(Rungkut
Megah Raya, blok D no 16)
Rabu,
tgl 27 Nopember 2019, pk 19.00
Pdt.
Budi Asali, M. Div.
Ayub 1:6-12
- “(6)
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka
datanglah juga Iblis. (7) Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Dari mana
engkau?’ Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Dari perjalanan mengelilingi dan
menjelajah bumi.’ (8) Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau
memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang
demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.’ (9)
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub
takut akan Allah? (10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan
rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah
Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. (11) Tetapi
ulurkanlah tanganMu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki
Engkau di hadapanMu.’ (12) Maka firman TUHAN kepada Iblis: ‘Nah, segala
yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan
tanganmu terhadap dirinya.’ Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.”.
1)
Ay 6: “Pada
suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka
datanglah juga Iblis.”.
a)
Pemandangan yang mirip dengan ini adalah seperti dalam penglihatan nabi
Mikha dalam 1Raja 22:19-23 - “(19)
Kata Mikha: ‘Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN
sedang duduk di atas takhtaNya dan segenap tentara sorga berdiri di dekatNya, di
sebelah kananNya dan di sebelah kiriNya. (20) Dan TUHAN berfirman:
Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di
Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. (21) Kemudian
tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan
membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? (22) Jawabnya: Aku akan
keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman:
Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan
perbuatlah demikian! (23) Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta
ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan
malapetaka kepadamu.’”.
b)
Hurufiah atau simbolis?
1.
Ada yang menganggap bahwa bagian ini tidak boleh diartikan secara
hurufiah.
Matthew
Poole: “But
you must not think that these things were really done, and that Satan was mixed
with the holy angels, or admitted into the presence of God in heaven, ... but it
is only a parabolical representation of that great truth, that God by his
wise and holy providence doth govern all the actions of men and devils to his
own ends;”
[= Tetapi jangan berpikir bahwa hal-hal ini betul-betul terjadi, dan bahwa Setan
bercampur dengan malaikat-malaikat kudus, atau diijinkan masuk ke hadapan Allah
di surga, ... tetapi ini hanya merupakan penggambaran
yang mengumpamakan kebenaran yang besar, bahwa Allah oleh
providensiaNya yang bijaksana dan kudus memang menguasai / memerintah semua
tindakan-tindakan dari manusia dan malaikat bagi tujuanNya sendiri;]
- hal 922.
Saya
tidak setuju dengan penafsiran ini. Kalau dalam Kej 3 setan bisa masuk ke taman
Eden, apa alasannya dia tidak mungkin masuk ke surga, seperti yang terjadi di
sini? Tentu ia tidak akan bisa masuk kalau Allah tidak mengijinkan. Tetapi kalau
Allah mengijinkan dia masuk ke taman Eden, maka bukan merupakan hal yang
mustahil kalau Allah juga mengijinkan setan masuk ke surga, dengan alasan /
tujuan tertentu.
2.
Kebanyakan penafsir menganggap bahwa ini merupakan kejadian hurufiah.
Barnes’
Notes: “He
came as a spirit that was subject to the control of Jehovah;” [= Ia datang sebagai roh yang
tunduk pada penguasaan Yehovah;] - hal 101.
Barnes’
Notes: “It
is to be observed, that Satan, no less than the other celestial spirits, is
subject to the government of God, and dependent on his commands ... Jehovah uses
the ministry of this demon to execute punishment, or when from any other cause
it seemed good to him to send evil upon men. But he, although incensed against
the race of mortals, and desirous of injuring, is yet described as bound with a
chain, and never dares to touch the pious unless God relaxes the reins.” [= Harus diperhatikan bahwa
Setan, sama seperti roh-roh surgawi yang lain, tunduk pada pemerintahan Allah,
dan tergantung pada perintah-perintahNya ... Yehovah menggunakan pelayanan setan
untuk melaksanakan hukuman, atau pada waktu karena sebab yang lain Ia menganggap
baik untuk mengirimkan bencana kepada manusia. Tetapi ia, sekalipun marah
terhadap manusia, dan ingin menyakiti, tetap digambarkan terikat dengan rantai,
dan tidak pernah berani menyentuh orang saleh kecuali Allah melonggarkan
kekangnya.] - hal 101.
Pulpit
Commentary: “if
Satan can find his way into the assemblies of God’s sons in heaven, it need
hardly surprise one to detect him amongst the congregations of God’s children
on earth.”
[= jika Setan bisa menemukan jalan ke dalam perkumpulan anak-anak Allah di
surga, tidak usah kaget jika menemukan dia di antara
jemaat anak-anak Allah di bumi.]
- hal 11.
c)
‘anak-anak Allah’.
Istilah
ini jelas menunjuk kepada para malaikat. Mengapa mereka disebut sebagai ‘anak-anak
Allah’?
Kata
‘Bapa’
memang bisa diartikan sebagai ‘sumber’
/ ‘pencipta’,
seperti dalam:
1. Yes 9:5
- “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas
bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai.”.
2. Yoh 8:44
- “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin
melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula
dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila
ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta
dan bapa segala dusta.”.
Dalam
Yes 9:5 Yesus dikatakan sebagai ‘Bapa
yang kekal’ (seharusnya ‘Bapa dari kekekalan’).
Ini berarti bahwa Yesus adalah sumber / pencipta dari kekekalan. Dan dalam Yoh 8:44,
Iblis disebut sebagai ‘bapa
segala dusta’, artinya ia adalah sumber / pencipta segala dusta.
Kalau
kata ‘Bapa’ bisa diartikan sebagai sumber / pencipta,
maka adalah sesuatu yang logis kalau kata ‘anak’
bisa diartikan sebaliknya, yaitu sebagai ‘ciptaan’.
Dan mungkin arti inilah yang diambil pada waktu Adam, dan juga malaikat,
disebut dengan istilah ‘anak Allah’ (Luk 3:38 Ayub 1:6). Saya katakan ‘mungkin’, karena masih ada
kemungkinan lain, yaitu dengan mengartikan kata ‘anak’
sebagai ‘kemiripan’, seperti pada waktu ada orang-orang yang
disebut sebagai ‘anak Iblis’
(1Yoh 3:10). Tetapi saya lebih setuju dengan penafsiran yang pertama.
Tetapi
pada saat Yesus disebut sebagai ‘Anak Allah’,
pasti kata ‘Anak’
ini digunakan dalam arti yang berbeda, karena:
a. Pada
waktu Ia menggunakan istilah ‘Anak Allah’ untuk diriNya Ia dituduh menyamakan /
menyetarakan diri dengan Allah, dan Ia tidak menyangkal tuduhan tersebut!
Bdk. Yoh 5:18 Yoh 10:30-36.
b. Selain
disebut ‘Anak
Allah’, Ia juga disebut ‘Anak Tunggal Allah /
Bapa’.
Kalau
Yesus disebut ‘Anak’
dalam arti bahwa Ia dicipta oleh Allah, bagaimana mungkin Ia disebut ‘Anak
yang Tunggal dari Allah / Bapa’?
c. Berbeda
dengan Adam dan malaikat-malaikat, yang oleh bagian-bagian lain dari Kitab Suci
dikatakan sebagai diciptakan oleh Bapa / Allah (Kej 1 Yoh 1:3); maka untuk Yesus, Kitab Suci tidak pernah
mengatakan seperti itu. Sebaliknya Kitab Suci menggambarkan Dia sebagai Pencipta
(Yoh 1:3,10 Ibr 1:10).
d)
Ay 6: ‘Iblis’.
Kata
Ibraninya adalah HASSATAN. Artinya ‘the
adversary’ [= si musuh]. Dalam bahasa Yunani diterjemahkan: DIABOLOS. Dari
sini diturunkan kata bahasa Inggris ‘devil’
[= setan]. Tetapi ada yang berkata bahwa kata ‘devil’
berasal dari kata-kata ‘the evil’
/ ‘si jahat’ (Clarke hal 25).
Jamieson,
Fausset & Brown: “‘Satan.’ ... In the book of Job first Satan is
designated by name: Satan, in Hebrew Saataan,
an adversary in a court of justice (1 Chr. 21:1; Ps. 109:6; Zech. 3:1). The
accuser (Rev. 12:10).”
[= ‘Iblis’. ... Dalam kitab Ayub Iblis untuk pertama kalinya ditunjuk dengan
nama: Iblis, dalam bahasa Ibrani SAATAAN, seorang musuh dalam sidang pengadilan
(1Taw 21:1; Maz 109:6; Zakh 3:1). Penuduh / pendakwa (Wah 12:10).].
e)
Ay 6: ‘di
antara’.
Francis
I. Andersen (Tyndale):
“In
many places the preposition ‘among’ is used to refer to an intruder. It is
because the Satan has no right to be there that he alone is asked his
business.” [= Dalam banyak tempat kata
depan ‘di antara’ digunakan untuk menunjuk kepada seorang penyusup. Karena
Setan tidak mempunyai hak untuk berada di sana maka hanya ia saja yang ditanyai
tentang kegiatannya.]
- hal 82.
2) Ay 7:
“Maka
bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Dari mana engkau?’ Lalu jawab Iblis kepada
TUHAN: ‘Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.’”.
a)
Pertanyaan Tuhan dalam ay 7a tidak menunjukkan bahwa Allah tidak
tahu tentang aktivitas setan sehingga perlu bertanya kepada setan. Ini tidak
terlalu berbeda dengan waktu Allah menanyai Adam dalam Kej 3:9b - “Dimanakah
engkau?”.
Tuhan menanyai setan, boleh dikatakan seperti meminta suatu pertanggung-jawaban.
Keil
& Delitzsch: “It is implied in the question that
his business is selfish, arbitrary, and has no connection with God.” [= Secara tidak langsung terlihat dari pertanyaan
itu bahwa kegiatannya bersifat egois, sewenang-wenang / semaunya sendiri, dan
tidak mempunyai hubungan dengan Allah.]
- hal 54-55.
Awas,
ini tidak berarti bahwa ia bisa bertindak di luar kontrol dari Allah.
b)
Jawaban setan dalam ay 7b menunjukkan aktivitas setan.
Ay 7:
“Maka
bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Dari mana engkau?’ Lalu jawab Iblis kepada
TUHAN: ‘Dari perjalanan mengelilingi dan
menjelajah bumi.’”.
Ini
menunjukkan bahwa setan mempunyai aktivitas di bumi, bukan di neraka! Tujuan dari aktivitas
ini bisa dilihat dalam 1Pet 5:8 - “Sadarlah dan berjaga-jagalah!
Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama
seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”.
KJV: ‘walketh about’ [=
berjalan-jalan].
RSV/NIV: ‘prowls around’ [=
berkeliling].
Calvin:
1. “the
Devils are always busy to procure our destruction, that they go about the earth,
that they be never away from us, that they be ever seeking means to get into
us, and that as soon as they find never so small a breach, they enter into us
to throw us into endless destruction,”
[= setan selalu sibuk untuk menyebabkan kehancuran kita, sehingga mereka menjelajah
bumi, tidak pernah jauh dari kita, selalu mencari jalan untuk memasuki
kita, dan begitu mereka menemukan celah yang kecil, mereka masuk ke dalam kita
untuk melemparkan kita pada kehancuran kekal,]
- ‘Sermons on Job’, hal 17.
2. “Wherefore,
when we feel any wicked desire in ourselves, so as we be carried, some to one
lewd lust, and some to another: we must mark that it is the enemy that worketh
so craftily. And thus we find by experience, that the Devils are ever
practicing against us: specially against those to whom God hath given wisdom and
knowledge.”
[= Karena itu, pada waktu kita merasakan keinginan jahat apapun dalam diri kita,
sehingga kita dibawa pada nafsu yang kotor / cabul atau yang lain: kita harus
memperhatikan bahwa itu adalah musuh yang bekerja dengan begitu ahli. Dan dengan
demikian kita mendapatkan melalui pengalaman, bahwa Setan selalu bekerja
menentang kita: khususnya menentang mereka kepada siapa
Allah telah memberikan hikmat dan pengertian.]
- ‘Sermons on Job’, hal 17.
3. “under
his person we are advertised, that we shall never serve God without great
difficulties and many hindrances which the Devil stirreth up: so as if we will
keep the right way, it behoveth us to leap over the trenches, to step over the
stones, and to march among the thorns. ... God giveth us warning, that we cannot
live holily without great battles and great hardness.” [= dalam dirinya ditunjukkan
kepada kita bahwa kita tidak akan pernah melayani
Allah tanpa kesukaran-kesukaran yang besar dan banyak halangan yang ditimbulkan
oleh Setan: sehingga jika kita mau menempuh jalan yang benar, kita
harus meloncati parit-parit, melangkahi batu-batu, dan berjalan melalui
duri-duri. … Allah memberi kita peringatan, bahwa kita
tidak bisa hidup dengan kudus tanpa pertempuran-pertempuran yang besar dan
kesukaran yang besar.]
- ‘Sermons on Job’, hal 18.
Matthew
Henry mengatakan bahwa dalam kata-kata Iblis ini ia membanggakan diri karena
semua orang tunduk kepadanya. Karena itu maka Allah menjawab dengan menunjukkan
adanya orang yang saleh seperti Ayub (ay 8).
c) Kalau
setan begitu sibuk, rajin dan tekun untuk menyerang, maka kita juga harus sibuk,
rajin dan tekun untuk bekerja bagi Tuhan, dan menolong orang-orang yang diserang
oleh setan.
Pulpit
Commentary: “If he thus wanders, so should the
Christian missionaries. Wherever the bite of the serpent is found, there should
the healing balm be sent.”
[= Jika ia mengembara seperti itu, maka para misionaris Kristen juga harus
begitu. Dimanapun gigitan sang ular ditemukan, di sana harus dikirimkan balsem
penyembuh.]
- hal 30.
3) Ay 8-12:
“(8)
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau memperhatikan hambaKu
Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur,
yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.’ (9) Lalu jawab Iblis kepada
TUHAN: ‘Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? (10)
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang
dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya
makin bertambah di negeri itu. (11) Tetapi ulurkanlah tanganMu dan jamahlah
segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapanMu.’ (12) Maka
firman TUHAN kepada Iblis: ‘Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu;
hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.’ Kemudian
pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.”.
a) Allah
yang memulai pembicaraan dengan setan tentang Ayub (ay 8); dengan kata lain,
semua ini terjadi karena inisiatif dari Allah! Karena itu, semua ini bisa
terjadi, karena penentuan dan pengaturan Allah!
Calvin:
“while we live here below, we
be not governed by fortune, but God hath an eye upon us, and full authority over
us, as good reason is he should have, seeing that we be his creatures. For anon
after we shall see, how it pleased
God to afflict Job, wherein the chief thing that is principally
touched, is that God hath the direction of the world,
and that there is not any thing done, which is not disposed by him.”
[= pada waktu kita hidup di sini di bawah, kita tidak diatur oleh nasib, tetapi
Allah memperhatikan kita, dan mempunyai otoritas penuh atas kita, dan Ia
mempunyai alasan yang kuat, mengingat bahwa kita adalah makhluk ciptaanNya.
Karena segera akan kita lihat, bagaimana Allah berkenan
/ menghendaki untuk membuat Ayub menderita,
dalam mana hal utama yang paling ditekankan adalah bahwa Allah
mengarahkan dunia ini, dan bahwa tidak ada apapun yang terjadi yang tidak
ditentukan / diatur olehNya.]
- ‘Sermons on Job’, hal 14.
b) Pujian
Allah terhadap Ayub membangkitkan ketidak-senangan dalam diri Iblis, dan juga
sekaligus fitnahannya.
Ay 8-9:
“(8)
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau memperhatikan hambaKu
Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur,
yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.’ (9) Lalu
jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut
akan Allah?”.
Matthew
Henry: “How
impatient the devil was of hearing Job praised, though it was God himself that
praised him. Those are like the devil who cannot endure that any body should be
praised but themselves,” [= Betapa tidak sabarnya Iblis
mendengar Ayub dipuji, sekalipun Allah sendiri yang memujinya. Mereka yang tidak
dapat tahan mendengar orang lain, selain diri mereka sendiri, dipuji, adalah
seperti Iblis,].
Matthew
Henry: “See
how slyly he censured him as a hypocrite, not asserting that he was so, but only
asking, ‘Is he not so?’ This is the common way of slanderers, whisperers,
backbiters, to suggest that by way of query which yet they have no reason to
think is true. Note, It is not strange if those that are approved and accepted
of God be unjustly censured by the devil and his instruments;”
[= Lihatlah betapa dengan licik ia mencelanya sebagai seorang munafik, tidak
menegaskan bahwa ia adalah demikian, tetapi
hanya bertanya, ‘Apakah ia tidak demikian?’. Ini merupakan cara
yang umum dari pemfitnah-pemfitnah dan penggosip-penggosip, untuk
mengusulkan hal itu dengan cara menanyakan, padahal mereka tidak
mempunyai alasan untuk menganggapnya sebagai benar. Perhatikan, Bukanlah sesuatu
yang aneh bahwa mereka yang direstui dan diterima oleh Allah dicela secara tidak
benar / tidak adil oleh Iblis dan alat-alatnya;].
Bandingkan
dengan orang yang tanya / hasut melalui WA: ‘Kamu
tidak diajak ke Malaysia?’, atau ‘Kamu
tidak diajak makan durian?’. Orang ini pasti dapat ilham dari setan!
c)
Apa yang dikatakan oleh Iblis dalam ay 9-11 ini pada umumnya benar.
Ay 9-11:
“(9)
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub
takut akan Allah? (10) Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan
rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati
dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. (11) Tetapi ulurkanlah
tanganMu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di
hadapanMu.’”.
Kebanyakan
orang takut atau cinta kepada Allah, pada saat segala sesuatu berjalan lancar.
Tetapi pada waktu datang segala macam penderitaan, mereka lalu mengomel, marah
kepada Allah, dan bahkan meninggalkan Allah.
Barnes’
Notes: “the question here proposed may, it is to be
feared, be asked with great propriety of many professors of religion who are
rich; it should be asked by every professed friend of the Most High, whether his
religion is not selfish and mercenary.”
[= dikuatirkan bahwa pertanyaan yang dikemukakan di sini bisa dipertanyakan
dengan tepat / cocok tentang banyak pengaku-pengaku agama yang kaya; itu harus
dipertanyakan oleh setiap orang yang mengaku sebagai sahabat dari Yang Maha
Tinggi, apakah agamanya tidak bersifat egois dan mata duitan / berdasarkan
uang.] - hal 103.
Jamieson, Fausset & Brown: “Satan’s
words are too true of many. Take away their prosperity and you take away their
religion (Mal. 3:14).” [=
Kata-kata Iblis terlalu benar tentang banyak orang. Ambillah / hilangkanlah
kemakmuran / kekayaan mereka dan engkau mengambil / menghilangkan agama mereka
(Mal 3:14).].
Mal 3:14-15
- “(14)
Kamu berkata: ‘Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita
memelihara apa yang harus dilakukan terhadapNya dan berjalan dengan pakaian
berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? (15) Oleh sebab itu kita ini menyebut
berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat
fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga.’”.
Calvin
berkata bahwa ada banyak orang yang tidak mengetahui adanya sifat memberontak
dan jahat dalam dirinya, dan mengira bahwa dirinya adalah orang yang saleh.
Supaya mereka mengerti bagaimana diri mereka sebenarnya, maka Allah membiarkan
mereka dicobai / diserang oleh Setan. Pada waktu itu mereka lalu marah kepada
Tuhan dsb, dan barulah mereka sadar siapa diri mereka sebenarnya.
d)
Perbandingan godaan di sini dan di taman Eden.
Ay 9-11:
“(9)
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: ‘Apakah dengan
tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? (10) Bukankah Engkau
yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya?
Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah
di negeri itu. (11) Tetapi ulurkanlah tanganMu dan
jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapanMu.’”.
Kej 3:1-5
- “(1)
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang
dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ‘Tentulah
Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?’
(2) Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: ‘Buah pohon-pohonan dalam taman
ini boleh kami makan, (3) tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah
taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu
mati.’ (4) Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: ‘Sekali-kali
kamu tidak akan mati, (5) tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu
memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu
tentang yang baik dan yang jahat.’”.
Wycliffe Bible Commentary:
“In
the temptation in Eden, Satan disparaged God to man; here he disparages man to
God. But he used the same subtle technique in both instances. He began with an
insinuating question, then moved boldly on to outspoken contradiction of the
divine word.” [= Dalam pencobaan di Eden, Iblis merendahkan Allah kepada
manusia; di sini ia merendahkan manusia kepada Allah. Tetapi ia menggunakan
tehnik licik yang sama dalam kedua peristiwa. Ia mulai dengan suatu pertanyaan
yang menyindir / menuduh secara tak langsung, lalu bergerak dengan berani pada
suatu pertentangan terang-terangan dengan firman Allah.].
e)
Perbandingan serangan / fitnahan Iblis di sini dengan serangan / fitnahan
teman-teman Ayub.
Matthew
Henry: “Job’s friends charged him with hypocrisy
because he was greatly afflicted, Satan because he greatly prospered. It is no
hard matter for those to calumniate that seek an occasion.”
[= Teman-teman Ayub menuduhnya dengan kemunafikan karena ia sangat menderita,
Iblis menuduhnya karena ia sangat makmur. Bukan suatu hal yang sukar bagi mereka
yang memfitnah untuk mencari suatu kesempatan / kejadian.].
Contoh:
kalau pendeta gemuk dikatakan tidak bisa menguasai diri, tetapi kalau kurus
dikatakan tidak ada berkat. Kalau pendeta makan di warung dikatakan memalukan,
kalau makan di restoran dikatakan berfoya-foya.
f)
Kata-kata setan dalam ay 10 adalah benar.
Ay 10:
“Bukankah
Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang
dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya
makin bertambah di negeri itu.”.
1.
Kalau kita bisa tidak mengalami bencana, itu disebabkan oleh karena Allah
memagari kita dan milik kita.
Calvin:
“without him we should perish
a hundred thousand times a day,”
[= tanpa Dia kita akan binasa 100.000 x sehari,]
- ‘Sermons on Job’, hal 20.
Penerapan:
pernahkah saudara bersyukur kepada Tuhan karena tidak mengalami bencana (bencana
alam, kerusuhan, penyakit, kecelakaan, usaha bangkrut, dipecat dari pekerjaan,
kematian orang yang dicintai, dsb)?
2.
Kalau kita berhasil dalam apapun, itu karena Tuhan memberkati usaha kita.
Matthew
Henry: “Without
that blessing, be the hands ever so strong, ever so skilful, the work will not
prosper; but, with that, his substance has wonderfully increased in the land.
The blessing of the Lord makes rich: Satan himself owns it.”
[= Tanpa berkat itu, sekalipun tangan begitu kuat, dan begitu terampil,
pekerjaan / usaha tidak akan berhasil; tetapi dengan berkat itu, kekayaannya
bertambah secara luar biasa di negeri itu. Berkat Tuhan membuat kaya: Iblis
sendiri mengakuinya.].
Bandingkan
dengan:
a.
Maz 127:1 - “[Nyanyian ziarah Salomo.] Jikalau bukan TUHAN yang
membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN
yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”.
b.
Amsal 10:22 - “Berkat
Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”.
c.
Amsal 22:2 - “Orang
kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.”.
g) Ay 12:
“Maka
firman TUHAN kepada Iblis: ‘Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu;
hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.’ Kemudian
pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.”.
Barnes’
Notes: “it is manifest that hitherto Satan had no power
to injure even his property. He complained that God had made a hedge around all
that Job possessed. Now it was all intrusted to him in order that he might make
full trial of the faith of Job.”
[= adalah nyata bahwa sampai saat ini Setan tidak mempunyai kuasa untuk
menyerang bahkan harta milik Ayub. Ia mengeluh bahwa Allah telah membuat pagar
di sekeliling semua milik Ayub. Sekarang itu semua diserahkan kepadanya supaya
ia bisa melakukan pencobaan penuh terhadap iman Ayub.] - hal 104.
Jamieson, Fausset & Brown: “Satan
has no power against man until God gives it. God would not touch Job with, His
own hand, though Satan asks this (Job 1:11, ‘put forth thine hand’), but
allows the enemy to do so.” [= Iblis tidak
mempunyai kuasa terhadap manusia sampai Allah memberikannya. Allah tidak mau
menyentuh Ayub dengan tanganNya sendiri, sekalipun Iblis memintanya (Ayub 1:11,
‘ulurkanlah
tanganMu’), tetapi mengijinkan
sang musuh untuk melakukannya.].
Wycliffe Bible Commentary:
“the
fact that Satan cannot tempt Job without permission, advertises his absolute
subordination, along with all other creatures visible and invisible, to the God
whom Job feared.” [= fakta bahwa Iblis tidak bisa
mencobai Ayub tanpa ijin, memperlihatkan ketundukannya yang mutlak, bersama-sama
dengan semua makhluk yang lain, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan,
kepada Allah yang ditakuti oleh Ayub.].
Calvin:
“God ... knowing what the
issue of Job’s afflictions should be, had determined in his own purpose to
scourge him, and so you may see he did it not at Satan’s instigation.” [= Allah … dengan mengetahui
apa / bagaimana hasil dari penderitaan Ayub, telah menentukan dalam rencanaNya
untuk menyesahnya, dan dengan demikian engkau bisa melihatnya bahwa Ia tidak
melakukannya karena hasutan Setan.]
- ‘Sermons on Job’, hal 21.
Kata-kata
Calvin di sini harus diperhatikan khususnya dalam penafsiran Ayub 2:3 - “Firman
TUHAN kepada Iblis: ‘Apakah engkau memperhatikan hambaKu Ayub? Sebab tiada
seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan
Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau
telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.’”.
Jadi,
ayat ini tidak boleh diartikan bahwa setan berhasil menghasut / membujuk Tuhan
sehingga mengijinkan dia untuk mencelakakan Ayub. Ingat bahwa segala sesuatu
terjadi karena penentuan, pengaturan dan inisiatif dari Tuhan.
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali