(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 24 Maret 2024, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
bukti-bukti bahwa
yesus adalah allah(14c)
6) Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi.
Kitab Suci menunjukkan bahwa Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan ilahi, seperti:
a) Penciptaan (Yoh 1:3,10 1Kor 8:6 Kol 1:16 Ibr 1:2,10).
Bertentangan dengan ajaran Saksi Yehuwa yang menganggap Yesus sebagai ciptaan pertama dan langsung dari Bapa, maka ajaran Kristen yang Alkitabiah mengajarkan bahwa Yesus bukan hanya tidak dicipta, tetapi juga bahwa Ia adalah Pencipta dari segala sesuatu.
Saksi Yehuwa mengatakan bahwa Yesus bukan Pencipta, tetapi agen Allah dalam melakukan penciptaan. Karena itu selalu digunakan kata ‘through’ [= melalui], yang menunjukkan bahwa Bapa mencipta melalui Yesus.
1. Yoh 1:3,10 - “(3) Segala sesuatu dijadikan oleh (seharusnya ‘melalui’) Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. ... (10) Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya (seharusnya ‘melalui Dia’), tetapi dunia tidak mengenalNya.”.
2. 1Kor 8:4-6 - “(4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ‘tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.’ (5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut ‘allah’, baik di sorga, maupun di bumi - dan memang benar ada banyak ‘allah’ dan banyak ‘tuhan’ yang demikian - (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”.
3. Kol 1:16 - “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh (seharusnya ‘melalui’) Dia dan untuk Dia.”.
4. Ibr 1:2 - “maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh (seharusnya ‘melalui’) Dia Allah telah menjadikan alam semesta.”.
Untuk menjawab argumentasi Saksi-Saksi Yehuwa ini mari kita memperhatikan kata-kata dari Jamieson, Fausset & Brown di bawah ini.
Jamieson, Fausset & Brown (tentang Yoh 1:3): “To blunt the force of this, it is alleged that the word ‘by’ (δια) in ‘by him’ here means no more than ‘through,’ or ‘by means of’ - in the sense of subordinate instrumentality, not efficient agency. But this same preposition is once and again used in the New Testament of God’s own efficient agency in the production of all things. Thus, Rom 11:36, ‘Of Him’ (ex) - as their eternal Source - ‘and through Him’ (di' autou) - by His efficient Agency - ‘and to Him’ (eis) - as their last End - ‘are all things.’ And in Col 1:16 the creation of all things - in the most absolute sense and in the way of efficient agency - is ascribed to Christ: ‘For by Him (en autoo) were created all things’ (ta panta) - that is, the entire universality of created things, as the all - comprehensive details that follow are intended to show - ‘whether they be thrones, or dominions, or principalities, or powers: all things were created by Him and for Him’ (ta panta di' autou kai eis auton ektistai). See also Heb 1:10-12, where creation, in the most absolute sense, is ascribed to Christ.” [= Untuk menumpulkan kekuatan dari hal ini, dinyatakan tanpa bukti bahwa kata ‘by’ (δια) dalam ‘by him’ di sini berarti tidak lebih dari ‘melalui,’ atau ‘dengan pertolongan dari’ - dalam arti alat yang lebih rendah, bukan agen yang bertindak secara langsung. Tetapi kata depan yang sama ini sekali lagi digunakan dalam Perjanjian Baru mengenai keagenan yang bertindak secara langsung dari Allah sendiri dalam penciptaan segala sesuatu. Demikian pula, Roma 11:36, ‘Dari Dia’ (EX) - sebagai Sumber abadi mereka - ‘dan melalui Dia’ (DI’ AUTOU) - melalui keagenanNya yang bertindak secara langsung - ‘dan bagi Dia’ (EIS) - sebagai Tujuan terakhir mereka - ‘semua hal.’ Dan dalam Kol 1:16 penciptaan segala sesuatu - dalam arti yang paling mutlak dan dalam cara keagenan yang bertindak secara langsung - diatributkan kepada Kristus: ‘Karena olehNya (EN AUTOO) diciptakan segala sesuatu’ (TA PANTA) - yaitu, seluruh universalitas dari hal-hal yang diciptakan, seperti yang semua - rincian komprehensif yang mengikuti dimaksudkan untuk menunjukkan - ‘apakah itu takhta, maupun penguasaan, atau otoritas, atau kekuasaan: segala sesuatu diciptakan olehNya dan untuk Dia’ (TA PANTA DI’ AUTOU KAI EIS AUTON EKTISTAI). Lihat juga Ibrani 1:10-12, di mana penciptaan, dalam arti yang paling mutlak, diatributkan kepada Kristus.].
Ro 11:36 - “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”.
Kol 1:16 - “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”.
Catatan: di sini kata Yunani yang digunakan adalah EN, yang bisa berarti in, by, with [= dalam, oleh, dengan]. Cek dengan Bible Works 8.
Ibr 1:10-12 - “(10) Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu. (11) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; (12) seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.’”.
Ada beberapa hal yang perlu dicamkan:
1. Sesuatu / seseorang yang diciptakan, tidak mungkin bisa mencipta.
C. H. Spurgeon: “Who less than God could make the heavens and the earth?” [= Siapa yang kurang dari Allah bisa membuat langit dan bumi?] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol 2, hal 217.
2. Ajaran Saksi-Saksi Yehuwa itu bertentangan dengan Yes 44:24 yang berbunyi: “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; ‘Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi - siapakah yang mendampingi Aku?”.
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu sendirian. Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu melalui Yesus, dan Saksi-Saksi Yehuwa mempercayai bahwa Yesus adalah pribadi yang terpisah total dari Allah, dan karena itu Saksi-Saksi Yehuwa jelas sekali bertentangan dengan ayat ini!
Ini berbeda dengan dalam kekristenan, dimana sekalipun kita mempercayai bahwa Anak dan Roh Kudus juga ikut dalam melakukan penciptaan, tetapi kita percaya bahwa ketiga pribadi itu mempunyai satu hakekat dan merupakan satu kesatuan. Karena itu, Kristen tidak bertentangan dengan Yes 44:24 itu.
3. Disamping itu, perhatikan:
a. Ibr 1:10 - “Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu.”.
Kata ‘Tuhan’ di sini jelas menunjuk kepada Yesus (TDB menterjemahkan ‘Tuan’). Dan dalam Ibr 1:10 ini tidak digunakan kata ‘through’ [= melalui], dan karena itu jelas bahwa ayat ini betul-betul menunjukkan Yesus sebagai pencipta langit dan bumi.
Karena itu pada waktu kita berargumentasi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tentang Yesus sebagai Pencipta segala sesuatu, dari pada kita menggunakan Yoh 1:3,10 1Kor 8:6 Kol 1:16b Ibr 1:2, yang menggunakan kata Yunani DIA, lebih baik kita menggunakan Ibr 1:10, atau Kol 1:16a, yang tidak menggunakan kata Yunani DIA itu.
Barnes’ Notes (tentang Ibr 1:10): “This must demonstrate the Lord Jesus to be divine. He that made the vast heavens must be God. No creature could perform a work like that; nor can we conceive that power to create the vast array of distant worlds could possibly be delegated. If that power could be delegated, there is not an attribute of Deity which may not be, and thus all our notions of what constitutes divinity would be utterly confounded.” [= Ini pasti menunjukkan Tuhan Yesus sebagai ilahi / Allah. Ia yang membuat langit yang luas harus adalah Allah. Tidak ada mahkluk ciptaan yang bisa melakukan pekerjaan seperti itu; juga kita tidak bisa membayangkan bahwa kuasa untuk mencipta alam semesta yang luas bisa didelegasikan / diserahkan. Jika kuasa itu bisa didelegasikan / diserahkan, maka tidak ada suatu sifat dari keAllahan yang tidak bisa didelegasikan / diserahkan, dan dengan demikian semua gagasan / pemikiran kita tentang apa yang membentuk keilahian akan dikacaukan sama sekali.] - hal 1230.
b. Pkh 12:1 - “Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: ‘Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!’”.
Kata ‘Penciptamu’ diterjemahkan dari kata Ibrani BOREYKHA (‘The Analytical Hebrew and Chaldee Lexicon’, hal 71), yang merupakan suatu participle bentuk jamak (dengan akhiran orang kedua tunggal laki-laki), dan berasal dari kata dasar BARA, yang berarti ‘mencipta’. Terjemahan yang paling hurufiah, yang diberikan oleh ‘Interlinear Hebrew-English Old Testament’ adalah ‘Ones creating you’ [= Orang-orang yang menciptakan kamu], atau untuk mudahnya ‘Pencipta-penciptamu’.
YLT: “thy Creators” [= Pencipta-penciptamu].
Kalau Yesus bukan Pencipta, bagaimana mungkin di sini digunakan bentuk jamak?
NWT: “your Grand Creator” [= Penciptamu yang Besar / Agung].
Rupanya sama seperti dalam kasus kata ELOHIM yang adalah kata bentuk jamak, mereka mengartikan kejamakan ini sebagai suatu keagungan / kebesaran (majestic plural).
b) Pengampunan dosa (Mat 9:2-7).
Mat 9:2-7 - “(2) Maka dibawa oranglah kepadaNya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni.’ (3) Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ‘Ia menghujat Allah.’ (4) Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ‘Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? (5) Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? (6) Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa’ - lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu -: ‘Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!’ (7) Dan orang itupun bangun lalu pulang.”.
Text ini sangat menekankan keilahian Yesus, karena text ini menunjukkan bahwa:
1. Yesus bisa melihat iman seseorang (ay 2), dan Yesus bisa mengetahui pikiran orang-orang banyak (ay 4), dan ini menunjukkan kemaha-tahuanNya.
2. Yesus bisa mengampuni dosa (ay 2b).
3. Yesus bisa menyembuhkan orang lumpuh (ay 6-7), tanpa menggunakan nama siapapun. Penyembuhan ini Ia lakukan bukan hanya untuk menolong orang lumpuh itu, tetapi juga untuk membuktikan bahwa pengampunan dosa yang tadi Ia berikan betul-betul terjadi. Tetapi bagaimana mungkin penyembuhan itu bisa membuktikan hal itu? Jawabnya adalah: kalau Yesus bukan Allah, maka Ia tidak bisa mengampuni dosa maupun menyembuhkan orang lumpuh itu. Tetapi sebaliknya, kalau Yesus memang adalah Allah, Ia pasti bisa melakukan kedua hal itu. Jadi, dengan menyembuhkan orang lumpuh itu, Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Allah, dan ini menunjukkan / membuktikan bahwa pengampunan dosa yang Ia berikan pasti benar-benar terjadi.
c) Membangkitkan orang mati pada akhir jaman.
Yoh 6:40,44,54 - “(40) Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.’ ... (44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. ... (54) Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.”.
d) Penghakiman pada akhir jaman (Mat 25:31-32 Yoh 5:22-27).
Bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, menunjukkan bahwa Ia juga adalah Allah sendiri. Mengapa? Karena jumlah manusia yang pernah hidup di dunia mulai jaman Adam sampai saat kedatangan Kristus yang keduakalinya adalah begitu banyak. Kalau Yesus bukan Allah, bagaimana Ia bisa menghakimi begitu banyak manusia dengan adil?
Dan disamping itu:
1. Ada begitu banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam menjatuhkan hukuman kepada setiap orang berdosa (ingat bahwa neraka bukanlah semacam ‘masyarakat komunis’ dimana hukuman semua orang sama), seperti:
a. Banyaknya dosa yang dilakukan seseorang. Orang yang dosanya lebih banyak, tentu hukumannya juga lebih berat.
b. Tingkat dosanya.
Misalnya, dosa membunuh dan mencuri tentu tidak sama hukumannya (bdk. Kel 21:12 dan Kel 22:1).
c. Tingkat pengetahuannya.
Makin banyak pengetahuan Firman Tuhan yang dimiliki seseorang, makin berat hukumannya kalau ia berbuat dosa (Luk 12:47-48).
d. Kesengajaannya.
Dosa sengaja dan tidak sengaja tentu juga berbeda hukumannya (Kel 21:12-14).
e. Pengaruh dosa yang ditimbulkan.
Kalau seseorang yang mempunyai kedudukan tinggi dalam gereja berbuat dosa, maka pengaruh negatif yang ditimbulkan akan lebih besar dari pada kalau orang kristen biasa berbuat dosa. Dan karena itu hukumannya juga lebih berat. Hal ini bisa terlihat dari kata-kata Yesus yang menunjukkan bahwa para ahli Taurat pasti akan menerima hukuman yang lebih berat (Mark 12:40b Luk 20:47b).
f. Apa yang menyebabkan seseorang berbuat dosa.
Seseorang yang mencuri tanpa ada pencobaan yang terlalu berarti tentu lebih berat dosanya dari pada orang yang mencuri karena membutuhkan uang untuk mengobati anaknya yang hampir mati. Hal ini bisa terlihat dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang-orang yang melakukan dosa tanpa sebab / alasan, seperti dalam Maz 35:19 Maz 69:5 Maz 119:78,86. Juga dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengecam orang yang mencintai / mencari dosa, seperti Maz 4:3.
2. Demikian juga pada saat mau memberi pahala kepada orang-orang yang benar, pasti ada banyak hal yang harus dipertimbangkan.
Coba renungkan betapa komplex dan rumitnya hal-hal yang harus diperhitungkan untuk memberikan hukuman dan pahala kepada semua orang yang pernah ada dalam dunia. Karena itu, untuk bisa melakukan semua ini dengan benar dan adil, maka Hakim itu haruslah seseorang yang mahatahu, mahabijaksana dan mahaadil, dan karena itu Ia harus adalah Allah sendiri! Karena itu adalah sesuatu yang aneh kalau ada orang-orang yang percaya bahwa Yesus akan menjadi Hakim pada akhir jaman, tetapi tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Allah sendiri!
e) Penghancuran segala sesuatu.
Ibr 1:10-12 - “(10) Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu. (11) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; (12) seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.’”.
f) Pembaharuan segala sesuatu (Fil 3:21 Wah 21:5).
Fil 3:21 - “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuhNya yang mulia, menurut kuasaNya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diriNya.”.
Wah 21:5 - “Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: ‘Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!’ Dan firmanNya: ‘Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.’”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali