G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)

Jumat, tanggal 17 September 2010, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

[email protected]

 

II Petrus 2:1-22(1)

 

2Pet 2:1-22 - “(1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. (4) Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; (5) dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; (6) dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, (7) tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, - (8) sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa - (9) maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, (10) terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, (11) padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. (12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, (13) dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. (14) Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! (15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. (16) Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu. (17) Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. (18) Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. (19) Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu. (20) Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. (21) Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. (22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: ‘Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.’”.

 

Ay 1: Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 

1)      Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.

 

a)   Kontras antara nabi-nabi asli dan nabi-nabi palsu.

Ayat ini sebetulnya diawali dengan kata ‘but’ (= tetapi) seperti dalam terjemahan dari KJV/RSV/NIV/NASB. Dalam bahasa Yunani ada kata Yunani DE (= tetapi). Ini menunjukkan adanya suatu pengkontrasan antara nabi-nabi palsu dalam ayat ini dengan nabi-nabi asli yang digerakkan oleh Roh Kudus dalam 2Pet 1:21.

2Pet 1:20-21 - “(20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, (21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

 

Matthew Henry: “In the end of the former chapter there is mention made of holy men of God, who lived in the times of the Old Testament, and were used as the amanuenses of the Holy Ghost, in writing the sacred oracles; but in the beginning of this he tells us they had, even at that time, false prophets in the church as well as true. In all ages of the church, and under all dispensations, when God sends true prophets, the devil sends some to seduce and deceive, false prophets in the Old Testament, and false Christs, false apostles, and seducing teachers, in the New” (= Pada akhir dari pasal yang terdahulu disebutkan tentang orang-orang kudus dari Allah, yang hidup pada jaman Perjanjian Lama, dan digunakan sebagai penulis-penulis dari Roh Kudus, dalam menuliskan sabda-sabda kudus; tetapi pada permulaan dari pasal ini ia memberitahu kita bahwa mereka mempunyai, bahkan pada saat itu, nabi-nabi palsu maupun nabi-nabi benar dalam gereja. Dalam semua jaman dari gereja, dan dalam semua masa dimana Allah mengutus nabi-nabi yang benar, setan mengutus beberapa untuk membujuk dan menipu, nabi-nabi palsu dalam Perjanjian Lama, dan Kristus-Kristus palsu, rasul-rasul palsu, dan guru-guru yang membujuk, dalam Perjanjian Baru).

 

b)   Sudah ada peringatan dari Yesus maupun Paulus tentang nabi-nabi palsu.

Yesus memperingatkan dalam Mat 7:15 - “‘Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”.

Karena nabi-nabi palsu itu menyamar seperti domba, maka jangan mengharapkan bahwa mereka terlihat ganas, jahat dan sebagainya. Banyak dari mereka yang terlihat penuh dengan kasih, sabar, bijaksana dsb, tetapi mereka tetap adalah nabi-nabi palsu, karena ajaran mereka sesat!

 

Paulus juga memperingatkan gereja-gereja tentang akan masuknya nabi-nabi palsu dalam Kis 20:29-30 - “(29) Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. (30) Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka”.

 

c)   Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa nabi-nabi palsu harus / pasti ada dalam Gereja.

Bdk. Mat 18:7 - “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”.

 

Pulpit Commentary: “when we remember Judas Iscariot, we feel that the Church must be always liable to this great misfortune; if in its very infancy, in the very presence of the incarnate Saviour, one whom he had chosen could betray his Lord for money, it is not to be expected that all those who serve in the ministry of the Church should be pure and holy” (= pada waktu kita mengingat Yudas Iskariot, kita merasa bahwa Gereja harus / pasti selalu dapat terkena oleh kesialan / kemalangan yang besar ini; jika pada waktu masih bayi, di hadapan dari sang Juruselamat yang berinkarnasi, satu yang telah Ia pilih bisa mengkhianati Tuhannya demi uang, tidaklah bisa diharapkan bahwa semua mereka yang melayani dalam pelayanan dari Gereja harus murni dan kudus).

 

Pulpit Commentary: “Judas, like St. Peter, had forsaken all and followed Christ; and yet, oh strange and awful mystery of the deceitfulness of sin! he was covetous, like these false teachers; he sold his Lord for money. And if one of the chosen twelve who lived in familiar intercourse with Christ, who saw every day that gracious face, and heard those words such as never man spake, and witnessed his many works of power and love, - if one of those could fall completely under the dominion of Satan, how jealously ought we to watch against the first suggestions of the tempter! how carefully should we take heed lest we fall when we most seem to stand! It is impossible, we may whisper to ourselves. We who have tasted that the Lord is gracious can have no taste for the pollutions of the world. But Scripture tells us it is not impossible; experience tells us it is not impossible. ‘What I say unto you’ - such is the emphatic warning of the Lord - ‘I say unto all, Watch.’ All need that warning. The holiest saints of God do not count themselves to have already apprehended, to be already perfect: they watch” (= Yudas, seperti Petrus, telah meninggalkan semua dan mengikuti Kristus; tetapi betapa aneh dan dahsyat / mengerikan misteri dari penipuan dosa! ia tamak, seperti guru-guru palsu ini; ia menjual Tuhannya demi uang. Dan jika satu dari 12 orang yang dipilih yang hidup dalam pergaulan / hubungan yang akrab dengan Kristus, yang setiap hari melihat wajah yang penuh kasih karunia itu, dan mendengar kata-kata seperti yang tidak pernah diucapkan oleh manusia, dan menyaksikan banyak pekerjaan-pekerjaan dari kuasa dan kasihNya, - jika satu dari mereka bisa jatuh sepenuhnya di bawah kekuasaan Iblis, betapa dengan hati-hatinya kita harus memperhatikan supaya kita jangan jatuh terhadap usul-usul pertama dari si pencoba! betapa dengan hati-hatinya kita harus memperhatikan supaya kita jangan jatuh pada waktu kita kelihatannya paling teguh berdiri! ‘Itu tidak mungkin’, kita bisa berbisik kepada diri kita sendiri. Kita yang telah mengecap bahwa Tuhan itu penuh kasih karunia tidak bisa mempunyai selera untuk polusi-polusi dari dunia. Tetapi Kitab Suci memberitahu kita bahwa itu bukannya tidak mungkin; pengalaman memberitahu kita bahwa itu bukannya tidak mungkin. ‘Apa yang Kukatakan kepada kamu’ - begitulah peringatan yang ditekankan dari Tuhan - ‘Kukatakan kepadamu semua orang, Berjaga-jagalah’. Semua membutuhkan peringatan itu. Orang-orang kudus yang paling kudus dari Allah tidak menganggap diri mereka sendiri telah memahaminya, telah sempurna: mereka berjaga-jaga).

1Kor 10:12 - “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”.

Mark 13:37 - “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!’”.

 

d)   Guru-guru palsu.

 

Pulpit Commentary: “By the false teachers, ... may be meant men whose teaching was false, or men who falsely claimed the teacher’s office” (= Dengan ‘guru-guru palsu’, ... bisa dimaksudkan orang-orang yang ajarannya palsu, atau orang-orang yang secara palsu mengclaim jabatan guru).

Jadi, sekalipun seorang hamba Tuhan tidak mengajarkan ajaran sesat, tetapi kalau ia menjadi guru secara lancang, berdasarkan kemauannya sendiri, dan bukan karena panggilan dari Tuhan, maka pada hakekatnya ia juga adalah seorang guru palsu!

 

Pulpit Commentary: “The motive of the false teachers. They do not care for the souls of men; they want their money. Their words are fair, but they do not spring out of strong conviction; they are carefully thought out, cunningly devised to attract attention and to ensnare men. And so they make a gain of their followers, reversing St. Paul’s practice, ‘I seek not yours, but you.’ For they care nothing for the flock, but only for their own sordid gain” (= Motivasi dari guru-guru palsu. Mereka tidak peduli pada jiwa-jiwa dari manusia’ mereka menginginkan uangnya. Kata-kata mereka indah, tetapi kata-kata itu tidak keluar dari keyakinan yang kuat; kata-kata itu dipikirkan dengan hati-hati, dirancang dengan cerdik / licik, untuk menarik perhatian dan untuk menjerat manusia. Dan dengan demikian mereka membuat suatu keuntungan dari pengikut-pengikut mereka, membalik praktek dari Santo Paulus, ‘Aku tidak mencari milikmu, tetapi kamu’. Karena mereka tidak peduli apapun tentang kawanan domba itu, tetapi mereka hanya mempedulikan keuntungan kotor mereka sendiri).

2Kor 12:14 - “Sesungguhnya sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orang tuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya”.

Bdk. 2Kor 12:17-18 - “(17) Jadi pernahkah aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka, yang kuutus kepada kamu? (18) Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara yang lain itu. Adakah Titus mengambil untung dari pada kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama?”.

Catatan: saya berpendapat bahwa kata-kata dari Pulpit Commentary di atas ini tidak selalu benar. Pertama, ada kemungkinan nabi-nabi palsu itu memang betul-betul yakin terhadap apa yang mereka percayai dan ajarkan. Dan kedua, sekalipun memang banyak, mungkin mayoritas, dari guru-guru / nabi-nabi palsu itu motivasinya adalah uang, tetapi tidak semua demikian. Ada dari mereka yang rela hidup melarat / miskin demi ajaran / gerakan / agama mereka. Misalnya Saksi-Saksi Yehuwa dan Katolik.

 

2)            Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan.

 

a)      ‘pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan’.

KJV: damnable heresies (= ajaran-ajaran sesat yang terkutuk).

RSV/NIV/NASB: destructive heresies (= ajaran-ajaran sesat yang merusak / membinasakan).

 

The Bible Exposition Commentary: New Testament: “The word ‘heresy’ originally meant simply ‘to make a choice,’ but then it came to mean ‘a sect, a party.’ Promoting a party spirit in a church is one of the works of the flesh (Gal 5:20). Whenever a church member says to another member, ‘Are you on my side or the pastor’s side?’ he is promoting a party spirit and causing division. A false teacher forces you to make a choice between his doctrines and the doctrines of the true Christian faith” [= Kata ‘heresy’ (‘bidat / ajaran sesat’) mula-mula sekedar berarti ‘membuat suatu pilihan’, tetapi lalu kata itu artinya menjadi ‘suatu sekte, suatu partai / kelompok’. Mengembangkan suatu roh / kecenderungan pengelompokan dalam suatu gereja adalah salah satu dari pekerjaan-pekerjaan dari daging (Gal 5:20). Kapanpun seorang anggota gereja berkata kepada anggota yang lain, ‘Apakah kamu ada di pihakku atau di pihak pendeta?’ ia sedang mengembangkan suatu roh / kecenderungan pengelompokan dan menyebabkan perpecahan. Seorang guru palsu memaksa / mendesak kamu untuk membuat suatu pilihan antara doktrin-doktrinnya dan doktrin-doktrin dari iman Kristen yang benar].

Gal 5:19-21 - “(19) Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, (20) penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah [KJV: ‘heresies’ (= bidat-bidat / ajaran-ajaran sesat); RSV: ‘party spirit’ (= roh pengelompokan)], (21) kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”.

 

Adam Clarke: “‘Damnable heresies.’... It would be better to translate ‘destructive heresies’ than ‘damnable’” (= ‘Ajaran-ajaran sesat yang terkutuk’. ... Adalah lebih baik untuk menterjemahkan ‘ajaran-ajaran sesat yang merusak / membinasakan’ dari pada ‘terkutuk’).

 

Barnes’ Notes: “‘Damnable heresies.’ ‎haireseis ‎‎apooleias‎. ‘Heresies of destruction;’ that is, heresies that will be followed by destruction. The Greek word which is rendered ‘damnable,’ is the same which in the close of the verse is rendered ‘destruction.’ It is so rendered also in Matt 7:13; Rom 9:22; Phil 3:19; 2 Peter 3:16 - in all of which places it refers to the future loss of the soul. The same word also is rendered ‘perdition’ in John 17:12; Phil 1:28; 1 Tim 6:9; Heb 10:39; 2 Peter 3:7; Rev 17:8,11 - in all which places it has the same reference” (= ‘Ajaran-ajaran sesat yang terkutuk’. haireseis ‎‎apooleias‎. ‘Ajaran-ajaran sesat yang merusak / membinasakan’; artinya, ajaran-ajaran sesat yang akan diikuti oleh kerusakan / kebinasaan. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘terkutuk’ adalah kata yang sama yang pada akhir dari ayat ini diterjemahkan ‘kebinasaan’. Kata itu diterjemahkan demikian juga dalam Mat 7:13; Ro 9:22; Fil 3:19; 2Pet 3:16 - Dalam semua tempat itu menunjuk pada terhilangnya jiwa di masa yang akan datang. Kata yang sama juga diterjemahkan ‘perdition’ / ‘kebinasaan / neraka’ dalam Yoh 17:12; Fil 1:28; 1Tim 6:9; Ibr 10:39; 2Pet 3:7; Wah 17:8,11).

 

Mat 7:13 - “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya”.

Ro 9:22 - “Jadi, kalau untuk menunjukkan murkaNya dan menyatakan kuasaNya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaanNya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan -”.

Fil 3:19 - “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi”.

2Pet 3:16 - “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain”.

 

Yoh 17:12 - “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci”.

Fil 1:28 - “dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah”.

1Tim 6:9 - “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Ibr 10:39 - “Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup”.

2Pet 3:7 - “Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik”.

Wah 17:8,11 - “(8) Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. ... (11) Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.

 

Jamieson, Fausset & Brown: “Heresies - self-chosen doctrines, not emanating from God” (= Ajaran-ajaran sesat - doktrin-doktrin / ajaran-ajaran yang dipilih sendiri, tidak keluar dari Allah).

 

Bandingkan dengan pertimbangan banyak orang-orang Kupang (para ‘rohaniwan’ dari kelompok Liberal!) yang menyebabkan rencana debat lawan Islam ditolak. Mereka mengatakan bahwa agama-agama / kepercayaan-kepercayaan yang berbeda-beda itu merupakan anugerah / karunia Allah! Tidak ada kemungkinan bahwa dua kepercayaan yang berbeda, apalagi yang bertentangan, bisa sama-sama keluar dari Allah, kecuali Allah berbicara dengan lidah yang bercabang!

 

b)      ‘Mereka akan memasukkan’.

Ada kata yang kurang dalam terjemahan Kitab Suci Indonesia.

KJV: who privily shall bring in (= yang secara tersembunyi / rahasia akan memasukkan).

RSV: who will secretly bring in (= yang akan secara rahasia memasukkan).

NIV: They will secretly introduce (= Mereka akan secara rahasia memperkenalkan).

NASB: who will secretly introduce (= yang akan secara rahasia memperkenalkan).

 

Barnes’ Notes: “‘Who privily.’ That is, in a secret manner, or under plausible arts and pretences. They would not at first make an open avowal of their doctrines, but would, in fact, while their teachings SEEMED to be in accordance with truth, covertly maintain opinions which would sap the very foundations of religion. The Greek word here used, and which is rendered ‘who privily shall bring in,’ ‎pareisagoo‎, means properly ‘to lead in by the side of others; to lead in along with others.’ Nothing could better express the usual way in which error is introduced. It is ‘by the side,’ or ‘along with,’ other doctrines which are true; that is, while the mind is turned mainly to other subjects, and is off its guard, gently and silently to lay down some principle, which, being admitted, would lead to the error, or from which the error would follow as a natural consequence. Those who inculcate error rarely do it openly. If they would at once boldly ‘deny the Lord that bought them,’ it would be easy to meet them, and the mass of professed Christians would be in no danger of embracing the error. But when principles are laid down which may lead to that; when doubts on remote points are suggested which may involve it; or when a long train of reasoning is pursued which may secretly tend to it; there is much more probability that the mind will be corrupted from the truth” (= ‘Yang secara tersembunyi / rahasia’. Yaitu, dengan cara yang rahasia / diam-diam, atau di bawah keahlian / kelicikan dan kepura-puraan yang masuk akal. Pertama-tama mereka tidak akan membuat suatu pengakuan terbuka tentang doktrin-doktrin mereka, tetapi akan, dalam faktanya, sementara ajaran-ajaran mereka kelihatannya sesuai dengan kebenaran, secara tersembunyi mempertahankan / menegakkan pandangan-pandangan yang akan melemahkan fondasi-fondasi dari agama. Kata Yunani yang digunakan di sini, dan yang diterjemahkan ‘yang secara tersembunyi / rahasia akan memasukkan’, PAREISAGOO, secara tepat berarti ‘memasukkan di sisi dari yang lain; memasukkan bersama-sama dengan yang lain’. Tak ada yang bisa menyatakan dengan lebih baik cara umum / biasa dalam mana kesalahan diperkenalkan. Itu adalah ‘di sisi’, atau ‘bersama-sama dengan’ doktrin-doktrin lain yang adalah benar; yaitu, sementara pikiran itu sebagian besar diarahkan pada pokok-pokok yang lain, dan tidak berjaga-jaga, dengan lembut dan dengan diam-diam meletakkan beberapa prinsip, yang, pada waktu diterima, akan membimbing pada kesalahan, atau dari mana kesalahan akan menyusul sebagai konsekwensi yang wajar. Mereka yang menanamkan kesalahan jarang melakukannya secara terbuka. Jika mereka segera dengan berani ‘menyangkal Tuhan yang telah membeli mereka’, adalah mudah untuk menghadapi mereka, dan massa dari orang-orang yang mengaku Kristen tidak ada dalam bahaya untuk memeluk / mempercayai kesalahan itu. Tetapi pada waktu prinsip-prinsip diletakkan yang bisa membimbing pada kesalahan; pada waktu keragu-raguan tentang hal-hal yang jauh / bukan yang terutama diusulkan yang bisa menyangkut kesalahan; atau pada waktu rentetan argumentasi yang panjang diikuti yang bisa dengan diam-diam mengarah pada kesalahan; ada lebih besar kemungkinan bahwa pikiran akan dirusak dari kebenaran).

 

Pulpit Commentary: “The verb (pareisa/cousin) is found only here in the New Testament; the adjective derived from it is used by St. Paul in Gal 2:4, ‘false brethren unawares brought in.’ It means ‘to bring in by the side of,’ as if these false teachers brought in their errors by the side of the true doctrine; it implies also the secondary notion of secrecy” [= Kata kerja PAREISAXOUSIN ditemukan hanya di sini dalam Perjanjian Baru; kata sifatnya yang diturunkan darinya digunakan oleh Santo Paulus dalam Gal 2:4, ‘saudara-saudara palsu secara tak sadar memasukkan’. Itu berarti ‘memasukkan di sisi dari’, seakan-akan guru-guru palsu ini memasukkan kesalahan-kesalahan mereka di sisi dari doktrin yang benar; itu secara implicit juga menunjukkan arti sekunder dari ‘kerahasiaan’].

Catatan:

·         Kata Yunani PAREISAGOO merupakan kata dasar dari kata Yunani PAREISAXOUSIN.

·         kutipan dari Pulpit Commentary di atas mengambil Gal 2:4 dari KJV, yang terjemahannya mirip sekali dengan RSV dan NASB. Tetapi Kitab Suci Indonesia memberi terjemahan yang berbeda, dan mirip dengan NIV.

Gal 2:4 - “Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita”.

KJV: ‘And that because of false brethren unawares brought in’ (= Dan itu karena saudara-saudara palsu dengan tak menyadari memasukkan).

 

The Bible Exposition Commentary: New Testament: “Not only was their message false, but their methods were false. Instead of openly declaring what they believed, they came into the church under false colors and gave the impression that they were true to the Christian faith. ‘They secretly bring in alongside’ is the literal translation. They do not throw out the truth immediately; they simply lay their false teachings alongside the truth and give the impression that they believe the fundamentals of the faith. Before long, they remove the true doctrine and leave their false doctrine in its place” (= Bukan hanya berita mereka salah / palsu, tetapi metode mereka juga salah / palsu. Bukannya dengan cara terbuka menyatakan apa yang mereka percayai, tetapi mereka masuk ke dalam gereja di bawah warna-warna yang palsu dan memberikan kesan bahwa mereka benar terhadap iman Kristen. ‘Mereka secara rahasia memasukkan bersama-sama’ merupakan terjemahan hurufiah. Mereka tidak membuang kebenaran secara langsung / dengan segera; mereka sekedar meletakkan ajaran-ajaran palsu / salah mereka bersama-sama dengan kebenaran dan memberikan kesan bahwa mereka mempercayai hal-hal / pokok-pokok dasar dari iman. Tetapi tidak lama kemudian, mereka menyingkirkan / membuang ajaran / doktrin yang benar dan membiarkan ajaran / doktrin palsu mereka di tempatnya).

 

Contoh: gereja Sidang Jemaat Kristus, Gereja Orthodox Syria (Bambang Noorsena).

 

Penerapan: sudah sangat sering saya mengkritik / menyerang ajaran yang salah / sesat, dan lalu mendapatkan jawaban: ‘Tetapi kan juga ada hal-hal baik / benar dalam ajaran itu?’. Ini adalah hal yang paling umum, tetapi juga sangat tolol! Kalau saudara mau membunuh seseorang dengan racun, apakah saudara memberi 100 % racun kepadanya untuk ia makan? Sudah tentu ia akan menolak. Tetapi kalau saudara memberinya makanan yang enak (yang mengandung banyak hal-hal yang baik / menyehatkan) dan lalu membubuhinya dengan sedikit racun, ia akan mau memakannya, dan itu ‘makanan campuran’ akan membunuhnya, tak peduli ada hal-hal baik / menyehatkan di dalamnya! Demikian juga setan tidak akan begitu bodoh dengan memberikan ajaran yang 100 % salah / sesat. Tidak akan ada orang yang mau menerimanya. Ia memberikan sedikit / beberapa hal yang salah / sesat, disamping / bersama-sama dengan hal-hal yang baik / benar. Itu menyebabkan orang-orang mau menerimanya, dan ‘ajaran campuran’ itu akan membunuh mereka, tak peduli ada hal-hal baik di dalamnya!

   

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali