KEBAKTIAN online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 5 November 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

bukti-bukti bahwa

yesus adalah allah(4)

 

Yoh 20:28 & Kis 20:28

 

4)   Yoh 20:28.

 

Yoh 20:28 - “Tomas menjawab Dia: ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’”.

 

NWT: In answer Thomas said to him: ‘My Lord and my God!’” [= Sebagai jawaban Tomas berkata kepadaNya: ‘Tuhanku dan Allahku!’].

 

TDB: “Sebagai jawaban Tomas mengatakan kepadanya, ‘Tuanku dan Allahku!’”.

 

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Bagi Tomas, Yesus adalah seperti ‘allah,’ terutama dalam mukjizat yang ia lihat yang mendorongnya untuk mengeluarkan seruan itu. Beberapa sarjana mengatakan bahwa Tomas mungkin hanya mengucapkan seruan keheranan yang emosional, yang diucapkan kepada Yesus namun ditujukan kepada Allah.” - ‘Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?’, hal 29.

 

Tanggapan saya:

 

a)   Kata-kata dari Saksi-Saksi Yehuwa ini adalah kata-kata bodoh yang bertentangan dengan dirinya sendiri! Bagaimana mungkin Tomas mengucapkan kata-kata itu kepada Yesus tetapi menujukan kepada Allah?

Ada penulis internet yang mengatakan bahwa ada Saksi-Saksi Yehuwa yang menafsirkan bahwa kata-kata ‘Ya Tuhanku’ ditujukan kepada Yesus, tetapi kata-kata ‘Ya Allahku’ ditujukan kepada Allah.

Mungkin karena itu TDB menterjemahkan: “Sebagai jawaban Tomas mengatakan kepadanya, ‘Tuanku dan Allahku!’”.

Untuk kata pertama TDB menggunakan kata ‘Tuan’ (bukan ‘Tuhan’), sekalipun NWT menterjemahkan ‘Lord’ [= Tuhan]. Jadi kelihatannya mereka menganggap ini ditujukan kepada Yesus. Sedangkan untuk kata kedua, mereka menggunakan ‘Allah’ (dimulai dengan huruf besar), bukan ‘allah’! Jadi mungkin mereka menganggap bagian ini ditujukan kepada Allah.

Tetapi ini jelas merupakan suatu terjemahan yang tidak masuk akal, dan merupakan penafsiran yang seenak udelnya sendiri, yang sengaja dipaksakan untuk disesuaikan dengan ajaran / kepercayaan sesat mereka.

 

b)   Tentang penafsiran bahwa itu hanya kata-kata yang keluar karena kaget / heran, ada 2 alasan mengapa pandangan ini tidak mungkin benar:

 

1.   Tomas mengucapkan kata-kata itu kepada Yesus.

NASB (Literal / hurufiah): Thomas answered and said to Him, ‘My Lord and my God!’” [= Tomas menjawab dan berkata kepadaNya: ‘Tuhanku dan Allahku!’].

Perhatikan bahwa dalam terjemahan NASB, yang memang menterjemahkan secara hurufiah ini, dikatakan bahwa ‘Tomas menjawab dan berkata kepadaNya.

Kalau seseorang mengucapkan kata-kata seperti ‘Ya Allah’, karena kaget, ia sebetulnya tidak menujukan kata-kata itu kepada siapapun.

Jadi, ini bukan sekedar ucapan orang, yang karena kaget, lalu berkata: ‘Tuhanku dan Allahku’.

Tidak, ia betul-betul mengucapkan kalimat itu kepada Yesus. Jelas bahwa Tomas mengakui Yesus sebagai Tuhan dan sebagai Allah.

 

Ini jelas juga menentang penterjemahan / penafsiran seenak udelnya dari Saksi-Saksi Yehuwa di atas, karena ayat itu menunjukkan bahwa Tomas mengucapkan kata-kata itu kepada Yesus, bukan kepada Allah (Bapa).

 

2.   A. H. Strong mengatakan bahwa kebiasaan seperti itu, sekalipun banyak di Indonesia, USA dsb, tetapi tidak ada dalam kalangan Yahudi, karena adanya larangan untuk menggunakan nama Allah dengan sembarangan / sia-sia (‘Systematic Theology’, hal 306).

 

c)   Tidak ada apapun dalam kata-kata Tomas itu yang menunjukkan bahwa Ia menganggap Yesus hanya seperti Allah. Jadi, bagaimana mungkin Saksi-Saksi Yehuwa bisa mengatakan “Bagi Tomas, Yesus adalah seperti ‘allah,’”? Ini lagi-lagi merupakan suatu penafsiran seenak udelnya sendiri, dan merupakan suatu usaha membengkokkan Kitab Suci!

 

Saksi-Saksi Yehuwa masih mempunyai jawaban lain tentang Yoh 20:28 ini. Dalam buku ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 431, Saksi-Saksi Yehuwa berkata: “Tidak ada keberatan untuk menyebut Yesus sebagai ‘Allah’ jika inilah yang ada dalam pikiran Tomas. Hal itu selaras dengan kutipan Yesus sendiri dari Mazmur di mana orang-orang yang berkuasa, hakim-hakim, disebut ‘allah.’ (Yoh 10:34,35; Mzm. 82:1-6) Memang, Kristus mempunyai kedudukan yang jauh lebih tinggi dari pada orang-orang tersebut. Karena keunikan kedudukannya sehubungan dengan Yehuwa, di Yohanes 1:18 (NW) Yesus disebut sebagai ‘allah yang anak tunggal’”.

 

Maz 82:1-6 - “(1) Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: (2) ‘Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela (3) Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! (4) Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!’ (5) Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. (6) Aku sendiri telah berfirman: ‘Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.”.

 

Yoh 10:34-35 - “(34) Kata Yesus kepada mereka: ‘Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? (35) Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah - sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan,”.

 

Tanggapan saya:

 

1.   Pertama-tama perlu diperhatikan bahwa penjelasan Saksi-Saksi Yehuwa tentang kata-kata Tomas dalam buku ‘Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?’ (yang telah saya bahas di atas) dan dalam buku ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’ (yang saya bahas sekarang ini), ternyata bertentangan.

 

Dalam buku pertama mereka mengatakan kata-kata itu diucapkan kepada Yesus tetapi ditujukan kepada Allah. Dalam buku kedua mereka secara implicit mengakui bahwa kata-kata itu memang ditujukan kepada Yesus, tetapi lalu mereka menafsirkan bahwa kata ‘Allah’ tersebut artinya ‘bukan Allah’.

 

Dari kontradiksi seperti ini, yang begitu sering terjadi dalam ajaran mereka, terlihat bahwa orang-orang sesat ini memang tidak mempunyai logika, atau, mereka memang sengaja membutakan diri mereka sendiri.

 

2.   Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan tentang Yoh 10:34-35 ini, yaitu bahwa Yoh 10:34-35, yang mengutip Maz 82:6, didahului oleh Yoh 10:30-33 yang berbunyi: “(30) Aku dan Bapa adalah satu.’ (31) Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. (32) Kata Yesus kepada mereka: ‘Banyak pekerjaan baik yang berasal dari BapaKu yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?’ (33) Jawab orang-orang Yahudi itu: ‘Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.’”.

 

Dan Yesus tidak membetulkan kata-kata dari orang-orang Yahudi itu, dan bahkan sebaliknya, kalau kita membaca Yoh 10:34-38, Yesus justru membenarkan tuduhan / kata-kata dari orang-orang Yahudi tersebut.

 

Yoh 10:34-38 - (34) Kata Yesus kepada mereka: Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? (35) Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah - sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan -, (36) masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutusNya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (37) Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan BapaKu, janganlah percaya kepadaKu, (38) tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaKu, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.’.

 

3.   Dalam Yoh 10 itu, pada waktu para tokoh agama Yahudi menuduh Yesus menghujat Allah, karena Ia mengaku sebagai Anak Allah (yang artinya sama dengan ‘menyamakan / menyetarakan diri dengan Allah’ - Yoh 5:18), maka Yesus lalu mengutip Maz 82:6 ini (Yoh 10:34-36). Ini tidak berarti bahwa Yesus adalah Allah dalam arti yang sama seperti para hakim dalam Maz 82 ini.

 

Calvin (tentang Maz 82:6): “By these words Christ did not mean to place himself among the order of judges; but he argues from the less to the greater, that if the name of God is applied to God’s officers, it with much propriety belongs to his only begotten Son, who is the express image of the Father, in whom the Father’s majesty shines forth, and in whom the whole fulness of the Godhead dwells.” [= Dengan kata-kata ini Kristus tidak bermaksud untuk menempatkan diriNya sendiri di antara golongan hakim-hakim; tetapi Ia berargumentasi dari yang lebih kecil menuju ke yang lebih besar, dimana jika nama Allah diterapkan kepada pejabat-pejabat Allah, maka nama itu dengan lebih cocok / patut menjadi milik dari satu-satunya Anak yang diperanakkan, yang adalah gambar yang jelas dari Bapa, dalam siapa keagungan Bapa bersinar, dan dalam siapa seluruh kepenuhan keAllahan tinggal / diam.] - hal 336.

 

4.   Sekalipun dalam Kitab Suci memang kata ‘tuhan’ dan / atau ‘allah’ bisa digunakan untuk malaikat, setan, dan bahkan manusia, tetapi kata-kata itu tidak pernah digunakan sesering kata itu digunakan terhadap Yesus.

 

5.   Di atas telah saya bahas bahwa kalau kata ‘allah’ digunakan untuk sesuatu / seseorang yang bukan Allah, maka Kitab Suci selalu menunjukkan hal itu dengan jelas. Sebaliknya, pada waktu kata itu digunakan untuk Yesus, Kitab Suci malah menambahi dengan hal-hal yang menunjukkan keilahian Yesus.

 

Ada 3 hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembahasan tentang kata-kata Tomas dalam Yoh 20:28 ini, yaitu:

 

a.   Kata-kata yang sama dengan kata-kata Tomas ini diucapkan oleh Daud terhadap YAHWEH dalam Maz 35:22-23 - “(22) Engkau telah melihatnya, TUHAN (YAHWEH), janganlah berdiam diri, ya Tuhan, janganlah jauh dari padaku! (23) Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!”.

 

b.   Kata-kata Tomas ini boleh dikatakan paralel dengan Wah 4:11 - “‘Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.’”, hanya saja di sini digunakan ‘kami’ bukan ‘ku’, dan kata ‘kami’ digunakan satu kali, sedangkan kata ‘ku’ digunakan dua kali.

NWT: “Jehovah, even our God” [= Yehovah, yaitu Allah kami].

TDB: “Yehuwa, ya, Allah kami”.

 

Sebagai tambahan perlu diingat bahwa yang mencatat kata-kata Tomas dalam Yoh 20:28 adalah rasul Yohanes, yaitu orang yang sama dengan yang menuliskan Wah 4:11. Dan karena itu sangat besar kemungkinannya bahwa ia menuliskan dalam arti yang sama.

 

Robert M. Bowman Jr.: “the same man, John the apostle, was the author of both the Gospel of John and the book of Revelation. In this light, it seems likely that John 20:28 should be interpreted in a manner similar to Revelation 4:11.” [= orang yang sama, rasul Yohanes, adalah pengarang dari Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Dalam terang ini, lebih memungkinkan bahwa Yoh 20:28 ditafsirkan dengan cara yang sama seperti Wah 4:11.] - ‘Jehovah’s Witnesses, Jesus Christ, and the Gospel of John’, hal 134.

 

c.   Yesus bukan saja tidak menegur / memarahi Tomas atas kata-katanya itu, tetapi bahkan lalu mengucapkan kata-kata dalam Yoh 20:29 - “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”.

Ini jelas menunjukkan bahwa Yesus menerima, dan membenarkan, penyebutan ‘Tuhan’ dan ‘Allah’ terhadap diriNya itu, bahkan menganggapnya sebagai pengakuan iman dari Tomas.

 

A. H. Strong: “In John 20:28, the address of Thomas ὁ κύριός μου καὶ ὁ θεός μου, - ‘My Lord and my God’ - since it was unrebuked by Christ, is equivalent to an assertion on his own part of his claim to Deity.” [= Dalam Yoh 20:28, penyebutan Tomas ὁ κύριός μου καὶ ὁ θεός μου / HO KURIOS MOU KAI HO THEOS MOU, - ‘Tuhanku dan Allahku’ - karena hal itu tidak ditegur / dimarahi oleh Kristus, maka itu sama dengan suatu penegasan dari diriNya tentang claimNya atas keAllahan.] - ‘Systematic Theology’, hal 306.

 

5)   Kis 20:28 - “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri.”.

  


 

a)         Kata ‘Anak’ seharusnya tidak ada.

Kata ‘Anak’ yang saya coret itu seharusnya tidak ada dalam bahasa Yunaninya.

RSV sama salahnya dengan Kitab Suci Indonesia (TB1-LAI), dan NRSV tetap mempertahankan kesalahan itu, tetapi KJV/ASV/NIV/NASB/NKJV/NEB semua menterjemahkan tanpa kata ‘Son’ / ‘Anak’.

 

Sekarang mari kita membandingkannya dengan terjemahan dari Saksi-Saksi Yehuwa.

NWT: “to shepherd the congregation of God, which he purchased with the blood of his own (Son) [= untuk menggembalakan jemaat Allah, yang ia beli dengan darah (Anak)nya sendiri].

TDB: “untuk menggembalakan sidang jemaat Allah, yang ia beli dengan darah Puteranya sendiri”.

Catatan: perhatikan bahwa kalau dalam NWT kata ‘Son’ diletakkan dalam tanda kurung, dan ini menunjukkan bahwa mereka tahu dan mengakui bahwa kata itu tidak ada dalam bahasa Yunaninya, tetapi TDB membuang tanda kurung itu.

 

Jadi terlihat bahwa Saksi-Saksi Yehuwa justru mempertahankan kata ‘Anak’ yang seharusnya tidak ada itu! Ini menunjukkan bahwa mereka memang secara sengaja memilih terjemahan-terjemahan yang sesuai dengan pandangan mereka, sekalipun terjemahannya salah.

 

Perlu diketahui bahwa dalam ayat ini, semua manuscripts Yunani tidak mempunyai kata ‘Anak’. Jadi perbedaan terjemahan-terjemahan itu muncul bukan karena ada problem text, tetapi hanya karena sebagian penterjemah keminter. Mereka merasa tidak masuk akal bahwa Allah punya darah, dan karena itu mereka menambahkan kata ‘Anak’.

 

b)   Dalam Kis 20:28 ini ada problem text, tetapi bukan terletak pada kata ‘Anak’ tersebut, tetapi pada kata ‘Allah’, karena ada manuscripts yang bukan menuliskan ‘Allah’ tetapi ‘Tuhan’ (NEB).

Tetapi saya setuju dengan Bruce M. Metzger, ‘A Textual Commentary on the Greek New Testament’, hal 480-481, yang memilih bacaan ‘Allah’, dengan alasan bahwa itu adalah ‘bacaan yang lebih sukar’.

NWT sendiri juga memilih bacaan ‘Allah’.

 

c)   Kalau kata ‘Anak’ tidak ada, dan kalau kata ‘Allah’ memang merupakan bacaan yang benar, maka jelas bahwa kata ‘Nya’ itu menunjuk kepada kata ‘Allah’, tetapi karena adanya kata ‘darah’, maka jelas bahwa kata ‘Nya’ itu juga menunjuk kepada Yesus. Jadi ayat ini menyatakan secara jelas bahwa Yesus adalah Allah.

 

 

-bersambung-


 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali