KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 7 Januari 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

bukti-bukti bahwa

yesus adalah allah(11)

 

III) Yesus adalah YAHWEH.

 

1)   Yer 23:5-6 - “(5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6) Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN (YAHWEH) - keadilan kita.”.

 

Pertama-tama perlu diketahui bahwa ini merupakan nubuat tentang Yesus / Mesias. Pada umumnya Saksi-Saksi Yehuwa mengakui hal ini, tetapi bila ada di antara mereka yang tidak mau mengakuinya, maka kita bisa membuktikannya. Bahwa ayat ini merupakan suatu nubuat tentang Yesus / Mesias, terlihat dari:

 

a)   Gelar ‘Tunas adil bagi Daud’ dalam ay 5nya.

Bahwa gelar ini menunjuk kepada Yesus terlihat dengan jelas kalau kita membandingkannya dengan:

 

1.   Yes 4:2 - “Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.”.

 

Baca kelanjutan dari ayat ini dan saudara akan melihat bahwa ayat ini merupakan nubuat tentang Mesias / Yesus.

 

2.   Yes 6:13 - “Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!’”.

 

3.   Yes 11:1-3 - “(1) Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. (2) Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; (3) ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.”.

 

4.   Yes 53:2 - “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.”.

 

Baca kelanjutan dari ayat ini dan saudara akan melihat bahwa ayat ini merupakan nubuat tentang Mesias / Yesus.

 

5.   Zakh 3:8 - “Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu - sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hambaKu, yakni Sang Tunas.”.

 

6.   Zakh 6:12 - “katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.”.

 

7.   Wah 5:5 - “Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: ‘Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.’”.

 

Baca kontext dari ayat ini dan saudara akan melihat bahwa ayat ini berbicara tentang Yesus. Juga gelar ‘singa Yehuda’ merupakan gelar dari Yesus (bdk. Kej 49:9-10).

 

8.   Wah 22:16 - “‘Aku, Yesus, telah mengutus malaikatKu untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.’”.

 

b)   Text itu mengatakan bahwa Ia akan menjadi raja yang bijaksana (ay 5b), dan dalam jamannya Yehuda akan dibebaskan, dsb. (ay 6).

Kalau ini tidak menunjuk kepada Yesus, lalu menunjuk kepada siapa?

 

Kalau kita sudah tahu / yakin bahwa Yer 23:5-6 ini merupakan nubuat tentang Yesus, maka sekarang perhatikan bagian akhir dari text itu, dimana Yesus disebut sebagai ‘TUHAN keadilan’, dimana kata ‘TUHAN’ tersebut dalam bahasa Ibraninya adalah YAHWEH / YEHOVAH.

 

Catatan: Perlu diketahui bahwa dalam Perjan­jian Lama, kata ‘Tuhan’ berasal dari kata bahasa Ibrani ADONAY, sedangkan kata ‘TUHAN’ (semua dalam huruf besar) berasal dari kata bahasa Ibrani YAHWEH / YEHOVAH.

 

Ini adalah ayat yang sangat penting dalam menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa karena di dalam ayat ini Yesus Kristus disebut dengan sebutan YAHWEH / YEHOVAH!

 

Juga perlu diketahui bahwa dalam Kitab Suci istilah bahasa Ibrani ‘ADONAY’ [= Tuhan / Lord] bisa digunakan untuk seseorang yang bukan Allah (Misalnya dalam Yes 21:8).

Demikian juga dengan istilah bahasa Ibrani ‘ELOHIM’ [= Allah / God(s)], atau istilah bahasa Yunani ‘THEOS’ [= Allah], atau istilah bahasa Yunani ‘KURIOS’ [= Tuhan], bisa digunakan untuk menunjuk kepada dewa dan bahkan manusia dan setan (Misalnya: Kel 4:16  Kel 7:1  Kel 12:12  Kel 20:3,23  Hakim 16:23-24  1Raja 18:27  Maz 82:1,6  Kis 28:6  2Kor 4:4).

 

Tetapi sebutan ‘YAHWEH’ / ‘YEHOVAH’ [= TUHAN / LORD] tidak pernah digunakan untuk makhluk lain selain Allah, karena YAHWEH / YEHOVAH adalah nama dari Allah!

 

Maz 83:19 - “supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”.

NIV menterjemahkan secara berbeda, dan NWT / TDB mirip dengan NIV.

NIV: Let them know that you, whose name is the LORD - that you alone are the Most High over all the earth [= Biarlah mereka mengetahui bahwa Engkau, yang namaNya adalah TUHAN - bahwa Engkau saja adalah Yang Maha Tinggi atas seluruh bumi].

TDB: “Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”.

 

Tetapi KJV/RSV/NASB menterjemahkan seperti Kitab Suci Indonesia.

KJV: ‘That men may know that thou, whose name alone is JEHOVAH, art the most high over all the earth’ [= Supaya manusia bisa mengetahui bahwa Engkau sendiri yang namaNya adalah Yehovah, adalah yang maha tinggi atas seluruh bumi].

RSV: ‘Let them know that thou alone, whose name is the LORD, art the Most High over all the earth’ [= Biarlah mereka mengetahui bahwa Engkau saja, yang namanya adalah TUHAN, adalah Yang Maha Tinggi atas seluruh bumi].

NASB: That they may know that Thou alone, whose name is the LORD, Art the Most High over all the earth [= Supaya mereka bisa mengetahui bahwa Engkau saja, yang namanya adalah TUHAN, adalah Yang Maha Tinggi atas seluruh bumi].

 

C. H. Spurgeon: “‘Jehovah’ is the incommunicable name of God, and is never attributed to any but God:” [= ‘Yehovah’ adalah nama Allah yang tidak bisa diberikan, dan tidak pernah diberikan kepada yang lain kecuali Allah:] - ‘The Treasury of David’, vol 2, hal 430.

 

Herman Bavinck: “God’s ‘proper name par excellence’ is Jehovah: Ex. 15:3; Ps. 83:19; Hos 12:6; Is. 42:8. This name is, therefore, not used of any other than Israel’s God,” [= Nama Allah yang sungguh-sungguh yang paling menonjol adalah Yehovah: Kel 15:3; Maz 83:19; Hos 12:6; Yes 42:8. Karena itu, nama ini tidak digunakan untuk yang lain dari Allah Israel,] - ‘The Doctrine of God’, hal 107.

 

Louis Berkhof: “It is especially in the name Yahweh, which gradually supplanted earlier names, that God reveals Himself as the God of grace. It has always been regarded as the most sacred and the most distinctive name of God, the incommunicable name.” [= Khususnya dengan nama Yahweh inilah, yang perlahan-lahan menggantikan nama-nama yang lebih awal, Allah menyatakan diriNya sendiri sebagai Allah kasih karunia. Nama itu selalu dianggap sebagai nama Allah yang paling keramat dan paling khusus / tersendiri, nama yang tidak bisa diberikan.] - ‘Systematic Theology’, hal 49.

 

Dalam tafsirannya tentang nama YAHWEH dalam Yes 42:8, Albert Barnes mengatakan: “It is a name which is given to none but the true God, and which is everywhere in the Scriptures used to distinguish him from all others.” [= Ini adalah nama yang tidak diberikan kepada siapapun kecuali Allah yang benar, dan yang dimana-mana dalam Kitab Suci digunakan untuk membedakan Dia dari semua yang lain.] - hal 103.

 

Saksi-Saksi Yehuwa sendiri mengatakan: “‘God,’ ‘Lord,’ and ‘Creator’ like ‘President,’ ‘King,’ and ‘General’ - are titles and may be applied to several different personages. But ‘Jehovah’ is a personal name and refers to the almighty God and Creator of the universe.” [= ‘Allah’, ‘Tuhan’, dan ‘Pencipta’ seperti ‘Presiden’, ‘Raja’, dan ‘Jendral’ - adalah gelar-gelar dan bisa diterapkan kepada beberapa tokoh-tokoh / orang-orang terkemuka yang berbeda. Tetapi ‘Yehovah’ adalah nama pribadi dan menunjuk kepada Allah yang mahakuasa dan Pencipta dari alam semesta.] - http://www.watchtower.org/library/jt/article_09.htm.

Catatan: sekarang link di atas tak bisa dibuka.

 

Lalu mereka mengutip juga Maz 83:19 di atas (dalam versi KJV).

Catatan: merupakan sesuatu yang aneh bahwa dalam menggunakan Maz 83:19 ini mereka berkali-kali menggunakan terjemahan yang berbeda dengan NWT / TDB.

Dalam buku tipis mereka yang berjudul ‘Nama Ilahi Yang Akan Kekal Selama-lamanya’, hal 5, mereka menggunakan 4 terjemahan untuk Maz 83:19 ini, yaitu terjemahan dari TB-LAI, Klinkert, Terjemahan Katolik - Ende, Flores, dan KJV, yang semuanya menterjemahkan seperti TB-LAI.

 

Juga dalam buku Nama Ilahi Yang Akan Kekal Selama-lamanya’, hal 21, Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Publikasi-publikasi Afrika Selatan lainnya, juga, pada suatu waktu memuat nama Allah. Misalnya, dalam De Korte Catechismus (Katekismus Singkat), karya J. A. Malherbe, 1914, muncul yang berikut ini: ‘Apa Nama Allah yang sangat unggul?’ Jawabannya? ‘Yehuwa, yang ditulis TUHAN dengan huruf-huruf besar dalam Alkitab-Alkitab kita. (Nama) ini tidak pernah diberikan kepada makhluk lain.”.

 

Karena itu, kalau dalam Yer 23:5-6 Yesus disebut dengan sebutan ‘YAHWEH / YEHOVAH’, maka tidak bisa tidak hal ini menunjuk­kan bahwa Yesus adalah Allah sendiri!

 

Charles Haddon Spurgeon: “Jesus Christ is the Lord our righteousness. There are but three words, ‘JEHOVAH,’ - for so it is in the original, - ‘OUR RIGHTEOUSNESS.’ He is Jehovah. Read that verse, and you will clearly perceive that the Messias of the Jews, Jesus of Nazareth the Saviour of the Gentiles, is certainly Jehovah. He hath the incommunicable title of the Most High God. ... Oh, ye Arians and Socinians, who monstrously deny the Lord who bought you and put him to open shame by denying his divinity, read you that verse and let your blasphemous tongues be silent, and let your obdurate hearts melt in penitence because ye have so foully sinned against him. He is Jehovah, or, mark you, the whole of God’s word is false, and there is no ground whatever for a sinner’s hope.” [= Yesus Kristus adalah TUHAN kebenaran kita. Di sana ada tiga kata, ‘Yehovah’, - karena demikianlah dalam bahasa aslinya, - ‘Kebenaran kita’. Ia adalah Yehovah. Bacalah ayat ini, dan engkau akan dengan jelas mengerti bahwa Mesias dari orang-orang Yahudi, Yesus dari Nazaret, Juruselamat dari orang-orang non Yahudi, jelas adalah Yehovah. Ia mempunyai gelar dari Allah Yang Maha Tinggi yang tidak bisa diberikan kepada yang lain. ... O, kamu penganut-penganut Arianisme dan Socinianisme, yang dengan hebat menyangkal Tuhan yang membelimu dan mempermalukan Dia dengan menyangkal keilahianNya, bacalah ayat itu dan hendaklah lidah-lidah penghujatmu diam, dan hendaklah hati-hatimu yang bandel mencair dalam penyesalan karena kamu sudah berdosa dengan begitu busuk / kotor terhadap Dia. Ia adalah Yehovah, atau, perhatikanlah, seluruh firman Allah adalah salah, dan di sana tidak ada dasar apapun untuk pengharapan orang berdosa.] - ‘A Treasury of Spurgeon on the Life and Work of our Lord’, vol 2, hal 216.

 

2)   Mari kita membandingkan Zakh 6:12 dengan Mal 3:1.

 

Zakh 6:12 - “katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN (TDB: ‘Yehuwa’).”.

 

Mal 3:1 - “Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuhan (TDB: ‘Tuan’) yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.”.

 

Kalau dalam Zakh 6:12 dikatakan ‘bait TUHAN / YAHWEH’, maka dalam Mal 3:1 dikatakan ‘baitNya’, dimana kata ‘Nya’ jelas menunjuk kepada ‘Tuhan’ (TDB: ‘Tuan’), dan ini jelas menunjuk kepada Yesus. Jadi, terlihat bahwa Yesus adalah YAHWEH.

 

3)   Bahwa Yesus adalah YAHWEH juga terlihat dari pelayanan Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi siapa?

 

a)   Mari kita melihat beberapa text dari Perjanjian Lama berkenaan dengan hal ini:

 

1.   Mal 3:1 - “Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuhan (TDB: ‘Tuan’) yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN (TDB: ‘Yehuwa’) semesta alam.”.

 

Perhatikan bahwa yang berbicara di sini adalah Yahweh. Utusan itu (Yohanes Pembaptis) akan mempersiapkan jalan di hadapanKu (Yahweh).

 

2.   Mal 4:5-6 - “(5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN (TDB: ‘hari Yehuwa’) yang besar dan dahsyat itu. (6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”.

 

Beberapa penjelasan tentang ayat ini:

 

a.   Kata ‘Aku’ jelas menunjuk kepada ‘YAHWEH’.

 

b.   Yang dimaksud dengan ‘nabi Elia’ di sini jelas adalah Yohanes Pembaptis.

Bdk. Mat 11:14 - “dan - jika kamu mau menerimanya - ialah Elia yang akan datang itu.”.

Kontext jelas menunjukkan bahwa kata ‘ia’ menunjuk kepada Yohanes Pembaptis. Ini memang tidak berarti bahwa Yohanes Pembaptis adalah reinkarnasi dari Elia. Yohanes Pembaptis sendiri mengakui bahwa ia bukanlah Elia (Yoh 1:19-21). Jadi, Yohanes Pembaptis disebut ‘Elia’ hanya karena ia menyerupai Elia (bdk. Luk 1:17a - ‘ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia’ - kata ‘roh’ bisa diartikan ‘semangat’).

 

c.   Yohanes Pembaptis akan datang menjelang hari TUHAN, supaya orang-orang Israel bertobat, dan jangan ‘Aku’ (YAHWEH) datang memukul bumi sehingga musnah. Jadi jelas bahwa Yohanes Pembaptis datang untuk mempersiapkan jalan bagi YAHWEH.

 

3.   Yes 40:3 - “Ada suara yang berseru-seru: ‘Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (TDB: ‘Yehuwa’), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”.

 

Jelas bahwa ayat ini juga berbicara tentang Yohanes Pembaptis (Mat 3:3  Mark 1:3  Luk 3:4  Yoh 1:23), dan di sini dikatakan bahwa ia mempersiapkan / meluruskan jalan untuk ‘TUHAN’ (YAHWEH) / ‘Allah’.

 

Jadi dari beberapa ayat Perjanjian Lama ini terlihat bahwa Yohanes Pembaptis mempersiapkan / meluruskan jalan bagi YAHWEH / Allah.

 

b)   Sekarang mari kita melihat ayat-ayat Perjanjian Baru tentang Yohanes Pembaptis supaya kita bisa tahu untuk siapa ia mempersiapkan jalan.

Sebetulnya semua orang kristen tentu tahu bahwa Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Yesus, dan bahkan Saksi-Saksi Yehuwa mengakui hal itu.

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Yohanes sedang mempersiapkan jalan dengan membantu orang-orang agar memiliki keadaan hati yang baik untuk menerima Mesias, yang akan menjadi Raja.” - ‘Tokoh Terbesar Sepanjang Masa’, pelajaran 11.

 

Tetapi untuk lebih jelasnya, saya tetap mengajak saudara untuk melihat beberapa ayat.

 

Mat 3:1-3,11 - “(1) Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: (2) ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!’ (3) Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: ‘Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’), luruskanlah jalan bagiNya.’ ... (11) Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku (= Yesus) lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”.

 

Dari text ini terlihat bahwa Yohanes Pembaptis harus mempersiapkan jalan bagi ‘Tuhan’ (Mat 3:3), tetapi bagian ini dilanjutkan dengan membicarakan kedatangan Yesus (Mat 3:11). Jadi jelas bahwa sebetulnya kata ‘Tuhan’ itu menunjuk kepada ‘Yesus’. Hal yang sama terlihat dari bagian paralelnya dalam Injil Markus.

 

Mark 1:1-4,7-8 - “(1) Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. (2) Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: ‘Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu; (3) ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’), luruskanlah jalan bagiNya’, (4) demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.’ ... (7) Inilah yang diberitakannya: ‘Sesudah aku akan datang Ia (= Yesus) yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. (8) Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.’”.

 

Luk 1:13-17 - “(13) Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: ‘Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (14) Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. (15) Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’) dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; (16) ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’), Allah mereka, (17) dan ia akan berjalan mendahului Tuhan (TDB: ‘dia’) dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’) suatu umat yang layak bagiNya.’”.

 

Catatan: kata ‘Tuhan’ dalam Luk 1:17a memang seharusnya adalah ‘Dia’, tetapi dilihat dari ayat yang mendahuluinya, maka jelas bahwa kata ‘Dia’ menunjuk kepada ‘Tuhan’.

 

Luk 1:76 (kata-kata Zakharia kepada Yohanes Pembaptis) - “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’) untuk mempersiapkan jalan bagiNya,”.

 

Luk 3:3-6 - “(3) Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, (4) seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’), luruskanlah jalan bagiNya. (5) Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, (6) dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan (TDB: ‘Allah’).’”.

 

Catatan: kata ‘Tuhan’ pada akhir dari Luk 3:6 itu seharusnya memang adalah ‘Allah’. TB1-LAI dan TB2-LAI sama-sama secara salah menterjemahkan ‘Tuhan’.

 

Yoh 1:19,23 - “(19) Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ‘Siapakah engkau?’ ... (23) Jawabnya: ‘Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan (TDB: ‘Yehuwa’)! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.’”.

 

Sebetulnya terlihat dengan jelas bahwa kata ‘Tuhan’ dalam ayat-ayat di atas ini menunjuk kepada ‘Yesus’, dan Yohanes Pembaptis memang mempunyai tugas khusus untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus. Tetapi dalam semua ayat-ayat ini kata ‘Tuhan’ diterjemahkan dengan ‘Yehuwa’ oleh TDB. Mereka bisa membengkokkan ayat-ayat di atas, tetapi bagaimana dengan ayat-ayat di bawah ini?

 

Yoh 3:28 - “Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahuluiNya.”.

 

Kata-kata ini diucapkan oleh Yohanes Pembaptis (Yoh 3:27), dan dengan jelas ia berkata bahwa ia diutus untuk mendahului Kristus.

 

Mat 11:10 - “Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu.” (bdk. Luk 7:27).

 

Kata ‘Aku’ jelas menunjuk kepada ‘Bapa / YAHWEH’; kata ‘utusan’ jelas menunjuk kepada ‘Yohanes Pembaptis’; kata-kata ‘Engkau’ dan ‘Mu’ tidak mungkin menunjuk kepada ‘Bapa’, karena kalau menunjuk kepada ‘Bapa’, pasti akan digunakan kata ‘Aku’ / ‘Ku’. Jadi kata ‘Engkau’ dan ‘Mu’ jelas menunjuk kepada Yesus.

 

Bandingkan Mat 11:10 ini dengan:

 

1.   Mal 3:1a - “Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu!”.

 

2.   Yes 40:3 - “Ada suara yang berseru-seru: ‘Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (TDB: ‘Yehuwa’), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”.

 

Jadi, dalam Mat 11:10 itu Yesus mengubah ‘mempersiapkan jalan di hadapanKu (Mal 3:1) menjadi ‘mempersiapkan jalanMu dihadapanMu.

  


 

                                                                      Yesus                                                                   

 

      YAHWEH

 

Pulpit Commentary (tentang Mat 11:10): “Christ does not hesitate to apply to himself a prophecy of the coming of God,” [= Kristus tidak ragu-ragu untuk menerapkan kepada diriNya sendiri suatu nubuat tentang kedatangan Allah,] - hal 445.

 

c)   Kesimpulan.

Kalau beberapa ayat Perjanjian Lama dalam point a) di atas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi YAHWEH / Allah, sedangkan beberapa ayat Perjanjian Baru dalam point b) di atas menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Yesus, maka kesimpulannya adalah bahwa Yesus adalah YAHWEH sendiri!

 

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali