kebaktian online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 29 Maret 2020, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

Bersama Yesus dalam badai

 

Markus 4:35-41(1)

 

Mat 8:23-27 - “(23) Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-muridNyapun mengikutiNya. (24) Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. (25) Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: ‘Tuhan, tolonglah, kita binasa.’ (26) Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. (27) Dan heranlah orang-orang itu, katanya: ‘Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?’”.

 

Luk 8:22-25 - “(22) Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-muridNya, dan Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah kita bertolak ke seberang danau.’ Lalu bertolaklah mereka. (23) Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya. (24) Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: ‘Guru, Guru, kita binasa!’ Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh. (25) Lalu kataNya kepada mereka: ‘Di manakah kepercayaanmu?’ Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepadaNya?’.

 

Mark 4:35-41 - “(35) Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: ‘Marilah kita bertolak ke seberang.’ (36) Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. (37) Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. (38) Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia dan berkata kepadaNya: ‘Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?’ (39) Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: ‘Diam! Tenanglah!’ Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (40) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?’ (41) Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?’.

 

Sebelumnya, sepanjang hari Yesus melayani / memberitakan firman.

Matthew Henry (tentang Mark 4:35): It was the same day that he had preached out of a ship, when the even was come, v. 35. When he had been labouring in the word and doctrine all day, instead of reposing himself, he exposeth himself, to teach us not to think of a constant remaining rest till we come to heaven.[= Adalah pada hari yang sama dimana Ia telah berkhotbah dari sebuah perahu, pada waktu sore / malam tiba, ay 35. Pada waktu telah bekerja / berjerih payah sampai saat itu dalam firman dan doktrin / pengajaran dalam sepanjang hari, alih-alih dari mengistirahatkan diriNya sendiri, Ia membuka diriNya sendiri, untuk mengajar kita untuk tidak berpikir tentang suatu istirahat terus menerus sampai kita sampai di surga.].

 

Bdk. Mark 4:1-2 - “(1) Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. (2) Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaranNya itu Ia berkata kepada mereka:.

 

I) Yesus mengajak para muridNya untuk menyeberangi danau.

 

1)   Yesus yang mengajak para murid untuk menyeberangi danau.

 

Mark 4:35 - Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: ‘Marilah kita bertolak ke seberang.’.

 

Mat 8:23 - “Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-muridNyapun mengikutiNya.”.

Mat 8:18 - Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingiNya, Ia menyuruh bertolak ke seberang..

 

Luk 8:22 - Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-muridNya, dan Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah kita bertolak ke seberang danau.’ Lalu bertolaklah mereka..

 

a)         Yesus mencari bahaya secara sengaja?

Yesus pasti tahu bahwa di danau nanti akan ada badai. Tetapi Ia yang mengajak mereka untuk bertolak ke seberang. Kelihatannya Ia sengaja mencari bahaya.

 

Matthew Henry (tentang Mat 8:23): He chose to go by water. It had not been much about, if he had gone by land; but he chose to cross the lake, that he might have occasion to manifest himself the God of the sea as well as of the dry land, and to show that all power is his, both in heaven and in earth. It is a comfort to those who go down to the sea in ships, and are often in perils there, to reflect that they have a Saviour to trust in, and pray to, who knows what it is to be at sea, and to be in storms there.” [= Ia memilih untuk pergi melalui air. Tidak terlalu sulit / tidak terlalu berbeda, seandainya Ia telah pergi melalui darat; tetapi Ia memilih untuk menyeberangi danau, supaya Ia bisa mempunyai kesempatan untuk menyatakan diriNya sendiri sebagai Allah dari laut maupun dari tanah kering, dan untuk menunjukkan bahwa segala kuasa adalah milikNya, baik di surga dan di bumi. Merupakan suatu penghiburan bagi mereka yang turun ke laut dalam kapal-kapal, dan sering berada dalam bahaya-bahaya di sana, untuk memikirkan secara serius bahwa mereka mempunyai seorang Juruselamat kepada siapa mereka bisa percaya, dan kepada siapa mereka bisa berdoa, yang mengetahui bagaimana berada di laut, dan bagaimana berada dalam badai di sana.].

 

Kalau berbicara tentang Yesus sengaja mencari bahaya, maka kita harus berhati-hati. Seperti sudah berulang kali saya katakan, dalam membahas suatu ayat kita harus membahas semua ayat yang berhubungan. Sekarang mari kita melihat ayat-ayat yang kelihatannya justru sebaliknya dimana Yesus menghindari bahaya!

 

Mat 4:12 - Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea..

 

Mat 12:14-15 - “(14) Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. (15) Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana..

 

Dalam kedua text di atas Yesus menghindari bahaya.

 

Sekarang mari kita melihat beberapa contoh kasus lain dimana kelihatannya terjadi pertentangan yang sama:

 

1.   Kasus Paulus.

 

a.         Dalam text-text di bawah ini Paulus menjauhi bahaya.

 

Kis 9:22-25 - “(22) Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. (23) Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. (24) Tetapi maksud jahat itu diketahui oleh Saulus. Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh dia. (25) Sungguhpun demikian pada suatu malam murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang..

 

Kis 23:12-24 - “(12) Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus. (13) Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang. (14) Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: ‘Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus. (15) Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu.’ (16) Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan setelah diizinkan masuk, ia memberitahukannya kepada Paulus. (17) Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya: ‘Bawalah anak ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya.’ (18) Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata: ‘Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu.’ (19) Maka kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya ke samping dan bertanya: ‘Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku?’ (20) Jawabnya: ‘Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari padanya. (21) Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu.’ (22) Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya: ‘Jangan katakan kepada siapapun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku.’ (23) Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: ‘Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini. (24) Sediakan juga beberapa keledai tunggang untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada wali negeri Feliks.’.

 

b.         Tetapi dalam text-text di bawah ini Paulus mencari bahaya.

 

Kis 21:4 - Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem..

 

Kis 21:10-14 - “(10) Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. (11) Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: ‘Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.’ (12) Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. (13) Tetapi Paulus menjawab: ‘Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.’ (14) Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: ‘Jadilah kehendak Tuhan!’.

 

Nubuat dari Agabus ini ada dalam ay 11. Baca dan perhatikan baik-baik nubuatnya! Ia hanya menubuatkan bahwa di Yerusalem Paulus akan ditangkap oleh orang Yahudi dan diserahkan kepada bangsa-bangsa lain! Tetapi dalam nubuat itu Tuhan tidak melarang Paulus untuk pergi ke Yerusalem. Tetapi lalu berdasarkan nubuat ini, murid-murid dan teman-teman Paulus lalu menasehati Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem (ay 12).

 

Ay 4b di atas juga harus ditafsirkan seperti ini. Jadi Roh Kudus hanya memberikan bisikan bahwa Paulus akan ditangkap / menderita di Yerusalem, tetapi Roh Kudus tidak melarang Paulus untuk pergi ke Yerusalem. Tetapi berdasarkan bisikan itu, murid-murid lalu menasehati Paulus untuk tidak pergi ke Yerusalem; ini nasehat mereka, bukan dari Roh Kudus!

 

Mengapa Paulus tidak mau dinasehati? Alasannya ada dalam pasal sebelumnya.

 

Kis 20:16,22-24 - “(16) Paulus telah memutuskan untuk tidak singgah di Efesus, supaya jangan habis waktunya di Asia. Sebab ia buru-buru, agar jika mungkin, ia telah berada di Yerusalem pada hari raya Pentakosta. ...(22) Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ (23) selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. (24) Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah..

 

(1) Ia pergi ke Yerusalem sebagai ‘tawanan Roh’ (ay 22a).

KJV/RSV: ‘bound in the Spirit’ [= diikat dalam Roh].

NASB: ‘bound in spirit’ [= diikat dalam roh].

NIV: ‘compelled by the Spirit’ [= didorong oleh Roh].

ESV: ‘constrained by the Spirit’ [= dipaksa / didesak oleh Roh].

Artinya: ia pergi ke Yerusalem karena dorongan Roh Kudus.

Ini sudah menunjukkan bahwa ia tidak hidup menuruti keinginan­nya sendiri, tetapi menuruti keinginan Roh Kudus / Tuhan.

Bagaimana dengan saudara? Kalau saudara tahu bahwa kehendak saudara bertentangan / berbeda dengan kehendak Tuhan, apakah saudara mentaati kehendak Tuhan?

 

(2) Ia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya di Yerusalem, tetapi ia tahu bahwa dalam setiap kota Roh Kudus mengingatkan bahwa penjara dan sengsara menantikan dia (ay 22b-23). Tetapi hal ini tidak membuat Paulus menolak pimpinan Roh Kudus itu!

Coba bayangkan kalau saudara disuruh oleh Tuhan untuk memberita­kan Injil ke suatu kota, dan Tuhan berkata bahwa saudara bukan hanya akan sengsara di sana, tetapi saudara bahkan akan masuk penjara. Apakah saudara tetap mau pergi ke kota itu?

 

(3) Ia berkata bahwa ia tidak menghiraukan nyawanya sedikitpun, asal ia dapat menyelesaikan tugas yang Yesus berikan kepada­nya (ay 24).

Kata-kata ‘tak menghiraukan nyawaku’ tidak berarti bahwa Paulus tidak menjaga hidupnya dengan baik. Artinya adalah: ia rela mengorbankan nyawanya demi Tuhan (bdk. Mat 16:25)!

Mat 16:25 - “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”.

 

2.         Kasus bangsa Israel dan pimpinan Tuhan bagi mereka.

Berkenaan dengan bangsa Israel, Allah sendiri mempimpin mereka menjauhi bahaya.

 

Kel 13:17-18 - “(17) Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: ‘Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.’ (18) Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir..

 

Tetapi dalam text di bawah ini Allah memimpin mereka ke dalam bahaya yang Ia sendiri ciptakan!

 

Kel 14:1-4 - “(1) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, demikian: (2) ‘Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka balik kembali dan berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut; tepat di depan Baal-Zefon berkemahlah kamu, di tepi laut. (3) Maka Firaun akan berkata tentang orang Israel: Mereka telah sesat di negeri ini, padang gurun telah mengurung mereka. (4) Aku akan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia mengejar mereka. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya Aku akan menyatakan kemuliaanKu, sehingga orang Mesir mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.’ Lalu mereka berbuat demikian..

 

3.         Kasus para murid Yesus, harus lari atau tidak?

 

a.   Pada waktu Yesus ditangkap, murid-murid lari semua dan itu jelas disalahkan.

 

Mark 14:27-28,50-52 - “(27) Lalu Yesus berkata kepada mereka: ‘Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. (28) Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.’ ... (50) Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. (51) Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, (52) tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang..

 

b.   Tetapi dalam ayat di bawah ini dikatakan oleh Yesus bahwa mereka harus lari kalau ada bahaya!

 

Mat 10:23 - Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang..

 

4.         Kasus menjaga nyawa atau rela kehilangan nyawa?

 

a.   Hukum kasih mengharuskan kita menjaga nyawa kita sendiri.

Mat 22:39 - Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri..

 

b.   Tetapi kita juga harus mengingat bahwa ada ayat yang menyuruh kita untuk rela mati demi Dia.

Mat 16:24-25 - “(24) Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (25) Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya..

 

Kesimpulan berkenaan dengan semua hal di atas ini: Tuhan tidak selalu mempunyai kehendak yang sama bahkan untuk satu orang yang sama, dalam segala sikon. Apalagi untuk orang yang berbeda! Bisa saja untuk si A Tuhan menghendaki orang itu menjauhi bahaya, tetapi untuk si B, Tuhan menghendaki orang itu ‘mencari bahaya’ / tidak menjauhi bahaya! Bahkan untuk orang yang sama, kadang-kadang Tuhan menghendaki orang itu menjauhi bahaya, dan kadang-kadang Ia menghendaki orang itu ‘mencari bahaya’ / tidak menjauhi bahaya, demi Dia / Injil / KerajaanNya di dunia ini!

 

Karena itu dalam kasus wabah virus corona ini, hati-hatilah dalam menghakimi orang. Saya tidak membicarakan pendeta-pendeta yang sok beriman, atau pendeta-pendeta yang ‘tetap berbakti tak peduli ada larangan pemerintah’ karena tidak mau kehilangan uang persembahan. Yang seperti ini pasti salah. Tetapi bagaimana kalau ada pendeta yang Tuhan memang inginkan untuk ‘mencari bahaya’ / tidak menjauhi bahaya dengan menentang pemerintah dalam hal ini???

 

Dalam menggunakan Ro 13:1, harus selalu diingat ada Kis 5:29!

Ro 13:1 - Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah..

Kis 5:29 - Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia..

 

Ingat ayat ini:

Yes 55:8-9 - “(8) Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman TUHAN. (9) Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu..

Catatan: kata ‘rancangan’ dalam terjemahan bahasa Inggris diterjemahkan ‘thoughts’ [= pemikiran-pemikiran / pikiran-pikiran].

 

Apa yang kamu pikir sebagai ‘baik’ belum tentu Tuhan pikir juga adalah ‘baik’!!!

 

Jadi, di satu pihak saya mengecam pendeta-pendeta yang sok beriman dan tak peduli larangan pemerintah, tetapi di pihak lain saya juga mengecam orang-orang yang terlalu cepat tunduk pada pemerintah, dan / atau terlalu cepat mengecam gereja-gereja yang tetap berbakti biasa, tanpa mempedulikan adanya kemungkinan bahwa Tuhan memerintahkan orang itu secara khusus, untuk dalam hal ini tidak tunduk pada pemerintah!!

 

Bahkan di facebook ada orang yang mengusulkan untuk melaporkan ke polisi gereja-gereja yang masih tetap mau mengadakan kebaktian! Apakah orang brengsek ini mau menggenapi ayat ini?

 

Mat 24:10 - dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci..

LAI: ‘menyerahkan’.

KJV/RSV/NIV: ‘betray’ [= mengkhianati].

 

Kata Yunani yang digunakan adalah kata Yunani yang sama yang digunakan untuk Yudas Iskariot, yang juga dikatakan ‘menyerahkan’ / ‘mengkhianati’ Yesus (Yoh 13:21)!!!

 

Mau jadi seperti Yudas Iskariot, orang biadab? Serahkan / khianati gereja manapun, gereja ini juga boleh, kalau kamu mau berakhir secara sama seperti Yudas Iskariot!!!

 

Yesus sudah rela mati untuk menebus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita! Kalau Yesus sudah rela mati demi kita, kerelaan kita mati demi Dia bukanlah hal yang terlalu besar!

 

Jadi, apa yang saya inginkan untuk saudara mengerti dalam kasus-kasus seperti ini adalah: kita harus punya keseimbangan pengertian tentang ayat-ayat yang kelihatannya saling bertentangan dalam Alkitab kita!!!

 

Dalam saudara mengecam pendeta yang ‘sok beriman’ jangan saudara bersikap ‘sok tahu’ apa kehendak Tuhan bagi seseorang dalam keadaan seperti ini!!

 

Sekarang bagaimana dengan diri saya sendiri? Apa kehendak Tuhan bagi saya dalam hal ini?? Jujur saja, saya belum tahu / tidak tahu. Saya merasa Tuhan tidak bicara apa-apa kepada saya berkenaan dengan hal ini. Dan dalam hal saya tidak mendapat petunjuk khusus, maka saya harus tunduk pada akal sehat! Wabah virus corona ini memang sangat berbahaya. Penularannya luar biasa hebatnya, dan ini yang paling membahayakan. Jumlah orang yang tertular begitu banyak sampai semua rumah sakit yang ada kewalahan dalam menangani, sehingga akhirnya banyak yang tidak ditangani! Ada pendeta-pendeta yang mengentengkan wabah virus corona ini dengan mengatakan bahwa yang kena toh persentasenya hanya sedikit. Apalagi yang mati! Pendeta-pendeta yang hanya hitung persentase, saya anggap sebagai orang-orang bodoh!

 

Lihat sebagai contoh Italy. Sekarang ini, waktu saya menyusun khotbah ini, adalah hari Kamis, tanggal 26 Maret 2020, pk 10.15 pagi. Dengan total kasus 74.386, dan jumlah penduduk 60 juta orang, maka jumlah kasus hanya 1,24 per mil! Jumlah kematian 7.503 dan itu hanya 0,125 per mil!! Tetapi lihat keadaan mereka. Betul-betul seperti medan perang! Dokter harus menentukan, yang mana yang dirawat dan yang mana yang dibiarkan mati! Presiden Italy sampai menangis!!

 

Dan saya tambahkan, hari ini, Sabtu tanggal 28 Maret 2020, pk 11.35 pagi, total kasus di Italy adalah 86.498 dan jumlah kematian 9.134! Mereka menjadi ranking ke 2 dunia setelah USA, yang telah menjadi ‘juara dunia’ sekarang ini. Dengan total penderita covid 19 mencapai 102.205 dan total kematian 1.701, mereka tidak kurang kacaunya!

 

Apakah saudara mau Indonesia jadi seperti itu??? Mungkin ada orang-orang gila yang mau, karena mereka memang mau buat negara ini kacau, dengan tujuan menurunkan Jokowi! Tetapi semua orang yang waras, seharusnya tidak mau! Saya juga tidak mau!

 

Karena itu hari ini saya mengadakan kebaktian online. Hanya 5 orang yang boleh hadir dalam gereja kami. Itupun, yang dua orang adalah orang-orang yang tetap harus bekerja, dan karena itu tetap berkumpul dengan sesama pekerja yang lain. Dengan kata lain, mereka ini adalah orang-orang yang beresiko. Dan dengan mengadakan kebaktian 5 orang ini, saya menjadikan diri saya sendiri juga sebagai orang yang beresiko. Tetapi kami tidak punya orang lain, karena gereja ini hanya punya sangat sedikit jemaat!

 

Jadi saya teruskan kebaktian online ini, supaya jemaat tetap bisa mendapatkan firman Tuhan. Baik jemaat gereja ini, maupun ‘jemaat’ di internet (WA, Facebook, Web, Streaming, Youtube)! Saya teruskan kebaktian online ini, sambil minta perlindungan Tuhan, supaya jangan yang manapun dari 5 orang ini kena virus corona ini! Juga saya butuhkan bantuan doa saudara, supaya kebaktian online ini bisa berjalan terus sampai wabah virus corona ini berakhir, dan kami bisa kebaktian secara normal lagi! Tuhan memberkati saudara sekalian.

 

 

 

-Amin-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

[email protected]

http://golgothaministry.org

Email : [email protected]