(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 8 Oktober 2023, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
bukti-bukti bahwa
yesus adalah allah(2b)
c) Yesus berulangkali disebut ‘the God’ (HO THEOS / TOU THEOU) dalam Kitab Suci.
Saksi-Saksi Yehuwa mengutip kata-kata dari suatu buletin / seorang Teolog Katolik bernama Karl Rahner, yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah disebut HO THEOS (= ‘the God’).
Kalau pengutipan ini benar, maka kata-kata ini bodoh, tetapi kebodohan seperti ini banyak sekali, karena bukan hanya buletin / teolog itu saja yang menyatakan kata-kata bodoh itu.
Tidak peduli berapa banyak orang yang mengatakan kata-kata itu, tetapi kata-kata itu jelas bodoh dan salah, karena dalam Kitab Suci ada 7 atau 8 ayat yang secara explicit menyebut Yesus dengan sebutan ‘Allah’, dan dalam bahasa Yunaninya menggunakan definite article (= kata sandang tertentu), sehingga secara hurufiah seharusnya diterjemahkan ‘the God’.
Catatan: saya mengatakan ‘7 atau 8 ayat’, karena satu ayat yaitu 2Tes 1:12 diperdebatkan terjemahannya. Kalau ayat itu dihitung, ada 8 ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah ‘the God’. Kalau ayat itu tidak dihitung, hanya ada 7 ayat yang menyatakan Yesus sebagai ‘the God’.
Ayat-ayat itu adalah:
1. Yoh 20:28 - “Tomas menjawab Dia: ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’”.
Yunani: HO THEOS.
2.
Kis 20:28 - “Karena itu jagalah
dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus
menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah
yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri”.
Ayat ini salah terjemahan karena kata ‘Anak’ (yang saya coret itu), sebetulnya tidak ada. Dengan demikian kata ‘Nya’ jelas menunjuk kepada kata ‘Allah’ (yang saya garis bawahi), dan sekaligus kata itu pasti menunjuk kepada Yesus (karena ada kata ‘darah’). Karena itu jelas bahwa ayat ini menyatakan Yesus sebagai Allah.
Bandingkan dengan KJV di bawah ini.
KJV: ‘Take heed therefore unto yourselves, and to all the flock, over the which the Holy Ghost hath made you overseers, to feed the church of God, which he hath purchased with his own blood’ (= Karena itu perhatikanlah dirimu sendiri, dan seluruh kawanan, di atas mana Roh Kudus telah menjadikan kamu penilik, untuk memberi makan gereja Allah, yang telah dibeliNya dengan darahNya sendiri).
Catatan: NIV dan NASB menterjemahkan seperti KJV. RSV = Kitab Suci Indonesia, tetapi pada catatan kakinya memberikan terjemahan seperti KJV/NIV/NASB.
B. B. Warfield: “though God as such has no blood, yet Jesus Christ who is God has blood because He is also man. He can justly speak, therefore, when speaking of Jesus Christ, of His blood as the blood of God.” (= sekalipun Allah tidak mempunyai darah, tetapi Yesus Kristus yang adalah Allah mempunyai darah, karena Ia juga adalah manusia. Karena itu ia dengan benar bisa berbicara, pada waktu berbicara tentang Yesus Kristus, tentang darahNya sebagai darah Allah.) - ‘The Person and Work of Christ’, hal 63.
Yunani: TOU THEOU.
3. Tit 2:13 - “dengan menantikan
penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan
[Allah
yang Mahabesar dan Juruselamat kita] Yesus Kristus,”
(tanda kurung dari saya).
Jadi di sini Yesus disebut sebagai ‘Allah yang besar dan Juruselamat kita’.
Yunani: TOU THEOU.
4. Ibr 1:8 - “Tetapi tentang Anak Ia berkata: ‘TakhtaMu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanMu adalah tongkat kebenaran.”.
Yunani: HO THEOS.
5. 2Pet 1:1 - “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan [Allah dan Juruselamat kita], Yesus Kristus.” (tanda kurung dari saya).
2Pet 1:1 (NASB): “... by the righteousness of our God and Savior, Jesus Christ” [= oleh kebenaran Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus].
Jadi di sini Yesus disebut dengan istilah ‘Allah dan Juruselamat kita’.
Yunani: TOU THEOU.
6.
1Yoh 5:20 - “Akan tetapi kita
tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada
kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di
dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah
yang benar dan hidup yang kekal.”.
Yunani: HO THEOS.
7. Wah 1:7-8 - “(7) Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. (8) ‘Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”.
Yunani: HO THEOS.
8. 2Tes 1:12 - “sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.”.
NIV memberikan catatan kakinya yang memberikan terjemahan alternatif, yaitu: ‘our God and Lord, Jesus Christ’ (= Allah dan Tuhan kita, Yesus Kristus).
Dalam terjemahan ini, Yesus Kristus disebut baik dengan kata ‘Allah’ maupun ‘Tuhan’.
Yunani: TOU THEOU.
Catatan: 2Tes 1:12 ini diperdebatkan penterjemahannya, dan akan saya bahas belakangan (dalam buku saya jilid II).
Ke 7-8 ayat ini secara explicit menyebut Yesus sebagai Allah, dan dalam ke 7-8 ayat ini, kata ‘Allah’ dalam bahasa Yunaninya menggunakan definite article.
Kata TOU dan HO adalah definite article / kata sandang tertentu. Karena itu jelaslah bahwa dalam ketujuh / kedelapan ayat di atas, kita tidak bisa menterjemahkan ‘a god’, dan secara hurufiah seharusnya diterjemahkan ‘the God’.
Catatan: Jangan bingung mengapa kata ‘Allah’ dalam bahasa Yunani kadang-kadang menggunakan THEOU, kadang-kadang THEOS, dan kadang-kadang THEON (seperti dalam Yoh 1:1 - kata ‘Allah’ yang pertama adalah TON THEON).
Ini sama seperti dalam bahasa Inggris dimana kata ‘he’ bisa berubah menjadi ‘him’ atau ‘his’ sesuai dengan posisinya dalam kalimat.
Hanya saja, dalam bahasa Yunani, bukan hanya kata ganti orang yang bisa berubah seperti itu, tetapi juga setiap kata benda, nama orang, dan bahkan kata ‘Allah’, ‘Tuhan’, dsb. semua berubah-ubah sesuai dengan posisinya / letaknya dalam kalimat. Dan definite article / kata sandang tertentunyapun berubah-ubah mengikuti perubahan dari kata-kata tersebut.
Jadi, kalau Yoh 1:1c diterjemahkan ‘the Word was a god’ (= Firman itu adalah suatu allah), seperti dalam NWT / TDB, itu akan bertentangan dengan ke 7-8 ayat di atas.
Bagaimana mungkin Kitab Suci di bagian yang satu menyebut Yesus sebagai ‘a god’ dan di bagian-bagian yang lain menyebut Yesus sebagai ‘the God’?
Saya ingin mengingatkan akan hukum penafsiran dari Saksi-Saksi Yehuwa yang mengatakan: “Dua hal dapat membantu kita mengerti Alkitab dengan benar. Pertama, pertimbangkan ikatan kalimat (ayat-ayat di sekitarnya) dari suatu pernyataan. Kemudian, bandingkan ayat-ayat dengan pernyataan-pernyataan lain dalam Alkitab yang membahas pokok yang sama. Dengan cara demikian, kita membiarkan Firman Allah sendiri membimbing pikiran kita, dan penafsirannya bukan dari kita sendiri tetapi dari Alkitab. Itulah cara yang dipakai dalam publikasi-publikasi Watch Tower.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 48.
Mengapa teori yang bagus ini tidak mereka terapkan dalam penterjemahan / penafsiran dari Yoh 1:1c ini? Mengapa mereka menterjemahkan / menafsirkan Yoh 1:1c ini sedemikian rupa sehingga menyatakan Yesus sebagai ‘a god’ / ‘suatu allah’, dan dengan demikian bertentangan dengan 7-8 ayat lain dalam Kitab Suci yang menunjukkan Yesus sebagai ‘the God’?
Mengapa mereka menganggap Yesus sebagai ciptaan pertama dari Allah, padahal dalam kontextnya, yaitu Yoh 1:3, Ia dinyatakan sebagai pencipta segala sesuatu?
Yoh 1:3 - “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”.
d) Allah (Bapa / YAHWEH) disebut ‘a God’ (= suatu Allah) dalam beberapa ayat versi KJV, RSV, NIV maupun NWT.
1. Kej 16:13b (RSV): ‘Thou art a God of seeing’ (= Engkau adalah seorang / suatu Allah yang melihat).
NWT: “You are a God of sight” (= Engkau adalah seorang / suatu Allah yang melihat).
TDB: “Allah yang melihat”.
Jadi di sini TDB menyimpang dari NWT, karena kalau TDB menuruti NWT, TDB seharusnya menterjemahkan ‘seorang / suatu Allah yang melihat’.
Dan ini terus dilakukan oleh TDB terhadap semua ayat-ayat di bawah ini, dimana NWT menggunakan kata-kata ‘a God’ untuk Allah (Bapa / YAHWEH).
2. Ul 32:4b (KJV): ‘for all his ways are judgment: a God of truth and without iniquity’ (= karena semua jalanNya adalah adil: suatu / seorang Allah dari kebenaran dan tanpa kesalahan).
NWT: “For all his ways are justice. A God of faithfulness, with whom there is no injustice” (= Karena semua jalanNya adalah keadilan. Seorang / suatu Allah dari kesetiaan, pada siapa tidak ada ketidak-adilan).
TDB: “Allah yang setia”.
3. 1Sam 2:3b (KJV): ‘let not arrogancy come out of your mouth: for the LORD is a God of knowledge’ (= janganlah kecongkakan keluar dari mulutmu: karena TUHAN adalah seorang / suatu Allah dari pengetahuan).
NWT: “Let nothing go forth unrestrained from your mouth, For a God of knowledge Jehovah is” (= Janganlah apapun keluar tanpa dikekang dari mulutmu, Karena Yehovah adalah seorang / suatu Allah dari pengetahuan).
TDB: “Yehuwa adalah Allah pengetahuan”.
4. 1Sam 17:46b (KJV): ‘that all the earth may know that there is a God in Israel’ (= supaya seluruh bumi tahu bahwa ada suatu / seorang Allah di Israel).
NWT: “and people of all the earth will know that there exists a God belonging to Israel” (= dan bangsa-bangsa dari seluruh bumi akan tahu bahwa ada seorang / suatu Allah kepunyaan Israel).
TDB: “ada Allah bagi Israel”.
5. Neh 9:17b (KJV): ‘but thou art a God ready to pardon, gracious and merciful’ (= tetapi Engkau adalah seorang / suatu Allah yang siap untuk mengampuni, penuh kasih karunia dan belas kasihan).
NWT: “But you are a God of acts of forgiveness, gracious and merciful” (= Tetapi Engkau adalah seorang / suatu Allah dari tindakan pengampunan, penuh kasih karunia dan belas kasihan).
TDB: “engkau adalah Allah yang mengampuni”.
6. Maz 5:5a (Psalm 5:4a - KJV): ‘For thou art not a God that hath pleasure in wickedness’ (= Karena Engkau bukanlah seorang / suatu Allah yang senang dengan kejahatan).
NWT: “For you are not a God taking delight in wickedness” (= Karena Engkau bukanlah seorang / suatu Allah yang senang dengan kejahatan).
TDB: “Karena engkau bukanlah Allah yang senang akan kefasikan”.
7. Maz 58:12b (Psalm 58:11b - KJV): ‘verily he is a God that judgeth in the earth’ (= sesungguhnya Ia adalah seorang / suatu Allah yang menghakimi di bumi).
NWT: “Surely there exists a God that is judging in the earth” (= Pastilah ada seorang / suatu Allah yang sedang menghakimi di bumi).
TDB: “Sesungguhnya ada Allah yang bertindak sebagai hakim di bumi”.
8. Maz 68:21a (Psalm 68:20a - NIV): ‘Our God is a God who saves’ (= Allah kita adalah seorang / suatu Allah yang menyelamatkan).
NWT: “The (true) God is for us a God of saving acts” [= Allah yang (benar) bagi kita adalah seorang / suatu Allah dari tindakan-tindakan penyelamatan].
TDB: “Bagi kita, Allah yang benar adalah Allah yang menyelamatkan”.
9. Maz 86:15a (KJV): ‘But thou, O Lord, art a God full of compassion’ (= Tetapi Engkau, Ya Tuhan, adalah seorang / suatu Allah yang penuh perasaan simpati / belas kasihan).
NWT: “But you, O Jehovah, are a God merciful dan gracious” (= Tetapi Engkau, Ya Yehovah, adalah seorang / suatu Allah yang penuh belas kasihan dan kasih karunia).
TDB: “Tetapi engkau, oh, Yehuwa, adalah Allah yang berbelas kasihan dan murah hati”.
10. Maz 99:8 (KJV): ‘Thou answeredst them, O LORD our God: thou wast a God that forgavest them, ...’ (= Engkau menjawab mereka, Ya TUHAN Allah kami: Engkau adalah seorang / suatu Allah yang mengampuni mereka, ...).
NWT: “O Jehovah our God, you yourself answered them. A God granting pardon you proved to be to them, ...” (= Ya Yehovah Allah kami, Engkau sendiri menjawab mereka. Engkau terbukti sebagai seorang / suatu Allah yang mengampuni bagi mereka, ...).
TDB: “Bagi mereka, engkaulah Allah yang mengaruniakan pengampunan”.
11. Yes 30:18b (KJV): ‘for the LORD is a God of judgment’ (= karena TUHAN adalah seorang / suatu Allah dari penghakiman).
NWT: “For Jehovah is a God of judgment” (= Karena Yehovah adalah seorang / suatu Allah penghakiman).
TDB: “Karena Yehuwa adalah Allah keadilan”.
12. Yes 45:15 (KJV): ‘Verily thou art a God that hidest thyself, O God of Israel, the Saviour’ (= Sesungguhnya Engkau adalah seorang / suatu Allah yang menyembunyikan diriMu sendiri, ya Allah Israel, sang Juruselamat).
NWT: “Truly you are a God keeping yourself concealed, the God of Israel, a Savior” (= Sesungguhnya Engkau adalah seorang / suatu Allah yang menjaga diriMu sendiri tersembunyi, sang Allah Israel, seorang Juruselamat).
TDB: “engkaulah Allah yang tetap membuat dirimu tersembunyi”.
13. Yer 23:23 (KJV): ‘Am I a God at hand, saith the LORD, and not a God afar off?’ (= Apakah Aku adalah seorang / suatu Allah yang dekat, kata TUHAN, dan bukan seorang / suatu Allah yang jauh?).
NWT: “‘Am I a God nearby,’ is the utterance of Jehovah, ‘and not a God far away?’” (= ‘Apakah Aku seorang / suatu Allah yang dekat’, adalah ucapan dari Yehovah, ‘dan bukan seorang / suatu Allah yang jauh?’).
TDB: “‘Apakah Aku hanya Allah yang dekat,’ demikianlah ucapan Yehuwa, ‘dan bukan Allah yang jauh?’”.
14. Yer 51:56b (NIV): ‘For the LORD is a God of retribution; he will repay in full’ (= Karena TUHAN adalah seorang / suatu Allah pembalasan; Ia akan membalas / membayar kembali dengan penuh).
NWT: “for Jehovah is a God of recompenses. Without fail he will repay” (= karena Yehovah adalah seorang / suatu Allah pembalasan. Tanpa gagal Ia akan membayar kembali).
TDB: “sebab Yehuwa adalah Allah pembalasan”.
15. Daniel 2:28a,47b (KJV): ‘(28a) But there is a God in heaven that revealeth secrets, ... (47b) your God is a God of gods’ [= (28a) Tetapi ada seorang / suatu Allah di surga yang menyatakan rahasia-rahasia, ... (47b) Allahmu adalah seorang / suatu Allah dari allah-allah].
NWT: “(28a) However there exists a God in the heavens who is a Revealer of secrets, ... (47b) the God of you men is a God of gods” [= (28a) Tetapi ada seorang / suatu Allah di surga yang adalah seorang yang menyatakan rahasia-rahasia, ... (47b) Allahmu orang-orang adalah seorang / suatu Allah dari allah-allah].
TDB: “(28a) ada Allah Penyingkap rahasia ... (47b) Allahmu adalah Allah segala allah”.
16. Mikha 7:18 (KJV): ‘Who is a God like unto thee’ (= Siapa yang adalah seorang / suatu Allah seperti Engkau).
NWT: “Who is a God like you, ...” (= Siapa yang adalah seorang / suatu Allah seperti Engkau, ...).
TDB: “Siapakah Allah seperti engkau, ...”.
17. Mark 12:27 / Luk 20:38.
Luk 20:38 (KJV): ‘For he is not a God of the dead, but of the living: for all live unto him’ (= Karena Ia bukanlah suatu Allah dari orang mati, tetapi dari orang hidup: karena semua orang hidup bagi Dia).
Luk 20:38 (NWT): “He is a God, not of the dead, but of the living, for they are all living to him.’” (= Ia bukanlah suatu / seorang Allah dari orang mati, tetapi dari orang hidup, karena mereka semua hidup bagi Dia).
Catatan:
a. Kata Yunani yang dipakai adalah THEOS (tanpa kata sandang tertentu). Mark 12:27 juga demikian, dan di sana NWT juga menterjemahkan ‘a God’ (= suatu Allah).
b. Baik dalam Mark 12:27 maupun Luk 20:38, TDB menyimpang dari NWT, karena TDB tidak menterjemahkan ‘a God’ ini sebagai ‘suatu / seorang Allah’, tetapi sebagai ‘Allah’.
Robert M. Bowman Jr.: “Particularly startling are Mark 12:27 and Luke 20:38, parallel passages in which Jesus calls the true God ‘a God.’ ... Jehovah, then, is ‘a God,’ according to the JWs’ own translation!” (= Mengejutkan secara khusus adalah Mark 12:27 dan Luk 20:38, text-text yang paralel dimana Yesus menyebut Allah yang benar sebagai ‘suatu Allah’. ... Maka, Yehovah adalah ‘suatu Allah’ menurut terjemahan dari Saksi-Saksi Yehuwa sendiri!) - ‘Jehovah’s Witnesses, Jesus Christ, and the Gospel of John’, hal 48.
Tetapi ternyata dalam ayat paralelnya dalam Injil Matius, yaitu Mat 22:32, dalam bahasa Yunaninya digunakan definite article / kata sandang tertentu di depan kata THEOS (HO THEOS), sehingga di sini baik KJV maupun NWT menterjemahkan ‘the God’ (= sang Allah).
Catatan: ada textual problem dalam ayat ini, karena ada manuscripts yang mengatakan HO THEOS, dan ada yang hanya THEOS, dan sangat sukar untuk menentukan mana yang benar.
Kalau NWT menterjemahkan Mark 12:27 dan Luk 20:38 sebagai ‘a God’ (= suatu / seorang Allah), tetapi menterjemahkan ayat paralelnya, yaitu Mat 22:32 dengan ‘the God’ (= sang Allah), bukankah mereka mengindentikkan ‘a God’ (= suatu /seorang Allah) dengan ‘the God’ (= sang Allah)?
Lalu mengapa mereka menterjemahkan Yoh 1:1c sebagai ‘a god’ (= suatu / seorang allah) dan menafsirkannya sebagai allah kecil, yang lebih rendah dari Yehuwa?
18. 1Kor 14:33a (NIV): ‘For God is not a God of disorder but of peace’ (= Karena Allah bukanlah seorang / suatu Allah dari kekacauan tetapi dari damai).
NWT: “For God is (a God) not of disorder, but of peace” [= Karena Allah adalah (seorang / suatu Allah) bukan dari ketidak-teraturan, tetapi dari damai].
TDB: “Karena Allah bukanlah Allah kekacauan, tetapi Allah kedamaian”.
Lagi-lagi TDB menterjemahkan berbeda dengan NWT.
Catatan: memang dalam 1Kor 14:33 ini NWT meletakkan kata ‘a God’ (= suatu / seorang Allah) itu dalam tanda kurung, karena sebetulnya kata-kata itu memang tidak ada dalam bahasa aslinya.
Tetapi tetap terlihat dari ayat ini bahwa mereka tidak keberatan untuk menyebut Bapa / YAHWEH dengan sebutan ‘a God’ (= suatu / seorang Allah), tetapi tetap menganggapnya sebagai Allah yang sebenarnya, bukan sebagai ‘allah kecil’, ‘bersifat ilahi’, dan sebagainya.
Catatan:
a. Karena ayat-ayat Perjanjian Lama menggunakan bahasa Ibrani dan karena itu tidak menggunakan kata THEOS, dan karena dalam 1Kor 14:33 sebetulnya kata ‘a God’ (= seorang / suatu Allah) itu tidak ada, maka dalam bagian ini serangan terkuat kita adalah dengan menggunakan Mark 12:27 / Luk 20:38, dan dengan membandingkan dengan paralelnya, yaitu Mat 22:32.
b. Bagian ini bisa kita gunakan untuk menyerang terjemahan TDB yang berbeda dengan NWT. Mengapa dalam penterjemahan Yoh 1:1c, pada waktu NWT menterjemahkan ‘a god’, TDB menterjemahkan ‘suatu allah’, sedangkan dalam semua ayat di atas ini tidak demikian?
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali