Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Rabu, tanggal 29 Januari 2014, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

II Timotius 2:1-26(11)

 

2Tim 2:14-19 - “(14) Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. (15) Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (16) Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. (17) Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, (18) yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. (19) Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: ‘Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya’ dan ‘Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.’”.

 

Ay 14: “Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.”.

 

1)      “Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka”.

 

Bible Knowledge Commentary mengatakan bahwa kata ‘ingatkanlah’ (HUPOMIMNESKE) ada dalam bentuk present imperative yang menunjukkan bahwa ini harus dilakukan terus menerus.

Catatan: kata ‘pesankanlah’ sebetulnya bukanlah kata perintah tetapi suatu ‘participle’ [KJV/ASV/NKJV: ‘charging’ (= menegaskan / memerintahkan)].

 

Kata ‘mereka’ menunjuk kepada orang-orang Kristen dari gereja Efesus yang sedang bersama-sama dengan Timotius pada saat itu. Kata-kata ‘semuanya itu’ bisa diartikan menunjuk pada apa yang dikatakan oleh Paulus sebelum ay 14 ini, yaitu 2Tim 2:11-13, atau menunjuk pada apa yang akan dikatakan oleh Paulus setelah ini (UBS New Testament Handbook Series). Dan penafsir yang sama lebih memilih tafsiran yang pertama.

 

Bible Knowledge Commentary: The bulk of preaching to a knowledgeable audience frequently consists of reminding them of what they already know. (= Bagian terbesar dari khotbah kepada pendengar yang berpengetahuan banyak, sering terdiri dari pengingatan mereka tentang apa yang telah mereka ketahui.).

 

Calvin: “‘Remind them of these things.’ The expression (tau~ta) these things, is highly emphatic. It means that the summary of the gospel which he gave, and the exhortations which he added to it, are of so great importance, that a good minister ought never to be weary of exhibiting them; for they are things that deserve to be continually handled, and that cannot be too frequently repeated.” (= ‘Ingatkanlah mereka tentang hal-hal ini’. Ungkapan TAUTA, ‘hal-hal ini’, sangat ditekankan. Itu berarti bahwa ringkasan dari injil yang ia berikan, dan nasehat-nasehat yang ia tambahkan kepadanya, adalah begitu penting, sehingga seorang pendeta yang baik seharusnya tidak pernah bosan untuk menunjukkan hal-hal itu; karena itu adalah hal-hal yang layak untuk ditangani terus menerus, dan yang tidak bisa terlalu sering diulang.).

 

2)   “di hadapan Allah,”.

KJV/RSV: before the Lord (= di hadapan Tuhan).

NIV: before God (= di hadapan Allah).

NASB: ‘in the presence of God’ (= dalam kehadiran Allah).

 

Perbedaan ‘the Lord’ (= Tuhan) dan ‘God’ (= Allah) terjadi karena adanya textual problem / perbedaan manuscript. Pada umumnya penafsir-penafsir lebih memilih ‘God’ (= Allah). Tetapi ini bukan perbedaan yang penting, karena dalam hal arti tidak memberi pengaruh apa-apa.

 

3)   “agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.”.

KJV: that they strive not about words to no profit, but to the subverting of the hearers. (= supaya mereka jangan bertengkar tentang kata-kata tanpa ada gunanya, kecuali menghancurkan / merusak pendengar-pendengarnya).

 

Ini sudah saya ajarkan dalam membahas 1Tim 6:4 - “ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,”.

 

Barnes’ Notes (tentang 2Tim 2:14): It is rare, indeed, that a religious controversy does not produce this effect, and this is commonly the case, where, as often happens, the matter in dispute is of little importance. (= Memang jarang bahwa suatu kontroversi agamawi tidak menghasilkan hasil / akibat ini, dan ini biasanya merupakan kasusnya dimana, seperti sering terjadi, persoalan yang diperdebatkan sangat tidak penting.).

 

Calvin (tentang 2Tim 2:14): “‘Solemnly charging them before the Lord, not to dispute about words.’ Logomacei~n means to engage earnestly in contentious disputes, which are commonly produced by a foolish desire of being ingenious. Solemn charging before the Lord is intended to strike terror; and from this severity we learn how dangerous to the Church is that knowledge which leads to debates, that is, which disregards piety, and tends to ostentation. ... ‘For no use.’ On two grounds, logomaci>a, or ‘disputing about words,’ is condemned by him. It is of no advantage, ... Paul’s words may be explained in this manner, ‘That which is useful for nothing.’ ... Let us remark, first, that, when a manner of teaching does no good, for that single reason it is justly disapproved; for God does not wish to indulge our curiosity, but to instruct us in a useful manner. Away with all speculations, therefore, which produce no edification!” (= ‘Meminta / memerintahkan mereka dengan khidmat di hadapan Tuhan, untuk tidak bertengkar / berdebat tentang kata-kata’. LOGOMAKHEIN berarti terlibat secara sungguh-sungguh dalam pertengkaran / perdebatan yang terjadi karena kegemaran akan hal itu, yang biasanya dihasilkan oleh suatu keinginan yang bodoh dari orang pintar. Perintah yang khidmat di hadapan Tuhan dimaksudkan untuk mendatangkan rasa takut; dan dari kekerasan ini kita belajar betapa berbahaya bagi Gereja, pengetahuan yang membimbing pada perdebatan, yaitu, yang tidak menghiraukan kesalehan, dan cenderung pada pameran. ‘Yang tak berguna’. Berdasarkan dua hal, LOGOMAKHIA, atau ‘berdebat tentang kata-kata’ dikecam olehnya. Itu tak punya manfaat / keuntungan, ... kata-kata Paulus bisa dijelaskan dengan cara ini, ‘hal yang sama sekali tidak berguna’. ... Pertama-tama, baiklah kita mengatakan bahwa pada waktu suatu cara mengajar tidak membawa kebaikan, maka untuk satu alasan itu saja hal itu secara benar harus dicela; karena Allah tidak ingin memuaskan keingin-tahuan kita, tetapi mengajar kita dengan suatu cara yang berguna. Karena itu, jauhkanlah / buanglah semua spekulasi, yang tidak menghasilkan pendidikan!).

 

Calvin: “But the second is much worse, when questions are raised, which are not only unprofitable, but tend to the subversion of the hearers. I wish that this were attended to by those who are always armed for fighting with the tongue, and who, in every question are looking for grounds of quarreling, and who go so far as to lay snares around every word or syllable. But they are carried in a wrong direction by ambition, and sometimes by an almost fatal disease; which I have experienced in some. What the Apostle says about subverting is shown, every day, by actual observation, to be perfectly true; for it is natural, amidst disputes, to lose sight of the truth; and Satan avails himself of quarrels as a presence for disturbing weak persons, and overthrowing their faith.” (= Tetapi yang kedua jauh lebih buruk, pada waktu pertanyaan-pertanyaan diberikan, yang bukan hanya tidak berguna, tetapi cenderung merusak para pendengarnya. Saya berharap bahwa ini diperhatikan oleh mereka yang selalu dipersenjatai untuk berkelahi dengan lidah, dan yang, dalam setiap pertanyaan selalu mencari dasar untuk pertengkaran, dan yang berjalan begitu jauh sehingga meletakkan jerat di sekitar setiap kata atau suku kata. Tetapi mereka dibawa ke arah yang salah oleh ambisi, dan kadang-kadang oleh suatu penyakit yang hampir fatal; yang telah saya alami dalam beberapa orang. Apa yang sang Rasul katakan tentang merusak, ditunjukkan setiap hari, oleh pengamatan yang sungguh-sungguh, sehingga benar sepenuhnya; karena merupakan sesuatu yang alamiah, di tengah-tengah pertengkaran, untuk kehilangan pandangan tentang kebenaran; dan Iblis menggunakan kesempatan bagi dirinya sendiri dari pertengkaran-pertengkaran sebagai suatu kehadiran untuk mengganggu orang-orang yang lemah dan merobohkan iman mereka.).

 

Dalam hal ini mari kita lihat teladan dari Paulus sendiri. Pada waktu bicara tentang hal-hal yang tidak penting, ini kata-katanya.

Ro 14:1-23 - “(1) Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. (2) Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. (3) Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. (4) Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. (5) Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. (6) Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah. (7) Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. (8) Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. (9) Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. (10) Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. (11) Karena ada tertulis: ‘Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapanKu dan semua orang akan memuliakan Allah.’ (12) Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. (13) Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! (14) Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. (15) Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. (16) Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. (17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (18) Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. (19) Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (20) Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! (21) Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. (22) Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. (23) Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.”.

 

Tetapi pada waktu berkenaan dengan hal yang penting, apalagi dasari, Paulus sendiri gegeran.

Kis 15:1-2 - “(1) Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ‘Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.’ (2) Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.”.

Gal 1:6-9 - “(6) Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, (7) yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. (8) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. (9) Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.”.

Gal 2:3-5 - “(3) Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. (4) Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. (5) Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.”.

 

Paulus bahkan memarahi orang yang sabar / tak mau gegeran pada saat itu melibatkan hal-hal penting seperti ajaran sesat.

2Kor 11:4 - “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”.

Contoh:

a)   Debat tentang boleh tidaknya makan darah.

b)   Orang di facebook yang pandangannya sama dengan saya tetapi memikirkan mau debat dengan saya tentang apa.

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali