(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 29 Desember 2024, pk 09.30
Pdt. Budi Asali, M. Div.
nabi murtad(1)
1Raja 13:1-34 - “(1) Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban, maka atas perintah TUHAN datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel. (2) Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: ‘Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.’ (3) Pada waktu itu juga ia memberitahukan suatu tanda ajaib, katanya: ‘Inilah tanda ajaib, bahwa TUHAN telah berfirman: Bahwasanya mezbah itu akan pecah, sehingga tercurah abu yang di atasnya.’ (4) Demi raja Yerobeam mendengar perkataan abdi Allah yang diserukannya terhadap mezbah di Betel itu, ia mengulurkan tangannya dari atas mezbah dan berkata: ‘Tangkaplah dia!’ Tetapi tangan yang diulurkannya terhadap orang itu menjadi kejang, sehingga tidak dapat ditariknya kembali. (5) Mezbah itupun pecahlah, sehingga abu yang di atasnya tercurah, sesuai dengan tanda ajaib yang diberitahukan abdi Allah itu atas perintah TUHAN. (6) Lalu berbicaralah raja dan berkata kepada abdi Allah itu: ‘Mohonkanlah belas kasihan TUHAN, Allahmu, dan berdoalah untukku, supaya tanganku dapat kembali.’ Dan abdi Allah itu memohonkan belas kasihan TUHAN, maka tangan raja itu dapat kembali dan menjadi seperti semula. (7) Kemudian berbicaralah raja kepada abdi Allah itu: ‘Marilah bersama-sama dengan aku ke rumah, segarkan badanmu, sesudah itu aku hendak memberikan suatu hadiah kepadamu.’ (8) Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: ‘Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini. (9) Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu.’ (10) Lalu pergilah ia melalui jalan lain dan tidak kembali melalui jalan yang telah diambilnya untuk datang ke Betel. (11) Di Betel diam seorang nabi tua. Anak-anaknya datang menceritakan kepadanya segala perbuatan yang dilakukan abdi Allah pada hari itu di Betel. Mereka menceriterakan juga kepada ayah mereka perkataan yang dikatakannya kepada raja. (12) Kemudian ayah mereka bertanya: ‘Dari jalan manakah ia pergi?’ Lalu anak-anaknya menunjukkan kepadanya jalan yang diambil abdi Allah yang datang dari Yehuda itu. (13) Ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Pelanai keledai bagiku!’ Mereka memelanai keledai baginya, lalu ia menunggangnya (14) dan pergi mengikuti abdi Allah itu dan mendapatinya duduk di bawah sebuah pohon besar. Ia bertanya kepadanya: ‘Engkaukah abdi Allah yang telah datang dari Yehuda?’ Jawabnya: ‘Ya, akulah itu.’ (15) Katanya kepadanya: ‘Marilah bersama-sama aku ke rumah untuk makan roti.’ (16) Tetapi jawabnya: ‘Aku tidak dapat kembali bersama-sama engkau dan singgah kepadamu; aku tidak dapat makan roti atau minum air bersama-sama engkau di tempat ini, (17) sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.’ (18) Lalu jawabnya kepadanya: ‘Akupun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.’ Tetapi ia berbohong kepadanya. (19) Kemudian orang itu kembali bersama-sama dia, lalu makan roti dan minum air di rumahnya. (20) Sedang mereka duduk menghadapi meja, datanglah firman TUHAN kepada nabi yang telah membawa dia pulang. (21) Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: ‘Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, (22) tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air, - maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu.’ (23) Setelah orang itu makan roti dan minum air, dipelanailah keledai baginya. (24) Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itupun berdiri di samping mayat itu. (25) Orang-orang yang lewat melihat mayat itu tercampak di jalan dan singa berdiri di sampingnya. Dan mereka menceriterakannya di kota tempat kediaman nabi tua itu. (26) Ketika hal itu kedengaran kepada nabi yang telah membujuk dia berbalik kembali, ia berkata: ‘Dialah abdi Allah yang telah memberontak terhadap titah TUHAN. TUHAN menyerahkan dia kepada singa, yang mencabik dan membunuhnya sesuai dengan firman TUHAN yang diucapkanNya kepadanya.’ (27) Lalu berbicaralah ia kepada anak-anaknya: ‘Pelanailah keledai bagiku.’ Dan mereka memelanainya. (28) Kemudian ia pergi dan menemukan mayat orang itu tercampak di jalan, sedang keledai dan singa berdiri di sampingnya. Singa itu tidak memakan mayat itu dan tidak mencabik keledai itu. (29) Nabi tua itu mengangkat mayat abdi Allah itu, menaruhnya ke atas keledai dan membawanya kembali ke kotanya sendiri untuk diratapi dan dikuburkan. (30) Mayat orang itu dikuburkannya di dalam kuburnya sendiri, maka diratapilah dia: ‘Wahai, saudaraku!’ (31) Setelah ia menguburkannya, ia berkata kepada anak-anaknya: ‘Kalau aku mati, kuburkanlah aku dalam kubur ini bersama dengan abdi Allah itu, dan taruhlah tulang-tulangku di sisi tulang-tulangnya. (32) Sebab perkataan yang atas perintah TUHAN telah diserukannya terhadap mezbah yang di Betel itu dan terhadap segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria akan betul-betul terjadi.’ (33) Sesudah peristiwa inipun Yerobeam tidak berbalik dari kelakuannya yang jahat itu, tetapi mengangkat pula imam-imam dari kalangan rakyat untuk bukit-bukit pengorbanan. Siapa yang mau saja, ditahbiskannya menjadi imam untuk bukit-bukit pengorbanan. (34) Dan tindakan itu menjadi dosa bagi keluarga Yerobeam, sehingga mereka dilenyapkan dan dipunahkan dari muka bumi.”.
Ay 1-3: “(1) Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban, maka atas perintah TUHAN datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel. (2) Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: ‘Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.’ (3) Pada waktu itu juga ia memberitahukan suatu tanda ajaib, katanya: ‘Inilah tanda ajaib, bahwa TUHAN telah berfirman: Bahwasanya mezbah itu akan pecah, sehingga tercurah abu yang di atasnya.’”.
1) “Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban”.
Ini dilakukan oleh Yerobeam dalam upacara pembukaan ibadah baru yang ia perkenalkan kepada Israel. Jadi ini pasti adalah acara yang sangat besar, megah, dan penting. Ini bisa kita lihat pada bagian akhir dari 1Raja 12.
Bdk. 1Raja 12:25-33 - “(25) Kemudian Yerobeam memperkuat Sikhem di pegunungan Efraim, lalu diam di sana. Ia keluar dari sana, lalu memperkuat Pnuel. (26) Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: ‘Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud. (27) Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.’ (28) Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: ‘Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.’ (29) Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. (30) Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain. (31) Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi. (32) Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya. (33) Ia naik tangga mezbah yang dibuatnya di Betel itu pada hari yang kelima belas dalam bulan yang kedelapan, dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar korban.”.
Pulpit Commentary: “Jeroboam’s inauguration of the high place at Bethel was an imitation of Solomon’s dedication of the temple at Jerusalem. Like Solomon, he chose the feast of tabernacles as the season for this ceremony, although he daringly altered the date of the feast from the seventh month to the eighth. Describe the scene: the crowds of people, the new-made priests, the gorgeous shrine, the conflicting feelings of the worshippers. None dared to oppose the king, and at the expected moment he stepped forward to burn incense before the calf. Just then one, who had been till then unnoticed, pressed to the front of the crowd. ... In words of terrible invective he delivered the message of the Lord.” [= Pembukaan / pelantikan Yerobeam terhadap bukit pengorbanan di Betel merupakan suatu peniruan dari peresmian Salomo terhadap Bait Allah di Yerusalem. Seperti Salomo, ia memilih hari raya pondok daun sebagai saat dari upacara ini, sekalipun ia secara berani mengubah tanggal dari hari raya itu dari bulan ke 7 menjadi bulan ke 8. Gambarkan pemandangan / adegannya: kerumunan orang banyak, imam-imam yang baru, kuil yang sangat indah, perasaan-perasaan yang bertentangan dari para penyembah. Tak seorangpun berani menentang sang raja, dan pada saat yang diharapkan ia maju ke depan untuk membakar kemenyan di depan anak lembu. Tepat pada saat itu, seseorang, yang sampai saat itu tidak diperhatikan, mendesak ke depan kerumunan orang banyak. ... Dalam kata-kata yang merupakan cercaan yang keras ia menyampaikan pesan Tuhan.] - hal 291-292.
Dari sini kita bisa makin melihat keberanian dari nabi ini. Ia bukan menyampaikan teguran keras dari Tuhan itu secara pribadi, atau dalam acara kecil, tetapi dalam acara yang sangat besar, yang dihadiri semua orang, pejabat dan sebagainya.
Hal lain yang bisa kita pelajari adalah: cara dan saat yang dipilih nabi ini pasti tidak sesuai dengan ‘kebijaksanaan’ dari kebanyakan orang. Jadi jelas bahwa kebijaksanaan Allah sering berbeda dengan ‘kebijaksanaan’ manusia. Biarlah orang Kristen yang seringkali mengkritik tindakan keras dari hamba-hamba Tuhan tertentu, dan menganggapnya tidak bijaksana, belajar dari hal ini!
2) “(1b) maka atas perintah TUHAN datanglah seorang abdi Allah dari Yehuda ke Betel. (2) Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya:”.
a) “(1b) maka atas perintah TUHAN ... (2) Lalu atas perintah TUHAN”.
Perhatikan bahwa dalam text di atas, kata-kata ‘atas perintah TUHAN’ ini muncul 2 x!
Wesley: “How bold was the man, that durst attack the king in his pride, and interrupt the solemnity he was proud of? Whoever is sent on God’s errand, must not fear the faces of men” [= Alangkah beraninya orang ini, yang berani menyerang sang raja dalam kesombongannya, dan menginterupsi kekhidmatan yang ia banggakan? Siapapun yang diutus berdasarkan suruhan Allah, tidak boleh takut pada wajah manusia].
b) ‘datanglah seorang abdi Allah’.
Lit: ‘a man of God’.
c) ‘dari Yehuda ke Betel’.
Ini bukan hanya kota yang berbeda, tetapi juga negara yang berbeda.
Word Biblical Commentary: “A prophet could not be hindered by political boundaries, in spite of the efforts of despotic officials (cf. Amos 7:10–17)” [= Seorang nabi tidak bisa dihalangi oleh batasan-batasan politik, sekalipun ada usaha-usaha untuk itu dari pejabat-pejabat yang bersifat tiran (bdk. Amos 7:10-17)].
Amos 7:10-17 - “(10) Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: ‘Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. (11) Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.’ (12) Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: ‘Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! (13) Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.’ (14) Jawab Amos kepada Amazia: ‘Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. (15) Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umatKu Israel. (16) Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. (17) Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.’”.
Penerapan: seorang hamba Tuhan mempunyai hak untuk menegur jemaat yang salah, biarpun jemaat itu berasal dari gereja yang berbeda.
d) ‘berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: ‘Hai mezbah, hai mezbah!’’.
1. Mengapa nabi itu berseru terhadap mezbah, dan bukan kepada Yerobeam?
a. Mezbah merupakan wakil dari seluruh sistim penyembahan yang baru tersebut.
Jamieson, Fausset & Brown: “‘He cried against the altar’ - which is put for the whole system of worship organized in Israel” [= ‘Ia berseru terhadap mezbah’ yang di sini menunjuk pada seluruh sistim penyembahan yang terorganisir di Israel].
b. Ini untuk menunjukkan bahwa adalah sia-sia untuk berbicara kepada Yerobeam.
Pulpit Commentary: “It is as if the prophet disdained to notice the royal but self-constituted priest; as if it were useless to appeal to him.” [=Seolah-olah sang nabi enggan memperhatikan raja yang menjadikan dirinya sendiri sebagai imam; seakan-akan tidak ada gunanya untuk menasihatinya.] - hal 283.
2. Dari seruan / teguran ini terlihat bahwa upacara yang megah / kudus / khidmat di hadapan manusia itu, ternyata rendah dan najis di hadapan Allah.
Pulpit Commentary: “He bore His testimony against the altar. It had been consecrated, after a fashion, by the king, but God would desecrate it. ... God will accept ... no worship ordered after the policy of statesmen” [= Ia memberikan kesaksianNya terhadap mezbah itu. Mezbah itu ditahbiskan, menurut kebiasaan, oleh sang raja, tetapi Allah menajiskan mezbah itu. ... Allah tidak menerima ... penyembahan yang diatur menurut politik dari ahli-ahli kenegaraan] - hal 289.
Kata-kata Pulpit Commentary ini perlu diperhatikan. Sistim penyembahan / gereja yang megah, tetapi praktek / ajarannya bertentangan dengan Firman Tuhan, hanya menimbulkan kejijikan dan kemurkaan Tuhan.
Apa salahnya sistim penyembahan dalam kerajaan Yerobeam?
1Raja 12:25-31 - “(25) Kemudian Yerobeam memperkuat Sikhem di pegunungan Efraim, lalu diam di sana. Ia keluar dari sana, lalu memperkuat Pnuel. (26) Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: ‘Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud. (27) Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.’ (28) Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: ‘Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.’ (29) Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan. (30) Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain. (31) Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.”.
Kesalahannya bukan hanya membuat anak lembu emas, dan menyebutnya sebagai ‘allah’ yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir (bdk. Kel 32:4,8), dan menyebabkan rakyat jatuh ke dalam penyembahan berhala, tetapi juga bahwa ia membuat kuil-kuil dan mengangkat imam-imam dari kalangan non Lewi.
Bandingkan dengan:
a. Ul 12:5-7 - “(5) Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediamanNya untuk menegakkan namaNya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. (6) Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. (7) Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.”.
Ibadah pada saat itu tidak boleh dilakukan di tempat yang mereka kehendaki sendiri. Itu ditentukan oleh Tuhan, dan tak boleh diubah semau mereka. Yerobeam jelas melanggar hal ini.
b. 2Taw 11:13-16 - “(13) Para imam dan orang Lewi di seluruh Israel datang menggabungkan diri dengan dia (Rehabeam) dari daerah-daerah kediaman mereka. (14) Sebab orang Lewi meninggalkan tanah penggembalaan dan milik mereka, lalu pergi ke Yehuda dan Yerusalem, oleh karena Yerobeam dan anak-anaknya melarang mereka memegang jabatan imam TUHAN, (15) dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya. (16) Dari segenap suku Israel orang datang ke Yerusalem mengikuti orang-orang Lewi itu, yakni orang yang telah membulatkan hatinya untuk mencari TUHAN Allah Israel; dan mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.”.
Catatan:
(1) Ay 15: “dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya”.
KJV: ‘the devils’ [= setan-setan].
NIV: ‘the goat’ [= kambing].
RSV/NASB: ‘the satyrs’.
Catatan: ‘satyr’ adalah dewa / patung berhala yang berbentuk gabungan manusia dan kambing. Barnes mengatakan bahwa terjemahan hurufiahnya adalah ‘goat’ [= kambing]. Tetapi jelas yang dimaksudkan adalah patung berhala berbentuk kambing. KJV dan Kitab Suci Indonesia sebetulnya salah dalam menterjemahkan ‘setan’ / ‘jin’.
(2) Dari text di atas ini bisa kita lihat bahwa Yerobeam bukan hanya mengangkat orang-orang yang bukan dari suku Lewi untuk menjadi imam-imam, tetapi ia juga melarang orang-orang Lewi untuk menjadi imam-imam dalam ibadah / sistim penyembahan yang baru ini. Ini menyebabkan orang-orang Lewi lalu lari ke Yehuda.
Penerapan: memang orang-orang yang pro pada nabi palsu, biasanya akan menentang nabi yang asli!
3) “Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.’”.
a) Ada penafsir yang mengatakan bahwa nubuat ini menunjukkan bahwa Allah mengetahui dan menubuatkan bahwa Betel, yang pada saat itu ada dalam kekuasaan Israel, akan pindah ke bawah kekuasaan raja-raja Yehuda.
Pulpit Commentary: “Who but God could foresee that Bethel would then have passed from the kings of Israel under the dominion of Judah? (See 2Chron. 13:19)” [= Siapa kecuali Allah bisa melihat lebih dulu bahwa Betel akan pindah dari raja-raja Israel ke bawah kekuasaan dari Yehuda? (Lihat 2Taw 13:19)] - hal 289.
2Taw 13:19 - “Abia mengejar Yerobeam dan merebut dari padanya beberapa kota, yakni Betel dengan segala anak kotanya, Yesana dengan segala anak kotanya dan Efron dengan segala anak kotanya.”.
b) Ini merupakan suatu nubuat yang luar biasa, dan digenapi dengan tepat lebih dari 300 tahun setelahnya.
Matthew Henry: “It was about 356 years ere this prediction was fulfilled, ... Nothing more contingent and arbitrary than the giving of names to persons, yet Josiah was here named above 300 years before he was born” [= Itu terjadi sekitar 356 tahun sebelum ramalan ini digenapi, ... Tak ada yang lebih bersifat kebetulan dan tak terduga dari pada pemberian nama kepada seseorang, tetapi Yosia di sini disebutkan lebih dari 300 tahun sebelum ia dilahirkan].
Catatan: Clarke mengatakan bukan 356 tahun tetapi 340 tahun, sedangkan Jamieson, Fausset & Brown mengatakan 360 tahun; saya tidak tahu yang mana yang benar.
Clarke mengatakan bahwa ini adalah salah satu nubuat yang paling hebat dan luar biasa dalam Perjanjian Lama. Dan nubuat ini bukan hanya menunjukkan kemahatahuan Allah, tetapi juga kemahakuasaanNya. Seakan-akan Ia memberikan peringatan kepada para penyembah berhala tersebut, supaya mereka bisa berjaga-jaga pada saat Yosia ini muncul di Kerajaan Yehuda, dan tak diragukan lagi bahwa mereka memang berjaga-jaga. Tetapi semua itu sia-sia, karena Yosia pada tahun ke 18 dari pemerintahannya, secara hurufiah menggenapi nubuat ini, seperti yang bisa kita baca dalam text di bawah ini.
2Raja 23:15-20 - “(15) Juga mezbah yang ada di Betel, bukit pengorbanan yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa, mezbah dan bukit pengorbanan itupun dirobohkannya dan batu-batunya dipecahkannya, lalu ditumbuknya halus-halus menjadi abu, dan dibakarnyalah tiang berhala. (16) Dan ketika Yosia berpaling, dilihatnyalah kuburan-kuburan yang ada di gunung di sana, lalu menyuruh orang mengambil tulang-tulang dari kuburan-kuburan itu, membakarnya di atas mezbah dan menajiskannya, sesuai dengan firman TUHAN yang telah diserukan oleh abdi Allah yang telah menyerukan hal-hal ini. (17) Ia berkata: ‘Apakah tanda keramat yang kulihat ini?’ Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: ‘Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!’ (18) Lalu katanya: ‘Biarkanlah itu, janganlah ada orang yang menjamah tulang-tulangnya!’ Jadi mereka tidak mengganggu tulang-tulangnya dan tulang-tulang nabi yang telah datang dari Samaria itu. (19) Juga segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria yang dibuat oleh raja-raja Israel untuk menimbulkan sakit hati TUHAN, dijauhkan oleh Yosia dan dalam hal ini ia bertindak tepat seperti tindakannya di Betel. (20) Ia menyembelih di atas mezbah-mezbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah ia ke Yerusalem.”. Bdk. 2Taw 34:1-7.
c) Pro dan kontra tentang kata-kata ‘Yosia namanya’ dalam nubuat ini.
1Raja 13:2 - “Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: ‘Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu.’”.
Jadi, nubuat ini secara khusus menyebutkan nama Raja Yehuda yang akan melakukan hal itu, yaitu Yosia.
Albert Barnes mengatakan bahwa nubuat jarang diberikan secara teliti / khusus seperti di sini, yaitu dengan menyebutkan nama. Hanya satu contoh lain yang bisa dianggap sama dalam seluruh Kitab Suci, yaitu penyebutan nama Koresh oleh Yesaya.
Yes 44:28 - “Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembalaKu; segala kehendakKu akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!’”.
Yes 45:1 - “Beginilah firman TUHAN: ‘Inilah firmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:”.
Menurut ChatGPT Koresh lahir sekitar 100 tahun setelah nubuat Yesaya itu.
Lalu Albert Barnes mengatakan sebagai berikut:
Barnes’ Notes: “Of course no one who believes in the divine foreknowledge can doubt that God could, if He chose, cause events to be foretold minutely by his prophets; but certainly the general law of his Providence is, that He does not do so. If this law is to be at any time broken through, it will not be capriciously” [= Tentu saja tak seorangpun yang percaya pada pengetahuan lebih dulu dari Allah bisa meragukan bahwa Allah bisa, jika Ia memilih untuk itu, menyebabkan peristiwa-peristiwa diramalkan secara teliti oleh nabi-nabiNya; tetapi pastilah bahwa hukum yang umum dari ProvidensiaNya adalah bahwa Ia tidak berbuat demikian. Jika hukum ini pada saat manapun harus dilanggar, itu tidak akan terjadi secara tak terduga.].
Albert Barnes menambahkan beberapa alasan yaitu:
1. Penyebutan nama Yosia lama sebelum ia dilahirkan di sini, tak ada gunanya.
Tanggapan: ‘tak ada gunanya’? Kata-kata yang ‘tak ada gunanya’ ini menunjukkan kemahatahuan Tuhan secara luar biasa; dan juga menunjukkan bahwa Kitab Suci adalah Firman Tuhan! Bandingkan dengan kata-kata dari Jamieson, Fausset & Brown di bawah.
2. Kalimat dalam 1Raja 13:2 itu merupakan kalimat lengkap yang artinya jelas, sekalipun kata-kata ‘Yosia namanya’ dihapuskan.
Tanggapan: ada sangat banyak kata-kata dalam Kitab Suci yang juga bisa dihapuskan, dan kalimatnya tetap lengkap dan artinya jelas.
3. Pada waktu peristiwa itu diceritakan lagi dalam kitab Raja-raja, tidak ada petunjuk bahwa nabi dari Yehuda ini menyebutkan nama Yosia dalam nubuatnya.
Tanggapan: ini merupakan argumentasi yang menggelikan. Dalam penceritaan peristiwa ini dalam kitab Tawarikh (2Taw 11) seluruh cerita tentang nabi Yehuda ini tidak ada. Apakah dari sini kita mau menyimpulkan bahwa seluruh cerita sebetulnya tidak ada?
4. Kata-kata ‘Yosia namanya’ itu bisa saja sebetulnya merupakan suatu catatan dari penyalin manuscripts, yang lalu oleh penyalin berikutnya dimasukkan ke dalam text.
Tanggapan: tanpa dasar yang kuat, dan tanpa ada manuscripts pendukung, kita tidak boleh menyimpulkan seperti ini. Kalau boleh secara sembarangan / menyimpulkan seperti ini, seluruh Alkitab bisa kacau.
Wycliffe Bible Commentary: “to regard this as a historical insertion, coming to pass after the day of King Josiah, is utterly to fail to understand the true genius of prophecy” [= menganggap ini sebagai suatu penyelipan / penambahan yang bersifat sejarah, yang terjadi setelah jaman raja Yosia, adalah gagal sama sekali untuk mengerti sifat khusus / kemampuan alamiah yang benar dari nubuat].
Ada penafsir yang mendukung pandangan Barnes ini dan mengatakan bahwa dalam Kitab Suci ada 2 nubuat lain yang menyebutkan nama, yaitu nubuat tentang kelahiran Ishak dan Salomo (dan tentu saja ‘Yesus’). Tetapi ia mengatakan bahwa dalam kedua kasus itu nama-nama itu sangat penting, dan sebetulnya penyebutan namanya bukan merupakan suatu nubuat tetapi merupakan petunjuk bahwa anak yang akan segera dilahirkan itu harus dinamai seperti itu.
Kej 17:19 - “Tetapi Allah berfirman: ‘Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjianKu dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya”.
1Taw 22:9 - “Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya”.
Mat 1:21 - “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’”.
Luk 1:31 - “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”.
Saya berpendapat bahwa argumentasi-argumentasi di atas ini sama sekali tidak kuat dan tidak meyakinkan. Sekarang perhatikan komentar Jamieson, Fausset & Brown di bawah ini, yang menentang pandangan di atas.
Jamieson, Fausset & Brown: “This is one of the most remarkable prophecies recorded in the Scriptures; and in its clearness, circumstantial minuteness, and exact prediction of an event that took place 360 years after it, stands in striking contrast to the obscure and ambiguous oracles of the pagan. Being publicly uttered, it must have been well known to the people; and every Jew who lived at the accomplishment of the event must have been convinced of the truth of a religion connected with such a prophecy as this” [= Ini adalah salah satu dari nubuat-nubuat yang paling luar biasa / hebat yang tercatat dalam Kitab Suci; dan dalam kejelasannya, ke-terperinci-an yang lengkap, dan ramalan yang tepat dari suatu peristiwa yang terjadi 360 tahun setelahnya, berada dalam suatu kontras yang menyolok dengan sabda dewa kafir yang kabur dan berarti ganda. Dengan diucapkan di depan umum, nubuat itu pasti diketahui oleh masyarakat; dan setiap orang Yahudi yang hidup pada penggenapan dari peristiwa itu pasti diyakinkan tentang kebenaran dari agama yang berhubungan dengan nubuat seperti ini].
Catatan: dalam Kitab Suci kita juga ada nubuat-nubuat yang ‘kabur’ artinya, seperti yang ada dalam kitab Wahyu. Tetapi juga ada banyak sekali nubuat-nubuat yang jelas / gamblang, seperti dalam 1Raja 13:2 ini.
Bandingkan 2 kelompok ayat di bawah ini:
a. Ayat-ayat yang menunjukkan bahwa hanya Allah yang bisa menubuatkan / meramalkan apa yang akan terjadi:
(1) Yes 41:26-27 - “(26) Siapakah yang memberitahukannya dari mulanya, sehingga kami mengetahuinya, dan dari dahulu, sehingga kami mengatakan: ‘Benarlah dia?’ Sungguh, tidak ada orang yang memberitahukannya, tidak ada orang yang mengabarkannya, tidak ada orang yang mendengar sepatah katapun dari padamu. (27) Sebagai yang pertama Aku memberitahukannya kepada Sion, dan Aku memberikan orang yang membawa kabar baik kepada Yerusalem.”.
(2) Yes 42:9 - “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.’”.
(3) Yes 43:12 - “Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan Akulah Allah.”.
(4) Yes 45:21 - “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”.
(5) Yes 46:9-10 - “(9) Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, (10) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulaksanakan,”.
(6) Yes 48:5 - “maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.”.
b. Ayat-ayat dimana Allah menantang dewa-dewa / allah-allah lain / berhala-berhala dan nabi-nabi palsu mereka untuk menubuatkan / meramalkan apa yang akan terjadi (ini menunjukkan bahwa dewa-dewa / berhala-berhala / allah-allah lain itu tidak mampu melakukan hal itu):
(1) Yes 41:22-23 - “(22) Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya! (23) Beritahukanlah hal-hal yang akan datang kemudian, supaya kami mengetahui, bahwa kamu ini sungguh allah; bertindak sajalah, biar secara baik ataupun secara buruk, supaya kami bersama-sama tercengang melihatnya!”.
(2) Yes 43:9 - “Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: ‘Benar demikian!’”.
(3) Yes 44:7 - “Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepadaKu! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!”.
(4) Yes 45:21 - “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”.
(5) Yes 47:13-15 - “(13) Engkau telah payah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu! (14) Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang! (15) Demikianlah faedahnya bagimu dari tukang-tukang jampi itu, yang telah kaurepotkan dari sejak kecilmu; masing-masing mereka terhuyung-huyung ke segala jurusan, tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau.”.
(6) Yes 48:14 - “Berhimpunlah kamu sekalian dan dengarlah! Siapakah di antara mereka memberitahukan semuanya ini? Dia yang dikasihi TUHAN akan melaksanakan kehendak TUHAN terhadap Babel dan menunjukkan kekuatan tangan TUHAN kepada orang Kasdim.”.
Jelas bahwa hanya Tuhan yang bisa menubuatkan masa depan, berhala / dewa tidak bisa. Dan memang, Kitab Suci agama lain mana yang mempunyai nubuat-nubuat seperti dalam Kitab Suci kita? Nubuat-nubuat yang digenapi secara sempurna dalam Kitab Suci kita ini membuktikan bahwa Kitab Suci kita memang adalah Firman Allah.
4) “Pada waktu itu juga ia memberitahukan suatu tanda ajaib, katanya: ‘Inilah tanda ajaib, bahwa TUHAN telah berfirman: Bahwasanya mezbah itu akan pecah, sehingga tercurah abu yang di atasnya.’”.
a) Ini tidak berarti bahwa setiap hamba Tuhan / pemberita Firman Tuhan harus bisa melakukan tanda ajaib untuk membuktikan bahwa kata-kata yang ia beritakan betul-betul dari Tuhan.
Bandingkan dengan Yohanes Pembaptis yang tidak membuat satu tandapun, tetapi jelas diakui sebagai nabi.
Yoh 10:41 - “Dan banyak orang datang kepadaNya dan berkata: ‘Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.’”.
b) Ini juga tidak berarti bahwa orang yang bisa membuat tanda ajaib pasti adalah hamba Tuhan yang sejati.
Bdk. Ul 13:1-5 - “(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan - dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”.
-o0o-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali
Alamat Gereja :
Jl. Raya Kali Rungkut 5 - Ruko Rungkut Megah Raya BLOK D - 16, SURABAYA
Rek Gereja : Account BCA 3631422185 a/n Tjoe Ming Tjhuin