(Rungkut Megah
Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 3 Juli 2011, pk 17.00
Pdt.
Budi Asali, M. Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
http://golgothaministry.org
e)
Memfitnah / menyebarkan gossip.
1.
Ada banyak ayat yang mengecam / melarang fitnah / penyebaran gossip.
Im 19:16 - “Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan
fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup
sesamamu manusia; Akulah TUHAN”.
Maz 15:1-5 - “(1) Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang
dalam kemahMu? Siapa yang boleh diam di gunungMu yang kudus? (2) Yaitu dia yang
berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan
kebenaran dengan segenap hatinya, (3) yang tidak menyebarkan fitnah
dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak
menimpakan cela kepada tetangganya; (4) yang memandang hina orang yang
tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada
sumpah, walaupun rugi; (5) yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan
tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku
demikian, tidak akan goyah selama-lamanya”.
Tit 2:3 - “Demikian juga perempuan-perempuan
yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan
memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal
yang baik”.
Tit 3:2 - “Janganlah
mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah
dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang”.
Kel 23:1-2
- “(1) ‘Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah
engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. (2)
Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam
memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut
kebanyakan orang membelokkan hukum”.
2. Ini adalah
bentuk dusta yang paling kejam, dan mengakibatkan banyak hal buruk seperti:
a.
Merusak nama baik seseorang.
Adam
Clarke (tentang Kel 20:15):
Nama baik dalam diri seorang
laki-laki atau perempuan
Adalah permata / perhiasan yang
dekat dari jiwa mereka.
Siapa yang mencuri dompetku
mencuri sampah / barang rosokan, -
Tetapi ia yang mencuri dariku
nama baikku,
Merampok aku dari apa yang tidak
memperkaya dia
Dan betul-betul membuat aku miskin.
Pulpit
Commentary: Karakter
dari sesama kita, apapun kedudukan atau posisinya, apakah sesama itu adalah
Perdana Menteri atau hanya pelayan rumah, harus sama berharganya bagi kita
seperti karakter kita sendiri.
b. Mengadu
domba / menimbulkan pertengkaran bahkan di antara dua orang yang bersahabat
karib.
Amsal 16:28
- “Orang yang curang menimbulkan
pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib”.
Amsal
6:16-19 - “(16) Enam perkara ini yang
dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hatiNya: (17)
mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak
bersalah, (18) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera
lari menuju kejahatan, (19) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan
kebohongan dan yang menimbulkan
pertengkaran saudara”.
2Sam 16:1-4
- “(1) Ketika Daud baru saja melewati
puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang
keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue
kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. (2) Lalu
bertanyalah raja kepada Ziba: ‘Apakah maksudmu dengan semuanya ini?’ Jawab
Ziba: ‘Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan
buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum
di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.’ (3) Kemudian bertanyalah
raja: ‘Di manakah anak tuanmu?’ Jawab Ziba kepada raja: ‘Ia ada di
Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku
kerajaan ayahku.’ (4) Lalu berkatalah raja kepada Ziba: ‘Kalau begitu,
kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.’ Kata Ziba: ‘Aku tunduk! Biarlah
kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.’”.
2Sam 19:24-30
- “(24) Juga Mefiboset bin Saul
menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya
dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan
selamat. (25) Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja
kepadanya: ‘Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset?’
(26) Jawabnya: ‘Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata
kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi
bersama-sama dengan raja! - sebab hambamu ini timpang. (27) Ia telah
memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti
malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik. (28) Walaupun
seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh
tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang
menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan
tuntutan lagi kepada raja?’ (29) Tetapi raja berkata kepadanya: ‘Apa gunanya
engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan
Ziba harus berbagi ladang itu.’ (30) Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja:
‘Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan
selamat.’”.
c.
Betul-betul membunuh seseorang!
Calvin (tentang Kel
20:12): hampir tidak akan didapati
satu dari seratus yang akan sama baiknya dalam melindungi / menjaga karakter
dari orang-orang lain, seperti ia sendiri menginginkan untuk diampuni untuk
kejahatan-kejahatan yang jelas.
3. Memfitnah
bisa dilakukan oleh seseorang yang terlalu cepat membuat kesimpulan, dan lalu
memberitakan kesimpulannya yang ia anggap benar itu.
The
Biblical
Illustrator: Satu cara
lain dengan mana api sering dikobarkan / dinyalakan bagi kerusakan nama baik
seseorang, adalah kebiasaan untuk
meloncat pada suatu kesimpulan tanpa bukti yang cukup untuk menopangnya.
4.
Bukan hanya yang menyebarkan fitnah / gossip yang dianggap bersalah,
tetapi juga yang menerima / mempercayai fitnah / gossip itu.
Kel 23:1
- “‘Janganlah engkau menyebarkan
kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi
saksi yang tidak benar”.
Calvin: Kita harus menutup
telinga kita terhadap pembicaraan dusta dan jahat; karena ia yang sangat ingin
mendengar pada laporan-laporan yang jahat tentang saudaranya sama merugikan /
berbahayanya bagi saudaranya seperti ia yang menggunakan lidahnya dalam
memfitnahnya.
Calvin: suatu dusta dengan
segera hilang dari kekosongannya sendiri, dan jatuh ke tanah, jika dusta itu
tidak diambil dan ditopang oleh persetujuan yang tidak benar dari orang-orang
lain. Karena itu, Allah, mengingatkan umatNya dari persekongkolan jahat ini,
supaya jangan oleh bantuan mereka mereka menyebarkan dengan luas tuduhan-tuduhan
palsu / dusta; dan menyebut mereka yang memfitnah sesama mereka dengan
meminjamkan tangan mereka kepada orang-orang jahat sebagai saksi-saksi palsu /
dusta: karena hanya ada sedikit perbedaan antara membangkitkan suatu fitnahan
dan memeliharanya / meneruskannya.
The Biblical Illustrator: III. Tujuan-tujuan
yang kejam dari fitnahan juga bisa dicapai oleh usul-usul yang secara diam2
menentang seseorang dan pertanyaan2 yang licik yang diperhitungkan untuk
membangkitkan kecurigaan-kecurigaan yang serius dan merusak. Pada
waktu siapapun berbicara jahat tentang orang lain di hadapan Petrus yang Agung,
ia akan dengan segera menghentikannya dan berkata, ‘Ya, tetapi apakah ia tidak
mempunyai sisi yang terang? Ayo, ceritakan kepadaku hal baik apa yang engkau
tahu tentang dia. Adalah mudah untuk memercikkan lumpur; tetapi aku lebih senang
menolong seseorang untuk menjaga jasnya bersih! IV. Fitnahan
dianjurkan / didorong / disemangati oleh mereka yang mendengarnya dengan sabar,
dan yang mendorong orang yang kejam itu untuk menyemburkan bisanya pada orang
yang tidak bersalah.
Pulpit
Commentary:
Hasilkanlah kesaksian palsu / dusta terhadap seorang asing dan akan
lebih mudah untuk menghasilkan kesaksian palsu / dusta terhadap seorang teman;
penggunaan bahasa / kata-kata yang berlebihan dalam satu kasus akan membimbing
pada bahasa / kata-kata yang lebih berlebihan dalam kasus yang lain. Dalam
faktanya ini adalah kasusnya. Orang-orang yang menyatakan diri mereka sendiri
dengan begitu kuat pada waktu berbicara tentang oposisi politik, adalah justru
orang-orang yang di belakangmu akan berbicara tentangmu dengan ketidak-baikan
yang tidak akurat.
5.
Pada saat ada suatu tuduhan terhadap seseorang, kita hanya boleh
mempercayai kalau ada bukti, atau sedikitnya ada 2-3 saksi!
Ul 19:15
- “‘Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai
perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas
keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan”.
1Tim 5:19
- “Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali
kalau didukung dua atau tiga orang saksi”.
6.
Dusta / fitnah bisa dilakukan dengan:
a.
Menceritakan setengah kebenaran (half
truth).
·
Memang
tidak setiap kali kita menceritakan sesuatu, kita harus menceritakan seluruh
kebenaran.
1Sam 16:1-5
- “(1) Berfirmanlah TUHAN kepada
Samuel: ‘Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah
Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan
pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara
anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagiKu.’ (2) Tetapi Samuel
berkata: ‘Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan
membunuh aku.’ Firman TUHAN: ‘Bawalah
seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada
TUHAN. (3) Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan
memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagiKu orang yang
akan Kusebut kepadamu.’ (4) Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN
dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya
dengan gemetar dan berkata: ‘Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?’ (5)
Jawabnya: ‘Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.
Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.’
Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang
mereka ke upacara pengorbanan itu”.
John
Murray: Tak
perlu dipertanyakan bahwa di sini ada pemberian ijin ilahi untuk penyembunyian
dengan memberikan suatu pernyataan yang lain dari pada apa yang akan
menyingkapkan tujuan utama dari kunjungan Samuel kepada Isai. ... Ia tidak
berbicara apa yang bertentangan dengan fakta. Tidak ada ketidak-benaran dalam
apa yang Tuhan ijinkan. ... Peristiwa ini membuat jelas bahwa adalah benar di
bawah kondisi-kondisi tertentu untuk menyembunyikan atau menahan sebagian dari
kebenaran. Saul tidak mempunyai hak untuk mengetahui seluruh tujuan dari misi
Samuel kepada Isai, juga Samuel tidak wajib untuk menyatakannya. Penyembunyian
bukanlah dusta. ... Adalah perlu untuk menjaga dengan hati-hati / penuh
kewaspadaan perbedaan antara ‘sebagian kebenaran’ dan ‘ketidak-benaran’.
·
Tetapi
seringkali, kalau kebenaran tidak diceritakan seluruhnya tetapi hanya sebagian
saja, itu bisa merugikan / menjatuhkan nama orang lain.
·
Dusta
dengan menceritakan setengah kebenaran ini juga bisa dilakukan oleh orang
kristen yang dalam bersaksi.
·
Sharing /
contoh: di Kupang ada seorang pengkhotbah memberitakan melalui radio bahwa saya
adalah orang sesat karena mengijinkan makan daging orang!
·
Contoh
lain: pengutipan sebagian yang dilakukan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Dalam
buku ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkitab’, hal 393, Saksi Yehuwa
memberikan kutipan dari Encyclopedia Britannica: “Kata Tritunggal, maupun
doktrin Tritunggal yang jelas, tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.
Yesus dan pengikut-pengikutnya juga tidak bermaksud menentang Shema dalam
Perjanjian Lama: ‘Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu
esa!’ (Ul. 6:4). ... Doktrin ini berkembang secara bertahap selama beberapa
abad dan melalui banyak perdebatan. ... Menjelang akhir abad ke-4 ... doktrin
Tritunggal pada dasarnya mengambil bentuk yang sampai sekarang dipertahankan.”.
Encyclopedia
Britannica 2000:
“Dalam
doktrin Kristen, kesatuan dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai tiga pribadi
dalam satu keAllahan. Baik kata Tritunggal maupun doktrinnya yang EXPLICIT
tidak muncul / tampak dalam Perjanjian Baru, juga Yesus maupun para pengikutNya
tidak bermaksud untuk menentang Shema dalam Perjanjian Lama: ‘Dengarlah hai
orang Israel, TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa’ (Ulangan 6:4). Tetapi
orang-orang Kristen mula-mula harus menghadapi pengertian tentang datangnya
Yesus Kristus dan tentang anggapan tentang kehadiran dan kuasa dari Allah di
antara mereka, yaitu Roh Kudus, yang kedatanganNya dihubungkan dengan perayaan
dari Pentakosta. Bapa, Anak, dan Roh Kudus
digabungkan / disatukan dalam text-text Perjanjian Baru seperti Amanat Agung:
‘Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus’ (Matius 28:19); dan dalam pemberian
berkat rasuli: ‘Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan
persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian’ (2Kor 13:13). Dengan cara ini /
Karena itu, Perjanjian Baru menegakkan / memperlihatkan / membuktikan dasar
untuk doktrin dari Tritunggal. Doktrin ini berkembang secara
perlahan-lahan selama berabad-abad dan melalui banyak kontroversi / perdebatan.
Pada awalnya, tuntutan monotheisme dari Perjanjian Lama maupun adanya kebutuhan
untuk menafsirkan ajaran alkitabiah kepada agama-agama Yunani-Romawi
kelihatannya menuntut bahwa keilahian dalam Kristus sebagai Firman, atau LOGOS,
ditafsirkan sebagai lebih rendah dari pada Allah. Pemecahan alternatif adalah
dengan menafsirkan Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai tiga mode / cara
penyingkapan diri sendiri dari Allah yang esa, tetapi tidak berbeda dalam diri
Allah sendiri. Kecenderungan yang pertama mengakui perbedaan di antara
ketiganya, tetapi dengan mengorbankan kesetaraan dan karena itu juga kesatuan
mereka (subordinationisme); yang kedua sesuai dengan kesatuan mereka, tetapi
dengan mengorbankan perbedaan mereka sebagai ‘pribadi-pribadi’ (modalisme).
Baru pada abad ke 4lah perbedaan dari ketiganya dan kesatuan mereka dipersatukan
dalam suatu doktrin orthodox tunggal tentang satu hakekat dan tiga pribadi.
Sidang Gereja Nicea pada tahun 325 menyatakan formula yang sangat penting untuk
doktrin itu dalam pengakuannya bahwa Anak adalah ‘dari zat yang sama
(HOMOOUSIOS) dengan Bapa’, sekalipun pengakuan itu berkata-kata sangat sedikit
tentang Roh Kudus. Selama setengah abad selanjutnya, Athanasius mempertahankan
dan menghaluskan / membersihkan formula Nicea itu, dan pada akhir dari abad
keempat, dibawah pimpinan dari Basil dari Kaisarea, Gregory dari Nyssa, dan
Gregory dari Nazianzus, (Bapa-bapa Kappadokia), doktrin Tritunggal mendapat
bentuk secara kokoh yang dipertahankannya sejak saat itu. Hak cipta © 1994-2000 Encyclopædia Britannica, Inc.”.
b.
Mengubah nada bicara / mimik wajah pada waktu menceritakan sesuatu!
Pulpit
Commentary: Saksi dusta mewujudkan diri dalam ucapan yang akurat. Kita bisa
menggunakan kata-kata yang benar tetapi menciptakan suatu kesan yang salah /
dusta; misalnya, suatu ucapan / kata-kata dibuat dan diulangi kata demi kata.
Tetapi, cara dalam mana kata-kata itu diulangi, tindakan khusus, intonasi / nada
yang khas; hal-hal ini memberinya suatu arti yang sangat berbeda dengan apa yang
dimaksudkan oleh pembicara aslinya. Kata-katanya akurat, kesaksiannya palsu /
dusta (musik yang baru mengubah karakter dari suatu lagu).
7.
Hebatnya dosa memfitnah / menyebar gossip.
Bdk.
Kel 23:7 - “Haruslah kaujauhkan dirimu
dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak
boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah”.
Calvin: Karena ia
kelihatannya berbicara tentang sumpah palsu, yang menyebabkan kematian dari
orang yang tak bersalah, beberapa orang mungkin lebih memilih bahwa text ini
dihubungkan dengan Hukum ke 6; tetapi ini bisa dengan mudah dibereskan; karena
Musa sedang mengecam secara explicit saksi palsu / dusta, dan pada saat yang
sama memberi contoh satu kasus tentangnya, dengan mana bisa kelihatan betapa
menjijikkannya kejahatan ini, yaitu pembunuhan seorang saudara oleh fitnahan,
karena si saksi palsu / dusta lebih membunuhnya dengan lidahnya dari pada sang
algojo dengan pedangnya.
8.
Pemfitnah pasti sangat menyenangkan / melayani setan melalui fitnahnya!
9.
Ini termasuk salah satu dosa untuk mana orang yang melakukannya
seharusnya dikucilkan (dilakukan siasat gerejani terhadapnya).
1Kor
5:9-13 - “(9) Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan
bergaul dengan orang-orang cabul. (10) Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua
orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir (seharusnya
‘tamak’) dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika
demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. (11) Tetapi yang kutuliskan kepada
kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut
dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir (seharusnya ‘tamak’),
penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang
demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. (12) Sebab dengan
wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu
hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? (13) Mereka yang berada di
luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari
tengah-tengah kamu”.
10.Bagaimana
caranya supaya kita tidak memfitnah?
The
Biblical Illustrator:
Jika engkau tidak mau bersalah dalam hal memfitnah, janganlah sibuk
dengan urusan orang-orang lain. ... Jika engkau tidak mau bersalah dalam hal
memfitnah, janganlah mendengarkan mereka yang adalah pemfitnah-pemfitnah
... Jika engkau tidak mau menjadi pemfitnah-pemfitnah dari orang-orang lain, jangan
menjadi pecinta diri sendiri. Karena cinta kepada diri sendiri selalu menyebabkan iri
hati; dan iri hati selalu menyebabkan peremehan / penghinaan.
5)
Apa yang menyebabkan seseorang berdusta?
a) Tamak / ingin mendapatkan keuntungan.
b)
Pelit / tak mau keluar uang.
c)
Malu atau gengsi.
d)
Sungkan atau takut.
e) Ingin dipuji
/ dihormati / disukai orang. Contoh: Ananias dan Safira (Kis 5:1-11).
f)
Benci / marah.
g)
Kasih. Karena takut menyakiti orang yang kita kasihi, maka kita mendustai
dia.
Bdk.
1Yoh 3:18 - “Anak-anakku, marilah
kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan
perbuatan dan dalam kebenaran”.
h)
Cemburu / iri hati.
i)
Menutupi dosa / kesalahan.
j)
Kebiasaan. Ini membuat mulutnya otomatis berdusta, bahkan pada saat tidak
perlu dan tidak ada gunanya berdusta.
k) Tidak meninggikan
/ menghormati kebenaran / menganggap remeh kebenaran!
l)
Pekerjaan setan.
Kis 5:3
- “Tetapi Petrus berkata: ‘Ananias,
mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan
menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?”.
Yoh 8:44
- “Iblislah yang menjadi bapamu dan
kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia
sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada
kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia
adalah pendusta dan bapa segala dusta”.
6)
Apa akibat negatif dari dusta?
a)
Rasa malu pada saat dusta itu terbongkar.
b)
Membuat orang tidak percaya lagi kata-kata saudara, bahkan pada waktu
saudara mengatakan kebenaran!
c)
Sangat memungkinkan membuat anak saudara mengikuti teladan saudara.
d)
Menambahi ‘tabungan’ dosa kita.
Wah 21:8 - “Tetapi
orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji,
orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir,
penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan
mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang;
inilah kematian yang kedua.’”.
Wah 22:14-15 - “(14)
Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas
pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.
(15) Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal,
orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang
mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal
di luar”.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : [email protected]
e-mail us at [email protected]
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali