Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Rabu, tanggal 30 Januari 2019, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

II Timotius 3:1-17(4)

2Tim 3:1-17 - “(1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (6) Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, (7) yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. (8) Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. (9) Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. (10) Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. (11) Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. (12) Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, (13) sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. (14) Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. (15) Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (17) Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”.

 

15)      “suka mengkhianat”.

KJV: Traitors [= Pengkhianat-pengkhianat].

RSV/NIV/NASB: treacherous [= bersifat mengkhianat].

 

The Bible Exposition Commentary: “‘Traitors’ (2 Tim 3:4) describes people who betray others and cannot be trusted. Neither friendship nor partnership makes any difference to them; they lie and break their promises whenever doing so helps them get their own way. [= ‘Pengkhianat-pengkhianat’ (2Tim 3:4) menggambarkan orang-orang yang mengkhianati orang-orang lain dan tidak bisa dipercaya. Baik persahabatan maupun hubungan rekan tidak membuat perbedaan bagi mereka; mereka berdusta dan melanggar janji-janji mereka pada waktu melakukan itu menolong mereka untuk mendapatkan keinginan mereka.].

 

Adam Clarke: “‘Traitors.’ Prodotai. From pro, before, and didoomi, to divide up. Those who deliver up to an enemy the person who has put his life in their hands; such as the Scots of 1648, who delivered up into the hands of his enemies their unfortunate countryman and king, Charles the First; a stain which no lapse of ages can wipe out.” [= ‘Pengkhianat-pengkhianat’. PRODOTAI. Dari PRO, di hadapan, dan DIDOMI, membagi-bagikan. Mereka yang menyerahkan kepada seorang musuh orang yang telah meletakkan nyawanya dalam tangan mereka; seperti orang-orang Skotlandia dari tahun 1648, yang menyerahkan ke dalam tangan dari musuh-musuhnya rekan senegara dan raja mereka yang malang / sial, Charles yang pertama; suatu noda yang tak bisa dihapuskan dengan lewatnya jaman-jaman.].

 

Barnes’ Notes: Traitors.’ This word is used in the New Testament only here and in Luke 6:16; Acts 7:52. It means any one who betrays - whether it be a friend or his country. TREASON has been in all ages regarded as one of the worst crimes that man can commit. [= ‘Pengkhianat-pengkhianat’. Kata ini digunakan dalam Perjanjian Baru hanya di sini dan dalam Luk 6:16; Kis 7:52. Itu berarti siapapun yang mengkhianat - apakah yang dikhianati itu seorang sahabat atau negaranya. PENGKHIANATAN dalam semua jaman telah dianggap sebagai salah satu dari kejahatan-kejahatan terburuk yang orang bisa lakukan.].

 

Pulpit Commentary: It does not mean traitors to their king or country, but generally betrayers of the persons who trust in them, and of the cause of the trust committed to them; perhaps specially, as Bishop Ellicott suggests, of their brethren in times of persecution. [= Itu tidak berarti pengkhianat-pengkhianat terhadap raja atau negara mereka, tetapi secara umum pengkhianat-pengkhianat terhadap orang-orang yang mempercayai mereka, dan tentang perkara yang dipercayakan kepada mereka; mungkin secara khusus, seperti diusulkan oleh Uskup Ellicott, tentang saudara-saudara mereka pada masa penganiayaan.].

Catatan: kalau ditinjau dari kata yang digunakan, tentu itu bisa menunjuk pada pengkhianat terhadap raja / negara. Tetapi apakah itu ada dalam pikiran Paulus pada waktu ia menuliskan hal ini, itu sukar untuk diketahui.

 

Barclay: People will be ‘treacherous.’ The Greek word (prodotēs) means nothing less than a ‘traitor.’ We must remember that this was written just at the beginning of the years of persecution, when it was becoming a crime to be a Christian. ... There were those who would revenge themselves on an enemy by informing against him. What Paul is thinking of here is more than faithlessness in friendship - although that in all truth is wounding enough - he is thinking of those who, to pay back an old score, would inform against the Christians to the Roman government. [= Orang-orang akan menjadi ‘bersifat mengkhianat’. Kata Yunani PRODOTES berarti tidak kurang dari ‘seorang pengkhianat’. Kita harus mengingat bahwa ini ditulis pada awal dari tahun-tahun penganiayaan, pada waktu merupakan suatu tindakan kriminal untuk menjadi seorang Kristen. ... Di sana ada mereka yang mau membalas dendam mereka sendiri kepada seorang musuh dengan memberikan informasi terhadap / menentang dia. Apa yang Paulus sedang pikirkan di sini adalah lebih dari sekedar ketidak-setiaan dalam persahabatan - sekalipun itu sebenarnya sudah cukup melukai - ia sedang berpikir tentang mereka yang, untuk membalas dendam lama, akan memberikan informasi terhadap / menentang orang-orang Kristen kepada pemerintah Romawi.].

 

Bandingkan dengan ayat-ayat ini:

 

Mat 24:10 - “dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.”.

KJV: shall betray one another [= akan mengkhianati satu sama lain].

 

Mat 10:21 - Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka..

KJV/RSV: ‘deliver up’ [= menyerahkan].

NIV/NASB: ‘betray’ [= mengkhianati].

 

Kalau dilihat kontextnya, yaitu Mat 10:21-25, maka tindakan menyerahkan / mengkhianati ini berurusan dengan agama / kepercayaan kepada Yesus. Jadi, seseorang yang percaya kepada Yesus dikhianati / diserahkan oleh keluarganya sendiri.

 

Tetapi pengkhianatan tentu juga bisa terjadi dalam hal-hal lain, seperti dalam urusan negara, cinta / pacaran / pernikahan, bisnis dan sebagainya.

 

Kalau saudara dikhianati, jangan terlalu heran, karena Yesus juga dikhianati. Seorang murid tidak lebih dari Gurunya, dan seorang hamba tidak lebih dari Tuannya (Mat 10:24), bukan?

 

16)      “tidak berpikir panjang”.

KJV: heady [= gegabah].

RSV/NASB: reckless [= sembrono].

NIV: ‘rash’ [= terburu-buru / kurang berpikir / gegabah].

 

Adam Clarke: “‘Heady.’ Propeteis‎. From pro‎, forward, and piptoo‎, to fall; headstrong, precipitate, rash, inconsiderate. [= ‘Gegabah’. PROPETEIS. Dari PRO, ke depan, dan PIPTO, jatuh; sukar dikekang / keras kepala, tergesa-gesa, gegabah, tak peduli orang lain.].

 

Barnes’ Notes: “‘Heady.’ The same word in Acts 19:36, is rendered RASHLY. It occurs only there and in this place in the New Testament. It properly means ‘falling forwards; prone, inclined, ready to do anything; then precipitate, headlong, rash.’ It is opposed to that which is deliberate and calm, and here means that men would be ready to do anything without deliberation, or concern for the consequences. They would engage in enterprises which would only disturb society, or prove their own ruin. [= ‘Gegabah’. Kata yang sama dalam Kis 19:36, diterjemahkan ‘dengan terburu-buru’. Kata itu muncul hanya di sana dan di tempat ini dalam Perjanjian Baru. Itu secara tepat berarti ‘jatuh ke depan; condong, cenderung, siap melakukan apapun; lalu tergesa-gesa, tak berpikir panjang, gegabah’. Kata itu dipertentangkan dengan apa yang dipikirkan / dipertimbangkan baik-baik dan tenang, dan di sini berarti bahwa orang-orang akan siap untuk melakukan apapun tanpa pertimbangan, atau kepedulian terhadap konsekwensi-konsekwensinya. Mereka akan terlibat dalam usaha-usaha yang hanya akan mengganggu masyarakat, atau menyebabkan kehancuran mereka sendiri.].

 

Kis 19:36 - “Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak.”.

 

Barclay: The word is propetēs, precipitate or reckless. It describes the person who is swept on by passion and impulse to such an extent that he or she is totally unable to think sensibly. Far more harm is done from lack of thought than by almost anything else. Time after time, we would be saved from hurting ourselves and from wounding other people if we would only stop to think. [= Kata yang digunakan adalah propetēs, cepat-cepat / terburu-buru atau ceroboh. Itu menggambarkan seseorang yang digerakkan oleh nafsu dan dorongan hati yang tiba-tiba (impulsif)  sampai pada taraf dimana dia sama sekali tidak mampu berpikir dengan penilaian yang baik. Jauh lebih banyak luka / kerugian yang terjadi karena kurangnya pemikiran dari pada hampir apapun juga. Seringkali / berulang-ulang, kita akan diselamatkan dari melukai / merugikan diri kita sendiri dan melukai orang-orang lain seandainya kita mau berhenti untuk berpikir.].

 

Bdk. Amsal 19:2 - “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.”.

 

Contoh:

 

a)   Orang Kristen yang ‘nikah siri’!

 

b)   Cepat-cepat kawin, tanpa pemikiran yang cukup, dan masa pacaran yang cukup untuk bisa mengenal orang yang akan dikawini, merupakan suatu tindakan terburu-buru / ceroboh.

 

c)   Mau melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum, seperti dalam urusan dengan narkoba, karena sangat membutuhkan uang, juga jelas merupakan suatu tindakan terburu-buru / ceroboh.

 

d)            Khususnya pada saat sedang marah, depresi dsb, dari pada cepat-cepat memutuskan / melakukan sesuatu, yang nantinya akan kita sesali, sebaiknya kita tidak melakukan apa-apa, sampai kemarahan atau depresi itu mereda, dan ada kesempatan untuk berpikir secara waras, baru kita memutuskan / melakukan sesuatu!

 

e)   Kita bisa gegabah / tidak berpikir panjang bukan hanya dalam tindakan / keputusan, tetapi juga dengan kata-kata / janji / nazar / sumpah. Herodes dan Yefta (Mat 14:7  Hak 11:30-31) adalah contoh orang yang terburu-buru dengan kata-kata / janji / nazar / sumpahnya.

 

Bdk. Amsal 29:20 - “Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.”.

 

Pkh 5:1,3,4 - “(1) Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit. ... (3) Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. (4) Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.”.

 

17)            “berlagak tahu”.

KJV: highminded [= sombong / arogan].

RSV: swollen with conceit [= membengkak dengan pikiran yang terlalu tinggi tentang diri sendiri].

NIV/NASB: conceited [= berpikir terlalu tinggi tentang diri sendiri].

 

Adam Clarke: “‘High-minded.’ ‎Tetuphoomenoi‎. From ‎tuphos‎, smoke; the frivolously aspiring; those who are full of themselves, and empty of all good.” [= ‘Sombong / arogan’. TETUPHOMENOI. Dari TOPHOS, ‘asap’; berambisi secara bodoh; mereka yang penuh dengan diri mereka sendiri, dan kosong dari semua hal-hal yang baik.].

 

Barnes’ Notes: “‘High-minded.’ Literally, ‘puffed up;’ compare the notes at 1 Tim 3:6, where the same word is rendered ‘lifted up with pride.’ The meaning is, that they would be inflated with pride or self-conceit. [= ‘Sombong / arogan’. Secara hurufiah, ‘membengkak / penuh dengan kesombongan’; bandingkan dengan catatan pada 1Tim 3:6, dimana kata yang sama diterjemahkan ‘ditinggikan dengan kesombongan’. Artinya adalah, bahwa mereka akan menggelembung dengan kesombongan atau pikiran yang terlalu tinggi akan dirinya sendiri.].

1Tim 3:6 - Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis..

KJV: lifted up with pride [= ditinggikan dengan kesombongan].

Catatan: Dalam 1Tim 3:6, ini merupakan syarat dari penatua / penilik jemaat. Jadi, jangan mengangkat seseorang yang baru bertobat untuk menjadi penatua, supaya jangan orang itu menjadi sombong.

 

Barclay: People will be ‘inflated with conceit’ (tetuphōmenos). The word is almost exactly the English ‘swollen-headed.’ They will be inflated with a sense of their own importance. There are still church officials whose main thought is their own dignity; but Christians are the followers of the one who was meek and lowly in heart. [= Orang-orang akan ‘menggelembung dengan penilaian yang berlebihan tentang diri sendiri’ (tetuphōmenos). Mereka akan menggelembung dengan suatu perasaan / pemikiran tentang betapa pentingnya diri mereka sendiri. Di sana tetap ada pejabat-pejabat gereja yang pemikiran utamanya adalah kewibawaan mereka sendiri; tetapi orang-orang Kristen adalah pengikut-pengikut dari ‘orang’ yang adalah lemah lembut dan rendah hati.].

 

Mat 11:29 - Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan..

 

Seseorang bisa congkak / sombong dalam banyak hal:

 

a)   Dalam hal-hal sekuler, seperti kekayaan, kepandaian, bentuk tubuh / wajah, dan sebagainya.

 

b)   Dalam urusan iman / kerohanian.

1Kor 10:12 - “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”.

Bandingkan dengan Petrus yang begitu yakin tidak akan menyangkal Yesus sekalipun harus mati, tetapi akhirnya menyangkal Yesus 3 x!

 

Tetapi dalam hal ini harus dibedakan antara ‘yakin’, yang merupakan sesuatu yang baik, dengan ‘sombong’ atau mempunyai keyakinan berlebihan yang tidak pada tempatnya tentang dirinya sendiri, yang merupakan sesuatu yang salah.

 

Dalam urusan yakin masuk surga, karena iman kepada Kristus, ini bukan sombong. Ini seharusnya ada dalam diri semua orang kristen yang sejati.

Juga dalam hal yakin akan kebenaran dari ajaran yang ia anut, ini seharusnya ada dalam diri semua orang kristen yang sejati.

 

c)   Dalam kekudusan; menganggap diri suci, seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada jaman Yesus.

 

Bdk. Luk 18:9-12 - “(9) Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: (10) ‘Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. (11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepadaMu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; (12) aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”.

 

d)   Dalam kemampuan / karunia pelayanan.

Bdk. Ro 12:3-8 - “(3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (4) Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, (5) demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. (6) Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. (7) Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; (8) jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”.

 

Dalam urusan antara kemampuan / karunia dan pelayanan, ada 2 extrim yang sama-sama harus diwaspadai / dihindari:

1.      Orang yang mempunyai kemampuan, tetapi merasa tidak mampu (minder / rendah diri).

Jangan minder dan jangan terlalu cepat berkata bahwa saudara tidak bisa / tidak berkarunia dalam suatu pelayanan. Seringkali suatu karunia baru terlihat setelah dicoba dalam pelayanan.

2.      Orang yang tidak mempunyai kemampuan, tetapi merasa mampu (GR)!

Banyaknya orang-orang seperti ini, yang terjun dalam pelayanan, dimana mereka tidak mempunyai karunia, lebih merusak gereja dari pada memperbaikinya!

-bersambung-

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali