yoh 11:25).
3) Roh Kudus (Ro 8:11).

Kesimpulan: kebangkitan Kristus adalah pekerjaan dari Allah Tritunggal.
 

D) Penyangkalan terhadap kebangkitan Yesus.
 

1) Yesus sebetulnya tidak bangkit, tetapi mayatNya dicuri oleh murid-muridNya (Mat 28:11-15).

 Pandangan ini tidak masuk akal, sebab:
 
a) Adanya batu besar yang menutup kubur, meterai, dan penjagaan yang ketat (Mat 27:62-66).

Perlu diingat bahwa pada jaman itu penjaga yang lalai dalam tugasnya menghadapi hukuman mati (bdk. Kis 12:19 Kis 16:27). Karena itu tidak mungkin para penjaga kubur Yesus itu lalai dalam menjaga kubur sehingga mayat Yesus bisa dicuri.
 

b) Kain kapan tetap ada dalam kuburan (Yoh 20:5-7).

Kalau murid-murid mencuri mayat Tuhan Yesus, pasti mereka tidak akan berlama-lama di dalam kubur. Mereka pasti tidak akan mem-buka kain kapan itu di dalam kuburan, tetapi akan membawa mayat Yesus beserta kain kapannya.
 

c) Selama 40 hari, berulang-ulang Yesus menampakkan diri.

d) Murid-murid mati syahid untuk Yesus.

Kalau murid-murid mencuri mayat Yesus, mereka pasti tahu bahwa Yesus adalah seorang pendusta, dan tidak mungkin mereka mau mati untuk seorang pendusta.
 

e) Kalau memang ada pencuri yang mencuri mayat Yesus pada waktu penjaga-penjaga sedang tertidur, dari mana para penjaga itu tahu bahwa yang mencuri adalah murid-murid Yesus? Dan kalaupun dari penyelidikan mereka akhirnya bisa tahu hal itu, mengapa me-reka tidak berusaha menangkap murid-murid Yesus untuk men-dapatkan mayat Yesus kembali?

 

2) Yesus tidak bangkit, tapi mayatNya dicuri oleh tentara Romawi / para pemimpin agama.

Pandangan ini juga tidak masuk akal, sebab:

 

a) Pada saat murid-murid mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit, pencuri mayat itu dengan mudah bisa menunjukkan mayat Yesus, dan membuktikan bahwa Yesus tidak bangkit. Tetapi ternyata hal ini tidak pernah mereka lakukan.

 

b) Selama 40 hari, berulang-ulang Yesus menampakkan diri.

 

3) Yesus tidak bangkit, tetapi sadar dari pingsanNya.

Pandangan ini juga tidak masuk akal, sebab:

 

a) Yesus mengalami luka-luka berat, baik karena pencambukan, penyaliban, maupun penusukan tombak.

 

b) Yesus ada dalam kubur seorang diri, tanpa makanan, minuman, obat-obatan, dan tak ada dokter atau perawat yang menolongNya. Dalam situasi seperti ini, bagaimana mungkin Yesus justru menjadi ‘sembuh’ setelah hari yang ke tiga?

 

4) Yesus tidak bangkit, tetapi keluar dari persembunyianNya, sedangkan yang mati disalib adalah orang lain.

Pandangan ini juga tidak masuk akal, sebab:

 

a) Orang-orang yang membenci Yesus tidak mungkin keliru menyalib-kan orang lain, karena orang yang benci pada seseorang pasti mengingat wajah musuhnya.

b) Murid-murid yang mencintai Yesus juga tidak mungkin keliru me-ngenali Guru mereka, sehingga mereka menjadi takut setelah Yesus mati.

c) Waktu Yesus ‘keluar dari persembunyianNya’, mayat Yesus palsu seharusnya tetap ada di dalam kubur. Tetapi kenyataannya ada-lah: kubur itu kosong.

 

5) Yesus tidak bangkit, murid-murid hanya mengalami halusinasi.
 

Pandangan ini juga tidak masuk akal, sebab:

a) Murid-murid tidak pernah mengharapkan kebangkitan Yesus.

b) ‘Halusinasi’ itu bisa dilihat oleh banyak orang sekaligus.

c) Dalam ‘halusinasi’ itu Yesus bisa bercakap-cakap dan bisa dipegang, dan juga bisa makan (Luk 24:36-43).

 

6) Yesus bangkit, bukan secara jasmani, tetapi secara rohani.

Ini adalah pandangan dari Saksi Yehovah.

Pandangan ini juga tidak masuk akal, sebab:
 

a) Apa gerangan yang dimaksud dengan kebangkitan rohani? Roh Yesus tidak pernah mati! Ia memang pernah mengalami kematian rohani, yaitu pada waktu Ia ditinggal oleh Bapanya (Mat 27:46). Tetapi dalam arti sebenarnya ‘roh’ tidak bisa mati!

b) Kubur Yesus kosong, dan ini menunjukkan bahwa Yesus pasti bangkit secara jasmani.

c) Setelah kebangkitan, Yesus bisa makan (Luk 24:41-43), bisa dili-hat / dipegang (Mat 28:9 Luk 24:38-40 Yoh 20:27).

 

E) Pentingnya kepercayaan pada kebangkitan Yesus.
 

Kepercayaan akan kebangkitan Yesus adalah sesuatu yang sangat pen-ting, sebab:
1) Tidak percaya pada kebangkitan Yesus berarti sama dengan tidak percaya pada Kitab Suci / Firman Tuhan.
2) Orang yang tidak percaya pada kebangkitan Yesus, tidak akan selamat (Ro 10:9). Karena itu, Paulus dalam penginjilannya sangat mementingkan berita tentang kebangkitan Yesus (1Kor 15:3-4).

 

F) Hubungan antara kematian dan kebangkitan Kristus.

Salib, kematian dan penguburan Kristus menunjukkan kelemahan dan kekalahan. Tetapi kebangkitan Kristus betul-betul menunjukkan keme-nanganNya, dan kebangkitanNya ini menyebabkan kematianNya mem-punyai kuasa dan manfaat dalam hidup kita (1Kor 15:14,17).

Karena itu, kematian dan kebangkitan Kristus tidak boleh dipisahkan. Kitab Suci dalam banyak bagian menyebutkan kematian dan kebangkitan Kristus sekaligus (Ro 4:25 Ro 6:4 2Kor 13:4 Fil 3:10).

Memang ada bagian-bagian Kitab Suci yang hanya berbicara tentang kematian atau kebangkitan saja. Pada saat kita melihat bagian yang hanya berbicara tentang kematian Kristus, kita harus juga mengingat kebangkitanNya. Sebaliknya, pada saat kita melihat bagian yang hanya berbicara tentang kebangkitan Kristus, kita juga harus mengingat kematianNya.

Calvin:
"So then, let us remember that whenever mention is made of His death alone, we are to understand at the same time what belongs to His resurrection. Also, the same synecdoche applies to the word ‘resurrection’: whenever it is mentioned separately from death, we are to understand it as including what has to do especially with His death" (= jadi, marilah kita mengingat bahwa kalau hanya disebutkan tentang kematianNya, kita harus mengartikan pada saat yang sama, apa yang termasuk dalam kebangkitanNya. Juga ‘synecdoche’ yang sama berlaku terhadap kata ‘kebangkitan’: kalau kata itu disebutkan terpisah dari kematian, kita harus menafsirkan kata itu beserta apa yang termasuk dalam kematianNya) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book II, Chapter XVI, No 13.

Contoh:

 II) Kenaikan ke surga.

A) Hal-hal yang terjadi pada waktu Kristus naik ke surga.
 

 1) Perpindahan tempat.

 

 2) Perubahan / pemuliaan lebih lanjut pada hakekat manusia Kristus.

Perubahan / pemuliaan itu dimulai pada saat kebangkitanNya dan disempurnakan pada waktu kenaikanNya ke surga.

 
Untuk ini perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

 
B) Fungsi kenaikan Kristus ke surga.
 

1) Untuk menunjukkan bahwa misiNya untuk menebus dosa kita sudah selesai (Yoh 17:4-5).

Bapa, yang mengutus Yesus untuk turun ke dunia dan membereskan dosa manusia, pasti tidak akan mau menerima Yesus kembali di surga, kalau misi Yesus itu belum selesai. Bahwa Bapa menerima Yesus kembali di surga, menunjukkan bahwa misi penebusan dosa manusia itu memang sudah selesai.

Jadi, sama seperti kebangkitan, maka kenaikan Yesus ke surga juga merupakan fakta / faktor yang menjamin keselamatan orang percaya.
 

2) Untuk mempersiapkan tempat di surga bagi kita yang percaya kepadaNya (Yoh 14:2).

 

3) Untuk menunjukkan bahwa kita yang percaya kepadaNya juga akan naik ke surga (Yoh 14:2-3 Yoh 17:24 Ef 2:6).

Sama seperti kebangkitanNya, demikian juga kenaikanNya ke surga merupakan pola yang akan diikuti oleh semua orang yang percaya kepadaNya.
 

4) Supaya Roh Kudus turun (Yoh 16:7).

Jadi Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara jasmani, tapi secara rohani (Mat 26:11 Yoh 14:16,18,19).

Dengan demikian Ia bisa menggenapi janjiNya dalam ayat-ayat seperti Mat 18:20 Mat 28:20b.
 

III) Duduk di sebelah kanan Allah.

A) Arti kalimat ini.
 

Kata-kata ini tidak boleh diartikan secara hurufiah. Kata- kata ini berarti:

1) Kristus menduduki / mendapat tempat terhormat / mulia di surga.
2) Kristus ikut memerintah atas Gereja dan alam semesta.

Kata ‘duduk’ tidak boleh diartikan bahwa Kristus beristirahat / bermalas-malasan di surga. Ini terlihat dari Kitab Suci yang tidak selalu mengata-kan bahwa Kristus duduk di sebelah kanan Allah.

B) Pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus di surga ialah:

1) Memerintah sebagai Raja.
2) Berfungsi sebagai Imam / Pengantara (Ibr 4:14 Ibr 7:24,25 Ibr 8:1-6 1Yoh 2:1).
3) Berfungsi sebagai Nabi melalui Roh Kudus dan hamba-hambaNya (Yoh 16:7-15 Yoh 14:26).

 

IV) Kedatangan Kristus keduakalinya.

A) Kedatangan Kristus yang keduakalinya adalah suatu tahap pemuliaan.
 

Ada orang yang berpendapat bahwa:

Tetapi ini salah. Titik tertinggi pemuliaan Kristus belum tercapai sampai Ia, yang menderita oleh tangan manusia, kembali sebagai Hakim, dan menghakimi / menghukum orang berdosa yang menolakNya.

Disamping itu, ayat-ayat di bawah ini menunjukkan bahwa kedatangan Kristus yang keduakalinya itu adalah suatu pemuliaan.

B) Istilah-istilah Kitab Suci yang menunjuk pada kedatangan Kristus yang keduakalinya.

1) PAROUSIA yang berarti:

Kata ini digunakan dalam Mat 24:3,27,37,39 1Kor 15:23 1Tes 2:19 1Tes 3:13 1Tes 4:15 1Tes 5:23 2Tes 2:1 Yak 5:7-8 2Pet 3:4.
 

2) APOCALUPSIS yang menekankan fakta bahwa kedatangan kedua itu akan menyatakan sesuatu yang sebelumnya tersembunyi dalam diri Kristus.

Kata ini digunakan dalam 2Tes 1:7 1Pet 1:7,13 1Pet 4:13.
 

3) EPIPHANEIA yaitu penampilan yang mulia dari Tuhan (the glorious appearing of the Lord).

Kata ini digunakan dalam 2Tes 2:8 1Tim 6:14 2Tim 4:1-8 Tit 2:13.
 

C) Cara kedatangan kedua.

1) Secara jasmani.
2) Bisa dilihat.
Bdk. Mat 24:30 Kis 1:11 Wah 1:7.
 

D) Tujuan kedatangan kedua.

1) Menghakimi dunia.
2) Menyempurnakan keselamatan orang percaya.
Bdk. Mat 25:31-46.
 

E) Saat kedatangan kedua:

Dari ayat-ayat seperti Mat 24:36,42-44 dan 2Pet 3:10, jelaslah bahwa kita tidak bisa mengetahui kapan hari kedatangan kedua itu akan terjadi.

Karena itu, kalau ada orang yang berani meramalkan tanggal atau bulan atau tahun kedatangan Yesus yang keduakalinya, itu pasti adalah nabi palsu atau orang yang sangat kacau pengertian Kitab Sucinya!

Dari banyaknya tanda-tanda akhir jaman yang sudah terjadi, kita paling-paling bisa berkata bahwa kedatangan Kristus yang kedua itu sudah dekat dan bisa terjadi setiap saat.

Perlu juga diingat bahwa bagi Tuhan satu hari sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun sama dengan satu hari (2Pet 3:8), sehingga, apa yang dekat bagi Tuhan bisa saja masih lama bagi kita. Tetapi mengingat bahwa Yesus berkata bahwa Ia akan datang pada saat yang tidak kita duga, maka kita semua harus mempersiapkan diri setiap saat, sehingga kapanpun Ia datang, kita ada dalam keadaan siap sedia (Mat 24:44)!
 

Catatan:

Tentang kedatangan Kristus yang keduakalinya ini hanya dibahas secara singkat, karena sebetulnya ini termasuk dalam Eschatologi (= doktrin tentang akhir jaman).

-AMIN-


Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ