(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Minggu,
tgl 11 Agustus 2019, pk 8.00 & pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
II
Samuel 8:1-18(4)
2Sam 8:1-18 - “(1) Sesudah itu Daud memukul kalah orang Filistin dan menundukkan mereka; lalu Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibu kota dari tangan orang Filistin. (2) Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. (3) Selanjutnya Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, raja Zoba, ketika ia pergi memulihkan kekuasaannya pada sungai Efrat. (4) Daud menawan dari padanya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, tetapi dengan meninggalkan seratus ekor kuda kereta. (5) Lalu orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, raja Zoba, tetapi dari antara orang Aram itu Daud menewaskan dua puluh dua ribu orang. (6) Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (7) Sesudah itu Daud mengangkut perisai-perisai emas yang dipakai oleh anak buah Hadadezer, lalu membawanya ke Yerusalem. (8) Dan dari Betah dan dari Berotai, yaitu kota-kotanya Hadadezer, raja Daud mengangkut amat banyak tembaga. (9) Ketika didengar Tou, raja Hamat, bahwa Daud telah memukul kalah seluruh tentara Hadadezer, (10) maka Tou mengutus Yoram, anaknya, kepada raja Daud untuk menyampaikan salam dan mengucapkan selamat kepadanya, karena ia telah berperang melawan Hadadezer dan memukul dia kalah, sebab Hadadezer sering memerangi Tou. Dan Yoram membawa barang-barang perak, emas dan tembaga. (11) Juga barang-barang ini dikhususkan raja Daud bagi TUHAN, bersama-sama perak dan emas yang berasal dari segala bangsa yang ditaklukkannya, (12) yakni perak dan emas dari orang Aram, dari orang Moab, dari bani Amon, dari orang Filistin, dari orang Amalek, dan dari jarahan yang dirampas dari Hadadezer bin Rehob, raja Zoba. (13) Demikianlah Daud mendapat nama, dan ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin. (14) Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang. (15) Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. (16) Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara; (17) Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Seraya menjadi panitera negara; (18) Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud menjadi imam.”.
II) Daud adalah orang yang gila kekuasaan / perang?
Daud perang ke 4 penjuru. Barat - Filistin, Timur - Moab dan Amon, Utara - Aram dan Syria, Selatan - Edom. Gila perang / kekuasaan? Mari kita melihar dalam peta di bawah ini dengan bangsa apa saja ia berperang, dan dimana bangsa-bangsa itu berada.
Foto
Peta Israel dan negara-negara di sekitarnya.


Jangan
menganggap Daud sebagai orang yang gila perang, gila kekuasaan, seperti Genghis
Khan, Hitler, Napoleon dsb. Ia berperang dan menaklukkan banyak bangsa, karena
alasan-alasan ini:
1)
Perang yang Daud lakukan ini merupakan salah satu penggenapan dari Kej
3:15.
Pulpit Commentary: “These wars of Israel with surrounding nations were not ordinary wars (ch. 2:24–29). They were a special embodiment of the great conflict which was ordained from the beginning (Gen. 3:15), and of which the sacred history is a record. They involved principles and issues of vast importance; and they must be considered in the light of the peculiar position of the people of Israel, the measure of Divine revelation vouchsafed to them, and the ‘ruling ideas in early ages,’ in order that they may be judged of correctly,” [= Perang-perang Israel dengan bangsa-bangsa sekitarnya ini bukanlah perang-perang biasa (psl 2:24-29). Perang-perang itu merupakan suatu perwujudan dari konflik / perang yang besar yang ditentukan dari semula (Kej 3:15), dan tentang mana sejarah kudus merupakan suatu catatan. Mereka melibatkan prinsip-prinsip dan persoalan-persoalan yang sangat penting; dan mereka harus dianggap dalam terang dari posisi khusus dari bangsa Israel, ukuran dari wahyu Ilahi yang dinyatakan kepada mereka, dan ‘gagasan-gagasan yang mendominasi dalam jaman-jaman awal’, supaya mereka bisa dinilai secara benar,] - hal 231.
Kata-kata
penafsir ini mungkin benar, tetapi saya tidak tahu sejauh mana perang yang ia
lakukan itu menggenapi Kej 3:15.
2)
Bangsa-bangsa itu memang memusuhi dan terus mengganggu Israel, dan dengan
Daud menundukkan mereka, maka ada keamanan bagi bangsa Israel.
Pulpit Commentary: “II. On justifiable grounds. For: 1. The defence of person and property, and the preservation of the worship of Jehovah (ch. 10:12). The right of self-defence is a law of nature, extending to the relations of states and kingdoms, as well as of individuals. Without its exercise the destruction of Israel by their fierce and powerful enemies could have been averted only by a continuous miracle.” [= II. didasarkan pada dasar-dasar yang bisa dibenarkan. Karena: 1. Pembelaan dari pribadi dan milik / daerah, dan pembelaan dari penyembahan Yehovah (psl 10:12). Hak pembelaan diri merupakan suatu hukum alam, meluas pada hubungan-hubungan dari negara-negara dan kerajaan-kerajaan, maupun individu-individu. Tanpa pelaksanaannya, penghancuran dari Israel oleh musuh-musuh yang ganas dan kuat hanya bisa dicegah oleh suatu mujijat yang terus menerus.] - hal 232.
2Sam 10:12 - “Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mataNya.’”.
Bdk. 1Raja 5:2-4 - “(2) Lalu Salomo mengutus orang kepada Hiram dengan pesan: (3) ‘Engkau tahu bahwa Daud, ayahku, tidak dapat mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahnya, oleh karena musuh-musuhnya memerangi dia dari segala jurusan, sampai TUHAN menyerahkan mereka ke bawah telapak kakinya. (4) Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa.”.
3) Daud juga berfungsi sebagai algojo dari Tuhan terhadap bangsa-bangsa yang menyembah berhala itu.
Pulpit Commentary: “2. The punishment of evildoers, and the execution of a Divine judgment upon the heathen and their gods. Of this David deemed himself an appointed agent, fulfilling a Divine commission, like that given to Saul concerning Amalek, and the command under which Joshua acted in the conquest of the land.” [= 2. Hukuman dari pelaku-pelaku kejahatan, dan pelaksanaan dari suatu penghakiman Ilahi terhadap orang-orang kafir dan dewa-dewa mereka. Tentang ini Daud menganggap dirinya sendiri sebagai agen yang ditetapkan, memenuhi suatu perintah Ilahi, seperti yang diberikan kepada Saul berkenaan dengan bangsa Amalek, dan perintah di bawah mana Yosua bertindak dalam penaklukan dari negeri itu (Kanaan).] - hal 232.
Bdk.
1Sam 15:2-3 - “(2) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang
dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek
menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3) Jadi
pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya,
dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun
perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta
maupun keledai.’”.
Catatan:
memang jelas dalam kasus ini Saul dijadikan algojo oleh Tuhan untuk membasmi
bangsa Amalek. Ini juga berlaku dalam kasus Yosua pada waktu ia disuruh membasmi
seluruh bangsa-bangsa Kanaan. Dan jelas juga berlaku bagi Daud dalam
perang-perang yang ia lakukan di sini. Tetapi perang spt ini tidak bisa ada lagi
dalam jaman Perjanjian Baru!
4) Ia berusaha menggenapi janji Tuhan tentang pemberian negeri itu sampai pada batas-batas yang Tuhan janjikan.
Jadi,
kalau kita membaca perang-perang yang Daud lakukan, kita juga harus memikirkan
tentang janji Allah berkenaan dengan tanah Kanaan, yang memang Ia janjikan bagi
bangsa Israel.
Bdk.
1Sam 25:28 - “Ampunilah
kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku
keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang
TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.”.
Catatan:
ini adalah kata-kata Abigail kepada Daud; dan kata-kata yang saya garis-bawahi
itu memang benar. Perang-perang yang dilakukan oleh Daud adalah perang demi /
bagi Tuhan, dan karena itu jelas bahwa ia tidak bisa dipersalahkan dalam
melakukan perang-perang itu. Memang banyak orang mengclaim secara palsu mereka
berperang demi / untuk Tuhan, tetapi dalam kasus perang-perang yang Daud
lakukan, hal itu memang benar.
Pulpit Commentary: “3. The attainment of the destination of the chosen people to rule over the nations according to former promises and predictions. ‘The chief aim of the writer is to show the growth of God’s kingdom’ (see the martial Psalms, 9, 10, 18, 20, 21, 44, 60, 68, 110).” [= 3. Pencapaian dari tujuan dari bangsa pilihan itu untuk memerintah atas bangsa-bangsa sesuai dengan janji-janji dan ramalan-ramalan yang terdahulu. ‘Tujuan utama dari sang penulis adalah untuk menunjukkan pertumbuhan dari kerajaan Allah’ (lihat Mazmur-mazmur yang berkenaan dengan perang, 9, 10, 18, 20, 21, 44, 60, 68, 110).] - hal 232.
Calvin:
“We have seen how God returned the kingdom peaceably into the hands of
David after many difficulties. But the promise which was given to him concerning
the vanquishing of all his enemies around was not yet accomplished. It
was not enough for David to rule over all the people of God, but his rule had to
be extended to that which was promised to Abraham (Gen 15:7; Psa. 72:8-9). For
Scripture not only said that the line of Abraham would possess what the children
of Israel had, after they had entered into possession of the country, but it
describes four borders from one sea to the other, and from the great river to
the desert. Now that is the heritage
which was supposed to come to the line of Abraham: namely, from the Red Sea to
the opposite sea, which leads towards . . . ,
which one also calls the Sea of (Syria). And then there is the Euphrates River,
and over against it, the deserts which were on the coast of Arabia. Well,
when the children of Israel arrived in the land, they did not enjoy all of that;
far from it. Hence, God wanted to reserve for the time of David what he had
promised to his servant, Abraham, so that the faithful might know that it was
truly of the line of David through which the seed of Abraham should come, to
whom this land had been promised.”
[= Kita telah melihat bagaimana Allah mengembalikan kerajaan itu dengan
teratur / harmonis ke dalam tangan
Daud setelah banyak kesukaran. Tetapi janji yang
diberikan kepadanya berkenaan dengan pengalahan / penundukan dari semua
musuh-musuhnya di sekitarnya belum tercapai. Tidaklah cukup bagi Daud untuk
memerintah atas semua bangsa / umat Allah, tetapi
pemerintahannya harus meluas sampai daerah yang dijanjikan kepada Abraham (Kej
15:7; Maz 72:8-9). Karena Kitab Suci bukan hanya berkata bahwa garis
keturunan Abraham akan memiliki apa yang anak-anak Israel punyai, setelah mereka
sudah masuk ke dalam kepemilikan negeri itu, tetapi
itu menggambarkan empat batasan dari satu laut sampai pada laut yang lain, dan
dari sungai besar sampai padang gurun. Jadi
itulah warisan / milik yang harus sampai kepada garis keturunan Abraham: yaitu
dari Laut Merah sampai pada laut di arah yang bertentangan dengannya / di
seberangnya, yang membimbing kepada . . . ,
yang juga disebut Laut (Syria). Dan lalu di sana ada Sungai Efrat, dan
bertentangan dengannya, padang gurun yang ada di pantai Arab. Pada waktu anak-anak
Israel sampai di negeri, mereka tidak menikmati semua itu; jauh dari itu. Jadi,
Allah mau menyimpan / mencadangkan untuk jaman Daud apa yang telah Ia janjikan
kepada pelayanNya, Abraham, sehingga orang-orang yang setia / percaya bisa tahu
bahwa adalah sungguh-sungguh dari garis keturunan Daud melalui mana benih /
keturunan Abraham harus datang, bagi siapa tanah ini telah dijanjikan.]
- ‘Sermons on 2Samuel’, hal 402-403.
Catatan:
1.
Bagian yg kurang (. . .)
diberi footnote dari penterjemah yang berkata ‘Lacking in the text’
[= Kurang / tak ada dalam textnya].
2.
Mungkin yang disebut Laut Syria itu adalah Laut Tengah (Mediterranean
Sea). Ini dalam peta juga disebut Great Sea (Laut Besar) / Upper Sea / Western
Sea / Hinder Sea - https://bibleatlas.org/great_sea.htm
Bdk.
Bil 34:6 - “Batas baratmu ialah laut
besar dan pantainya; itulah batas baratmu.”.
Kej 15:7
- “Lagi
firman TUHAN kepadanya: ‘Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari
Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.’”.
Maz 72:8-9 - “(8) Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! (9) Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu;”.
The
Bible Exposition Commentary: “This
chapter summarizes the victories of the army of Israel over their enemies, ... We
must look at David’s military activities in the light of God’s covenants
with Israel through Abraham (Gen 12; 15), Moses (Deut 27-30) and David (2 Sam
7). The Lord had promised Israel the land from the River of Egypt to the
Euphrates River (Gen 15:17-21; Deut 1:6-8; 11:24; 1 Kings 4:20-21), and the Lord
used David to help fulfill the promise. Israel had lost territory to her enemies
during the reign of King Saul, and David recaptured it, but he also expanded
Israel’s borders and acquired land that hadn’t been conquered in Joshua’s
day (Josh 13:1-7). David established vassal treaties with most of these nations
and set up garrisons in their lands to maintain Israel’s authority (v. 6). A
man of faith, David believed God’s promises and acted upon them for the
blessing of his people.” [= Pasal ini meringkas kemenangan-kemenangan dari tentara / laskar
Israel atas musuh-musuh mereka, ... Kita harus memandang aktivitas-aktivitas
militer Daud dalam terang dari perjanjian Allah dengan Israel melalui Abraham
(Kej 12; Kej 15), Musa (Ul 27-30) dan Daud (2Sam 7). Tuhan telah menjanjikan
Israel tanah dari Sungai dari Mesir ke Sungai Efrat (Kej 15:17-21; Ul 1:6-8;
11:24; 1Raja 4:20-21), dan Tuhan menggunakan Daud untuk menolong
menggenapi janji itu. Israel telah kehilangan daerah / wilayah kepada musuh-musuh selama
pemerintahan Raja Saul, dan Daud
mengambilnya kembali, tetap ia juga memperluas batasan-batasan Israel dan
mendapatkan tanah / negeri yang belum ditaklukkan pada jaman Yosua (Yos 13:1-7).
Daud menegakkan perjanjian-perjanjian ketundukan dengan kebanyakan dari
bangsa-bangsa ini dan mendirikan pos-pos militer di tanah / negeri mereka untuk
memelihara otoritas Israel (ay 6). Daud, sebagai orang yang beriman, percaya janji-janji Allah dan
bertindak atas janji-janji itu untuk berkat bagi bangsanya.].
Kej 15:18-21
- “(18) Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram
serta berfirman: ‘Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai
Efrat: (19) yakni tanah orang
Keni, orang Kenas, orang Kadmon, (20) orang Het, orang Feris, orang Refaim, (21)
orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu.’”.
Ul 1:6-8
- “(6) ‘TUHAN, Allah kita, telah berfirman kepada kita di Horeb,
demikian: Telah cukup lama kamu tinggal di gunung ini. (7) Majulah,
berangkatlah, pergilah ke pegunungan orang Amori dan kepada semua tetangga mereka
di Araba-Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit, di Tanah Negeb
dan di tepi pantai laut, yakni negeri orang Kanaan, dan ke gunung Libanon sampai
Efrat, sungai besar itu. (8) Ketahuilah,
Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang
dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan
Yakub, untuk memberikannya kepada mereka dan kepada keturunannya.’”.
Bdk.
Bil 13:29 - “Orang Amalek diam di Tanah Negeb,
orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam
sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.’”.
Ul 11:24
- “Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang
akan memilikinya: mulai dari padang gurun
sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut
sebelah barat, akan menjadi daerahmu.”.
Catatan:
Gunung Lebanon dalam peta ada di Utara, sebelah Timur dari kota Sidon.
1Raja
4:20-21 - “(20) Orang Yehuda dan orang Israel jumlahnya seperti pasir di
tepi laut. Mereka makan dan minum serta bersukaria. (21) Maka Salomo berkuasa
atas segala kerajaan mulai dari
sungai Efrat sampai negeri orang Filistin dan sampai ke tapal batas Mesir. Mereka menyampaikan upeti dan tetap takluk kepada Salomo seumur
hidupnya.”.
Yos
13:1-7 - “(1) Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah
TUHAN kepadanya: ‘Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki. (2) Inilah negeri yang
tertinggal: segenap wilayah orang Filistin dan seluruh negeri orang Gesur,
(3) mulai dari sungai Sikhor di sebelah timur Mesir sampai ke daerah Ekron ke
arah utara - semuanya itu terhitung tanah orang Kanaan -; ada lima raja kota
orang Filistin, yakni di Gaza, di Asdod, di Askelon, di Gat dan di Ekron -; dan
orang Awi (4) di sebelah selatan; seluruh negeri orang Kanaan dan Meara, kepunyaan orang Sidon,
sampai ke Afek, sampai ke daerah orang Amori; (5) selanjutnya negeri orang Gebal
dan seluruh gunung Libanon di sebelah matahari terbit, mulai dari Baal-Gad di
kaki gunung Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat; (6) semua orang yang
diam di pegunungan, mulai dari gunung Libanon sampai ke Misrefot-Maim; semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israel; hanya
undikanlah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka,
seperti yang Kuperintahkan kepadamu. (7) Oleh sebab itu, bagikanlah negeri ini
kepada suku yang sembilan itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi
milik pusaka mereka.’”.
Catatan:
untuk orang Sidon tidak diceritakan Daud berperang dan mengalahkan mereka,
tetapi kalau dilihat dari ayat-ayat di bawah ini kelihatannya Sidon ada di bawah
kekuasaan Daud. Dan Tirus jelas dikatakan bersahabat dengan Daud.
2Sam 24:1-8 - “(1) Bangkitlah
pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka,
firmanNya: ‘Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.’ (2) Lalu
berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan
dia: ‘Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah
pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.’ (3) Lalu
berkatalah Yoab kepada raja: ‘Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus
kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri
melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?’ (4) Namun titah
raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab dan oleh para panglima tentara. Maka
pergilah Yoab dan panglima-panglima tentara itu atas perintah raja untuk
mengadakan pendaftaran di antara bangsa Israel. (5) Mereka menyeberangi sungai
Yordan, lalu mulai dari Aroer dan dari kota yang terletak di tengah-tengah
lembah ke arah Gad dan Yaezer. (6) Kemudian sampailah mereka ke Gilead dan ke
Kadesh di negeri orang Het. Selanjutnya sampailah mereka ke Dan dan
dari Dan mengambil jurusan Sidon. (7) Kemudian sampailah
mereka ke tempat yang berkubu, Tirus, dan ke segala kota orang Hewi
dan orang Kanaan; akhirnya tibalah mereka di bagian selatan Yehuda, di Bersyeba.
(8) Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke
Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari.”.
2Sam 5:11 - “Hiram,
raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu aras,
tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud.”.
1Raja 5:1 - “Hiram,
raja Tirus, mengutus pegawai-pegawainya kepada Salomo, karena
didengarnya, bahwa Salomo telah diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya, sebab
Hiram senantiasa bersahabat dengan Daud.”.
The
Bible Exposition
Commentary: “But
David’s victories also meant peace and safety for the people of Israel so they
could live normal lives and not be constantly threatened by their neighbors.
Israel had a great work to perform on earth in bearing witness to the true and
living God and bringing the written Scriptures and the Messiah into the world.
Furthermore, David’s victories enriched the treasury of the Lord so that the
material was available for Solomon to build the temple (vv. 11-13; 1 Chron 22).
The church today doesn’t use military weapons to fight God’s battles (John
18:36-38; 2 Cor 10:3-6; Eph 6:14-18), but we could use the faith and courage of
David and his soldiers and reclaim lost territory for the Lord.”
[= Tetapi kemenangan-kemenangan Daud juga berarti
damai dan keamanan bagi bangsa Israel sehingga mereka bisa menjalani hidup yang
normal dan tidak secara terus menerus diancam oleh tetangga-tetangga mereka.
Israel mempunyai pekerjaan besar untuk dilaksanakan
di bumi dalam memberi kesaksian tentang Allah yang benar dan hidup dan membawa
Kitab Suci tertulis dan sang Mesias ke dalam dunia. Selanjutnya,
kemenangan-kemenangan Daud memperkaya perbendaharaan Tuhan sebagai materi /
bahan tersedia bagi Salomo untuk membangun Bait Suci (ay 11-13; 1Taw 22).
Gereja jaman sekarang tidak menggunakan
senjata-senjata militer untuk melakukan pertempuran-pertempuran Allah (Yoh
18:36-38; 2Kor 10:3-6; Ef 6:14-18), tetapi kita bisa menggunakan iman dan
keberanian Daud dan tentara-tentaranya dan mengambil kembali daerah / wilayah
yang hilang bagi Tuhan.].
Yoh
18:36-37 - “(36)
Jawab Yesus: ‘KerajaanKu bukan dari dunia ini;
jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu
telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi
KerajaanKu bukan dari sini.’ (37) Maka kata Pilatus kepadaNya: ‘Jadi
Engkau adalah raja?’ Jawab Yesus: ‘Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja.
Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya
Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari
kebenaran mendengarkan suaraKu.’”.
2Kor
10:3-6 - “(3)
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak
berjuang secara duniawi, (4) karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah
senjata duniawi, melainkan senjata yang
diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(5) Kami mematahkan setiap siasat orang dan
merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang
pengenalan akan Allah. Kami menawan segala
pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (6) dan kami siap sedia
juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi
sempurna.”.
Ef 6:14-18
- “(14)
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan
keadilan, (15) kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai
sejahtera; (16) dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan
perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, (17) dan
terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, (18) dalam
segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya
untuk segala orang Kudus,”.
Catatan: perhatikan semua senjata dalam text ini adalah ‘senjata rohani’.
5) Daud merupakan TYPE dari Kristus, dan perang-perang dan penaklukan-penaklukan yang Daud lakukan merupakan TYPE dari ‘perang’ dan ‘penaklukan’ yang Kristus lakukan terhadap dunia!
Perang-perang yang dilakukan Daud ini merupakan bayangan / TYPE dari ‘perang’ yang dilakukan oleh Yesus!
The
Biblical
Illustrator: “In
all these warlike expeditions King David fulfilled his typical character - was
an emblem of the Lion of the tribe of Judah, going forth ‘conquering and to
conquer.’”
[= Dalam semua expedisi yang berhubungan dengan perang ini Raja Daud menggenapi
karakternya yang bersifat TYPE - merupakan suatu simbol / gambaran dari Singa
dari suku Yehuda, yang maju ‘mengalahkan dan untuk mengalahkan’.].
Wah 6:2
- “Dan
aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya
memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu
ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.”.
KJV: “and he went forth conquering, and to conquer.” [= dan Ia maju mengalahkan, dan untuk mengalahkan.].
RSV: “and he went out conquering and to conquer.” [= dan Ia keluar mengalahkan dan untuk mengalahkan.].
NIV: “and he rode out as a conqueror bent on conquest.” [= dan Ia maju / keluar sebagai seorang pemenang yang condong pada penaklukan.].
NASB:
“and he went out conquering, and to conquer.”
[= dan Ia keluar mengalahkan, dan untuk mengalahkan.].
Kej 49:8-10 - “(8) Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. (9) Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? (10) Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.”.
Wah 5:5 - “Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: ‘Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.’”.
Pulpit Commentary: “VI. FORESHADOWED NOBLER CONFLICTS AND TRIUMPHS by One greater than David - the Prince of Peace, and his faithful followers (1 Sam 13:1-7; 17:47); in which the elements of good that existed therein are retained and perfected, and those of evil set aside; ‘the weapons of our warfare are not of the flesh, but’ spiritual (truth, righteousness, love) and ‘mighty before God to the casting down of strongholds’ of error and unrighteousness (2 Cor 10:4; Luke 9:56; John 18:36); and the effects, enduring peace, security, and happiness (Isa 9:5,6).” [= VI. MEMBAYANGKAN LEBIH DULU KONFLIK-KONFLIK DAN KEMENANGAN-KEMENANGAN YANG LEBIH MULIA oleh ‘Seseorang’ yang lebih besar dari Daud - Raja / Pangeran Damai, dan para pengikutNya yang setia (1Sam 13:1-7; 17:47); dalam mana elemen-elemen dari kebaikan yang ada di dalamnya dipertahankan dan disempurnakan, dan elemen-elemen dari kejahatan disingkirkan; ‘senjata-senjata dari peperangan kita bukanlah dari daging, tetapi’ rohani (truth / kebenaran, righteousness / kebenaran, kasih) dan ‘kekuatan di hadapan Allah untuk menghancurkan benteng-benteng’ dari kesalahan dan ketidak-benaran (2Kor 10:4; Luk 9:56; Yoh 18:36); dan hasil-hasil / akibat-akibatnya, damai, keamanan, dan kebahagiaan yang bertahan / terus menerus (Yes 9:5-6).] - hal 233.
1Sam 13:1-7 - “(1) Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel. (2) Saul memilih tiga ribu orang dari antara orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya pulang, masing-masing ke kemahnya. (3) Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: ‘Biarlah orang Ibrani mendengarnya.’ (4) Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal. (5) Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen. (6) Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit - sebab rakyat memang terdesak - maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi; (7) malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.”.
Catatan: Rasanya 1Sam 13:1-7 ini salah cetak, dan saya tidak tahu ayat mana yang dimaksudkan.
1Sam 17:47 - “dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.’”.
2Kor 10:3-4 - “(3) Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, (4) karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.”.
KJV: ‘carnal’ [= bersifat daging].
NASB: ‘of the flesh’ [= dari daging].
Ini harus dicamkan! Kekristenan tidak berperang dan menaklukkan dunia secara jasmani / daging, atau betul-betul dengan melakukan peperangan, pembunuhan, terorisme, bom, dsb, tetapi dengan kuasa Allah, penginjilan, dan sebagainya.
Luk 9:56 - “Lalu mereka pergi ke desa yang lain.”.
Luk 9:56 ini pasti salah ayat, dan saya tidak tahu ayat mana yang dimaksudkan.
Yoh 18:36 - “Jawab Yesus: ‘KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKu bukan dari sini.’”.
Yes
9:5-6 - “(5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita,
seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas
bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai. (6) Besar kekuasaannya, dan
damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam
kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan
kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN
semesta alam akan melakukan hal ini.”.
Calvin:
“Well,
this was only a figure of our Lord Jesus Christ, for his kingdom was not limited
in any way, but Scripture says that from one end of the world to the other he
shall have dominion (Psa. 2:8; 72:8). Anyway,
it was necessary for the faithful to recognise that God put off fulfilling his
promise until the time of David, so that from his kingdom they might be led much
further. This is what is now described to us.” [= Ini
hanyalah merupakan suatu gambaran tentang Tuhan kita Yesus Kristus, karena
kerajaanNya tidak dibatasi dengan cara apapun, tetapi Kitab Suci mengatakan
bahwa dari satu ujung bumi / dunia sampai pada ujung yang lain Ia akan berkuasa
(Maz 2:8; 72:8). Bagaimanapun, adalah perlu bagi orang-orang percaya
untuk mengetahui bahwa Allah menunda penggenapan janjiNya sampai jaman Daud,
sehingga dari kerajaannya mereka bisa dibimbing lebih jauh. Itu adalah apa yang
sekarang digambarkan kepada kita.]
- ‘Sermons on 2Samuel’, hal 402-403.
Maz 2:8 - “Mintalah
kepadaKu, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan
ujung bumi menjadi kepunyaanmu.”.
Maz 72:8 - “Kiranya ia
memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!”.
Catatan: Maz 2 dan Maz 72 jelas menunjuk kepada Kristus.
Matthew
Henry: “All
David’s victories were typical of the success of the gospel against the
kingdom of Satan, in which the Son of David rode forth, ‘conquering and to
conquer,’ and he shall reign till he has brought down all opposing rule,
principality, and power: and he has, as David had (v. 2), a line to kill and a
line to save; for the same gospel is to some a savour of life unto life, to
others a savour of death unto death.”
[= Semua kemenangan Daud bersifat TYPE dari sukses
dari injil terhadap kerajaan Iblis, dalam mana Anak Daud keluar /
maju, ‘mengalahkan dan untuk mengalahkan’, dan Ia akan memerintah sampai Ia
telah menjatuhkan semua pemerintah, otoritas,
dan kuasa yang menentang: dan ia mempunyai, seperti yang Daud punyai (ay 2),
suatu tali untuk membunuh dan suatu tali untuk menyelamatkan; karena
injil yang sama bagi sebagian orang adalah suatu bau kehidupan kepada hidup,
bagi orang-orang lain suatu bau kematian kepada kematian.].
Wah
6:2 - “Dan
aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya
memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu
ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.”.
KJV: “and he went forth conquering, and to conquer.” [= dan Ia maju / keluar mengalahkan, dan untuk mengalahkan.].
RSV: “and he went out conquering and to conquer.” [= dan Ia keluar mengalahkan dan untuk mengalahkan.].
NIV: “and he rode out as a conqueror bent on conquest.” [= dan Ia maju / keluar sebagai seorang pemenang yang condong pada penaklukan.].
NASB:
“and he went out conquering, and to conquer.”
[= dan Ia keluar mengalahkan, dan untuk mengalahkan.].
2Sam
8:2 - “Dan ia memukul kalah orang Moab, lalu sambil
menyuruh mereka berbaring di tanah ia mengukur tempat mereka dengan tali; diukurnya
dua kali panjang tali itu untuk mematikan dan satu tali penuh untuk membiarkan
hidup. Maka orang Moab takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan
upeti.”.
2Kor
2:14-16 - “(14) Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu
membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan
perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
(15) Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum
dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang
binasa. (16) Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi
yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang
sanggup menunaikan tugas yang demikian?”.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali