KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 10 Desember 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

bukti-bukti bahwa

yesus adalah allah(9b)

(Ibrani 1:8)(2)

 

Berbeda dengan Calvin, maka John Owen, Pulpit Commentary, dan Albert Barnes menganggap bahwa Maz 45 ini hanya menunjuk kepada Yesus saja.

 

Barnes’ Notes (tentang Maz 45:7): “The remaining opinion, therefore, is that the psalm had original and exclusive reference to the Messiah. ... the psalm had original and sole reference to the Messiah.” [= Karena itu, pandangan yang tersisa adalah bahwa mazmur itu mempunyai hubungan orisinil dan exklusif dengan sang Mesias. ... Mazmur itu mempunyai hubungan orisinil dan satu-satunya dengan sang Mesias.] - hal 27,28.

Catatan: kata ‘exclusive’ / exklusif artinya adalah: sendirian, tanpa disertai yang lain, terpisah dari yang lain.

 

Pulpit Commentary: “To no one, indeed, but Jesus, can we apply the epithets which are herein used.” [= Tidak kepada seorangpun, kecuali Yesus, kita bisa menerapkan julukan-julukan / ungkapan-ungkapan / penggambaran-penggambaran yang digunakan di dalam (Mazmur) ini.] - hal 354.

 

Charles Haddon Spurgeon: “Some here see Solomon and Pharaoh’s daughter only - they are short-sighted; others see both Solomon and Christ - they are cross-eyed; well-focused spiritual eyes see here Jesus only,” [= Sebagian orang melihat di sini hanya Salomo dan puteri Firaun - mereka mempunyai pandangan cupet / rabun dekat; orang-orang lain melihat baik Salomo maupun Kristus - mereka juling; mata rohani yang terfokus dengan baik, melihat di sini Yesus saja,] - ‘The Treasury of David’, vol I, hal 315.

 

Argumentasi-argumentasi yang diberikan oleh orang-orang yang mempercayai bahwa Maz 45 ini hanya menunjuk kepada Yesus saja, adalah sebagai berikut:

 

1.   Maz 45 ini membicarakan seorang raja, dan Yesus memang adalah Raja, sekalipun secara rohani (Bdk. Yoh 18:36-37).

 

Yoh 18:36-37 - (36) Jawab Yesus: KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKu bukan dari sini.’ (37) Maka kata Pilatus kepadaNya: ‘Jadi Engkau adalah raja?’ Jawab Yesus: ‘Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.’.

 

2.   Maz 45:3 - Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.”.

Catatan: ada yang menterjemahkan kata-kata ‘sebab itu’ sebagai ‘sebab’.

 

a.   Raja itu disebut terelok dari antara anak-anak manusia. Ini tidak boleh diartikan secara fisik, karena akan bertentangan dengan Yes 53:2 yang mengatakan ‘ia tidak tampan’.

 

Pulpit Commentary: “This kind of beauty - the soul speaking through the countenance - is what we cannot suppose absent in our Lord Jesus.” [= Jenis keelokkan / keindahan ini - jiwa yang berbicara melalui wajah - adalah apa yang tidak bisa kita anggap tidak ada dalam Tuhan kita Yesus.] - hal 353.

 

Point ini jelas tidak cocok untuk Ahab ataupun Yoram, yang adalah raja-raja yang brengsek.

 

b.   Kata ‘kemurahan’ diterjemahkan ‘grace’ [= kasih karunia] oleh KJV/RSV/NIV/NASB.

 

Bdk. Luk 4:22 - Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkanNya, lalu kata mereka: ‘Bukankah Ia ini anak Yusuf?’.

 

Kata ‘indah’ seharusnya ‘gracious’ / ‘bersifat kasih karunia’ yang menunjukkan bahwa ini digenapi dalam diri Kristus.

 

3.   Maz 45:5 - “Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!”.

 

Kata ‘perikemanusiaan’ oleh NIV diterjemahkan ‘humility’ [= kerendahan-hati]; oleh KJV/NASB diterjemahkan ‘meekness’ [= kelemah-lembutan].

 

Pulpit Commentary: “‘Meekness’ is about the very last thought associated with earthly kings (but see Matt. 11:29).” [= ‘Kelemah-lembutan’ adalah pemikiran yang terakhir berhubungan dengan raja-raja duniawi (tetapi lihat Mat 11:29).] - hal 355.

 

Mat 11:29 - “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”.

 

Jadi, bagian ini boleh dikatakan tidak cocok dengan raja manusia manapun, dan hanya cocok untuk Yesus.

 

4.   Maz 45:5-6 - “(5) Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat! (6) Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.”.

 

Salomo tidak pernah dikenal sebagai raja yang suka berperang (bdk. 1Taw 22:9), tetapi Maz 45:5-6 menggambarkannya demikian. Sebaliknya, Mesias memang dianggap sebagai ‘pahlawan perang’ (tentu saja dalam arti rohani), yang akan membebaskan Israel / Yehuda (Yer 23:6).

 

Yer 23:6 - Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN - keadilan kita..

 

Barnes’ Notes: “It is to be remembered that the expectation of a Messiah was the peculiar hope of the Jewish people. He is really the ‘hero’ of the Old Testament,” [= Harus diingat bahwa pengharapan tentang seorang Mesias adalah pengharapan yang khas dari bangsa Yahudi. Ia betul-betul adalah ‘pahlawan’ dari Perjanjian Lama,] - hal 28.

 

Pulpit Commentary: “All the enemies of Messiah shall one day be chastised, and fall before him.” [= Semua musuh-musuh dari Mesias akan dihukum pada satu hari, dan jatuh di hadapanNya.] - hal 351.

 

Ada suatu perubahan yang menyolok tentang penggambaran raja ini dalam Maz 45:5-6, dan Alexander MacLaren mengomentari dengan kata-kata sebagai berikut: “The scene changes with startling suddenness to the fury of battle. ... Very striking is this combination of gentleness and warrior strength ... which is fulfilled in the Lamb of God, who is the Lion of the tribe of Judah.” [= Suasana berubah dengan mendadak menuju kedahsyatan pertempuran. ... Kombinasi dari kelembutan dan kekuatan pahlawan ini sangat menyolok ... yang digenapi dalam Anak Domba Allah, yang adalah Singa dari suku Yehuda.] - hal 68.

 

W. S. Plumer mengutip kata-kata Morison sebagai berikut: “By the two methods of judgment and mercy the Messiah deals with the children of men: his arrows either pierce the heart and humble it to receive his great salvation, or they smite the guilty opposer in the dust, and leave him the instructive monument of divine wrath.” [= Dengan dua metode dari penghakiman dan belas kasihan sang Mesias menangani anak-anak manusia: anak-anak panahnya menikam jantung / hati dan merendahkannya untuk menerima keselamatannya yang besar, atau mereka memukul penentang yang bersalah dalam debu, dan meninggalkannya sebagai monumen pengajaran dari murka ilahi.] - hal 520.

 

5.   Maz 45:6,18 - “(6) Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu. ...  (18) Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.”.

 

Bandingkan juga dengan istilah ‘puteri Tirus’ dalam ay 13.

 

Pulpit Commentary: “He should have universal sway, and not over Israel only.” [= Ia harus mempunyai kekuasaan universal, dan bukan hanya atas Israel saja.] - hal 355.

 

Ini lagi-lagi tidak cocok dengan raja-raja Israel / Yehuda, atau raja manapun, dan hanya cocok untuk Yesus.

 

6.   Maz 45:7 - “Takhtamu kepunyaan (Ya) Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.”.

 

Kata-kata ‘Ya Allah’ tidak cocok baik untuk Salomo maupun untuk Daud atau raja manusia manapun.

 

W. S. Plumer: “It cannot without violence be applied to Solomon.” [= Ini tidak dapat diterapkan kepada Salomo tanpa melakukan kekerasan (terhadap ayat ini).] - hal 516.

 

Kalaupun kata-kata ‘Ya Allah’ itu mau diterjemahkan seperti NWT / TDB atau seperti terjemahan-terjemahan yang lain, tetap saja ada kata-kata ‘Takhtamu ... tetap untuk seterusnya dan selama-lamanya’ dalam Maz 45:7 ini, yang tidak cocok baik untuk Salomo maupun untuk Daud atau raja manusia manapun, dan hanya cocok untuk Yesus saja.

 

Pulpit Commentary: “A dominion to which there will never be any end. This is never said, and could not be truly said, of any earthly kingdom. When perpetuity is promised to the throne of David (2Sam 7:13-16; Ps. 89:4,36,37), it is to that throne as continued in the reign of David’s Son, Messiah.” [= Suatu kekuasaan yang tidak pernah ada akhirnya. Ini tidak pernah dikatakan, dan tidak bisa secara benar dikatakan, tentang kerajaan duniawi manapun. Pada waktu kekekalan dijanjikan pada takhta dari Daud (2Sam 7:13-16; Maz 89:5,37,38), itu adalah bagi takhta itu, yang berlanjut dalam pemerintahan dari Anak Daud, Mesias.] - hal 351.

 

Charles Haddon Spurgeon: “To whom can this be spoken but our Lord? ... His enlightened eye sees in the royal Husband of the church, God, God to be adored, God reigning, God reigning everlastingly. ... Blind are the eyes that cannot see God in Christ Jesus!” [= Kepada siapa kata-kata ini bisa diucapkan kecuali kepada Tuhan kita? ... Matanya (mata si pemazmur) yang diterangi melihat dalam Suami rajani dari Gereja, Allah, Allah yang bertakhta, Allah yang bertakhta selama-lamanya. ... Butalah mata yang tidak bisa melihat Allah dalam Kristus Yesus!] - ‘The Treasury of David’, vol I, hal 318.

 

7.   Maz 45:8 - “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.”.

 

a.   Ayat ini menunjukkan bahwa raja itu saleh / suci, karena dikatakan bahwa ia mencintai keadilan dan membenci kefasikan.

 

b.   Dan kalau tadi raja itu disebut sebagai ‘Allah’, maka sekarang dikatakan bahwa ia diurapi oleh Allahnya.

Calvin mengatakan bahwa dalam Maz 45 ini, Kristus bukan hanya digambarkan sebagai Allah saja, tetapi juga sebagai Allah yang menjadi manusia (Pengantara), dan karena itu Maz 45:8 (kata-kata ‘Allah, Allahmu telah mengurapi engkau’) kelihatannya menunjukkan bahwa Ia lebih rendah dari Allah. Tentu saja kita harus menafsirkan Ibr 1:9, yang mengutip Maz 45:8 ini, dengan cara yang sama.

 

Pulpit Commentary: “He should be God, and yet be anointed by God. (Vers. 6,7.) How enigmatical before fulfilment! How fully realized in our Immanuel, in him who is at once God and man, David’s Son, yet David’s Lord!” [= Ia harus adalah Allah, tetapi diurapi oleh Allah (ay 7,8). Alangkah membingungkannya hal itu sebelum hal itu digenapi! Betapa penuhnya hal itu terwujud dalam Imanuel kita, dalam Dia yang pada saat yang sama adalah Allah dan manusia, Anak Daud, tetapi juga Tuhan Daud!] - hal 355.

 

Charles Haddon Spurgeon: “Observe the indisputable testimony to Messiah’s Deity in verse six, and to his manhood in the present verse. Of whom could this be written but of Jesus of Nazareth? Our Christ is our Elohim. Jesus is God with us.” [= Perhatikan kesaksian yang tidak dapat dibantah tentang KeAllahan Mesias dalam ayat 7, dan tentang kemanusiaannya dalam ayat ini (ay 8). Tentang siapa hal ini bisa ditulis kecuali tentang Yesus dari Nazaret? Kristus kita adalah Elohim kita. Yesus adalah Allah dengan / bersama kita.] - ‘The Treasury of David’, vol I, hal 318.

 

c.   Juga kata-kata ‘mengurapi engkau dengan minyak ... melebihi teman-teman sekutumu pada ay 8b menunjukkan bahwa raja ini menerima pengurapan yang lebih tinggi dari teman-teman sekutunya. Hal ini juga cocok dengan penggenapannya dalam diri Kristus.

 

Bahwa Kristus memang diurapi terlihat dari nama ‘Mesias’ / ‘Kristus’, yang artinya ‘yang diurapi’, dan juga ayat-ayat di bawah ini:

 

(1) Kis 4:27 - “Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi,”.

 

(2) Kis 10:38 - “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”.

 

(3) Luk 4:18 - “‘Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”.

 

Dan bahwa Yesus diurapi lebih dari orang-orang lain / teman-teman sekutuNya, terlihat dari Yoh 3:34 - “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan RohNya dengan tidak terbatas.”.

 

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada orang lain yang mendapat pengurapan Roh Kudus sebanyak yang Yesus terima. Dalam arti yang sesungguhnya, Yesus adalah satu-satunya orang yang secara mutlak betul-betul dipenuhi dengan Roh Kudus.

 

8.   Maz 45:9 - “Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;”.

 

Ini merupakan penggambaran lebih lanjut tentang kata ‘kesukaan’ dalam ay 8nya.

 

Pulpit Commentary: “Associated with his coming would be fragrance, music, and joy (ver. 8, Revised Version). Surely the gladness and song that gather round this King surpass all other gladness and all other songs that earth has ever known. No widow’s wail, no orphan’s sigh, attend on the conquests of this King. He conquers but to save.” [= Dihubungkan dengan kedatangannya adalah bau wangi, musik, dan sukacita (ay 7, Revised Version). Pasti kegembiraan dan nyanyian yang berkumpul di sekeliling Raja ini melampaui semua kegembiraan yang lain dan semua nyanyian yang lain yang pernah dikenal oleh bumi. Tidak ada tangisan janda, tidak ada keluhan / helaan nafas anak yatim, menyertai penaklukan oleh Raja ini. Ia menaklukkan, tetapi untuk menyelamatkan.] - hal 355.

 

Pulpit Commentary: “the picture is relieved from all terrors and gloom. The King here conquers because he is also Prophet, and because his cause is the cause of right and truth. His sword is ‘the Word of God.’ His arrows are the arrows of righteousness. His victory is the victory of love.” [= gambarannya bebas dari semua ketakutan dan kemurungan. Sang Raja di sini menaklukkan karena ia juga adalah Nabi, dan karena perkaranya adalah perkara tentang keadilan dan kebenaran. Pedangnya adalah ‘Firman Allah’. Anak-anak panahnya adalah anak-anak panah kebenaran. Kemenangannya adalah kemenangan dari kasih.] - hal 356.

 

Lagi-lagi, tidak ada raja lain selain Kristus, yang bisa menaklukkan dan sekaligus memberikan kesukaan!

 

9.   Maz 45:10 - “di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.”.

 

Tetapi bagaimana dengan Maz 45:10 yang berbicara tentang ‘permaisuri’ dari raja itu? Bukankah ini lebih cocok menunjuk kepada seorang raja manusia / Salomo? John Owen mengatakan bahwa tidak mungkin Roh Kudus merayakan / memuji pernikahan Salomo dengan seorang perempuan kafir, mengingat itu merupakan sesuatu yang dilarang oleh Tuhan (‘Hebrews’, vol 3, hal 179).

 

Tetapi kalau diterapkan kepada Kristus, bukankah lebih tidak cocok mengingat Kristus tidak pernah menikah? Jawabnya: secara jasmani, Kristus memang tidak menikah, tetapi secara rohani ‘gereja’ disebut sebagai ‘mempelai dari Anak Domba’ (bdk. Ef 5:23-32  2Kor 11:2  Wah 21:2,9  Wah 22:17).

 

Barnes’ Notes: “That queen is the ‘bride of the Lamb’ - the church.” [= Permaisuri / ratu itu adalah ‘mempelai / pengantin dari Anak Domba’ - Gereja.] - hal 28.

 

10. Maz 45:11 - “Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!”.

 

Permaisuri / puteri itu disuruh mendengarkan sang raja, dan melupakan bangsa dan seisi rumah ayahnya. Ini mungkin sekali bisa dianalogikan dengan kata-kata Yesus dalam Luk 14:26 - “‘Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu.”.

 

W. S. Plumer: “It is easy to love the best earthly and temporal things excessively; but it is impossible to love Christ too much.” [= Adalah mudah untuk mencintai hal-hal duniawi dan sementara yang terbaik secara berlebihan; tetapi merupakan sesuatu yang mustahil untuk terlalu mengasihi Kristus.] - hal 521.

 

11. Maz 45:12 - “Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!”.

KJV: ‘for he is thy Lord; and worship thou him [= karena ia adalah Tuhanmu; dan sembahlah dia].

 

Dalam ayat ini raja itu disebut sebagai ‘Tuhan’ dari sang Permaisuri, dan Permaisuri itu disuruh sujud kepada raja itu.

 

W. S. Plumer: “If Christ is the Husband, he is also the Lord of his church, v. 11.” [= Jika Kristus adalah Suami, Ia juga adalah Tuhan dari gereja, ay 12.] - hal 521.

 

Penyebutan ‘Tuhan’, dan khususnya, perintah untuk sujud kepada raja dalam Maz 45:12 ini merupakan suatu argumentasi yang sangat kuat untuk mengatakan bahwa Maz 45 ini berbicara tentang Kristus, dan bahkan hanya berbicara tentang Kristus. Mengapa? Karena dalam seluruh Kitab Suci tidak pernah ada perintah untuk menyembah kepada yang bukan Allah.

 

Kalau yang dibicarakan adalah Salomo / raja manusia biasa, maka perintah untuk sujud ini merupakan perintah untuk menyembah Salomo / manusia, dan ini bertentangan dengan seluruh Kitab Suci.

 

W. S. Plumer: “Christ is to be obeyed and worshipped. ... Others have had dominion over us; but to Christ only may we yield implicit and supreme obedience. ... Even in his humiliation Jesus Christ never refused humble and adoring worship. He receives the worship of angels and saints in glory, Rev. 5:9-14.” [= Kristus harus ditaati dan disembah. ... Orang-orang lain mempunyai kekuasaan atas kita; tetapi hanya kepada Kristus saja kita boleh memberikan ketaatan yang penuh dan yang tertinggi. ... Bahkan dalam perendahanNya, Yesus Kristus tidak pernah menolak penyembahan yang bersifat rendah hati dan memuja. Ia menerima penyembahan dari malaikat-malaikat dan orang-orang kudus dalam kemuliaan, Wah 5:9-14.] - hal 518.

 

12. Maz 45:17 - Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.”.

 

a.   Dalam ayat ini dikatakan bahwa para bapa leluhur (bentuk jamak) dari sang raja akan digantikan oleh anak-anak dari raja itu.

 

Keil & Delitzsch: “Solomon, however, had a royal father, but not royal fathers.” [= Tetapi Salomo mempunyai seorang bapa yang adalah raja (Daud), tetapi tidak mempunyai bapa-bapa leluhur (jamak) yang adalah raja-raja.] - hal 75.

 

Tetapi Kristus, sebagai manusia, memang mempunyai banyak nenek moyang yang adalah raja-raja.

 

b.   Dalam ayat ini juga dikatakan bahwa anak-anak dari raja itu akan menjadi pembesar (pembesar-pembesar) di seluruh bumi. Ini juga tidak cocok bagi Salomo atau raja duniawi manapun, dan hanya cocok untuk Kristus (bdk. Wah 5:10).

 

Wah 5:10 - Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.’.

 

c.   Jangan terlalu merasa aneh bahwa gereja / orang-orang percaya kadang-kadang disebut sebagai permaisuri / istri / mempelai dari Kristus, tetapi kadang-kadang disebut sebagai ‘anak’ seperti dalam Maz 45:17 ini, dan juga disebut sebagai ‘teman sekutu’ seperti dalam Maz 45:8b. Memang Kitab Suci memberikan bermacam-macam gambaran tentang orang percaya dalam hubungannya dengan Kristus. Sebagai ‘saudara’ (Ro 8:29), sebagai ‘anak’ (Mark 2:5  Mark 10:24  Yoh 13:33), sebagai ‘hamba’ (Yoh 15:20), sebagai ‘sahabat’ (Yoh 15:14), sebagai ‘mempelai’ (Wah 21:9), dsb.

 

Jadi, terlihat dengan jelas bahwa banyak dari detail-detail dari Maz 45 ini yang tidak bisa diterapkan pada seorang manusia biasa. Dan karena itu saya menyimpulkan bahwa Maz 45 ini hanya menunjuk kepada Kristus saja, tidak kepada Salomo atau raja duniawi manapun. Sebetulnya dari hal ini saja, seluruh argumentasi dari Saksi Yehuwa sudah runtuh, karena mereka mendasarkan argumentasi mereka pada anggapan bahwa Maz 45 ini pada mulanya / secara orisinil berbicara tentang seorang raja manusia, yaitu Salomo.

 

b.   Peninjauan dari sudut bahasa versus peninjauan dari sudut artinya.

Ditinjau dari sudut bahasa, terjemahan yang dipilih oleh Saksi-Saksi Yehuwa, yaitu ‘Allah adalah takhtaMu’ atau ‘takhtaMu adalah Allah’, merupakan sesuatu yang memungkinkan.

 

Tetapi ditinjau dari sudut artinya, terjemahan itu sangat tidak masuk akal. Mengapa? Karena ‘takhta’ adalah tempat duduk dari seorang raja. Jadi terjemahan NWT / TDB itu seharusnya mereka artikan bahwa ‘Salomo / Kristus duduk di atas Allah, yang jelas merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

 

Karena itu Alexander MacLaren mengatakan bahwa terjemahan ini: “may fairly be pronounced impossible.” [= bisa dengan adil / wajar dinyatakan sebagai mustahil.] - hal 70.

 

Barnes’ Notes: “Unitarians proposed to translate this, ‘God is thy throne;’ but how can God be a throne of a creature? What is the meaning of such an expression? Where is there one parallel?” [= Para Unitarian / orang-orang yang mempercayai bahwa Allah itu tunggal mutlak mengusulkan untuk menterjemahkan ini: ‘Allah adalah takhtamu’; tetapi bagaimana Allah bisa menjadi suatu takhta dari suatu makhluk ciptaan? Apa arti dari ungkapan seperti itu? Dimana ada satu ayat lain yang paralel dengannya?] - hal 1229.

 

Keil & Delitzsch: “God is neither the substance of the throne, nor can the throne itself be regarded as a representation or figure of God:” [= Allah bukan zat dari takhta, juga takhta itu sendiri tidak bisa dianggap sebagai wakil atau gambar dari Allah:] - hal 82.

 

John Owen mengutip kata-kata Stuart sebagai berikut:

“Where is God ever said to be the throne of his creature? and what could be the sense of such an expression?” [= Dimana pernah dikatakan bahwa Allah adalah takhta dari makhluk ciptaanNya? dan apa yang bisa menjadi arti dari ungkapan seperti itu?] - ‘Hebrews’, vol 3, hal 179 (footnote).

 

John Owen menambahkan dengan berkata bahwa penterjemahan ‘Your Throne is God’ (= Takhtamu adalah Allah) itu “Is contrary to the universally constant use of the expression in Scripture; for wherever there is mention of the throne of Christ, somewhat else, and not God, is intended thereby.” [= Bertentangan dengan penggunaan tetap secara universal / tanpa kecuali dari ungkapan itu dalam Kitab Suci; karena dimanapun disebutkan tentang takhta Kristus, sesuatu yang lain, dan bukannya Allah, yang dimaksudkan dengannya.] - ‘Hebrews’, vol 3, hal 182.

 

Saksi-Saksi Yehuwa berusaha untuk menafsirkan kata-kata itu sebagai ‘kerajaanMu didirikan di atas Allah’. Tetapi kata-kata ‘Allah adalah takhtamu’ / ‘takhtamu adalah Allah’ itu tidak bisa diartikan demikian, karena kalaupun kata ‘takhta’ diartikan sebagai simbol dari ‘kerajaan’, yang memang memungkinkan, artinya tetap tidak akan menjadi seperti yang mereka inginkan, tetapi akan menjadi ‘Allah adalah kerajaanmu’ / ‘kerajaanmu adalah Allah’, dan ini tetap tidak memberikan arti yang masuk akal.

 

Juga dalam kata-kata mereka sebelumnya, Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Selaras dengan kenyataan bahwa Allah ialah ‘takhta,’ atau Sumber dan Pendukung dari pemerintahan Kristus, Daniel 7:13,14 dan Lukas 1:32 menunjukkan bahwa Allah menganugerahkan kuasa seperti itu kepadanya.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 410.

 

Dengan kata-kata ini mereka mau menafsirkan bahwa ‘Allah adalah takhtamu’ artinya adalah ‘Allah adalah sumber dan pendukung dari pemerintahanmu’. Ini lagi-lagi merupakan arti yang dipaksakan, yang sepanjang dari apa yang saya ketahui, tidak pernah ada dalam Kitab Suci.

 

Sekarang perhatikan kedua text yang mereka berikan:

 

(1) Dan 7:13-14 - “(13) Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapanNya. (14) Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.”.

 

(2) Luk 1:32 - “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya,”.

 

Kedua text ini hanya menunjukkan bahwa Allah mengaruniakan kekuasaan kepada Yesus, tetapi sama sekali tidak mendukung penafsiran mereka bahwa ‘takhta itu adalah Allah’ atau bahwa ‘Allah adalah takhta’.

 

c.   Dalam kutipan di atas Saksi-Saksi Yehuwa juga berkata: “Salomo, yang mungkin adalah raja yang mula-mula dimaksudkan dalam Mazmur 45 dikatakan duduk ‘di atas takhta Yehuwa.’ (1Taw. 29:23, NW)” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 410.

 

Ada 2 hal yang bisa diberikan sebagai jawaban:

 

(1) 1Taw 29:23 - “Kemudian duduklah Salomo sebagai raja menggantikan Daud, ayahnya, di atas takhta yang ditetapkan TUHAN; ia mendapat kemujuran, sehingga setiap orang Israel mendengarkan perkataannya.”.

 

1Taw 29:23 ini secara hurufiah terjemahannya adalah: ‘Salomo duduk pada takhta YAHWEH’. Ini tentu berbeda dengan kalau dikatakan bahwa ‘Salomo duduk di atas / pada YAHWEH’!

 

(2) Kalau raja dalam Maz 45 itu hanya menunjuk kepada Kristus, dan tidak menunjuk kepada Salomo, seperti yang sudah saya buktikan di atas, maka tentu saja penggunaan 1Taw 29:23 ini menjadi tidak relevan.

 

d.   Mengingat pada apa yang sudah kita pelajari di atas (khususnya point b.), maka saya berpendapat bahwa baik dalam Ibr 1:8 maupun Maz 45:7, kata ‘Allah’ harus diartikan sebagai kasus vokatif / bentuk sapaan.

 

Secara hurufiah, baik kata ‘ya’ dalam versi Indonesia, maupun kata ‘O’ dalam versi bahasa Inggrisnya, sebetulnya tidak ada. Tetapi karena kata ‘Allah’ dalam kedua ayat itu merupakan kasus vokatif / bentuk sapaan, maka ditambahkan kata ‘O’ / ‘Ya’ tersebut. Penambahan kata itu tidak mengubah arti kalimat, dan tanpa kata itu kalimatnya terasa kaku.

 

KJV (Psalm 45:6): ‘Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre’ [= TakhtaMu, ya Allah, untuk selama-lamanya: tongkat kerajaanMu adalah tongkat yang benar].

 

Alexander MacLaren: “the only natural rendering of the received text is that of the Versions, ‘Thy throne, O God’” [= satu-satunya terjemahan yang wajar dari text yang diterima adalah terjemahan dari versi-versi: ‘Takhtamu, Ya Allah’] - hal 69.

 

Penterjemah / Editor dari Calvin’s Commentary tentang surat Ibrani mengatakan: “The Hebrew will admit of no other construction than that given in our version and by Calvin.” [= Bahasa Ibraninya tidak menerima konstruksi / susunan lain dari pada yang diberikan dalam versi kita dan oleh Calvin.] - hal 45 (footnote).

 

Beberapa contoh lain dimana kata ‘TUHAN’ atau ‘Allah’ juga digunakan sebagai sapaan, yaitu:

(1) Maz 7:2a,4a - “(2) Ya TUHAN, Allahku, padaMu aku berlindung; ... (4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: ...”.

(2) Maz 10:12a - “Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tanganMu, ...”.

(3) Maz 41:11a - “Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku ...”.

(4) Maz 42:2b - “... demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”.

 

Dengan penterjemahan sebagai bentuk sapaan / kasus vokatif ini, maka jelas bahwa baik Maz 45:7 maupun Ibr 1:8 menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah!

 

W. S. Plumer: “The true and proper divinity of Christ is plainly and beyond all question here asserted.” [= Keilahian yang benar dan tepat dari Kristus dinyatakan / ditegaskan dengan jelas dan tanpa keraguan.] - hal 516.

 

e.   Sesuaikah penterjemahan / penafsiran di atas dengan kontext dari Ibr 1:8?

Penterjemahan seperti ini, yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah, juga sesuai dengan kontext dari Ibr 1:8 itu, karena dalam Ibr 1:5-14, penulis surat Ibrani itu berusaha untuk membuktikan / menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, dan dalam pandangan Kitab Suci / Kristen, yang lebih tinggi dari malaikat-malaikat hanyalah Allah sendiri.

 

Dari kontext itu, ada ayat-ayat yang harus diperhatikan secara khusus, yaitu:

(1) Dalam ay 6 para malaikat diperintahkan untuk menyembah Yesus.

(2) Dalam ay 10-12, Yesus:

(a) Disebut ‘Tuhan’.

(b) Digambarkan sebagai pencipta langit dan bumi.

(c)  Dikatakan sebagai kekal dan tidak berubah.

(d) Digambarkan sebagai orang yang akan menghancurkan segala sesuatu.

Semua ini jelas sesuai dengan penyebutan Yesus sebagai Allah dalam Ibr 1:8 itu.

 

 

-bersambung-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali