(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 24 September 2023, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
bukti-bukti bahwa
yesus adalah allah(1)
I) Ayat-ayat Alkitab yang secara jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah.
1) Yes 9:5.
Yes 9:5 - “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”.
Catatan: dalam Kitab Suci bahasa Inggris - Isaiah 9:6.
Saksi-Saksi Yehuwa berpendapat bahwa di sini Kristus disebut ‘Allah yang perkasa’ (Ibrani: EL GIBBOR), dan dalam bahasa Inggrisnya ‘mighty God’ (RSV/NIV/NASB/ASV/NKJV/YLT).
Dalam istilah ‘mighty God’ ini tidak digunakan definite article / kata sandang tertentu (Catatan: dalam bahasa Inggris, definite article = ‘the’), dan karena itu ini tidak membuktikan bahwa Kristus adalah Allah, karena sebutan untuk Allah adalah ‘Allah Yang Mahakuasa’, dalam bahasa Inggrisnya ‘The Almighty God’, dan dalam bahasa Ibraninya adalah EL SHADDAY.
Contoh: Kej 17:1 - “Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: ‘Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela.”.
KJV: “the Almighty God” [= sang Allah yang mahakuasa].
RSV/NIV/NASB/ASV/YLT: “God Almighty” [= Allah yang maha kuasa].
NKJV: “Almighty God” [= Allah yang mahakuasa].
Ibrani: EL SHADDAY.
Walter Martin: “Jehovah’s Witnesses dodge this verse by claiming that Christ is a mighty god, but not the Almighty God (Jehovah). ... Jehovah’s Witnesses argue that since there is no article in the Hebrew text, ‘mighty,’ therefore, does not mean Jehovah.” [= Saksi-Saksi Yehuwa secara licik menghindari ayat ini dengan mengclaim bahwa Kristus hanyalah ‘suatu allah yang perkasa’, tetapi bukan ‘Allah Yang Mahakuasa’ (Yehuwa). ... Saksi-Saksi Yehuwa berargumentasi bahwa karena tidak ada kata sandang dalam text Ibrani, maka kata ‘perkasa’ tidak memaksudkan Yehuwa.] - ‘The Kingdom of the Cults’, hal 84.
Saksi-Saksi Yehuwa: “Kata Ibrani SHADDAI dan kata Yunani PANTOKRATOR, kedua-duanya diterjemahkan ‘Mahakuasa.’ Kedua kata dari bahasa asal ini berulang kali diterapkan pada Yehuwa, sang Bapa. (Kel 6:3; Why. 19:6) Kedua-duanya tidak pernah diterapkan kepada Yesus maupun roh suci.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 398.
Saksi-Saksi Yehuwa: “dalam Alkitab tidak ada satu pribadi pun selain Yehuwa yang disebut Yang Mahakuasa. ... Yesus maupun roh kudus tidak pernah disebut demikian, karena hanya Yehuwa yang paling tinggi.” - ‘Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?’, hal 13.
Hal ini dijadikan dasar oleh Saksi-Saksi Yehuwa untuk mengatakan bahwa Yesus lebih rendah dari Allah, atau bahwa Yesus adalah ‘allah kecil’.
a) Dalam bahasa Ibraninya, baik Yes 9:5 maupun Kej 17:1, kata ‘Allah’ sama-sama tidak menggunakan definite article / kata sandang tertentu, karena memang dalam bahasa Ibraninya, kata ‘Allah’ tidak memerlukan definite article.
b) Mari kita membandingkan Yes 9:5 itu dengan Yes 10:20-21 - “(20) Tetapi pada waktu itu sisa orang Israel dan orang yang terluput di antara kaum keturunan Yakub, tidak akan bersandar lagi kepada yang mengalahkannya, tetapi akan bersandar kepada TUHAN (YAHWEH), Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tetap setia. (21) Suatu sisa akan kembali, sisa Yakub akan bertobat di hadapan Allah yang perkasa.”.
Dalam Yes 10:21 ini, istilah ‘Allah yang perkasa’ / ‘mighty God’, yang tadi dalam Yes 9:5 ditujukan kepada Yesus, sekarang dipakai untuk menunjuk kepada Allah / YAHWEH / YEHOVAH. Ini terlihat dengan jelas dari Yes 10:20nya.
Juga perlu diketahui bahwa kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam Yes 9:5 maupun Yes 10:21 adalah persis sama yaitu EL GIBBOR.
Jadi sekarang ada dua pilihan bagi Saksi-Saksi Yehuwa:
1. Menganggap EL GIBBOR sebagai ‘allah kecil’, sehingga berdasarkan Yes 10:21, mereka harus menganggap Bapa / Yahweh sebagai ‘allah kecil’.
2. Menganggap EL GIBBOR sebagai ‘Allah besar’ / ‘sungguh-sungguh Allah’, sehingga berdasarkan Yes 9:5, mereka juga harus menganggap Yesus sebagai ‘Allah besar’ / ‘sungguh-sungguh Allah’.
Yang manapun yang mereka pilih, itu akan bertentangan dengan doktrin / theologia mereka sendiri!
c) Juga, mengingat bahwa Saksi Yehuwa memisahkan Yesus dengan Allah (Yehuwa) secara total, maka itu berarti ada dua ‘Allah yang perkasa’, dan ini menjadi polytheisme [= kepercayaan terhadap banyak Allah / dewa].
Ini berbeda dengan dalam kekristenan, dimana Bapa dan Anak dianggap mempunyai hakekat yang satu dan yang sama, sehingga sekalipun Yesus adalah Allah, dan Bapa adalah Allah, tetapi tetap hanya ada satu Allah.
d) Yesus juga disebut sebagai ‘Tuhan Allah Yang Mahakuasa’ dalam Wah 1:8.
Wah 1:7-8 - “(7) Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. (8) ‘Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.’”.
Saksi Yehuwa berulang kali mengatakan bahwa Yesus tidak pernah disebut ‘mahakuasa’ (‘Haruskah Anda Percaya Kepada Tritunggal?’, hal 13; ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 398), tetapi ternyata dalam ayat ini Yesus disebut demikian.
Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan bahwa yang dibicarakan dalam Wah 1:8 ini bukan Yesus tetapi Yehuwa (‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 400-401).
Saksi-Saksi Yehuwa: “Ayat-ayat di mana gelar milik Yehuwa diterapkan kepada Yesus Kristus atau dianggap berlaku atas Yesus. Alfa dan Omega: Siapakah yang layak memakai gelar ini? (1) Di Wahyu 1:8, dikatakan bahwa Allah Yang Mahakuasalah yang memakai gelar ini. Dalam ay 11 menurut KJ, gelar itu berlaku untuk pribadi yang gambaran tentang dia dalam ayat-ayat berikut menunjukkan bahwa ia adalah Yesus Kristus. Namun para sarjana mengakui bahwa kata-kata yang menyebutkan Alfa dan Omega di ayat 11 adalah palsu, karena itu tidak muncul dalam Alkitab RS, NE, JB, NAB, DY, dan semua Alkitab bahasa Indonesia. (2) Banyak terjemahan dari Wahyu ke bahasa Ibrani mengakui bahwa pribadi yang dilukiskan dalam ay 8 ialah Yehuwa, jadi mereka memulihkan nama pribadi dari Allah di ayat itu. Lihat NW, edisi Referensi 1984. (3) Wahyu 21:6,7 menunjukkan bahwa orang-orang Kristen yang adalah pemenang rohani akan menjadi ‘anak-anak’ dari pribadi yang dikenal sebagai Alfa dan Omega. Hal itu tidak pernah dikatakan tentang hubungan antara orang-orang Kristen yang terurap dengan Yesus Kristus. Yesus berbicara tentang mereka sebagai ‘saudara-saudaranya’ (Ibr 2:11; Mat 12:50; 25:40) Tetapi ‘saudara-saudara’ Yesus itu disebut ‘anak-anak Allah.’ (Gal 3:26; 4:6) (4) Dalam Wahyu 22:12, TEV menyisipkan nama Yesus, sehingga sebutan kepada Alfa dan Omega di ayat 13 dibuat sedemikian rupa sehingga nampaknya berlaku untuk dia. Namun nama Yesus tidak ada dalam ayat itu dalam bahasa Yunani, dan terjemahan-terjemahan lain tidak memasukkan itu. (5) Di Wahyu 22:13, Alfa dan Omega juga dikatakan sebagai ‘yang awal dan yang akhir’,’ yaitu ungkapan yang berlaku untuk Yesus di Wahyu 1:17,18. Demikian pula, ungkapan ‘Rasul’ berlaku untuk Yesus Kristus maupun pribadi-pribadi tertentu dari para pengikutnya. Namun hal itu tidak membuktikan bahwa mereka adalah pribadi yang sama atau setara kedudukannya, bukan? (Ibr 3:1) Jadi bukti menunjuk kepada kesimpulan bahwa gelar ‘Alfa dan Omega’ berlaku untuk Allah Yang Mahakuasa, sang Bapa, bukan untuk sang Putera.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 400-401.
Dan dalam TDB mereka menterjemahkan kata-kata ‘Tuhan Allah’ dalam Wah 1:8 itu dengan istilah ‘Allah Yehuwa’ (padahal kata ‘Yehuwa’ itu tidak pernah ada dalam bahasa Yunaninya).
Mereka juga mengatakan bahwa gelar ‘Alfa dan Omega’ adalah gelar Yehuwa (Wah 21:6-7 Wah 22:13), dan karena itu Wah 1:8 itu berbicara tentang Yehuwa.
Tanggapan saya:
1. Kalau kita menafsirkan Wah 1:8 sesuai dengan kontextnya, maka kita harus berkata bahwa yang dibicarakan dalam Wah 1:8 itu adalah Yesus, bukan Bapa!
Saksi-Saksi Yehuwa sendiri mengatakan: “Dua hal dapat membantu kita mengerti Alkitab dengan benar. Pertama, pertimbangkan ikatan kalimat (ayat-ayat di sekitarnya) dari suatu pernyataan. Kemudian, bandingkan ayat-ayat dengan pernyataan-pernyataan lain dalam Alkitab yang membahas pokok yang sama. Dengan cara demikian, kita membiarkan Firman Allah sendiri membimbing pikiran kita, dan penafsirannya bukan dari kita sendiri tetapi dari Alkitab. Itulah cara yang dipakai dalam publikasi-publikasi Watch Tower.” - ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 48.
Catatan: dua prinsip yang mereka berikan dalam kutipan di atas ini memang jelas benar secara Hermeneutics, tetapi itu hanya benar secara teoretis, karena dalam prakteknya mereka sendiri melanggar dua prinsip itu habis-habisan.
Kalau kita memang mau menafsirkan dengan memperhatikan kontext, seperti yang juga diajarkan (secara teoritis) oleh Saksi-Saksi Yehuwa dalam kutipan di atas ini, maka pada waktu kita mau menafsirkan Wah 1:8, kita perlu memperhatikan ayat-ayat di sekitarnya. Mari kita perhatikan Wah 1:7! Wah 1:7 itu berbicara tentang siapa? Jelas tentang Yesus! Dan kalau kita mau melihat lebih jauh lagi sampai ke Wah 1:5-6, maka lagi-lagi terlihat dengan jelas bahwa yang dibicarakan adalah Yesus.
Wah 1:5-7 - “(5) dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya - (6) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya, - bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. (7) Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.”.
Juga kalau kita mau melihat ke ayat-ayat setelahnya, Wah 1:9-16 menceritakan peristiwa dimana rasul Yohanes melihat Yesus.
Wah 1:9-16 - “(9) Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. (10) Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, (11) katanya: ‘Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.’ (12) Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. (13) Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. (14) Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api. (15) Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah. (16) dan di tangan kananNya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.”.
Kalau ayat-ayat di sekitarnya berbicara tentang Yesus, bagaimana mungkin Wah 1:8 berbicara tentang Allah Bapa / Yehuwa? Jadi, Wah 1:8 pasti juga berbicara tentang Yesus.
The International Standard Bible Encyclopedia, vol II: “In the NT pantokrator occurs ten times, with nine occurrences in the book of Revelation, and is always translated ‘Almighty.’ ... The term is applied both to the risen Christ (Rev. 1:8) and to God (4:8; 11:17; etc.)” [= Dalam PB PANTOKRATOR muncul 10 kali, dan 9 diantaranya dalam kitab Wahyu, dan selalu diterjemahkan ‘Mahakuasa’. ... Istilah ini diterapkan baik kepada Kristus yang telah bangkit (Wah 1:8) dan kepada Allah (4:8; 11:17; dsb.)] - hal 508.
William Hendriksen: “That this glorious title refers to Christ should not be open to doubt. Both the immediately preceding and the immediately succeeding contexts have reference to Christ (see verses 7,13).” [= Bahwa gelar mulia ini menunjuk kepada Kristus tidak boleh diragukan. Baik konteks yang langsung mendahuluinya maupun yang segera menyusulnya memiliki hubungan dengan Kristus (lihat ayat 7,13).] - ‘More Than Conquerors’, hal 54.
2. Tentang Wah 21:6-7 memang ada hal-hal yang kelihatannya menunjukkan bahwa text ini berbicara tentang Bapa. Tetapi apakah benar demikian? Sama sekali belum tentu.
Wah 21:6-7 - “(6) FirmanNya lagi kepadaku: ‘Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. (7) Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu.”.
Kalau dilihat bagian yang saya beri warna merah, itu cocok dengan Yesus. Bandingkan dengan:
Yoh 4:13-14 - “(13) Jawab Yesus kepadanya: ‘Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, (14) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.’”.
Yoh 7:37-38 - “(37) Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: ‘Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! (38) Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’”.
Wah 22:17 - “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”.
Tetapi bagaimana Yesus bisa menyebut orang percaya sebagai ‘anakKu’ (Wah 21:7 akhir)???
William Hendriksen: “The conqueror shall receive these things. In him the covenant promise, ‘I will be his God, and he shall be my son’, attains realization.” [= Pemenang akan menerima hal-hal ini. Di dalamnya janji perjanjian, ‘Aku akan menjadi Allahnya, dan dia akan menjadi anakKu’, mencapai kenyataan.] - ‘More Than Conquerors’, hal 201.
Bdk. 2Sam 7:14a - “Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anakKu.”.
Jadi Wah 21:7b dianggap sebagai suatu kutipan yang akan menjadi kenyataan pada saat itu. Dengan demikian ayat ini tidak menunjukkan bahwa Yesus menyebut orang percaya sebagai ‘anakKu’!
3. Wah 22:13 juga jelas berbicara tentang Yesus.
Saksi-Saksi Yehuwa menganggap bahwa Wah 22:13 ini menunjuk kepada Yehuwa, dan dalam hal ini lagi-lagi terlihat bahwa mereka betul-betul memutar-balikkan arti ayat ini. Mari kita baca mulai dari ay 12nya.
Wah 22:12-13 - “(12) ‘Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. (13) Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.’”.
Kata-kata ‘Aku datang segera’ dalam ay 12nya jelas menunjukkan bahwa ini menunjuk kepada Yesus. Bandingkan dengan Wah 22:20 - “Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: ‘Ya, Aku datang segera!’ Amin, datanglah, Tuhan Yesus!”.
Juga kalau kita melihat ayat-ayat sesudahnya, khususnya ay 16nya, terlihat bahwa yang dibicarakan adalah Yesus.
Wah 22:16 - “‘Aku, Yesus, telah mengutus malaikatKu untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.’”.
Jadi jelas bahwa ay 13nya juga berbicara tentang Yesus.
Sekalipun dalam bagian-bagian lain gelar ‘Alfa dan Omega’ diberikan kepada Bapa, tidak berarti bahwa dalam Wah 1:8 Wah 21:6-7 dan Wah 22:13 gelar itu tidak bisa menjadi milik Yesus. Ingat bahwa baik Yesus maupun Bapa sama-sama kekal.
Jadi, jelas bahwa dalam Wah 1:8 ini Yesus disebut bukan hanya sebagai ‘Tuhan Allah’, tetapi juga sebagai ‘Yang Mahakuasa’ (Yunani: PANTOKRATOR), dan dengan demikian claim Saksi Yehuwa bahwa Yesus tidak pernah disebut dengan istilah tersebut, terbukti salah / dusta.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali