Pemahaman
Alkitab
(Rungkut Megah
Raya, blok D no 16)
Kamis, tanggal
14 April 2011, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(7064-1331
/ 6050-1331)
II Petrus 3:1-18(3)
Ay 9: “Tuhan
tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai
kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan
ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
1)
Ayat ini menunjukkan alasan yang sebenarnya mengapa Yesus belum datang
kembali, dan bukannya seperti yang dikatakan pengejek-pengejek dalam ay 4.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“As
you review Peter’s arguments, you can see that his evidence is irrefutable. He
pointed out that the scoffers willfully rejected evidence in order that they
might continue in their sins and scoffing. He proved from the Scriptures that
God has intervened in past history, and that He has the power to do it today. He
showed that the scoffers had a very low view of God’s character because they
thought He delayed in keeping His promises just as men do. Finally, he explained
that God does not live in the realm of human time, and that His so-called
‘delay’ only gives more opportunity for lost sinners to repent and be saved”
(= Pada waktu kamu meninjau lagi argumentasi-argumentasi Petrus, kamu bisa
melihat bahwa buktinya tidak bisa disangkal. Ia telah menunjukkan bahwa
pengejek-pengejek itu dengan sengaja menolak bukti supaya mereka bisa terus ada
dalam dosa-dosa dan ejekan-ejekan mereka. Ia membuktikan dari Kitab Suci bahwa
Allah telah ikut campur dalam sejarah yang lalu, dan bahwa Ia mempunyai kuasa
untuk melakukannya sekarang. Ia telah menunjukkan bahwa pengejek-pengejek itu
mempunyai suatu pandangan yang sangat rendah tentang karakter Allah karena
mereka menganggap bahwa Ia menunda untuk menepati janjiNya sama seperti yang
manusia lakukan. Terakhir, ia menjelaskan bahwa Allah tidak hidup dalam alam
waktu dari manusia, dan bahwa apa yang disebut penundaanNya hanya memberikan
lebih banyak kesempatan bagi orang-orang berdosa yang terhilang untuk bertobat
dan diselamatkan).
The
Biblical Illustrator (New Testament):
“It
is remarkable, however, that the long-suffering of God has, in many instances,
just the contrary effect. ‘Because sentence is not speedily executed against
an evil work, therefore the hearts of the sons of men are fully set within them
to do evil.’”
(= Tetapi merupakan sesuatu yang luar biasa bahwa kesabaran Allah, dalam banyak
contoh, justru mempunyai hasil yang bertentangan. ‘Oleh
karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati
manusia penuh niat untuk berbuat jahat’).
Pkh
8:11 - “Oleh karena hukuman terhadap
perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk
berbuat jahat”.
Bdk.
Ro 2:4-8 - “(4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahanNya, kesabaranNya
dan kelapangan hatiNya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah
menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak
mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana
murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. (6) Ia akan membalas setiap
orang menurut perbuatannya, (7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan
tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, (8)
tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang
tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman”.
2)
Kesabaran Allah.
The
Biblical Illustrator (New Testament):
“We
shall probably arrive at right apprehensions of God’s long-suffering as
connected with God’s other attributes, if we carefully review two simple
facts. The first is that God can punish every sin; the second, that God can
pardon every sin. It is essential to the long-suffering of God that each of
these assertions should, in the largest sense, hold good. Unless there be the
power of punishing, there can be no long-suffering; for long-suffering
necessarily presupposes that the Being, who might on the instant take vengeance,
passes over for a while the iniquity. On the other hand, unless God can pardon
every sin, what is there in His long-suffering?” (= Kita mungkin akan sampai pada pengertian yang benar tentang kesabaran
Allah dalam hubungannya dengan sifat-sifat Allah yang lain, jika kita dengan
seksama meninjau dua fakta yang sederhana. Yang pertama adalah bahwa Allah bisa
menghukum setiap dosa; yang kedua, bahwa Allah bisa mengampuni setiap dosa.
Merupakan sesuatu yang hakiki bagi kesabaran Allah bahwa setiap dari pernyataan
yang tegas ini harus, dalam arti terluas, tetap berlaku. Kecuali disana ada
kuasa untuk menghukum, disana tidak bisa ada kesabaran; karena kesabaran harus
mensyaratkan bahwa Allah, yang bisa pada saat itu juga melakukan pembalasan,
melewati kejahatan itu untuk sementara waktu. Di sisi yang lain, kecuali Allah
bisa mengampuni setiap dosa, apa gunanya kesabaranNya?).
3)
Konfrontasi Calvinisme / Reformed vs Arminianisme tentang ayat ini.
a)
Ayat ini banyak dipakai oleh orang Arminian untuk menyerang doktrin
tentang predestinasi.
Adam
Clarke: “As
God is not willing that any should perish, and as he is willing that all should
come to repentance, consequently he has never devised nor decreed the
damnation of any man, nor has he rendered it impossible for any soul to be saved,
either by necessitating him to do evil, that he might die for it, or refusing
him the means of recovery, without which he could not be saved”
(= Karena Allah tidak menghendaki bahwa ada siapapun yang binasa, dan karena Ia
menghendaki bahwa semua orang datang pada pertobatan, akibatnya adalah Ia
tidak pernah merencanakan atau menetapkan penghukuman dari siapapun, juga Ia
tidak membuatnya mustahil untuk jiwa yang manapun untuk diselamatkan, atau
dengan mengharuskannya untuk melakukan kejahatan, supaya ia bisa mati untuk hal
itu, atau dengan tidak memberinya cara-cara pemulihan, tanpa mana ia tidak bisa
diselamatkan).
Pdt.
Jusuf B. S. mengatakan bahwa Allah menghendaki semua orang selamat, dan karena
itu tidak mungkin Ia menetapkan sebagian manusia untuk binasa.
Ia
berpendapat bahwa Predestinasi “bertentangan dengan rencana dan kehendak Allah sendiri yang ingin
semua orang selamat (2Pet 3:9 / 1Tim 2:4)” - ‘Keselamatan Tidak
Bisa Hilang?’, hal 41.
2Pet 3:9
- “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya,
sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar
terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa,
melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”.
1Tim 2:3-4
- “(3) Itulah yang baik dan yang
berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, (4) yang menghendaki supaya
semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran”.
Pdt.
Jusuf B. S. juga berkata:
“Ia tidak ingin seorangpun binasa, termasuk juga
orang fasik yang jahat. Tuhan masih mengharapkannya untuk bertobat kembali dan
diselamatkan” - ‘Keselamatan Tidak Bisa
Hilang?’, hal 15.
Dan
ia lalu mengutip Yeh 18:23 dan Yeh 33:11.
Yeh 18:23
- “Apakah Aku berkenan kepada
kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada
pertobatannya supaya ia hidup?”.
Yeh 33:11
- “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku
yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada
kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang
fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari
hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”.
b)
Penafsiran Calvinisme / Reformed tentang ayat ini.
Perhatikan
kata ‘menghendaki’ dalam 2Pet 3:9 dan 1Tim 2:4, dan juga kata ‘berkenan’
dalam Yeh 18:23 dan Yeh 33:11. Ini menunjuk pada kehendak Allah, tetapi kehendak
Allah dalam arti apa? Kalau membahas tentang ‘kehendak Allah’ maka perlu
diingat bahwa ada beberapa ‘kehendak Allah’, yaitu:
1.
Kehendak Allah yang menunjuk pada prinsip-prinsip kehidupan yang Ia
berikan kepada manusia, dan ini mencakup baik perintah-perintah maupun
larangan-larangan dari Allah untuk manusia.
Contoh:
Ef
5:17 - “Sebab itu janganlah kamu bodoh,
tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”.
Kol
1:9 - “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti
berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan
pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna”.
Kehendak
Allah yang ini sering tidak terjadi, karena manusianya tidak taat pada Firman
Tuhan.
2.
Kehendak Allah yang menunjuk pada hal yang menyenangkan Allah kalau hal
itu terjadi.
Kehendak
Allah yang ini juga sering tidak terjadi.
3.
Kehendak Allah yang menunjuk pada RencanaNya / KetetapanNya yang telah Ia
tetapkan dalam kekekalan.
Kehendak
yang ini pasti terlaksana dan tidak mungkin digagalkan oleh apapun / siapapun
juga. Ini terlihat dari banyak ayat
seperti ayat-ayat di bawah ini:
a. Ayub 23:13-14
- “(13) Tetapi Ia tidak pernah berubah
- siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendakiNya, dilaksanakanNya juga.
(14) Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak
lagi hal yang serupa itu dimaksudkanNya”.
b. Ayub 42:1-2
- “(1) Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
(2) ‘Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada
rencanaMu yang gagal’”.
c. Maz 33:10-11
- “(10) TUHAN menggagalkan rencana
bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; (11) tetapi rencana
TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hatiNya turun-temurun”.
d. Yes 14:24-27
- “(24) TUHAN semesta alam telah
bersumpah, firmanNya: ‘Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan
terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana: (25) Aku
akan membinasakan orang Asyur dalam negeriKu dan menginjak-injak mereka di atas
gunungKu; kuk yang diletakkan mereka atas umatKu akan terbuang dan demikian juga
beban yang ditimpakan mereka atas bahunya.’ (26) Itulah rancangan yang telah
dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala
bangsa. (27) TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat
menggagalkannya? TanganNya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya
ditarik kembali?”.
e. Yes 46:10-11
- “(10) yang memberitahukan dari
mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana,
yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan
Kulaksanakan, (11) yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang
melaksanakan putusanKu dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka
Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak
melaksanakannya”.
Pembedaan
‘kehendak Allah’ seperti ini memang harus ada karena kalau tidak, akan
terjadi kontradiksi dalam Kitab Suci. Dalam 5 text Kitab Suci yang baru saya
sebutkan, terlihat dengan sangat jelas bahwa kehendak Allah pasti terjadi /
tidak mungkin gagal. Kalau ini dianggap membicarakan ‘kehendak Allah‘ yang
sama dengan yang dibicarakan dalam 2Pet 3:9 1Tim 2:3-4
Yeh 33:11 Yeh 18:23, maka kita harus menyimpulkan bahwa semua
manusia pasti akan selamat (Universalisme), dan ini jelas adalah ajaran sesat!
Herannya, tetap ada yang percaya seperti itu!
Barclay:
“Ever and ever again there shines in Scripture the glint of the larger
hope. We are not forbidden to believe that somehow and some time the God who
loves the world will bring the whole world to himself” (= Lagi-lagi
disana bersinar dalam Kitab Suci suatu kilatan tentang pengharapan yang lebih
besar. Kita tidak dilarang untuk percaya bahwa entah bagaimana dan pada suatu
waktu Allah yang mengasihi dunia akan membawa seluruh dunia kepada diriNya
sendiri) - hal 343.
Bagaimana
Barclay bisa mempercayai ajaran Universalisme yang sesat ini merupakan sesuatu
yang melampaui akal saya. Ia pasti harus mengabaikan ayat-ayat yang secara jelas
menunjukkan adanya orang yang akan, bahkan sudah, masuk neraka. Contoh:
·
cerita Lazarus dan orang kaya.
·
Yudas 1:7 - “sama
seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama
melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah
menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang”.
·
Mat 11:20-24 - “(20)
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia
paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim!
Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi
mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka
bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari
penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
(23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak,
engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi
mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih
berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari
penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.
·
Yoh 17:12 - “Selama
Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah
Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari
mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa,
supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.
·
Mat 26:24 - “Anak
Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan
tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih
baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’”.
Ayat-ayat
yang dipakai oleh Pdt. Jusuf B. S. di atas, yaitu 2Pet 3:9 1Tim 2:3-4
Yeh 33:11 Yeh 18:23, menunjuk pada kehendak Allah yang nomor 2, yaitu
sesuatu yang kalau terjadi akan menyenangkan Allah, tetapi bukan menunjuk pada
Rencana / Ketetapan kekal dari Allah, dan karena itu bisa tidak terjadi.
Sebaliknya Predestinasi / pemilihan, yang dipercaya oleh Calvinisme / Reformed,
menunjuk pada Rencana / Ketetapan Allah, dan karenanya pasti terjadi.
Calvin:
“But it may be asked, If God wishes none to perish, why is it that so
many do perish? To this my answer is, that no mention is here made of the hidden
purpose of God, according to which the reprobate are doomed to their own ruin,
but only of his will as made known to us in the gospel. For God there stretches
forth his hand without a difference to all, but lays hold only of those, to lead
them to himself, whom he has chosen before the foundation of the world” (=
Tetapi bisa dipertanyakan, Jika Allah tak menghendaki seorangpun binasa, mengapa
begitu banyak yang binasa? Terhadap ini jawaban saya
adalah, bahwa di sini tidak disebutkan tentang rencana yang tersembunyi dari
Allah, menurut mana orang-orang yang ditentukan untuk binasa ditakdirkan pada
kehancuran diri mereka sendiri, tetapi hanya tentang kehendakNya
sebagaimana dinyatakan kepada kita dalam injil. Karena Allah mengulurkan
tanganNya tanpa pembedaan kepada semua orang, tetapi hanya memegang mereka,
untuk membimbing mereka kepada diriNya sendiri, yang telah Ia pilih sebelum
penciptaan dunia).
Barnes’
Notes: “‘Not
willing that any should perish.’ That is, He does not DESIRE it or WISH it.
... The passage should not be adduced to prove that God has no PURPOSE, and has
formed no PLAN, in regard to the destruction of the wicked”
(= ‘Tidak menghendaki siapapun binasa’. Artinya, Ia tidak menginginkannya
atau mengharapkannya. ... Text ini tidak boleh dikemukakan untuk membuktikan
bahwa Allah tidak mempunyai tujuan, dan tidak membentuk rencana, berkenaan
dengan penghancuran orang-orang jahat).
c) Cara penafsiran yang lain.
Ay 9:
“Tuhan tidak lalai menepati janjiNya,
sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap
kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya
semua orang berbalik dan bertobat”.
KJV:
‘to us-ward’ (= kepada / terhadap
kita).
NKJV:
‘toward us’ (= kepada terhadap kita).
ASV:
‘to you-ward’ (= kepada / terhadap kamu).
RSV/NASB:
‘toward you’ (= terhadap kamu).
NIV:
‘with you’ (= dengan kamu).
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“If
God is long-suffering toward lost sinners, why did Peter write, ‘The Lord ...
is longsuffering to us-ward’? Who is meant by ‘usward’? It would appear
that God is long-suffering to His own people! Perhaps Peter was using the word
‘us’ in a general way, meaning ‘mankind.’ But it is more likely that he
was referring to his readers as the elect of God (1Peter 1:2; 2 Peter 1:10). God
is long-suffering toward lost sinners because some of them will believe and
become a part of God’s elect people. We do not know who God’s elect are
among the unsaved people of the world, nor are we supposed to know. Our task is
to make our own ‘calling and election sure’ (2Peter 1:10; cf. Luke
13:23-30). The fact that God has His elect people is an encouragement to us to
share the Good News and seek to win others to Christ”
[= Jika Allah sabar terhadap orang-orang berdosa yang terhilang, mengapa Petrus
menuliskan, ‘Tuhan ... sabar terhadap kita’? Siapa yang dimaksudkan dengan
‘kita’? Kelihatannya Allah sabar terhadap umatNya sendiri! Mungkin Petrus
menggunakan kata ‘kita’ dalam arti umum, berarti ‘umat manusia’. Tetapi
lebih memungkinkan bahwa ia sedang menunjuk kepada para pembacanya sebagai
orang-orang pilihan Allah (1Pet 1:2; 2Pet 1:10). Allah sabar terhadap
orang-orang berdosa yang terhilang karena sebagian dari mereka akan percaya dan
menjadi sebagian dari orang-orang pilihan Allah. Kita tidak tahu siapa yang
adalah orang-orang pilihan Allah di antara orang-orang dunia yang belum selamat,
juga kita tidak diharapkan untuk tahu. Tugas kita adalah untuk membuat
‘panggilan dan pilihan kita pasti’ (2Pet 1:10; bdk. Luk 13:23-30). Fakta
bahwa Allah mempunyai orang-orang pilihanNya merupakan suatu dorongan bagi kita
untuk membagikan Kabar Baik dan berusaha memenangkan orang-orang lain kepada
Kristus].
Catatan:
saya tidak tahu dari mana KJV/NKJV mendapatkan kata ‘us’
(= kita). Kitab Suci bahasa Inggris yang lain menterjemahkan ‘kamu’ seperti
Kitab Suci Indonesia.
Sekarang
mari kita memperhatikan seluruh kontext yang kita pelajari, dan menyoroti
kata-kata tertentu.
2Pet
3:1-18 - “(1) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang
kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha
menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, (2) supaya kamu
mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan
mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh
rasul-rasulmu kepadamu. (3) Yang terutama harus kamu
ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek
dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang
hidup menuruti hawa nafsunya. (4) Kata mereka:
‘Di manakah janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur
kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia
diciptakan.’ (5) Mereka sengaja tidak mau
tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang
berasal dari air dan oleh air, (6) dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu
telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. (7) Tetapi oleh firman itu juga langit
dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman
dan kebinasaan orang-orang fasik. (8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang
kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di
hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti
satu hari. (9) Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang
menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia
menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik
dan bertobat. (10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu
langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus
dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
(11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan
salehnya kamu harus hidup (12) yaitu kamu yang menantikan dan
mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api
dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (13) Tetapi sesuai dengan
janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana
terdapat kebenaran. (14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih,
sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu
kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan
Dia. (15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu
untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih,
telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (16)
Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang
perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami,
sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan
yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka
sendiri, sama seperti yang juga mereka buat
dengan tulisan-tulisan yang lain. (17) Tetapi kamu, saudara-saudaraku
yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu
waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang
yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
(18) Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan
Juruselamat kita, Yesus Kristus. BagiNya kemuliaan, sekarang dan sampai
selama-lamanya”.
Kalau
kita memperhatikan seluruh kontext, maka orang-orang yang tidak beriman, seperti
para pengejek dalam ay 3, dan orang-orang yang tidak memahami dan tidak teguh
imannya dalam ay 16, selalu disebut dengan kata ganti orang ‘mereka’
(ay 4,5,16), sedangkan untuk orang-orang percaya yang ia sebut ‘saudara-saudaraku
yang kekasih’ (ay 1,8,14,17) ia selalu menggunakan kata ganti orang ‘mu’ atau ‘kamu’
(ay 1,2,3,8,9,11,12,14,15,17), atau kadang-kadang ‘kita’ (ay 13,15,18), berarti mencakup ‘kamu’
dan diri Petrus sendiri.
Jadi,
kalau dalam ay 9 digunakan ‘kamu’,
itu sangat memungkinkan untuk menunjuk bukan kepada seadanya orang di dunia ini,
tetapi hanya kepada umat Tuhan / orang-orang pilihan saja!
John
Owen: “The
text is clear, that it is all and only the elect whom he would not have to
perish” (= Textnya jelas, bahwa adalah semua dan hanya orang pilihan yang
tidak Ia kehendaki untuk binasa) - ‘The
Works of John Owen’, vol 10, hal 349.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali