Pemahaman Alkitab
(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Rabu, tanggal 6 Februari 2013, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(0819-455-888-55)
II Timotius 1:1-18(7)
2Tim 1:1-18 - “(1) Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, (2) kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. (3) Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. (4) Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. (5) Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (6) Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. (7) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (8) Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi InjilNya oleh kekuatan Allah. (9) Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (10) dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (11) Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. (12) Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan. (13) Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. (14) Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakanNya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. (15) Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes. (16) Tuhan kiranya mengaruniakan rahmatNya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (17) Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. (18) Kiranya Tuhan menunjukkan rahmatNya kepadanya pada hariNya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.”.
Ay 11: “Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.”.
1) Terjemahan KJV.
KJV: ‘Whereunto I am appointed a preacher, and an apostle, and a teacher of the Gentiles’ (= Untuk mana Aku ditetapkan sebagai seorang pengkhotbah / pemberita, dan seorang rasul, dan seorang guru dari orang-orang non Yahudi).
Catatan: kata-kata ‘to the Gentiles’ (= kepada / bagi orang-orang non Yahudi) ada dalam terjemahan KJV/NKJV, tetapi tidak ada dalam RSV/NIV/NASB/ASV.
Bruce Metzger mengatakan bahwa kata-kata ini ditambahkan oleh banyak manuscript dari 1Tim 2:7 - “Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul - yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta - dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.”.
Metzger mengatakan bahwa seandainya kata-kata ini memang asli, maka tidak ada alasan bagi manuscript-manuscript yang lain untuk menghapuskannya. Vincent juga berpendapat serupa.
Calvin: “‘To the Gentiles;’ for the main hinge of the controversy was about them, because the Jews denied that the promises of life belonged to any others than to the fleshly children of Abraham. In order, therefore, that the salvation of the Gentiles may not be called in question, he affirms that to them he has been especially sent by God” (= ‘Kepada / bagi orang-orang non Yahudi’; karena engsel utama dari kontroversi adalah tentang mereka, karena orang-orang Yahudi menyangkal bahwa janji-janji dari kehidupan adalah milik dari orang-orang lain manapun selain dari anak-anak secara daging dari Abraham. Karena itu, supaya keselamatan dari orang-orang non Yahudi tidak dipertanyakan, ia menegaskan bahwa ia telah diutus secara khusus oleh Allah kepada mereka).
Yesus datang bukan hanya untuk satu bangsa / golongan manapun, tetapi untuk semua bangsa / golongan! Dari bangsa / golongan manapun saudara berasal, Yesus datang untuk saudara, dan saudara bisa diselamatkan, asal saudara percaya kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara! Dan dari bangsa / golongan manapun seseorang berasal, kita harus memberitakan Injil kepadanya, karena Yesus juga datang untuk dia!
2) Kalau dalam ay 10 Paulus meninggikan / memuji injil, maka sekarang ia mempertahankan jabatan / kedudukannya sebagai pemberita injil tersebut!
Calvin: “Not without good reason does he so highly commend the gospel along with his apostleship. Satan labors, beyond all things else, to banish from our hearts, by every possible method, the faith of sound doctrine; and as it is not always easy for him to do this if he attack us in open war, he steals upon us by secret and indirect methods; for, in order to destroy the credibility of doctrine, he holds up to suspicion the calling of godly teachers. Paul, therefore, having death before his eyes, and knowing well the ancient and ordinary snares of Satan, determined to assert not only the doctrine of the gospel in general, but his own calling. ... This is the reason why Paul expressly wishes to be acknowledged to be a faithful and lawful minister of that life-giving doctrine which he had mentioned” (= Bukan tanpa alasan yang baik ia dengan begitu tinggi memuji injil bersama-sama dengan kerasulannya. Iblis berjerih payah, melebihi segala sesuatu yang lain, untuk membuang dari hati kita, dengan setiap metode yang memungkinkan, iman dari doktrin / ajaran yang sehat; dan karena tidak selalu mudah baginya untuk melakukan ini jika ia menyerang kita dalam perang terbuka, ia tiba-tiba mendatangi kita dengan metode yang rahasia dan tidak langsung; karena, untuk menghancurkan credibilitas dari doktrin / ajaran, ia mengangkat kecurigaan panggilan dari guru-guru yang saleh. Karena itu, Paulus, mempunyai kematian di depan matanya, dan tahu dengan benar jerat-jerat yang kuno dan biasa dari Iblis, memutuskan untuk menegaskan bukan hanya doktrin / ajaran dari injil secara umum, tetapi juga panggilannya sendiri. ... Ini adalah alasan mengapa Paulus secara explicit menginginkan untuk diakui sebagai seorang pelayan yang setia dan sah dari doktrin / ajaran pemberi-hidup yang telah ia sebutkan).
Catatan: ‘credibility’ (= credibilitas / keadaan dapat dipercaya).
Penerapan: Dengan merusak orangnya maka setan secara otomatis berhasil membuat ajarannya tidak diterima orang. Kalau Paulus saja, yang adalah seorang rasul, bisa diragukan credibilitasnya, apalagi pendeta-pendeta dan hamba-hamba Tuhan jaman sekarang! Dan setan sering berusaha menghancurkan credibilitas dari hamba-hamba Tuhan, dengan memfitnah / menyebarkan gossip tentang mereka! Karena itu, hati-hatilah baik dengan mulut / lidah maupun dengan telinga saudara, supaya jangan saudara dipakai setan untuk hal terkutuk itu!
Bdk. 1Tim 5:19 - “Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.”.
3) Tiga jabatan / kedudukan Paulus berhubungan dengan injil: pemberita, rasul, dan guru / pengajar.
William Barclay: “This gospel laid three obligations on Paul. (a) It made him a herald. The word is KERUX, which has three main lines of meaning, each with something to suggest about our Christian duty. The KERUX was the herald who brought the announcement from the king. The KERUX was the one who was sent when two armies were opposed to each other, who brought the terms of or the request for truce and peace. The KERUX was the person whom an auctioneer or a merchant employed to advertise the wares and invite people to come and buy. So, the Christian is to be the one who brings the message to others; the one who brings men and women into peace with God; the one who calls on others to accept the rich offer which God is making to them. (b) It made him an apostle, APOSTOLOS, literally one who is sent out. The word can mean an envoy or an ambassador. The APOSTOLOS did not speak for himself, but for the one who sent him. He did not come in his own authority, but in the authority of the one who sent him. Christians are the ambassadors of Christ, whose task is to speak for him and to represent him to the world. (c) It made him a teacher. There is a very real sense in which the teaching task of Christians and of the Church is the most important of all. Certainly, the task of the teacher is very much harder than the task of the evangelist. The evangelist’s task is to appeal to people and confront them with the love of God. In a vivid moment of emotion, someone may respond to that summons. But a long road remains. That person must learn the meaning and discipline of the Christian life. The foundations have been laid, but the main structure still has to be built. The flame of evangelism has to be followed by the steady glow of Christian teaching. It may well be that people drift away from the Church after their first decision, for the simple yet fundamental reason that they have not been taught about the full meaning of the Christian faith. Herald, ambassador, teacher - here is the threefold function of all Christians who would serve their Lord and their Church.” [= Injil ini memberikan tiga kewajiban kepada Paulus. (a) Injil itu membuatnya menjadi seorang pemberita. Kata yang digunakan adalah KERUX, yang mempunyai tiga arti utama, masing-masing dengan sesuatu yang diusulkan tentang kewajiban Kristen kita. KERUX adalah pemberita yang membawa pengumuman dari raja. KERUX adalah seseorang yang diutus pada waktu 2 pasukan tentara bertentangan satu sama lain, yang membawa syarat-syarat atau tuntutan untuk gencatan senjata dan damai. KERUX adalah orang yang dipekerjakan oleh seorang juru lelang atau seorang pedagang untuk mengiklankan barang-barang dan mengundang orang-orang untuk datang dan membeli. Maka, orang Kristen harus menjadi seseorang yang membawa berita kepada orang-orang lain; seseorang yang membawa laki-laki dan perempuan ke dalam damai dengan Allah; seseorang yang memanggil orang-orang lain untuk menerima tawaran yang kaya yang Allah sedang buat bagi mereka. (b) Injil itu membuatnya menjadi seorang rasul, APOSTOLOS, secara hurufiah adalah seseorang yang diutus. Kata itu bisa berarti seorang utusan / wakil atau seorang duta besar. Sang APOSTOLOS tidak berbicara untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang yang mengutusnya. Ia tidak datang dalam / dengan otoritasnya sendiri, tetapi dalam / dengan otoritas dari orang yang mengutusnya. Orang-orang Kristen adalah duta-duta besar dari Kristus, yang tugasnya adalah untuk berbicara untuk Dia dan untuk mewakili Dia kepada dunia. (c) Injil itu membuatnya menjadi seorang guru. Ada suatu arti yang sungguh-sungguh dalam mana kewajiban mengajar dari orang-orang Kristen dan dari gereja adalah yang terpenting dari semua. Pastilah, tugas dari guru jauh lebih berat dari tugas dari penginjil. Tugas penginjil adalah untuk memohon / berseru kepada orang-orang dan menghadapkan mereka dengan kasih Allah. Dalam suatu saat dari emosi yang hidup / bersemangat, seseorang bisa menanggapi panggilan itu. Tetapi suatu jalan yang panjang masih tertinggal / ada. Orang itu harus belajar arti dan disiplin dari kehidupan Kristen. Fondasi / dasar telah diletakkan, tetapi bangunan utama tetap harus dibangun. Api dari penginjilan harus diikuti dengan cahaya yang tetap dari pengajaran Kristen. Bisa terjadi bahwa orang-orang terhanyut dari gereja setelah keputusan pertama mereka, karena alasan yang sederhana tetapi dasari, bahwa mereka belum diajar tentang arti yang penuh dari iman Kristen. Pemberita, duta besar, guru - di sini ada fungsi berlapis tiga dari semua orang-orang Kristen yang mau melayani Tuhan mereka dan Gereja mereka.].
Catatan: saya tak yakin bahwa kata-kata yang saya beri garis bawah ganda itu menunjukkan iman yang sejati.
Ay 12: “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”.
1) “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini,”.
Calvin: “‘For which cause also I suffer these things.’ It is well known that the rage of the Jews was kindled against Paul, for this reason more than any other, that he made the gospel common to the Gentiles. Yet the phrase ‘for which cause’ relates to the whole verse, and therefore must not be limited to the last clause about ‘the Gentiles.’” (= ‘Untuk alasan mana aku juga menderita semua hal-hal ini’. Merupakan sesuatu yang diketahui bahwa kemarahan dari orang-orang Yahudi dibangkitkan terhadap Paulus, untuk alasan ini lebih dari yang lain, bahwa ia membuat injil itu umum bagi orang-orang non Yahudi. Tetapi ungkapan ‘untuk alasan mana’ berhubungan dengan seluruh ayat, dan karena itu tidak boleh dibatasi pada anak kalimat terakhir tentang ‘orang-orang non Yahudi’).
Catatan: perlu diingat bahwa dari komentar Calvin tentang ay 11 di atas, terlihat bahwa Calvin menerima kata-kata ‘kepada / bagi orang-orang non Yahudi’ dalam terjemahan KJV untuk ay 11 itu.
Bandingkan dengan:
Kis 22:21-23 - “(21) Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.’ (22) Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: ‘Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!’ (23) Mereka terus berteriak sambil melemparkan jubah mereka dan menghamburkan debu ke udara.”.
Kis 26:20-21 - “(20) Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. (21) Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku.”.
Jadi, yang Calvin maksudkan adalah: pemberitaan Injil yang Paulus lakukan kepada orang-orang non Yahudi sangat membuat marah orang-orang Yahudi. Tetapi bukan itu saja. Sekedar pemberitaan Injil kepada siapapun membuat banyak orang marah kepadanya.
2) “tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya”.
Calvin: “‘But I am not ashamed.’ That the prison in which he was bound might not in any degree lessen his authority, he contends, on the contrary, by two arguments. First, he shows that the cause, far from being disgraceful, was even honorable to him; for he was a prisoner, not on account of any evil deed, but because he obeyed God who called him. ... And when he says, that he ‘is not ashamed,’ he stimulates others, by his example, to have the same courage” (= ‘Tetapi aku tidak malu’. Supaya penjara dalam mana ia dibatasi / dipenjara tidak mengurangi otoritasnya dalam tingkat apapun, ia sebaliknya menentang dengan dua argumentasi. Pertama, ia menunjukkan bahwa penyebabnya, jauh dari memalukan, bahkan merupakan sesuatu yang terhormat baginya; karena ia adalah seorang tahanan, bukan karena tindakan jahat apapun, tetapi karena ia mentaati Allah yang memanggilnya. ... Dan pada waktu ia mengatakan, bahwa ia ‘tidak malu’, ia mendorong orang-orang lain, oleh teladan ini, untuk mempunyai keberanian yang sama).
3) “dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan”.
a) Terjemahan.
1. Kata-kata ‘hari Tuhan’ seharusnya adalah ‘hari itu’.
2. Terjemahan Kitab Suci Indonesia dan RSV berbeda dengan KJV/NIV/NASB.
RSV: ‘until that Day what has been entrusted to me’ (= sampai Hari itu apa yang telah dipercayakan kepadaku).
KJV: ‘that which I have committed unto him against that day’ (= itu yang aku telah percayakan kepadaNya terhadap hari itu).
NIV: ‘what I have entrusted to him for that day’ (= apa yang telah aku percayakan kepadaNya untuk hari itu).
NASB: ‘what I have entrusted to Him until that day’ (= apa yang telah aku percayakan kepadaNya sampai hari itu).
William Hendriksen mengatakan bahwa kata-kata yang diterjemahkan ‘apa yang telah dipercayakanNya kepadaku’ dalam Kitab Suci Indonesia atau kata-kata ‘apa yang telah aku percayakan kepadaNya’ dalam KJV/NIV/NASB, terjemahan hurufiahnya adalah ‘my deposit’ (= uang tanggunganku / simpananku), dalam bahasa Yunani PARATHEKEN MOU. Tetapi istilah itu menunjuk kepada apa? Ini menyebabkan para penafsir dan penterjemah Alkitab terpecah dalam dua pandangan.
· Ada yang mengartikan ‘my deposit’ itu sebagai ‘deposit yang telah dipercayakanNya kepadaku’ (Kitab Suci Indonesia/RSV). Dengan kata lain istilah ini menunjuk kepada ‘injil’.
· Ada yang menafsirkan ‘my deposit’ sebagai ‘deposit yang telah aku percayakan kepadaNya’ (KJV/NIV/NASB). Dengan kata lain istilah ini menunjuk kepada ‘diriku sendiri dan keselamatanku’.
William Hendriksen sendiri lebih memilih pandangan kedua (terjemahan dari KJV/NIV/NASB), karena beberapa alasan ini:
a. Ayat ini mengatakan bahwa yang berkuasa memelihara ‘my deposit’ itu adalah Allah, bukan Paulus. Ini berbeda dengan ay 14 dan 1Tim 6:20.
2Tim 1:14: “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakanNya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.”.
1Tim 6:20 - “Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,”.
Catatan: kata-kata ‘yang telah dipercayakan’ (2Tim 1:14) dan ‘apa yang telah dipercayakan’ (1Tim 6:20) dalam bahasa Yunani adalah sama dengan apa yang ada dalam 2Tim 1:12 yang sedang kita bahas, yaitu PARATHEKEN.
Dalam dua ayat ini yang disuruh memelihara adalah Timotius, dan karena itu lebih cocok kalau istilah itu diartikan sebagai ‘injil’.
Tetapi dalam ayat yang sedang kita bahas, yang memelihara deposit / PARATHEKE itu adalah Allah, dan karena itu lebih cocok kalau istilah itu diartikan menunjuk kepada ‘jiwaku’ atau ‘keselamatanku’.
b. Dalam ay 12 ini kata-kata yang sedang kita bahas itu didahului oleh kata-kata ‘aku tahu kepada siapa aku percaya’, dan itu juga lebih cocok dengan terjemahan dari KJV/NIV/NASB.
Catatan: saya hanya memberikan 2 dari 5 argumentasi yang diberikan oleh William Hendriksen, tetapi saya memberikan seluruh kutipan kata-kata William Hendriksen di bawah ini.
William Hendriksen: “Literally translated, the apostle says, ‘… and I am convinced that he is able to guard my deposit (τὴν παραθήκην μου) with a view to (or unto: εἰς) that day.’ This leads to the question on which commentators are hopelessly divided: Just what is meant by ‘my deposit’? Is it ‘that deposit which he has entrusted to me,’ or is it ‘that deposit which I have entrusted to him’? Or, putting it differently, Is it ‘the gospel’ or is it ‘myself and my complete salvation’? As I see it, the latter view deserves the preference, for the following reasons: (1) Clearly, not Paul but God (in Christ) guards this deposit (‘he is able to guard’). Hence, the view that it is the deposit which Paul has entrusted to God has probability on its side. In verse 14 (see on that verse) and also in I Tim. 6:20 it is not God but Timothy who must do the guarding. Hence, in that case it is the deposit which God has entrusted to (Paul and to) Timothy. Now if verse 12 has to do with the deposit which Paul has entrusted to God, then the view that the reference is to my soul or my spirit or myself and my complete salvation has logic on its side. Here some commentators favor my soul; others, my salvation. But the difference is not very important: ‘myself and my complete salvation’ includes both. (2) The immediate context favors this interpretation. Paul has just written, ‘I know whom I have believed,’ meaning, in the light of the clause which follows: ‘I know that this God in whom I have placed my confidence is dependable, and will certainly keep in perfect safety that which I have entrusted to him for safe-keeping and protection.’ (3) The words of verse 10 also support this view. The apostle has just referred to ‘life and incorruptibility.’ But, as was noted in the explanation of verse 10, the believer does not fully receive this blessing until the day of Christ’s glorious Return. Hence, the idea of verse 12 is that this truly immortal life possessed even now in principle, and deposited with God for safe-keeping, will be returned to Paul more gloriously than ever on ‘that day,’ the day of the great consummation (cf. verse 18 below; also II Tim. 4:8; then II Thess. 1:10). (4) The idea of a treasure that is guarded by God is also found elsewhere; sometimes in a slightly different sense (I Peter 1:4). (5) Cf. the words of our Lord as he died on the cross (Luke 23:46; cf. Ps. 31:5; I Peter 4:19). Christ’s spirit, having been committed to the Father, is on the third day re-united with the body, now gloriously resurrected. The arguments of those who defend the opposite view are answered in footnote.” (= ).
William Hendriksen: “These arguments are as follows: (1). If ‘deposit’ means ‘the gospel’ in I Tim. 6:20 and in II Tim. 1:14, why not here in II Tim. 1:12? Answer: Because the setting of the word is entirely different. In the other passages Timothy is the guard; here in II Tim. 1:12 God is the guard. - Besides, a word does not always have the same reference. For example, the apostle has just used the word ‘appearing’ (verse 10) with reference to Christ’s First Coming, whereas everywhere else he uses it with reference to the Second Coming! (2). The addition of ‘my’ to the word ‘deposit’ does not suffice to change the reference. Answer: We agree. ‘My deposit’ might conceivably mean either: a. ‘that which I have deposited,’ or b. ‘that which has been deposited with me.’ But that is neither here nor there. The argument either way should not be based on the word ‘my.’ (3). The reference to ‘myself and my complete salvation’ does not fit the words which follow, namely, ‘with a view to that day.’ Answer: It fits beautifully, as we have shown in the text.” (= ) - footnote.
Calvin juga mempunyai penafsiran yang sama dengan William Hendriksen, bahwa istilah ‘my deposit’ menunjuk pada ‘keselamatan kita’, dan ia lalu memberi komentar di bawah ini.
Calvin: “Observe that he employs this phrase to denote eternal life; for hence we conclude, that our salvation is in the hand of God, in the same manner as there are in the hand of a depository those things which we deliver to him to keep, relying on his fidelity. If our salvation depended on ourselves, to how many dangers would it be continually exposed? But now it is well that, having been committed to such a guardian, it is out of all danger.” (= Perhatikan bahwa ia menggunakan ungkapan ini untuk menunjuk pada hidup yang kekal; karena itu kami menyimpulkan bahwa keselamatan kita ada dalam tangan Allah, dengan cara yang sama seperti dalam tangan dari seorang yang dipercayai ada hal-hal itu yang kita serahkan kepadanya untuk menjaga, sambil bersandar pada kesetiaannya. Seandainya keselamatan kita tergantung pada diri kita sendiri, pada berapa banyak bahaya keselamatan itu harus terbuka secara terus menerus? Tetapi sekarang keselamatan itu baik-baik saja, karena telah diserahkan / dipercayakan kepada penjaga seperti itu, keselamatan itu ada di luar semua bahaya.).
Loraine Boettner mengutip kata-kata Martin Luther: “we ourselves are so feeble, that if the matter were left in our hands, very few, or rather none, would be saved; but Satan would overcome us all” (= kita sendiri adalah begitu lemah, sehingga seandainya persoalannya diletakkan dalam tangan kita, sangat sedikit, atau sama sekali tidak ada, yang akan diselamatkan; tetapi Setan / Iblis akan mengalahkan kita semua) - ‘The Reformed Doctrine of Predestination’, hal 187.
Ay 13:
“Peganglah segala
sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang
sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.”.
1) Terjemahan.
a) Kata ‘contoh’ diterjemahkan secara bervariasi.
KJV: ‘the form’ (= bentuk).
RSV/NIV: ‘the pattern’ (= pola).
NASB: ‘the standard’ (= standard).
b) Kata-kata ‘lakukanlah itu’ yang saya coret, sebetulnya tidak ada.
KJV: ‘Hold fast the form of sound words, which thou hast heard of me, in faith and love which is in Christ Jesus.’ (= Peganglah erat-erat bentuk dari kata-kata sehat, yang telah engkau dengar dari aku, dalam iman dan kasih yang ada dalam Kristus Yesus.).
NIV: ‘What you heard from me, keep as the pattern of sound teaching, with faith and love in Christ Jesus.’ (= Apa yang engkau dengar dari aku, peganglah / peliharalah sebagai pola dari ajaran sehat, dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus).
2) “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat”.
Matthew Henry: “‘Have a form of sound words’ (so it may be read), ‘a short form, a catechism, an abstract of the first principles of religion, according to the scriptures, a scheme of sound words, a brief summary of the Christian faith, in a proper method, drawn out by thyself from the holy scriptures for thy own use;’ or, rather, by the form of sound words I understand the holy scriptures themselves.” [= ‘Peganglah suatu bentuk dari kata-kata sehat’ (begitulah itu bisa dibaca), ‘suatu bentuk pendek, suatu katekisasi, suatu pernyataan singkat dari prinsip-prinsip pertama dari agama, sesuai dengan Kitab Suci, suatu pola dari kata-kata sehat, suatu ringkasan singkat dari iman Kristen, dalam metode yang benar / tepat, diambil oleh dirimu sendiri dari Kitab Suci untuk penggunaanmu sendiri’; atau lebih baik, dengan ‘bentuk dari kata-kata sehat’ saya tafsirkan sebagai Kitab Suci sendiri.].
Catatan: saya tidak setuju dengan kata-kata yang saya garis-bawahi itu.
Barnes’ Notes: “On the Greek word here rendered ‘FORM,’ see the notes at 1 Tim 1:16, where it is rendered PATTERN. The word means a form, sketch, or imperfect delineation - an outline. Grotius says that it here means ‘an exemplar, but an exemplar fixed in the mind - an idea.’ Calvin says that the command is that he should adhere to the doctrine which he had learned, not only in its substance, but in its form. Dr. Tillotson explains this as meaning the profession of faith which was made by Christians at baptism. There seems to be an allusion to some summary or outline of truth which Paul had given to Timothy, though there is no evidence that it was written. Indeed, there is every presumption that, if it refers to such a summary, it was NOT committed to writing. If it had been, it would have been regarded as inspired, and would have taken its place in the canon of Scripture. ... But there is no improbability in supposing that Paul, either at his ordination, or on some other occasion, may have stated the outlines of the Christian religion to Timothy, that he might have a clear and connected view of the subject. The passage, therefore, may be used as an argument for the propriety of some brief summary of doctrine as a matter of convenience, though not as having binding authority on the consciences of others.” [= Tentang kata Yunani yang di sini diterjemahkan ‘form’ / ‘bentuk’, lihat catatan pada 1Tim 1:16, dimana itu diterjemahkan ‘POLA’ (Kitab Suci Indonesia: ‘contoh’). Kata itu berarti suatu bentuk, sketsa, atau gambaran yang tidak sempurna - suatu garis besar. Grotius mengatakan bahwa di sini itu berarti ‘suatu model / contoh, tetapi suatu model / contoh yang ditancapkan dalam pikiran - suatu idee / gagasan’. Calvin mengatakan bahwa perintahnya adalah bahwa ia harus mengikuti / setia kepada ajaran yang telah ia pelajari, bukan hanya dalam substansi / materinya, tetapi juga dalam bentuk / pengaturannya. Dr. Tillotson menjelaskan ini sebagai pengakuan iman yang dibuat oleh orang-orang Kristen pada saat baptisan. Kelihatannya di sana ada suatu referensi tak langsung kepada suatu ringkasan atau garis besar dari kebenaran yang telah Paulus berikan kepada Timotius, sekalipun disana tidak ada bukti bahwa itu dituliskan. Bahkan, di sana ada setiap alasan bahwa, jika itu menunjuk pada ringkasan seperti itu, itu TIDAK dituliskan. Seandainya itu dituliskan, itu akan sudah dianggap sebagai diilhamkan, dan akan sudah mengambil tempatnya dalam kanon Kitab Suci. ... Tetapi di sana tidak ada ketidak-mungkinan dalam dugaan bahwa Paulus, atau pada pentahbisannya, atau pada peristiwa yang lain, bisa telah menyatakan garis besar tentang agama Kristen kepada Timotius, supaya ia bisa mempunyai pandangan yang jelas dan berhubungan tentang pokok itu. Karena itu, text ini, bisa digunakan sebagai suatu argumentasi untuk kepantasan dari ringkasan singkat tentang doktrin sebagai sesuatu yang berguna, sekalipun tidak mempunyai otoritas yang mengikat pada hati nurani dari orang-orang lain.].
Barnes’ Notes: “‘Which thou hast heard of me’ This proves that he does not refer to a WRITTEN creed, since what he refers to was something which he had HEARD.” (= ‘Yang telah engkau dengar dari aku’. Ini membuktikan bahwa ia tidak menunjuk pada suatu pengakuan iman TERTULIS, karena apa yang ia tunjuk adalah sesuatu yang ia telah DENGAR.).
Calvin: “I rather think that Paul commands Timothy to hold fast the doctrine which he had learned, not only as to substance, but as to the very form of expression; for uJpotu>pwsiv - the word which Paul employs on this occasion - denotes a lively picture of objects, as if they were actually placed before the eyes. Paul knew how ready men are to depart or fall off from pure doctrine. For this reason he earnestly cautions Timothy not to turn aside from that form of teaching which he had received, and to regulate his manner of teaching by the rule which had been laid down; not that we ought to be very scrupulous about words, but because to misrepresent doctrine, even in the smallest degree, is exceedingly injurious” (= Saya lebih berpikir bahwa Paulus memerintahkan Timotius untuk memgang erat-erat ajaran yang telah ia pelajari, bukan hanya berkenaan dengan substansinya, tetapi berkenaan dengan bentuk dari pernyataannya; karena uJpotu>pwsiv / HUPOTUPOSIS - kata yang Paulus gunakan pada peristiwa ini - menunjukkan suatu gambaran yang hidup tentang obyek-obyek, seakan-akan mereka betul-betul ditempatkan di hadapan mata. Paulus tahu betapa siap orang-orang untuk meninggalkan atau jatuh dari doktrin yang murni. Karena alasan ini ia dengan sungguh-sungguh memperingati Timotius untuk tidak menyimpang dari bentuk pengajaran itu, yang telah ia terima, dan untuk mengatur cara pengajarannya dengan peraturan yang telah ia letakkan; bukan supaya kita harus sangat teliti tentang kata-kata, tetapi karena salah dalam menggambarkan / menyatakan doktrin / ajaran, bahkan dalam tingkat terkecil, adalah sangat berbahaya).
3) “dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.”.
Matthew Henry: “Faith and love must go together; it is not enough to believe the sound words, and to give an assent to them, but we must love them, believe their truth and love their goodness, and we must propagate the form of sound words in love; speaking the truth in love, Eph 4:15. ‘Faith and love which are in Christ Jesus;’ it must be Christian faith and love, faith and love fastening upon Jesus Christ, in and by whom God speaks to us and we to him.” (= Iman dan kasih harus berjalan bersama-sama; tidaklah cukup untuk percaya pada kata-kata sehat, dan memberikan persetujuan kepadanya, tetapi kita harus mengasihinya, percaya kebenarannya dan mengasihi kebaikannya, dan kita harus menyebarkan bentuk dari kata-kata sehat itu dalam kasih; mengatakan / membicarakan kebenaran dalam kasih, Ef 4:15. ‘Iman dan kasih yang ada dalam Kristus Yesus’; itu haruslah iman dan kasih Kristen, iman dan kasih yang diikatkan kepada Yesus Kristus, dalam dan oleh siapa Allah berbicara kepada kita dan kita kepada Dia.).
Ef 4:15 - “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”.
Ayat ini juga salah terjemahan!
KJV: ‘But speaking the truth in love, may grow up into him in all things, which is the head, even Christ:’ (= Tetapi mengatakan kebenaran dalam kasih, bisa bertumbuh ke dalam Dia dalam segala sesuatu, yang adalah kepala, yaitu Kristus:).
RSV: ‘Rather, speaking the truth in love, we are to grow up in every way into him who is the head, into Christ,’ (= Tetapi, mengatakan kebenaran dalam kasih, kita akan dalam segala sesuatu bertumbuh ke dalam Dia yang adalah kepala, ke dalam Kristus.).
NIV: ‘Instead, speaking the truth in love, we will in all things grow up into him who is the Head, that is, Christ.’ (= Tetapi, mengatakan kebenaran dalam kasih, kita akan dalam segala sesuatu bertumbuh ke dalam Dia yang adalah kepala, yaitu, Kristus.).
NASB: ‘but speaking the truth in love, we are to grow up in all aspects into Him who is the head, even Christ,’ (= tetapi mengatakan kebenaran dalam kasih, kita harus bertumbuh dalam segala aspek ke dalam Dia yang adalah kepala, yaitu Kristus,).
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali