Khotbah Eksposisi

1 PETRUS 4:12-19(3)

Pdt. Budi Asali, M.Div.

 

Ay 17: “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”.

 

1)         “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai”.

 

a)   Kata-kata sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai’ menunjukkan bahwa yang dimaksud di sini bukanlah penghakiman terakhir pada akhir jaman nanti, tetapi penghakiman sekarang di dunia ini.

 

b)   Dengan demikian, ay 17 ini bertentangan dengan doktrin tentang api pencucian dari Gereja Roma Katolik.

Doktrin api pencucian dari Gereja Roma Katolik mengatakan bahwa setelah mati, pada saat di antara kematian seseorang dan kedatangan Kristus yang keduakalinya, maka orang-orang itu disucikan, dalam api pencucian, yang tentu saja sangat menyakitkan, sampai dosa-dosa mereka dibersihkan, baru mereka bisa masuk surga.

 

Alan M. Stibbs menggunakan ay 17 ini untuk menentang ajaran tentang api pencucian ini. Argumentasinya adalah: ay 17 ini menunjukkan bahwa kalau kita membutuhkan penyucian sebelum masuk surga, maka penyucian itu dilakukan dalam hidup ini, bukan pada saat di antara kematian kita dan kedatangan Kristus yang keduakalinya.

 

Alan M. Stibbs: “in so far as those who become Christians need purgatorial cleansing before they can share the heavenly glory, it is meted out to them, not in some intermediate state, but in this life” (= dalam persoalan dimana mereka yang menjadi orang Kristen membutuhkan penyucian sebelum mereka bisa mendapatkan kemuliaan surgawi, itu diberikan kepada mereka, bukan antara saat mereka mati dan kedatangan kedua dari Kristus, tetapi dalam hidup ini) - hal 163-164.

 

2)   “dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita”.

Kata-kata ‘rumah Allah’ jelas menunjuk kepada ‘gereja’, dan kata ‘kita’ menunjuk kepada ‘orang kristen’. Jadi bagian ini mengatakan bahwa orang kristen / gereja akan dihakimi lebih dulu oleh Allah.

 

a)   Kadang-kadang Tuhan memulai penghakiman terhadap orang di luar gereja seperti dalam Zef 3:6-7, dengan tujuan supaya anak-anakNya menjadi takut dan lalu mentaatiNya, seperti dalam Zef 3:6-7 (Alexander Nisbet, hal 183).

Zef 3:1-7 - “(1) Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan! (2) Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap. (3) Para pemukanya di tengah-tengahnya adalah singa yang mengaum; para hakimnya adalah serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apapun sampai pagi hari. (4) Para nabinya adalah orang-orang ceroboh dan pengkhianat; para imamnya menajiskan apa yang kudus, memperkosa hukum Taurat. (5) Tetapi TUHAN adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukumNya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu! (6) ‘Aku telah melenyapkan bangsa-bangsa; menara-menara penjuru mereka telah musnah. Aku telah merusakkan jalan-jalannya, sehingga tidak ada orang yang lewat. Kota-kota mereka telah ditanduskan, sehingga tidak ada orang dan tidak ada penduduk. (7) Aku sangka: Tentulah ia sekarang akan takut kepadaKu, akan mempedulikan kecaman dan segala yang Kutugaskan kepadanya tidak akan lenyap dari penglihatannya. Tetapi sesungguhnya mereka makin giat menjadikan busuk perbuatan mereka”.

Ay 1-5 menunjukkan kebejatan Yehuda / Yerusalem. Ay 6 menunjukkan Tuhan menghancurkan bangsa-bangsa kafir, dan ay 7 menunjukkan tujuannya, yaitu ‘Tentulah ia (Yerusalem / Yehuda) sekarang akan takut kepadaKu’.

 

b)   Tetapi kadang-kadang, dan mungkin bahkan pada umumnya, terjadi sebaliknya, dimana Allah menghakimi gereja / orang kristen lebih dulu, seperti yang dikatakan dalam ay 17 ini. Mengapa?

 

Calvin: “It was formerly usual with the Lord, as all the prophets witness, to exhibit the first examples of his chastisements in his own people, as the head of a family corrects his own children rather than those of strangers” (= Dahulu merupakan sesuatu yang biasa dengan Tuhan, seperti semua nabi bersaksi, untuk menunjukkan contoh-contoh pertama dari penghajaranNya dalam umatNya sendiri, seperti kepala dari suatu keluarga mengoreksi anak-anaknya sendiri dari pada mereka yang adalah orang-orang asing) - hal 138.

 

Calvin: “For though God is the judge of the whole world, yet he would have his providence to be especially acknowledged in the government of his own Church” (= Karena sekalipun Allah adalah hakim dari seluruh dunia, tetapi Ia menginginkan bahwa providensiaNya diakui khususnya dalam pemerintahan GerejaNya sendiri) - hal 138.

 

Bandingkan dengan:

·   Yes 10:12 - “Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaanNya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong”.

·   Yeh 9:6 - “Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudusKu!’ Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci”.

·   Yer 25:15-29 - “(15) Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, kepadaku: ‘Ambillah dari tanganKu piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau, (16) supaya mereka minum, menjadi terhuyung-huyung dan bingung karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antaranya. (17) Maka aku mengambil piala itu dari tangan TUHAN, lalu meminumkan isinya kepada segala bangsa yang kepadanya TUHAN mengutus aku, (18) yakni kepada Yerusalem dan kota-kota Yehuda, beserta raja-rajanya dan pemuka-pemukanya, untuk membuat semuanya itu menjadi reruntuhan, ketandusan dan sasaran suitan dan kutuk seperti halnya pada hari ini; (19) kepada Firaun, raja Mesir, beserta pegawai-pegawainya, dan pemuka-pemukanya, dan segenap rakyatnya, (20) juga kepada semua orang campuran dari berbagai-bagai bangsa; kepada semua raja negeri Us; kepada semua raja negeri Filistin, yakni Askelon, Gaza, Ekron dan orang-orang yang masih tinggal hidup di Asdod; (21) kepada Edom, Moab dan bani Amon; (22) kepada semua raja Tirus, semua raja Sidon dan kepada raja-raja tanah pesisir di seberang laut; (23) kepada Dedan, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling; (24) kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun; (25) kepada semua raja Zimri, kepada semua raja Elam dan kepada semua raja Madai; (26) kepada semua raja dari utara, yang dekat dan yang jauh, satu demi satu, dan kepada semua kerajaan dunia yang ada di atas muka bumi; juga raja Sesakh akan meminumnya sesudah mereka. (27) Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu! (28) Tetapi apabila mereka enggan menerima piala itu dari tanganmu untuk meminum isinya, maka haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kamu wajib meminumnya! (29) Sebab sesungguhnya di kota yang namaKu telah diserukan di atasnya Aku akan mulai mendatangkan malapetaka; masakan kamu ini akan bebas dari hukuman? kamu tidak akan bebas dari hukuman, sebab Aku ini mengerahkan pedang ke atas segenap penduduk bumi, demikianlah firman TUHAN semesta alam”.

Catatan:

¨      Perhatikan bahwa dalam daftar orang-orang / bangsa-bangsa yang dihukum dalam ay 18-26, Yerusalem, kota-kota Yehuda, raja-raja dan pemuka-pemukanya, menempati urutan pertama!

¨      Dan juga perhatikan bagian yang saya garis bawahi dari ay 29.

 

Pada waktu Tuhan menghakimi gereja, maka perlu diketahui bahwa Ia bersikap berbeda terhadap 2 golongan yang ada dalam gereja, yaitu orang kristen KTP dan orang kristen yang sejati.

 

1.         Terhadap orang kristen KTP, Tuhan bisa betul-betul menghukum.

Jadi mereka ini bisa saja mengalami hal-hal yang betul-betul membawa kerugian bagi mereka (ingat bahwa Ro 8:28 hanya berlaku untuk orang kristen sejati). Bisa saja mereka mengalami hal-hal yang begitu berat, sehingga menjadi gila, murtad, bunuh diri dan sebagainya. Atau, Tuhan membunuh mereka dan lalu membuang mereka ke dalam neraka.

 

2.         Terhadap orang kristen yang sejati.

Ada 3 hal yang Tuhan tidak bisa lakukan pada waktu Ia menghakimi orang kristen yang sejati / anak-anakNya sendiri:

 

a.   Tuhan tidak bisa membuang mereka ini ke dalam neraka, atau menghancurkan keselamatan mereka.

Ini terlihat dari kata-kata orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan (ay 18a).

‘Orang benar’ menunjukkan orang yang dibenarkan karena iman kepada Kristus (Ro 3:24  Ro 5:1,9). Sekalipun dalam faktanya hidup mereka tidak benar secara murni, tetapi mereka haruslah berjuang untuk hidup suci / benar (1Yoh 2:6).

Kata-kata ‘hampir-hampir tidak diselamatkan’ menunjukkan bahwa mereka tidak mungkin tidak selamat! Bdk. Mat 24:24 - “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

 

Ada cerita tentang orang kristen dan orang kafir yang berbicara tentang neraka. Orang kafir itu lalu berkata: ‘Saya tidak percaya akan adanya neraka. Neraka adalah dunia yang penuh penderitaan ini. Sekarang kita ada di neraka’. Orang kristen itu lalu menjawab: ‘Ada 3 alasan mengapa saya yakin bahwa ini bukan neraka. Pertama: di sana ada air dan kamu bisa minum, sedangkan tidak ada air dalam neraka. Kedua: saya sekarang sedang menginjili kamu, sedangkan tidak ada injil dalam neraka. Ketiga: saya orang kristen, dan tidak ada orang kristen dalam neraka’.

Saya cuma mau menekankan yang ketiga: tidak ada orang kristen masuk neraka!

 

b.   Tuhan tidak bisa betul-betul menghukum.

Pulpit Commentary: “We are not to think of condemnatory judgment, but rather of the corrective judgment” (= Kita tidak boleh berpikir tentang penghakiman yang menghukum, tetapi tentang penghakiman yang memperbaiki / mengoreksi) - hal 204.

Bahwa orang percaya tidak bisa dihukum, terlihat jelas dari Ro 8:1 yang berbunyi: “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus”.

Mengapa? Karena semua hukuman sudah ditanggung oleh Kristus di atas kayu salib.

 

Charles Haddon Spurgeon: “Memory looks back on past sins with deep sorrow for the sin, but yet with no dread of any penalty to come; for Christ has paid the debt of His people to the last jot and tittle, and received the divine receipt; and unless God can be so unjust as to demand double payment for one debt, no soul for whom Jesus died as a substitute can ever be cast into hell. It seems to be one of the very principles of our enlightened nature to believe that God is just; we feel that it must be so, and this gives us our terror at first; but is it not marvelous that this very same belief that God is just, becomes afterwards the pillar of our confidence and peace! If God is just, I, a sinner alone and without a substitute, must be punished; but Jesus stands in my stead and is punished for me; and now, if God is just, I, a sinner, standing in Christ, can never be punished (= Ingatan melihat ke belakang kepada dosa-dosa yang lalu dengan kesedihan yang dalam untuk dosa, tetapi tanpa rasa takut terhadap hukuman yang akan datang; karena Kristus telah membayar hutang umatNya sampai pada hal yang paling kecil / remeh, dan telah menerima kwitansi ilahi; dan kecuali Allah itu bisa begitu tidak adil / benar sehingga menuntut pembayaran dobel untuk satu hutang, tidak ada jiwa, untuk siapa Yesus mati sebagai pengganti, bisa dicampakkan ke dalam neraka. Kelihatannya merupakan satu prinsip dari diri kita yang sudah diterangi untuk percaya bahwa Allah itu adil / benar; kita merasa bahwa haruslah demikian, dan ini mula-mula memberikan kita rasa takut; tetapi tidakkah merupakan sesuatu yang mengagumkan bahwa kepercayaan yang sama bahwa Allah itu adil / benar, setelah itu lalu menjadi pilar / tonggak dari keyakinan dan damai kita! Jika Allah itu adil / benar, saya, seorang yang berdosa, sendirian dan tanpa seorang pengganti, harus dihukum; tetapi Yesus telah menggantikan saya dan dihukum untuk saya; dan sekarang, jika Allah itu adil / benar, saya, seorang yang berdosa, berdiri dalam Kristus, tidak pernah bisa dihukum) - ‘Morning and Evening’, September 25, morning.

 

c.   Tuhan tidak bisa memberikan sesuatu yang nantinya akan betul-betul merugikan anak-anakNya ini.

Ro 8:28 - “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.

 

Ini memang menunjukkan ‘segi enak’ dari orang kristen yang sejati! Karena itu jadilah kristen yang sejati! Jangan sekedar datang ke gereja, dibaptis, dsb, tetapi tidak sungguh-sungguh percaya kepada Kristus! Percayalah dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara.

 

Sekarang kita kembali pada penghakiman Allah terhadap anak-anakNya ini. Apa yang dilakukan oleh Allah pada waktu menghakimi orang kristen sejati dalam gereja ini? Allah ‘cuma’ menghajar / mendisiplin dalam kasih, demi kebaikan mereka.

 

Pulpit Commentary: “We are not to think of condemnatory judgment, but rather of the corrective judgment referred to in 1Cor. 11:32, ‘But when we are judged, we are chastened of the Lord, that we should not be condemned with the world.’” (= Kita tidak boleh berpikir tentang penghakiman yang menghukum, tetapi tentang penghakiman yang mengkoreksi, yang ditunjukkan dalam 1Kor 11:32, ‘Tetapi pada waktu kita dihakimi, kita dihajar oleh Tuhan, supaya kita tidak dihukum dengan dunia’) - hal 204.

1Kor 11:32 - “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia”. Ayat ini salah terjemahan.

KJV: ‘But when we are judged, we are chastened of the Lord, that we should not be condemned with the world’ (= Tetapi pada waktu kita dihakimi, kita dihajar oleh Tuhan, supaya kita tidak dihukum dengan dunia).

 

Bdk. Ibr 12:6-11 - “(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.’ (7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? (8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. (9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya. (11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya”.

 

Tetapi jangan anggap remeh pendisiplinan Tuhan, yang dilakukan demi kebaikan kita ini. Kalau tadi saya menunjukkan ‘segi enak’ dari dari orang kristen yang sejati, dan juga dari kata-kata ‘hampir-hampir tidak diselamatkan’ (ay 18), dimana kata-kata itu menunjukkan bahwa orang kristen yang sejati tidak bisa kehilangan keselamatannya, maka sekarang saya akan menunjukkan ‘segi tidak enaknya’ dari kata-kata itu. Kata-kata ‘hampir-hampir tidak diselamatkan’ itu juga menunjukkan betapa beratnya ikut Kristus sampai akhir, dan betapa hebatnya pendisiplinan Tuhan atas diri mereka.

Contoh menyolok tentang hebatnya pendisiplinan Tuhan ini adalah dalam kasus Yunus. Karena itu kalau saudara adalah orang kristen sejati, maka janganlah meremehkan dosa. Sebaliknya, kuduskanlah diri / hidup saudara.

 

Pulpit Commentary: “God hates sin; he hates it most in those who are nearest to him. ... the sins of Christians, committed against light and against knowledge, are more grievous than the sins of those who know not the gospel” (= Allah membenci dosa; Ia membencinya paling hebat dalam mereka yang paling dekat dengan Dia. ... dosa-dosa orang Kristen, dilakukan terhadap terang dan pengetahuan, adalah lebih menyedihkan dari pada dosa-dosa dari mereka yang tidak mengenal injil) - hal 182.

 

Juga, karena kontex dari 1Pet 4:17-18 itu adalah orang kristen yang menderita, bahkan yang menderita demi Kristus (1Pet 4:12-16), maka adanya penghakiman kepada gereja ini menyebabkan kita:

·   tidak boleh mundur, kecewa, menjadi suam, dsb. Ingat bahwa ini juga adalah sikap yang berdosa, yang akan dihakimi oleh Tuhan.

·   tidak boleh meniru orang-orang jahat, karena pada akhirnya ini akan dihakimi lebih berat lagi.

  

-bersambung-


Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : [email protected]

e-mail us at [email protected]

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali