(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 17 Maret 2024, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
bukti-bukti bahwa
yesus adalah allah(14b)
b) Suci / tak berdosa (2Kor 5:21 Ibr 4:15).
2Kor 5:21 - “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”.
Ibr 4:15 - “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”.
Yoh 8:46 - “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepadaKu?”.
Dalam menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa, sifat ini tidak perlu ditekankan, karena mereka mempercayai kesucian Yesus.
c) Mahakuasa.
Yesus berulangkali menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati, dan juga melakukan mujijat-mujijat lain seperti menenangkan badai, berjalan di atas air, mengubah air menjadi anggur, memberi makan 5000 orang dengan menggunakan 5 roti dan 2 ikan, mengusir setan dsb.
Saya akan menyoroti satu mujijat yang dilakukan Yesus, yaitu menenangkan badai.
Mat 8:26b - “Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.”.
Bandingkan dengan Maz 89:9-10 - “(9) Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaanMu ada di sekelilingMu. (10) Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya.”.
Kalau saudara memperhatikan Maz 89:9, terlihat bahwa ayat ini berbicara tentang TUHAN (YAHWEH). Dan dalam Maz 89:10nya dikatakan bahwa YAHWEH itulah yang memerintah kecongkakan laut, meredakannya dan sebagainya. Jadi kalau dalam Mat 8:26 Yesus bisa memerintah badai / laut, sehingga semua menjadi reda, itu jelas membuktikan bahwa Ia adalah Allah / YAHWEH sendiri.
Saksi Yehuwa mengatakan bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul juga banyak yang bisa menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati, dan melakukan mujijat.
Saksi-Saksi Yehuwa: “Apakah mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus membuktikan bahwa ia adalah Allah? Kis 10:34,38: ‘Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ... tentang Yesus dari Nazaret: ... Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, ... berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia’ (Jadi Petrus tidak menyimpulkan dari mujizat-mujizat yang ia lihat bahwa Yesus adalah Allah tetapi sebaliknya, bahwa Allah menyertai Yesus. Bandingkan Mat 16:16,17) ... Nabi-nabi pra-Kristen seperti Elia dan Elisa mengadakan mujizat-mujizat yang sama seperti yang dilakukan Yesus. Namun hal itu bukan bukti bahwa mereka adalah Allah.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 434.
Jawaban saya:
1. Kalau Kitab Suci mengatakan bahwa Yesus bisa melakukan mujijat-mujijat karena penyertaan Allah, atau dengan kuasa Roh Kudus (Kis 10:38 bdk. Mat 12:28 Luk 5:17), maka ayat-ayat itu menekankan Yesus sebagai manusia.
Kis 10:38 - “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”.
Mat 12:28 - “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”.
Luk 5:17 - “Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkanNya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.”.
Tetapi pada ayat-ayat dimana keilahianNya yang ditekankan, maka Ia melakukan mujijat-mujijat dengan kuasaNya sendiri.
Yoh 10:17-18 - “(17) Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. (18) Tidak seorangpun mengambilnya dari padaKu, melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari BapaKu.’”.
2. Lihatlah bagaimana Saksi-Saksi (palsu) Yehuwa ini mengutip Kitab Suci secara kurang ajar. Mereka hanya mengambil Kis 10:34,38nya yang kelihatannya menguntungkan pandangan mereka. Sekarang mari kita baca seluruh kontext, mulai ay 34-39.
Kis 10:34-39 - “(34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. (35) Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya. (36) Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. (37) Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, (38) yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. (39) Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuatNya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.”.
a. Ay 36b jelas menunjukkan bahwa Petrus mempercayai Yesus sebagai ‘Tuhan dari semua orang’. Apakah ini kalau bukan keilahian?
b. Dalam ay 37-39 Petrus jelas menyoroti Yesus sebagai manusia (perhatikan khususnya ay 39 yang menyatakan bahwa Yesus disalibkan dan dibunuh; ini tidak mungkin dihubungkan dengan keilahian Kristus). Karena itulah maka Petrus di sini mengatakan bahwa kuasa yang dimiliki Yesus diberikan oleh Allah!
3. Adalah omong kosong bahwa nabi-nabi seperti Elia dan Elisa ‘mengadakan mujizat-mujizat yang sama seperti yang dilakukan Yesus’. Tidak ada seorang nabi / rasulpun yang bisa menandingi Yesus dalam hal melakukan mujijat, baik dalam hal banyaknya mujijat yang dilakukan, maupun dalam hal hebatnya mujijat yang dilakukan.
Misalnya dalam membangkitkan orang mati, dalam Kitab Suci ada 4 orang selain Yesus yang pernah membangkitkan orang mati, yaitu Elia, Elisa, Petrus dan Paulus. Tetapi mereka masing-masing hanya membangkitkan satu orang mati, dan semua orang mati yang mereka bangkitkan adalah orang-orang yang baru mati (1Raja 17:17-24 2Raja 4:18-37 Kis 9:36-41 Kis 20:9-12).
Tetapi Yesus membangkitkan sedikitnya 3 orang mati (Mark 5:21-43 Luk 7:11-17 Yoh 11:1-44), dan salah satu di antaranya sudah mati selama 4 hari (Lazarus - Yoh 11), dan yang seperti ini tidak pernah dilakukan oleh siapapun juga!
Hal ini dinyatakan secara explicit oleh Yesus sendiri dalam Yoh 15:24 yang berbunyi sebagai berikut: “Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun BapaKu.”.
Thomas Whitelaw mengomentari ayat ini dengan berkata:
“Christ claims that His miracles were superior to any that had been performed by other heaven-sent prophets;” [= Kristus mengclaim bahwa mujijat-mujijatNya lebih besar dari pada mujijat-mujijat manapun yang telah dilakukan oleh nabi-nabi utusan surga yang lain;] - hal 331.
4. Perlu diingat bahwa nabi dan rasul hanya bisa melakukan mujijat-mujijat itu karena kehendak dan kuasa dari Tuhan, bukan karena kehendak dan kuasa mereka sendiri. Juga rasul-rasul selalu melakukan mujijat dalam nama Yesus.
Misalnya: Petrus menyembuhkan orang lumpuh dengan menggunakan nama Yesus (Kis 3:6). Paulus mengusir setan juga dengan nama Yesus (Kis 16:18).
Kis 3:6 - “Tetapi Petrus berkata: ‘Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!’”.
Kis 16:18 - “Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: ‘Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini.’ Seketika itu juga keluarlah roh itu.”.
Karena itu, mujijat yang mereka lakukan tidak menunjukkan kemahakuasaan mereka.
Juga pada waktu setan mencegah pertemuan Paulus dengan jemaat Tesalonika (1Tes 2:18), Paulus berdoa kepada Bapa dan Yesus supaya membuka jalan untuk pertemuan itu (1Tes 3:10-11).
1Tes 2:18; 3:10-11 - “(2:18) Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu - aku, Paulus, malahan lebih dari sekali -, tetapi Iblis telah mencegah kami. ... (3:10) Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. (3:11) Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.”.
Jelas bahwa Paulus sendiri tidak mempunyai kuasa atas setan.
Tetapi Yesus melakukan mujijat ataupun pengusiran setan:
a. Dengan kehendakNya sendiri (Mark 1:41 Yoh 5:21b).
Mark 1:40-41 - “(40) Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuanNya, katanya: ‘Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.’ (41) Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’”.
Yoh 5:21 - “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya.”.
b. Dengan kuasaNya sendiri, dan tanpa menggunakan nama siapapun.
Contoh: pada waktu Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Yoh 5:8), mengusir setan (Mat 8:28-32), Ia tidak menggunakan nama siapapun, tetapi Ia langsung memerintahkan, dan hal itu terjadi. Karena itu, itu menunjukkan kemaha-kuasaanNya!
Yoh 5:8 - “Kata Yesus kepadanya: ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.’”.
Mat 8:28-32 - “(28) Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. (29) Dan mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’ (30) Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. (31) Maka setan-setan itu meminta kepadaNya, katanya: ‘Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.’ (32) Yesus berkata kepada mereka: ‘Pergilah!’ Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.”.
Calvin (tentang Yoh 15:24): “It is commonly objected, that he did not perform more miracles or greater miracles than Moses and the Prophets. The answer is well known, that Christ is more eminent in miracles in this respect, that he was not merely a minister, like the rest, but was strictly the Author of them; for he employed his own name, his own authority, and his own power, in performing miracles.” [= Ada suatu keberatan yang umum yang mengatakan bahwa Ia tidak melakukan mujijat-mujijat lebih banyak dan lebih besar dari pada Musa dan Nabi-Nabi. Jawabannya cukup terkenal, bahwa Kristus lebih unggul dalam mujijat-mujijat dalam hal ini, yaitu bahwa Ia tidak semata-mata merupakan seorang pelayan, seperti yang lainnya, tetapi secara ketat merupakan Pencipta dari mujijat-mujijat itu; karena Ia menggunakan namaNya sendiri, otoritasNya sendiri, dan kuasaNya sendiri, dalam melakukan mujijat-mujijat.] - hal 128-129.
d) Mahatahu.
Yesus adalah sungguh-sungguh Allah, dan sungguh-sungguh manusia, dan karena itu Ia mempunyai pikiran manusia dan pikiran ilahi. Pada waktu pikiran manusia yang muncul, Ia tidak maha tahu (bdk. Mat 24:36), tetapi pada waktu pikiran ilahiNya yang muncul, Ia maha tahu, dan inilah yang terjadi pada ayat-ayat di bawah ini:
Mat 9:4 - “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ‘Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?”.
Yoh 2:24-25 - “Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diriNya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepadaNya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.”.
Yoh 6:64 - “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.’ Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.”.
Yoh 21:17 - “Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?’ Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: ‘Apakah engkau mengasihi Aku?’ Dan ia berkata kepadaNya: ‘Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Gembalakanlah domba-dombaKu.”.
Kita mempunyai peribahasa: ‘Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu?’. Tetapi Yesus tahu apa yang ada di dalam hati manusia! Mengapa? Jelas karena Ia adalah Allah sendiri, yang mahatahu!
Dan menurut pengakuan Petrus, Yesus bahkan mengetahui segala sesuatu. Ini sama dengan mengakui bahwa Yesus itu maha tahu. Dan Yesus tidak menegur / menyalahkan Petrus atas kata-katanya ini. Secara tidak langsung itu berarti bahwa Ia membenarkan kata-kata / pengakuan Petrus itu.
e) Mahaada.
Kemahaadaan Yesus terlihat dari:
1. Yoh 1, yang mula-mula menyatakan bahwa Firman / Yesus itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah (Yoh 1:1), tetapi lalu menunjukkan bahwa Firman / Yesus itu lalu menjadi manusia dan diam di antara kita (Yoh 1:14). Tetapi anehnya Yoh 1:18 mengatakan bahwa Firman / Yesus itu masih ada di pangkuan Bapa [Yoh 1:18 (NIV): “... but God the only Son, who is at the Father’s side ...”].
Yoh
1:1,14,18 - “(1)
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu
adalah Allah. ... (14) Firman itu telah
menjadi manusia, dan diam di antara kita,
dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya
sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. ... (18) Tidak
seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi
Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan (dada) Bapa,
Dialah yang menyatakanNya.”.
2. Janji-janji yang Ia berikan dalam:
a. Mat 18:20 - “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.’”.
b. Mat 28:20b - “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.
c. Yoh 14:23 - “Jawab Yesus: ‘Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”.
Dengan adanya janji-janji seperti itu, kalau Ia tidak mahaada, maka Ia pasti adalah seorang pendusta!
f) Tidak berubah.
Allah tidak berubah (Mal 3:6 Maz 102:26-28 Yes 48:12 Yak 1:17).
Mal 3:6 - “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”.
Maz 102:26-28 - “(26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu. (27) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; (28) tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.”.
Yes 48:12 - “‘Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!”.
Yak 1:17 - “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”.
Allah tidak bisa berubah, karena kesempurnaanNya. Kalau Ia berubah menjadi lebih buruk, itu menunjukkan Ia tidak sempurna. Kalau Ia berubah menjadi lebih baik, itu juga menunjukkan ketidak-sempurnaanNya, karena yang sempurna tidak bisa menjadi lebih baik.
Tetapi sifat tidak berubah, yang hanya menjadi sifat dari Allah saja ini, ternyata juga adalah sifat dari Yesus. Ini terlihat dari:
1. Ibr 1:12 - “seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahunMu tidak berkesudahan.’”.
Ini sebetulnya dikutip dari Maz 102:28 di atas.
Barnes’ Notes: “What could more clearly prove that he of whom this is spoken is immutable? Yet it is indubitably spoken of the Messiah, and must demonstrate that he is divine. These attributes cannot be conferred on a creature; and nothing can be clearer, than that he who penned the epistle believed that the Son of God was divine.” [= Apa yang bisa dengan lebih jelas membuktikan bahwa Ia, tentang siapa hal ini dibicarakan, tidak bisa berubah? Tetapi ini secara tidak meragukan dikatakan tentang Mesias, dan pasti menunjukkan bahwa Ia adalah ilahi / Allah. Sifat-sifat ini tidak bisa diberikan pada suatu makhluk ciptaan; dan tidak ada yang bisa lebih jelas dari pada bahwa ia yang menuliskan surat ini percaya bahwa Anak Allah adalah ilahi / Allah.] - hal 1230.
Matthew Poole: “His immutability proves his Deity.” [= Ketidak-bisa-berubahanNya membuktikan keilahianNya.] - hal 812.
2. Ibr 13:8 - “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”.
Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah!
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali