kebaktian online

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 2 Juni 2024, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

II Samuel 10:1-19(2)

 

kebaikan yang dibalas dengan kejahatan (2)

 

2Sam 10:1-19 - “(1) Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (2) Lalu berkatalah Daud: ‘Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku.’ Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu, (3) berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: ‘Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?’ (4) Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka. (5) Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: ‘Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali.’ (6) Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang. (7) Ketika Daud mendengar hal itu, disuruhnyalah Yoab maju dengan segenap pasukan pahlawan. (8) Lalu bani Amon maju, diaturnya barisan perangnya di depan pintu gerbang, sedang orang Aram dari Zoba dan dari Rehob dan orang-orang Tob dan Maakha ada tersendiri di padang. (9) Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu. (10) Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu. (11) Lalu berkatalah Yoab: ‘Jika orang Aram itu lebih kuat dari padaku, maka haruslah engkau menolong aku, tetapi jika bani Amon itu lebih kuat dari padamu, maka aku akan datang menolong engkau. (12) Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mataNya.’ (13) Lalu Yoab dan tentara yang bersama-sama dengan dia maju berperang melawan orang Aram dan orang-orang itu melarikan diri dari hadapannya. (14) Ketika bani Amon melihat, bahwa orang Aram sudah melarikan diri, maka merekapun larilah dari hadapan Abisai dan masuk ke dalam kota. Sesudah itu pulanglah Yoab setelah memerangi bani Amon dan sampailah ia ke Yerusalem. (15) Ketika orang Aram melihat, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka berkumpullah mereka bersama-sama. (16) Juga Hadadezer menyuruh orang Aram yang di seberang sungai Efrat maju berperang; mereka sampai ke Helam di bawah pimpinan Sobakh, panglima tentara Hadadezer. (17) Setelah hal itu diberitahukan kepada Daud, maka dikumpulkannya seluruh orang Israel, diseberanginya sungai Yordan, lalu sampai ke Helam. Orang Aram mengatur barisannya berhadapan dengan Daud dan bertempur melawan dia, (18) tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israel, dan Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda. Sobakh, panglima tentara mereka, dilukainya sedemikian, hingga ia mati di sana. (19) Ketika dilihat semua raja, yang takluk kepada Hadadezer, bahwa mereka telah terpukul kalah oleh orang Israel, maka mereka mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan takluk kepada mereka; sesudah itu takutlah orang Aram memberi pertolongan lagi kepada bani Amon.”.

 

3) Hanun memperlakukan utusan-utusan Daud dengan sangat buruk (ay 3-4).

 

a)      Kecurigaan berlebihan dari pemuka-pemuka bani Amon (ay 3).

Ay 3: “berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: ‘Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?’”.

 

Ada beberapa sikap berkenaan dengan hal ini:

 

1.  Sikap positif yang berlebihan.

 

2.  Sikap terlalu mudah percaya.

 

3.  Sikap waspada.

 

4.  Sikap curiga yang berlebihan dan tanpa dasar.

 

Ada perbedaan besar antara curiga tanpa alasan dan sikap berhati-hati.

 

Amsal 3:29 - “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.”.

 

Maz 120:6-7 - “(6) Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. (7) Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.”.

 

Albert Barnes membandingkan pemuka-pemuka bani Amon itu dengan para orang muda yang menasehati Rehabeam (1Raja 12:10-11).

 

1Raja 12:3-17 - “(3) Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam: (4) ‘Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.’ (5) Tetapi ia menjawab mereka: ‘Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku.’ Lalu pergilah rakyat itu. (6) Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: ‘Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?’ (7) Mereka berkata: ‘Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.’ (8) Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya, (9) katanya kepada mereka: ‘Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?’ (10) Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: ‘Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami - beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! (11) Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.’ (12) Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: ‘Kembalilah kepadaku pada hari lusa.’ (13) Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya; (14) ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: ‘Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.’ (15) Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkanNya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat. (16) Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: ‘Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!’ Maka pergilah orang Israel ke kemahnya, (17) sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.”.

 

Calvin: “Now here we see, above all, what distrust is. That is why it is not good for us to be consumed by a distrustful spirit like many people who, thinking they are wise, consider everything doubtful and accept nothing without suspicion. ... What is the outcome? Their attitude causes wars and quarrels.” [= Di sini kita melihat, di atas segalanya, apa ketidakpercayaan itu. Itulah mengapa tidak baik bagi kita untuk terjebak dalam semangat yang penuh dengan ketidakpercayaan seperti banyak orang yang, karena menganggap diri mereka bijaksana, meragukan segala sesuatu dan tidak menerima apapun tanpa kecurigaan. ... Apa hasilnya? Sikap mereka menyebabkan perang dan pertengkaran-pertengkaran.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 451.

 

Calvin: “Because of this suspicion, people carry such ‘a chip on the shoulder’ that the smallest object which darts before their eyes causes them to become irritated and annoyed. Then the evil grows worse on both sides so that most of the trouble proceeds from this evil source. That is, men are too inclined to distrust and remain suspicious so that they actually lose control of the situation, although they thought they were manifesting the greatest possible prudence. Well, this story should serve as an instructive, exemplary warning against this thoroughly perverse vice. For the counsellors of King Hanun distrusted David, and thereby they were the cause of ruining both their master and the whole country.” [= Karena kecurigaan ini, orang-orang membawa ‘sikap marah / tidak menyenangkan’ seperti itu sehingga benda terkecil yang melintas dengan cepat di depan mata mereka menyebabkan mereka menjadi marah dan kesal. Kemudian kejahatan menjadi semakin buruk di kedua belah pihak sehingga sebagian besar masalah berasal dari sumber kejahatan ini. Yaitu, manusia cenderung terlalu tidak percaya dan tetap curiga sehingga mereka benar-benar kehilangan kendali atas situasi, meskipun mereka berpikir bahwa mereka sedang menunjukkan kebijaksanaan yang paling besar. Nah, cerita ini seharusnya berfungsi sebagai peringatan yang mengajar, contoh yang memperingatkan terhadap kebiasaan yang sangat jahat ini. Karena para penasihat Raja Hanun tidak percaya kepada Daud, dan dengan demikian mereka menjadi penyebab kehancuran bagi tuan mereka dan seluruh negara.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 452.

 

Catatan: ‘a chip on the shoulder’ artinya:to have an angry or unpleasant attitude or way of behaving caused by a belief that one has been treated unfairly in the past. [= Memiliki sikap marah atau tidak menyenangkan atau cara bertingkah laku yang disebabkan oleh suatu kepercayaan bahwa seseorang telah diperlakukan secara tidak adil di masa lalu.] - https://www.merriam-webster.com/dictionary/have%20a%20chip%20on%20one%27s%20shoulder

 

Calvin: “When we have to deal with people who are full of disloyalty and treason, it is true that we must stay on our guard and carefully watch so as not to be corrupted. When we conclude out of mere suspicion that ‘Here is someone who only thinks of hurting me, and I do not know what he means’, God will certainly punish us at once for such an attitude. For when our useless manipulation of circumstances inevitably brings us down, God will pay us the wages which we deserve. What, therefore, happened to the people of Ammon reminds us to take things in good part, and not to let our spirits be poisoned with suspicion and distrust when it is not necessary.” [= Ketika kita harus berurusan dengan orang-orang yang penuh dengan ketidaksetiaan dan pengkhianatan, memang benar bahwa kita harus tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terpengaruh. Ketika kita menyimpulkan hanya berdasarkan kecurigaan bahwa ‘Inilah seseorang yang hanya memikirkan cara menyakiti saya, dan saya tidak tahu apa maksudnya’, maka Tuhan pasti akan segera menghukum kita atas sikap seperti itu. Karena ketika manipulasi kita yang sia-sia terhadap keadaan secara tak terhindarkan membuat kita jatuh, Tuhan akan memberi kita upah yang layak kita dapatkan. Oleh karena itu, apa yang terjadi pada orang Amon mengingatkan kita untuk menerima segala hal dengan baik, dan tidak membiarkan semangat kita diracuni dengan kecurigaan dan ketidakpercayaan ketika hal itu tidak diperlukan.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 452.

 

Calvin: “Now here again is a matter which we should carefully observe. Well, we see how when men once grow angry, they hold nothing back and lose all moderation. The counsellors of Hanun thought that David had wanted to spy out their land. Now on the basis of this sheer imagination, they concluded that they ought to consider him an enemy. They decided, ‘We must therefore do the worst that we can’. Let us learn by what is placed here before our eyes to resist our passions early so that we do not voluntarily lose control of ourselves. For as soon as some passion takes control of us, reason loses its influence.” [= Di sini, sekali lagi, ada hal yang harus kita perhatikan dengan hati-hati. Nah, kita bisa melihat bagaimana ketika orang marah, mereka tidak mengendalikan diri dan kehilangan segala bentuk kewajaran. Penasihat-penasihat Hanun mengira bahwa Daud ingin mengintai tanah mereka. Sekarang, berdasarkan imajinasi semata-mata ini, mereka menyimpulkan bahwa mereka harus menganggapnya sebagai musuh. Mereka memutuskan, ‘Oleh karena itu, kita harus melakukan yang terburuk yang bisa kita lakukan’. Mari kita belajar dari apa yang ditempatkan di depan mata kita untuk melawan nafsu kita sedini mungkin agar kita tidak dengan sukarela kehilangan kendali atas diri kita sendiri. Sebab begitu nafsu menguasai kita, akal budi kehilangan pengaruhnya.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 452.

 

Pulpit Commentary: The first step in all this commotion and destruction was the false interpretation put upon the kind act of David; and, regarding it as an illustration of a too-common evil, we take occasion to remark upon the evil itself - misinterpretation of good deeds. [= Langkah pertama dalam semua kekacauan dan kehancuran ini adalah penafsiran yang salah terhadap perbuatan baik Daud. Dan, menganggapnya sebagai contoh dari kejahatan yang terlalu umum, kami mengambil kesempatan untuk mengomentari kejahatan itu sendiri - penafsiran yang salah terhadap perbuatan baik.].

Contoh: orang Kristen yang membantu orang yang menderita dianggap sebagai melakukan kristenisasi. Orang Kristen yang melakukan pemberitaan Injil juga disalahkan.

 

Adam Clarke: “‘Thinkest thou that David doth honour thy father.’ It has been a matter of just complaint through all the history of mankind, that there is little sincerity in courts. Courtiers, especially, are suspicious of each other, and often mislead their sovereigns. They feel themselves to be insincere, and suspect others to be so too.” [= ‘Apakah engkau mengira bahwa Daud menghormati ayahmu.’ Sudah menjadi keluhan yang benar sepanjang sejarah umat manusia bahwa ada sedikit ketulusan di istana. Para pelayan / pegawai istana, terutama, saling curiga satu sama lain, dan seringkali menyesatkan raja mereka. Mereka merasa diri mereka tidak tulus, dan mencurigai orang lain juga demikian.].

 

Pulpit Commentary: “This insinuation arose probably from ill will, stirred up by David’s success in war; and, with that distrust with which neighbouring nations too often regard one another, they see in his embassy only a purpose of spying into their defences with a view to future attack.” [= Usul ini mungkin muncul dari niat jahat yang dipicu oleh kesuksesan Daud dalam perang; dan, dengan ketidakpercayaan yang seringkali muncul di antara bangsa-bangsa tetangga, mereka melihat utusan Daud hanya sebagai tujuan untuk mengintai pertahanan mereka dengan maksud serangan di masa depan.].

 

Pulpit Commentary: “David’s conduct was pure in motive, correct in form, and beneficial in tendency; yet it was regarded by astute men with suspicion, and repaid by the most malicious insult. This was no new thing in his experience. We have seen how again and again, during his early trials, he was misunderstood by Saul, and his very deeds of kindness returned by more bitter persecution. This is the portion of not a few in all ages. The world is dark, and men cannot or will not see the colours of good. It is one of the sad forms of confusion brought about by sin. The merciful Redeemer blessed men, but he was despised and rejected of them. The most lovely character that ever adorned the earth was clothed by the foul imagination of men with the horrible attributes of Satan (Luke 11:15–18). The same treatment in a milder form was to be expected by his disciples (Matt. 5:11; 10:17, 18). We may be comforted, when the like experience happens to us, that it is all foreseen and provided for. The clouds that pass over the sky are not endued with permanence. They are incident to a changeful atmosphere.” [= Perilaku Daud murni dalam motivasi, tepat dalam bentuk, dan bermanfaat dalam kecenderungan; namun, perilaku ini dipandang dengan curiga oleh orang-orang licik, dan dibalas dengan penghinaan yang paling jahat. Ini bukanlah hal baru dalam pengalamannya. Kita telah melihat bagaimana berulang kali, selama ujian-ujian awalnya, dia disalah-mengerti oleh Saul, dan perbuatan baiknya dibalas dengan penindasan yang lebih pahit. Ini adalah bagian dari banyak orang di semua zaman. Dunia ini gelap, dan manusia tidak dapat atau tidak mau melihat warna-warna kebaikan. Ini adalah salah satu bentuk-bentuk membingungkan yang menyedihkan yang disebabkan oleh dosa. Penebus yang penuh belas kasihan memberkati manusia, tetapi Ia dihina dan ditolak oleh mereka. Karakter paling indah yang pernah menghiasi bumi ini dipakaiani oleh imajinasi kotor manusia dengan atribut-atribut mengerikan dari Iblis (Luk 11:15-18). Perlakuan yang sama dalam bentuk yang lebih ringan harus diharapkan oleh para muridNya (Mat 5:11; 10:17,18). Kita dapat dihibur, ketika pengalaman serupa terjadi pada kita, bahwa semuanya sudah diprediksi dan dipersiapkan. Awan yang berlalu di langit tidak bersifat abadi. Mereka adalah insiden dari atmosfer yang selalu berubah.].

 

Luk 11:15-18 - “(15) Tetapi ada di antara mereka yang berkata: ‘Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.’ (16) Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepadaNya, untuk mencobai Dia. (17) Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: ‘Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. (18) Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul..

 

Mat 5:10-12 - “(10) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (11) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. (12) Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.’.

 

Mat 10:17-18 - “(17) Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. (18) Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah..

 

Yoh 16:1-4a - “(1) ‘Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. (2) Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (3) Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. (4a) Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.’.

 

Kis 14:22 - Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara..

 

Pulpit Commentary: “The men who persuaded Hanun to scorn David’s friendliness did not know David. It was ignorance of the actual intentions and the inner character of the king that gave scope for the base moral element to come in and impute to him vile motives (ver. 3). They really supposed him to be a man like unto themselves, and, cherishing ill will, they found no difficulty in tracing his conduct to such considerations as would have influenced themselves had they been in his position. There is in all men affected by what is called the spirit of the world, a primary suspicion and distrust of others. It is a sort of first principle in business, in diplomacy, in casual intercourse.” [= Orang-orang yang meyakinkan Hanun untuk mencemoohkan keramahan Daud tidak mengenal Daud. Ketidaktahuan tentang niat sebenarnya dan karakter batin sang raja memberi kesempatan bagi unsur moral yang rendah untuk hadir dan menuduhnya dengan motif yang jahat (ay 3). Mereka sebenarnya menganggapnya sebagai manusia seperti mereka sendiri, dan karena menyimpan kebencian, mereka tidak kesulitan untuk mengaitkan perilakunya dengan pertimbangan-pertimbangan yang akan mempengaruhi diri mereka sendiri seandainya mereka berada dalam posisinya. Ada kecurigaan dan ketidakpercayaan awal terhadap orang lain dalam setiap manusia yang dipengaruhi oleh apa yang disebut sebagai kecondongan dunia. Ini adalah semacam prinsip pertama dalam bisnis, diplomasi, dan interaksi sosial sehari-hari.].

 

Matthew Henry: “He hearkened to the spiteful suggestions of his princes, who insinuated that David’s ambassadors, under pretence of being comforters, were sent as spies, v. 3. False men are ready to think others as false as themselves; and those that bear ill-will to their neighbours are resolved not to believe that their neighbours bear any good-will to them. ... Unfounded suspicion argues a wicked mind. ... Men of the greatest honour and virtue must not think it strange if they be thus misrepresented.” [= Dia mendengarkan saran penuh dendam dari para pangeran-pangerannya, yang menyiratkan bahwa utusan-utusan Daud, dengan alasan menjadi penghibur, sebenarnya dikirim sebagai mata-mata (ay 3). Orang-orang palsu cenderung menganggap orang lain sama palsunya dengan mereka sendiri; dan orang-orang yang merasa bermusuhan dengan sesama mereka bertekad untuk tidak percaya bahwa sesama mereka memiliki niat baik terhadap mereka. ... Kecurigaan yang tidak berdasar mempengaruhi / memberikan alasan pada pikiran yang jahat. ... Orang-orang dengan kehormatan dan kebajikan terbesar tidak boleh heran jika mereka disalah-mengerti dengan cara yang salah seperti ini.].

 

b) Hanun mempercayai / menuruti kata-kata dari para pemuka bani Amon, dan ia memperlakukan utusan-utusan Daud dengan cara yang seburuk mungkin.

 

Ay 4: “Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka.”.

 

Ada beberapa hal yang perlu diketahui:

 

1.  Seorang utusan seharusnya mempunyai ‘kekebalan diplomatik’, sehingga pada masa perangpun tak boleh diperlakukan secara buruk.

 

Calvin: “For from time immemorial, people have considered ambassadors to be sacred and privileged, even in time of war.” [= Sejak zaman dahulu kala, orang telah menganggap duta besar sebagai sosok yang dianggap keramat dan mempunyai hak istimewa, bahkan pada waktu perang.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 451.

 

Matthew Henry: “Entertaining this vile suggestion, he basely abused David’s ambassadors, like a man of a sordid villainous spirit, that was fitter to rake a kennel than to wear a crown. If he had any reason to suspect that David’s messengers came on a bad design, he would have done prudently enough to be upon the reserve with them, and to dismiss them as soon as he could; but it is plain he only sought an occasion to put the utmost disgrace he could upon them, out of an antipathy to their king and their country. They were themselves men of honour, and much more so as they represented the prince that sent them; they and their reputation were under the special protection of the law of nations;” [= Menerima saran jahat yang keji ini, dia secara hina memperlakukan secara buruk utusan-utusan Daud, seperti seorang pria dengan jiwa penjahat yang kotor, yang lebih cocok untuk membersihkan kotoran di got daripada mengenakan mahkota. Jika dia memiliki alasan untuk mencurigai bahwa utusan-utusan Daud datang dengan maksud jahat, dia seharusnya bersikap waspada dengan bijaksana terhadap mereka dan menyuruh mereka secepatnya pergi. Namun, jelas bahwa dia hanya mencari kesempatan untuk menghina mereka sebanyak mungkin, karena dia membenci raja dan negara mereka. Utusan-utusan itu adalah orang-orang terhormat, dan lebih lagi karena mereka mewakili raja yang mengutus mereka; mereka dan reputasi mereka dilindungi oleh hukum dari bangsa-bangsa;].

 

2.  Tindakan Hanun merupakan tindakan yang membalas kebaikan dengan kejahatan.

 

Pulpit Commentary: “Even the kindness of God is perverted by hardness of heart to more abounding wickedness (Isa. 26:10; Rom. 2:4, 5). If it be sinful to ‘recompense evil for evil’ (Rom. 12:17), how much more to recompense evil for good (1 Sam. 25:21)!” [= Bahkan kebaikan Allah disimpangkan / disalahtafsirkan oleh kekerasan hati pada kejahatan yang lebih banyak (Yes 26:10; Ro 2:4,5). Jika merupakan sesuatu yang berdosa untuk ‘membalas kejahatan dengan kejahatan’ (Ro 12:17), betapa lebih berdosanya untuk ‘membalas kebaikan dengan kejahatan’ (1Sam 25:21)!].

 

Yes 26:10 - Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN..

NIV: Though grace is shown to the wicked, they do not learn righteousness; even in a land of uprightness they go on doing evil and regard not the majesty of the LORD. [= Sekalipun kasih karunia ditunjukkan kepada orang-orang jahat, mereka tidak mempelajari kebenaran; bahkan di suatu negeri kebenaran mereka terus menerus melakukan kejahatan dan tidak mempedulikan keagungan dari TUHAN.].

 

Ro 2:4-5 - “(4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya dan kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan..

 

Ro 12:17 - Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!.

 

1Sam 25:21 - Daud tadinya telah berkata: ‘Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan..

 

3.  Apa yang Hanun lakukan terhadap utusan-utusan Daud, yang adalah orang-orang Yahudi itu, merupakan penghinaan yang luar biasa.

 

Adam Clarke: “‘Shaved off the one half of their beards.’ The beard is held in high respect in the East: the possessor considers it his greatest ornament; often swears by it; and, in matters of, great importance, pledges it. Nothing can be more secure than a pledge of this kind; its owner will redeem it at the hazard of his life. The beard was never cut off except in mourning, or as a sign of slavery. Cutting off half of the beard and the clothes made the men look ridiculous and made them look like slaves. What was done to these men was an accumulation of insult.” [= ‘Dicukur setengah dari janggut mereka.’ Janggut sangat dihormati di Timur: pemiliknya menganggapnya sebagai hiasan terbesar; seringkali bersumpah dengannya; dan dalam hal-hal yang penting, ia menjadikannya jaminan. Tidak ada jaminan yang lebih aman daripada ini; pemiliknya akan menebusnya dengan risiko nyawanya. Janggut tidak pernah dicukur kecuali dalam masa berduka, atau sebagai tanda perbudakan. Memotong setengah janggut dan pakaian membuat para pria terlihat konyol dan seperti budak. Apa yang dilakukan pada orang-orang ini adalah penghinaan yang bertumpuk-tumpuk.].

 

Barnes’ Notes: In 1 Chron 19:4, more concisely ‘shaved.’ Cutting off a person’s beard is regarded by the Arabs as an indignity equal to flogging and branding among ourselves. The loss of their long garments, so essential to Oriental dignity, was no less insulting than that of their beards. [= Dalam 1Taw 19:4, lebih ringkas disebutkan ‘dicukur.’ Memotong janggut seseorang dianggap oleh orang Arab sebagai penghinaan yang setara dengan cambukan dan penyiksaan di kalangan kita. Kehilangan pakaian panjang mereka, yang sangat penting bagi martabat Oriental, tidak kalah menghina daripada kehilangan janggut mereka.].

 

1Taw 19:4 - “Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pangkal paha mereka, kemudian dilepasnya mereka.”.

 

Yes 15:2 - “Puteri Dibon naik ke bukit-bukit pengorbanan untuk menangis; Moab meratap karena Nebo dan karena Medeba. Di situ semua orang menggundul kepalanya dan memotong janggutnya sebagai tanda berkabung.”.

 

Yes 20:4 - “demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.”.

 

The Bible Exposition Commentary: The Ammonites shaved the ambassadors’ faces, leaving but one side of each beard intact, and then cut the men’s official garments off at the waist. Jewish men were supposed to keep their beards intact (Lev 19:27; 21:5; Deut 14:1-2), and to tamper with a man’s beard was a great insult. All Jews were to be dressed modestly, so exposing the men’s bodies was even more embarrassing. It was treating them as though they were prisoners of war (Isa 20:3-4), and it also meant removing some of the tassels on their garments that identified them as Jews (Deut 22:12; Num 15:37-41). [= Orang-orang Amon mencukur wajah para utusan, hanya menyisakan satu sisi dari setiap janggut, dan kemudian memotong pakaian resmi para pria di pinggang. Orang laki-laki Yahudi seharusnya menjaga janggut mereka tetap utuh (Im 19:27; 21:5; Ul 14:1-2), dan merusak janggut seorang pria adalah penghinaan besar. Semua orang Yahudi harus berpakaian dengan sopan, sehingga mengekspos tubuh orang-orang tersebut bahkan lebih memalukan. Tindakan tersebut seolah-olah memperlakukan mereka sebagai tawanan perang (Yes 20:3-4), dan juga berarti menghapus beberapa tali di pakaian mereka yang mengidentifikasi mereka sebagai orang Yahudi (Ul 22:12; Bil 15:37-41).].

 

Im 19:27 - “Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu.”.

 

Im 21:5 - “Janganlah mereka menggundul sebagian kepalanya, dan janganlah mereka mencukur tepi janggutnya, dan janganlah mereka menggoresi kulit tubuhnya.”.

 

Ul 14:1-2 - “(1) ‘Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; (2) sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayanganNya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi.’”.

 

Yes 20:3-4 - “(3) Berfirmanlah TUHAN: ‘Seperti hambaKu Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia, (4) demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.”.

 

Ul 22:12 - “Haruslah engkau membuat tali yang terpilin pada keempat punca kain penutup tubuhmu.’”.

 

Bil 15:37-41 - “(37) TUHAN berfirman kepada Musa: (38) ‘Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. (39) Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. (40) Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintahKu dan menjadi kudus bagi Allahmu. (41) Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya Aku menjadi Allah bagimu; Akulah TUHAN, Allahmu.’”.

 

Pulpit Commentary: “To an Oriental the beard was the mark of his being a free man, and to cut it off on one side was not merely an insult to David’s ambassadors, but the treating them like slaves. Moreover, as only the priests wore underclothing, and as the ordinary dress of men consisted of a tunic and a loose flowing robe thrown over it, the cutting of this robe short up to the hip was a vile and abominable affront. Of course, Hanun intended this as a challenge to war, whereas David had meant peace and friendship.” [= Bagi orang Timur, janggut adalah tanda bahwa dia adalah seorang lelaki merdeka, dan untuk mencukurnya di satu sisi bukan hanya merupakan suatu penghinaan terhadap utusan-utusan / duta-duta Daud, tetapi juga memperlakukan mereka seperti budak-budak. Lebih lagi, karena hanya imam-imam yang mengenakan pakaian dalam, dan karena pakaian biasa laki-laki terdiri dari tunik dan jubah longgar yang dilemparkan di atasnya, memotong jubah ini pendek hingga ke pinggang adalah suatu penghinaan yang sengaja / terang-terangan dan menjijikkan. Tentu saja, Hanun memaksudkan hal ini sebagai suatu tantangan untuk perang, sedangkan Daud memaksudkan perdamaian dan persahabatan.].

 

Matthew Henry: “The Jews wore their beards long, reckoning it an honour to appear aged and grave; and therefore it was not fit that persons of their rank and figure should appear at court unlike their neighbours.” [= Orang-orang Yahudi biasanya membiarkan janggut mereka tumbuh panjang, menganggapnya sebagai suatu kehormatan untuk terlihat tua dan serius; oleh karena itu, tidak pantas bagi orang-orang dari kedudukan dan diri mereka untuk muncul di istana berbeda dengan sesama mereka.].

 

4.  Sikap terhadap utusan dianggap sikap terhadap yang mengutusnya.

 

Calvin: “For those whom he had sent represented his person. Hence, the shameful thing that they did was aimed at David.” [= Karena mereka yang telah ia utus mewakili dirinya. Oleh karena itu, perbuatan memalukan yang mereka lakukan ditujukan kepada Daud.] - ‘Sermons on 2Samuel’, hal 453.

 

The Bible Exposition Commentary: “When King Hanun allowed his officials to mistreat the delegation, he not only insulted the men personally, but he also insulted King David who sent them and the nation they represented. In short, it was a declaration of war.” [= Ketika Raja Hanun mengijinkan para pejabatnya memperlakukan para utusan itu dengan buruk, itu bukan hanya menghina orang-orang itu secara pribadi, tetapi juga menghina Raja Daud yang mengutus mereka dan bangsa yang mereka wakili. Singkatnya, itu adalah sebuah deklarasi perang.].

 

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali