KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 26 November 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

bukti-bukti bahwa

yesus adalah allah(7)

(Titus 2:13 & 2Petrus 1:1)

 

8)   Tit 2:13 - dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,”.

 

Bagian terakhir dari ayat ini (yang saya garis bawahi) memungkinkan 2 cara pembacaan:

1.         (Allah yang Mahabesar) dan (Juruselamat kita Yesus Kristus).

Kalau dipilih pembacaan yang ini, maka ayat ini membicarakan 2 pribadi, yang pertama adalah ‘Allah yang Mahabesar’, dan yang kedua adalah ‘Juruselamat kita Yesus Kristus’. Dengan demikian ayat ini tidak menunjukkan Yesus sebagai Allah.

2.         (Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita), Yesus Kristus.

Kalau dipilih pembacaan yang ini, maka ayat ini hanya membicarakan satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, yang digambarkan sebagai ‘Allah yang Mahabesar’ maupun sebagai ‘Juruselamat kita’.

Dengan demikian ayat ini menunjukkan Yesus sebagai ‘Allah yang besar’ (kata ‘maha’ sebetulnya tidak ada). Bandingkan dengan Maz 95:3 - “Sebab TUHAN (YAHWEH) adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.”. Jadi, baik YAHWEH maupun Yesus disebut dengan istilah ‘Allah yang besar’. Jelas bahwa Yesus bukanlah ‘allah kecil’ atau ‘suatu allah’, seperti yang dikhayalkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.

 

NIV memilih pilihan kedua karena NIV menterjemahkannya sebagai berikut: ‘while we wait for the blessed hope - the glorious appearing of our great God and Savior, Jesus Christ’ [= sementara kita menantikan pengharapan yang mulia - penampilan yang mulia dari Allah kita yang besar dan Juruselamat kita, Yesus Kristus].

 

Saya sendiri memilih pembacaan kedua, karena:

 

1.   Kata ‘appearing’ [= penampilan / pemunculan], yang dalam Kitab Suci Indonesia diterjemahkan ‘penyataan’, diterjemahkan dari kata bahasa Yunani EPIPHANEIA, yang selalu menunjuk pada kedatangan Yesus, dan tidak pernah menunjuk kepada Bapa.

 

A. H. Strong: ἐπιφάνεια is a term applied specially to the Son and never the Father,” [= ἐπιφάνεια (EPIPHANEIA) adalah suatu istilah yang diterapkan secara khusus kepada Anak dan tidak pernah kepada Bapa,] - ‘Systematic Theology’, hal 307.

 

Perhatikan ayat-ayat di bawah ini, yang adalah semua ayat dalam Perjanjian Baru, selain Tit 2:13, yang menggunakan kata Yunani EPIPHANEIA itu.

a.   2Tes 2:8 - “pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.”. Ini salah terjemahan.

NIV: by the splendor of his coming [= oleh kemegahan kedatanganNya].

Di sini digunakan kata EPIPHANEIA.

b.   1Tim 6:14 - “Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diriNya,”.

NIV/NASB: ‘the appearing’ [= pemunculan / penampilan].

Di sini digunakan EPIPHANEIA.

c.   2Tim 1:10 - “dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.”.

NIV/NASB: ‘the appearing’ [= pemunculan / penampilan].

d.   2Tim 4:1,8 - “(1) Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: ... (8) Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.”.

NIV/NASB menterjemahkan ‘appearing’ [= pemunculan / penampilan], baik untuk ay 1 maupun untuk ay 8.

 

Karena itu jelas bahwa ayat ini tidak berbicara tentang 2 pribadi (yang pertama adalah ‘Allah yang mahabesar’, dan yang kedua adalah ‘Juruselamat kita Yesus Kristus’), karena kalau demikian maka kata Yunani EPIPHANEIA harus diterapkan kepada Bapa.

 

Ayat ini hanya berbicara tentang 1 pribadi, yaitu Yesus Kristus, yang disebutkan sebagai Allah yang mahabesar dan Juruselamat kita’, atau dalam NIV disebutkan sebagai our great God and Savior’ [= Allah yang besar dan Juruselamat kita]. Sebutan ‘our great God’ / ‘Allah yang mahabesar’ untuk Yesus ini secara jelas menunjukkan keilahianNya.

 

2.   Pembacaan kedua ini sesuai dengan hukum bahasa Yunani yang diberikan oleh Dana & Mantey, dan juga ahli-ahli bahasa Yunani yang lain.

 

Dana & Mantey mengatakan bahwa bila kata Yunani KAI [= dan] menghubungkan 2 kata benda dengan case / kasus yang sama, dan jika ada kata sandang yang mendahului kata benda yang pertama, dan kata sandang itu tidak diulangi sebelum kata benda yang kedua, maka kata benda yang terakhir selalu berhubungan dengan pribadi / orang yang dinyatakan / digambarkan oleh kata benda yang pertama.

 

Dengan kata lain, kata benda yang kedua merupakan pengambaran lebih jauh tentang pribadi / orang itu (‘A Manual Grammar of the Greek New Testament’, hal 147).

 

Juga Curtis Vaughan dan Virtus E. Gideon dalam buku mereka yang berjudul ‘A Greek Grammar of the New Testament’, berkata sebagai berikut: “If two nouns of the same case are connected by kai and the article is used with both nouns, they refer to different persons or things. If only the first noun has the article, the second noun  refer to the same person or thing referred to in the first.” [= Jika dua kata benda dari case / kasus yang sama dihubungkan oleh καὶ / KAI {= dan} dan kata sandang digunakan dengan kedua kata benda itu, maka kedua kata benda itu menunjuk kepada pribadi-pribadi atau hal-hal yang berbeda. Jika hanya kata benda pertama yang mempunyai kata sandang, maka kata benda yang kedua menunjuk kepada pribadi atau hal yang sama dengan yang ditunjuk oleh kata benda pertama.] - hal 83 (lihat file ‘Granville Sharp’s Rule’).

 

William Hendriksen: “the rule holds that when the first of two nouns of the same case and connected by the conjunction ‘and’ is preceded by the article, which is not repeated before the second noun, these two nouns refer to the same person. When the article is repeated before the second noun, two persons are indicated.” [= peraturan ini menganggap bahwa pada waktu kata benda yang pertama dari kedua kata benda dari case / kasus yang sama, dan dihubungkan dengan kata penghubung ‘dan’, didahului oleh kata sandang, yang tidak diulangi sebelum kata benda yang kedua, maka kedua kata benda itu menunjuk kepada pribadi yang sama. Pada waktu kata sandang itu diulangi sebelum kata benda yang kedua, dua pribadi ditunjukkan / dinyatakan.] - hal 374.

 

Catatan: ‘case’ / ‘kasus’ merupakan suatu istilah dalam gramatika bahasa Yunani.

 

Gresham Machen: “The noun in Greek has gender, number, and case. ... There are five cases; nominative, genitive, dative, accusative, and vocative. ... The subject of a sentence is put in the nominative case. ... The object of a transitive verb is placed in the accusative case. ... The genitive case expresses possession. ... The dative case is the case of the indirect object. ... The vocative case is the case of direct address.” [= Kata benda dalam bahasa Yunani mempunyai jenis kelamin (laki-laki, perempuan dan netral), bilangan / jumlah (tunggal dan jamak), dan case / kasus. ... Ada lima cases / kasus; nominatif, genitif, datif, akusatif, dan vokatif. ... Subyek dari suatu kalimat diletakkan dalam kasus nominatif. ... Obyek dari suatu kata kerja transitif ditempatkan dalam kasus akusatif. ... Kasus genitif menyatakan kepemilikan. ... Kasus datif adalah kasus dari obyek tidak langsung. ... Kasus vokatif adalah kasus dari sapaan langsung.] - ‘New Testament Greek For Beginners’, hal 23,24,25.

 

Penerapan dari hukum bahasa Yunani ini mensyaratkan case / kasus yang sama dari kedua kata benda tersebut. Case / kasusnya sama atau tidak, bisa terlihat dari bentuk kata itu dalam bahasa Yunaninya.

 

Untuk penerapan dari hukum bahasa Yunani ini, ada beberapa contoh yang diberikan oleh Dana & Mantey:

 

 

  

 


 

a.   2Pet 2:20a - Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

                                k.b. 1           k.b. 2                pribadi yg digbrkan

 

                     kata penghubung KAI

 

Di sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive Case), yaitu ‘Tuhan’ dan ‘Juruselamat’, yang dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan].

Kata benda yang pertama, yaitu ‘Tuhan’ mempunyai kata sandang tertentu (TOU KURIOU / the Lord) tetapi kata benda yang kedua, yaitu ‘Juruselamat’ tidak mempunyainya (SOTEROS).

Kata benda pertama, yaitu ‘Tuhan’, merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus Kristus’.

Maka kata benda kedua, yaitu ‘Juruselamat’, merupakan penggambaran lanjutan terhadap pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus Kristus’.

Jadi, 2Pet 2:20 ini menggambarkan Yesus Kristus dengan istilah ‘Tuhan’ maupun ‘Juruselamat’.

 

 

  

 

 


 

b.   Tit 2:13 - Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.

                         k.b. 1                                  k.b. 2          pribadi yg digbrkan

 

                                      kata penghubung KAI

 

 

Di sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive Case), yaitu ‘Allah yang Mahabesar’ dan ‘Juruselamat’.

Kedua kata benda itu dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan].

Kata benda yang pertama, yaitu ‘Allah yang Mahabesar’ mempunyai definite article / kata sandang tertentu (TOU MEGALOU THEOU / the great God), tetapi kata benda yang kedua, yaitu ‘Juruselamat’ tidak mempunyainya (SOTEROS).

 

Kata benda pertama, yaitu ‘Allah yang Mahabesar’ merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus Kristus’.

 

Maka kata benda kedua, yaitu ‘Juruselamat’ merupakan penggambaran lanjutan terhadap pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus Kristus’.

 

Jadi, Tit 2:13 ini menggambarkan Yesus Kristus dengan istilah ‘Allah yang Mahabesar’ maupun ‘Juruselamat’.

 

Sekarang mari kita membandingkan Tit 2:13 versi LAI dengan versi TDB.

Tit 2:13 - dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,”.

TDB: “seraya kita menantikan harapan yang bahagia dan manifestasi yang mulia dari(1) Allah yang besar dan dari(2) Juru Selamat kita, Kristus Yesus”.

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Terjemahan manakah yang selaras dengan Titus 1:4, yang menyebutkan ‘Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita’?” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 409.

 

Tit 1:4 - “Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.”.

 

Tanggapan saya:

 

1.   Perhatikan 2 x kata ‘dari’ dalam Tit 2:13 versi TDB itu (yang saya garis bawahi). Kata ‘dari’ yang pertama memang ada, tetapi kata ‘dari’ yang kedua seharusnya tidak ada, tetapi mereka tambahkan untuk memisahkan ‘Allah yang besar’ dan ‘Juruselamat kita Kristus Yesus’.

Memang sepintas lalu terjemahan mereka ini bisa dibenarkan, karena kata ‘Juruselamat’ (SOTEROS) maupun ‘Allah’ (THEOU) itu sama-sama ada dalam Genitive case, yang biasanya diterjemahkan ‘of ...’ [= dari ....].

 

Tetapi kalau seseorang mengetahui peraturan bahasa Yunani yang saya berikan di atas, yang merupakan peraturan yang tidak diperdebatkan (artinya disetujui secara umum), maka ia akan tahu bahwa terjemahan Saksi-Saksi Yehuwa ini salah karena menyalahi peraturan bahasa Yunani itu.

 

William Hendriksen mengatakan tentang adanya orang-orang yang menterjemahkan: ‘of the great God and the (or ‘and of the’) Saviour Jesus Christ.’ [= dari Allah yang besar dan sang (atau ‘dan dari sang’) Juruselamat Yesus Kristus’], tetapi setelah membahas hukum bahasa Yunani ini, ia lalu berkata: “The article before the first noun is not repeated before the second, and therefore the espression must be rendered: ‘of our great God and Saviour Christ Jesus.’” [= Kata sandang di depan kata benda yang pertama tidak diulangi sebelum kata benda yang kedua, dan karena itu ungkapan ini harus diterjemahkan ‘dari Allah yang besar dan Juruselamat kita Kristus Yesus’.] - hal 374-375.

 

Perhatikan bahwa William Hendriksen hanya menggunakan 1 x kata ‘of’ [= dari], karena kalau kata ‘of’ [= dari] itu diberikan 2 x (seperti dalam NWT / TDB), maka itu menunjuk kepada dua pribadi, dan itu menyalahi peraturan bahasa Yunani di atas.

 

2.   Dengan terjemahan seperti itu TDB menerapkan kata Yunani EPIPHANEIA kepada Allah yang besar (Bapa), padahal di atas telah kita lihat bahwa kata EPIPHANEIA selalu dihubungkan dengan kedatangan Yesus.

 

3.   Ketidak-konsistenan Saksi Yehuwa dalam penterjemahan.

 

a.   Kasus 2Pet 1:11.

Hukum bahasa Yunani yang sama berlaku dalam 2Pet 1:11 - “Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”.

 

Kata ‘Tuhan’ dan ‘Juruselamat’ ada dalam Case yang sama (Genitive Case). Kedua kata benda itu dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan].

 

Kata benda pertama, yaitu ‘Tuhan’ didahului oleh kata sandang (TOU KURIOU), tetapi kata sandang itu tidak diulangi di depan kata benda yang kedua, yaitu ‘Juruselamat’ (SOTEROS).

 

Karena itu bagian ini diterjemahkan: “... Kerajaan (dari) Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”.

 

Anehnya dalam 2Pet 1:11 ini NWT / TDB menterjemahkan: ‘the everlasting kingdom of our Lord and Savior Jesus Christ’ [= ‘kerajaan abadi dari Tuan dan Juru selamat kita Yesus Kristus’].

 

Perhatikan bahwa:

 

(1) Di sini mereka hanya menggunakan 1 x kata ‘of’ (= dari). Mengapa mereka tidak menterjemahkan dari Tuan dan dari Juruselamat kita Yesus Kristus’? Mengapa mereka tidak menggunakan 2 x kata ‘of’ [= dari], seperti pada waktu mereka menterjemahkan Tit 2:13?

 

(2) Kata benda pertama mereka terjemahkan ‘Tuan’ sehingga pasti menunjuk kepada Yesus. Kata benda kedua adalah ‘Juruselamat’, sehingga tidak mungkin tidak menunjuk kepada Yesus.

 

Kesimpulannya: Saksi-Saksi Yehuwa sendiri menganggap bahwa dalam 2Pet 1:11 ini kedua kata benda merupakan penggambaran dari satu pribadi, bukan dua pribadi!

 

b.   Kasus 2Pet 2:20.

Demikian juga pada waktu mereka menterjemahkan 2Pet 2:20, yang sudah saya bahas pada contoh pertama di atas (lihat point a. di atas).

2Pet 2:20a - “Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus”.

Dalam penterjemahan ayat ini, baik NWT / TDB juga menterjemahkannya sesuai dengan hukum bahasa Yunani ini.

NWT: “by an accurate knowledge of the Lord and Savior Jesus Christ” [= oleh suatu pengetahuan yang akurat tentang Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus].

TDB: “karena pengetahuan yang saksama akan Tuan dan Juru Selamat Yesus Kristus”.

 

Perhatikan bahwa mereka hanya menggunakan 1 x kata ‘of’ [= tentang / akan], dan mereka menafsirkan kata ‘Lord’ [= Tuan] maupun kata ‘Savior’ [= Juru Selamat] menunjuk kepada satu pribadi, yaitu ‘Jesus Christ’ [= Yesus Kristus].

 

Tetapi mengapa hukum bahasa Yunani ini tidak mereka terapkan dalam penterjemahan dari Tit 2:13? Jelas karena mereka tahu bahwa kalau hukum bahasa Yunani ini diterapkan pada Tit 2:13, ayat itu akan secara jelas membuktikan keilahian Yesus, dan ini bertentangan dengan ajaran sesat mereka!

 

4.   Merupakan sesuatu lelucon bahwa mereka mengharuskan untuk menterjemahkan Tit 2:13 sehingga menjadi identik dengan Tit 1:4, padahal kedua ayat itu memang berbeda. Mari kita perhatikan kedua ayat tersebut.

 

Tit 2:13 - dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,”.

 

Tit 1:4 - “Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.”.

 

Apa bedanya kedua ayat ini?

 

a.   Dalam Tit 2:13 kata ‘Allah’ dan ‘Juruselamat’ kedua-duanya mendahului kata ‘Yesus Kristus’, sehingga bisa saja kedua-duanya merupakan penggambaran dari Yesus Kristus. Tetapi dalam Tit 1:4 kata ‘Allah’ terletak sebelum kata ‘Kristus Yesus’, dan kata ‘Juruselamat’ sesudah kata ‘Kristus Yesus’. Karena itu tidak mungkin bahwa kedua kata itu merupakan penggambaran tentang Yesus Kristus.

 

b.   Yang lebih penting lagi adalah bahwa dalam Tit 2:13 digunakan istilah ‘Allah yang besar, sehingga memungkinkan untuk ditujukan kepada Yesus; sedangkan dalam Tit 1:4 digunakan istilah ‘Allah Bapa, sehingga tentu saja tidak mungkin menunjuk kepada Yesus.

 

c.   Tit 2:13 memenuhi syarat untuk memberlakukan hukum bahasa Yunani yang sudah saya bahas tadi, tetapi Tit 1:4 tidak.

 

Jadi, karena kedua ayat itu memang berbeda, tidak ada alasan untuk menyamakan terjemahannya. Yang penting kedua ayat itu tidak bertentangan satu sama lain.

 

Saksi-Saksi Yehuwa masih mempunyai serangan yang lain tentang hal ini.

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Ada yang membantah bahwa Titus 2:13 menunjukkan bahwa Kristus adalah Allah maupun Juruselamat. Menarik sekali, RS, NE, TEV, JB menerjemahkan Titus 2:13 sedemikian rupa sehingga dapat ditafsirkan seperti itu, tetapi mereka tidak mengikuti aturan yang sama dalam menerjemahkan 2 Tesalonika 1:12.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 409.

 

Mari kita sekarang membahas ayat yang mereka persoalkan.

  

 


 

2Tes 1:12  - “kasih karunia Allah kita dan Tuhan  Yesus Kristus.

                                              k.b.1                k.b.2  pribadi yg digbrkan

 

                                       kata penghubung KAI

 

Di sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive Case), yaitu ‘Allah’ dan ‘Tuhan’, dan dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan].

Kata benda yang pertama (‘Allah’) mempunyai kata sandang (TOU THEOU / the God), tetapi kata benda yang kedua (‘Tuhan’) tidak mempunyainya (KURIOU).

Kata benda pertama, yaitu ‘Allah’, merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus Kristus’.

Maka kata benda kedua, yaitu ‘Tuhan’, merupakan penggambaran lanjutan terhadap pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus Kristus’.

 

Jadi, 2Tes 1:12 ini seharusnya menggambarkan Yesus Kristus sebagai ‘Allah’ maupun ‘Tuhan’.

 

Tetapi bagaimana terjemahan dari 2Tes 1:12? Ternyata ayat ini diterjemahkan sebagai berikut: 2Tes 1:12 - “sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.”.

 

Bagian yang saya garis bawahi itu jelas menunjuk kepada dua pribadi, bukan satu pribadi! Ini yang dipersoalkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa! Kalau memang ada peraturan bahasa Yunani seperti yang tadi saya jelaskan dan gunakan terhadap Tit 2:13, mengapa peraturan tersebut tidak digunakan terhadap 2Tes 1:12?

 

Kitab Suci bahasa Inggris pada umumnya juga menterjemahkan seperti Kitab Suci Indonesia.

KJVRSV/NIV/NASB: ‘our God and the Lord Jesus Christ’ [= Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus].

Pemberian kata sandang tertentu sebelum kata ‘Lord’ merupakan sesuatu yang aneh, karena yang mempunyai kata sandang tertentu justru adalah kata ‘God’ bukan kata ‘Lord’.

 

A. T. Robertson (vol IV, hal 46), dan beberapa penafsir lain seperti Leon Morris, dalam komentarnya tentang 2Tes 1:12 ini, mengatakan bahwa kata KURIOS [= Tuhan] sering digunakan sebagai nama sungguh-sungguh (proper name) untuk Yesus, dan suatu nama dianggap tertentu sekalipun tidak mempunyai kata sandang, dan ini berbeda dengan kata SOTER (Juruselamat) dalam Tit 2:13 dan 2Pet 1:1.

Ini juga berbeda dengan 2Pet 2:20a (contoh pertama di atas), karena dalam 2Pet 2:20a itu kata ‘Tuhan’ / KURIOS mempunyai kata sandang. Karena itu dalam kasus 2Tes 1:12 ini, A. T. Robertson memisahkan ‘Allah kita’ dan ‘Tuhan Yesus Kristus’. Hendriksen mendukung A. T. Robertson.

 

Tetapi ada banyak penafsir / ahli theologia yang mempunyai pandangan berbeda, dan tetap menganggap 2Tes 1:12 sebagai dasar keilahian Yesus.

 

B. B. Warfield: “there seems no reason why the ordinary laws of grammar should not determine our understanding of 2Thess. 1:12.” [= kelihatannya tidak ada alasan mengapa hukum yang umum dari tata bahasa tidak boleh menentukan pengertian kita tentang 2Tes 1:12.] - ‘Biblical And Theological Studies’, hal 70.

 

NIV memberikan catatan kakinya yang memberikan terjemahan alternatif, yaitu: ‘our God and Lord, Jesus Christ’ [= Allah dan Tuhan kita, Yesus Kristus].

 

Saya sebetulnya lebih condong pada terjemahan ini. Alasan saya: kata ‘Tuhan’ dalam ayat itu tidak digunakan sebagai nama, karena disusul oleh nama ‘Yesus Kristus’.

 

9)   2Pet 1:1 - “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”.

2Pet 1:1 (NASB): ‘... by the righteousness of our God and Savior, Jesus Christ’ [= ... oleh kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus].

 

Jadi di sini Yesus disebut dengan istilah ‘Allah dan Juruselamat kita’.

Di sini kita kembali bertemu dengan hukum bahasa Yunani yang telah kita bahas pada pembahasan Tit 2:13 di depan.

 

  

 

 


 

2Pet 1:1b - Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

                     k.b.1             k.b.2            pribadi yg digbrkan

                               

                  kata penghubung KAI

 

Di sini ada dua kata benda dengan case yang sama (Genitive Case), yaitu ‘Allah’ dan ‘Juruselamat’.

Kedua kata benda itu dihubungkan oleh kata penghubung KAI [= dan].

Kata benda yang pertama (k.b.1), yaitu ‘Allah’ mempunyai kata sandang (TOU THEOU / the God), tetapi kata benda yang kedua (k.b.2), yaitu ‘Juruselamat’, tidak mempunyainya (SOTEROS).

 

Kata benda pertama, yaitu ‘Allah’ merupakan penggambaran dari kata ‘Yesus Kristus’.

Maka kata benda kedua, yaitu ‘Juruselamat’ merupakan penggambaran lanjutan terhadap pribadi yang sama, yaitu ‘Yesus Kristus’.

Jadi, 2Pet 1:1b ini menggambarkan Yesus Kristus dengan istilah ‘Allah’ maupun ‘Juruselamat’.

 

Sekarang mari kita bandingkan dengan terjemahan dari TDB dan NWT.

TDB: “Dari Simon Petrus, budak dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang memperoleh iman sebagai hak istimewa yang sama seperti yang kamu miliki, oleh karena keadilbenaran Allah kita dan Yesus Kristus, Juru Selamat itu.”.

 

Ini terjemahan yang kurang ajar, karena dalam bahasa Yunaninya kata ‘Juruselamat’ ada di depan kata ‘Yesus Kristus’. Dalam TDB dibalik, untuk memisahkan kata ‘Allah’ dan ‘Juruselamat’.

 

NWT: “the righteousness of our God and (the) Savior Jesus Christ” [= kebenaran dari Allah kita dan (sang) Juruselamat Yesus Kristus].

 

Ada 2 hal yang perlu dibahas di sini:

 

1.   NWT tidak membalik kata ‘Juruselamat’ dan ‘Yesus Kristus’. Lalu mengapa NWT bisa berbeda dengan TDB?

 

2.   Sekalipun NWT tidak membalik, seperti yang dilakukan TDB, tetapi NWT juga menterjemahkan secara kurang ajar, karena NWT menambahkan kata ‘the’ (sekalipun diletakkan dalam tanda kurung) padahal dalam bahasa Yunaninya kata ‘Saviour’ [= Juruselamat] sebetulnya tidak mempunyai kata sandang. Yang mempunyai kata sandang justru adalah kata ‘God’ / ‘Allah’.

 

Bahwa TDB memang membalik susunan kalimatnya dan NWT memang menambahkan kata sandang, saya buktikan dengan memberikan di bawah ini kata-kata Yunani dari bagian akhir dari 2Pet 1:1 itu, dengan terjemahan kata per kata dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

 

 

ἐν    δικαιοσύνῃ   τοῦ    θεοῦ     ἡμῶν     καὶ  σωτῆρος   Ἰησοῦ Χριστοῦ

 

EN DIKAIOSUNE  TOU  THEOU  HEMON KAI SOTEROS IESOU  KHRISTOU

 

in   righteousness  of the   God   of us / our  and    Saviour    Jesus Christ

 

dlm  kebenaran      dari     Allah       kita        dan  Juruselamat  Yesus Kristus

 

                                ¯

                      kata sandang

 

Jelas terlihat bahwa kata ‘Juruselamat’ mendahului kata ‘Yesus Kristus’. Juga bahwa hanya kata ‘Allah’ yang mempunyai kata sandang, sedangkan kata ‘Juruselamat’ tidak mempunyainya. Jadi jelas bahwa baik NWT maupun TDB memang membengkokkan terjemahan dari Kitab Suci.

 

 

-bersambung-

 

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali