Eksposisi Kitab Kejadian

oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.


Kejadian 46:8-47:26

I) Keluarga Yakub tiba di Mesir.

1)   Berapa jumlah keluarga Yakub yang tiba di Mesir?

Kej 46:26 mengatakan 66 orang; Kej 46:27 mengatakan 70 orang, tetapi Kis 7:14 mengatakan 75 orang.

a)   Keturunan Lea:

1.   Ruben (ay 9).

Anak-anaknya: Henokh, Palu, Hezron, Karmi.

Total                                                                                              5 orang.

2.   Simeon (ay 10).

Anak-anaknya: Yemuel, Yamin, Ohad, Yakhin, Zohar, Saul.

Total                                                                                              7 orang.

3.   Lewi (ay 11).

Anak-anaknya: Gerson, Kehat, Merari.

Total                                                                                              4 orang.

4.   Yehuda (ay 12).

Anak-anaknya: Er (x) , Onan (x), Syela, Peres, Zerah.

Cucu-cucu: Hezron, Hamuel.

Total                                                                                              6 orang.

(Catatan: Er dan Onan tak dihitung karena sudah mati - Kej 38).

5.   Isakhar (ay 13).

Anak-anaknya: Tola, Pua, Ayub, Simron.

Total                                                                                              5 orang.

6.   Zebulon (ay 14).

Anak-anaknya: Sered, Elon, Yahleel.

Total                                                                                              4 orang.

7.   Dina (ay 15).

Total                                                                                              1 orang.

Total keturunan Lea (Lea tak termasuk) adalah (5+7+4+6+5+4+1) = 32 orang. Tetapi ini tak cocok dengan ay 15 akhir yang mengatakan 33 orang. Menurut Calvin bilangan 33 ini mencakup Yakubnya sendiri.

b)   Keturunan Zilpa:

1.   Gad (ay 16).

Anak-anaknya: Zifyon, Hagi, Syuni, Ezbon, Eri, Arodi dan Areli.

Total                                                                                              8 orang.

2.   Asyer (ay 17).

Anak-anaknya: Yimna, Yiswa, Yiswi, Beria, Serah.

Cucu-cucu: Heber, Malkiel.

Total                                                                                              8 orang.

Total keturunan Zilpa (Zilpa tak termasuk) adalah (8+8) = 16 orang. Ini cocok dengan ay 18.

c)   Keturunan Rahel:

1.   Yusuf (ay 19,20).

Anak-anaknya: Manasye, Efraim.

Total                                                                                              3 orang.

2.   Benyamin (ay 19,21).

Anak-anaknya: Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim, Ared.

Total                                                                                              11 orang.

Total keturunan Rahel (Rahel tak termasuk) adalah (3+11) = 14 orang. Ini cocok dengan ay 22.

d)   Keturunan Bilha:

1.   Dan (ay 23).

Anaknya: Husim.

Total                                                                                              2 orang.

 

2.   Naftali (ay 24).

Anak-anaknya: Yahzeel, Guni, Yezer, Syilem.

Total                                                                                              5 orang.

Total keturunan Bilha (Bilha tak termasuk) adalah (2+5) = 7 orang. Ini cocok dengan ay 25 akhir.

Total semua (mencakup Yakub, Yusuf dan 2 anaknya, tetapi tidak mencakup ke 4 istri Yakub) adalah (33+16+14+7) = 70 orang. Ini cocok dengan ay 27.

Kalau Yakub, Yusuf dan kedua anaknya tidak dihitung (karena 46:26 mengatakan ‘semua orang yang tiba di Mesir bersama-sama dengan Yakub), maka jumlahnya adalah 66 orang. Ini cocok dengan ay 26.

Tetapi sekarang, bagaimana mengharmoniskan semua ini dengan Kis 7:14 yang mengatakan: “Kemudian Yusuf menyuruh menjemput Yakub, ayahnya, dan semua sanak saudaranya, 75 jiwa banyaknya”?

Catatan: J. A. Alexander, dalam tafsirannya tentang Kis 7:14, berkata:

·        Kej 46:27 (LXX / Septuaginta) - 75 orang.

·        Kel 1:5 - 70 orang (tetapi LXX / Septuaginta - 75 orang).

·        Ul 10:22 - 70 orang (beberapa manuscript tua mengatakan 75 orang).

Pengharmonisan:

Cara pertama:

Bilangan 75 itu diambil dari LXX / Septuaginta (Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani), yang mencakup anak-anak dari Manasye dan Efraim.

·        Kej 46:20 dalam LXX / Septuaginta menambahkan anak-anak Manasye dan Efraim sebagai berikut: “These were the sons of Manasseh whom his Syrian concubine bore unto him: Machir; and Machir begat Galaad. The sons of Ephraim, Manasseh’s brother, were Sutalaam and Taam; and the sons of Sutalaam, Edem” (= Ini adalah anak-anak dari Manasye yang dilahirkan gundik Sirianya untuknya: Machir; dan Machir memperanakkan Galaad. Anak-anak Efraim, saudara Manasye, adalah Sutalaam dan Taam; dan anak-anak Sutalaam adalah Edem) - Adam Clarke.

Rupanya ini diambil dari silsilah dalam 1Taw 7:14-dst.

·        Kej 46:27 (LXX / Septuaginta) berbunyi: “The sons of Joseph, who were with him in Egypt, were nine souls; all the souls of the house of Jacob which came with Jacob into Egypt, were seventy-five souls” (= Anak-anak / keturunan Yusuf, yang ada di Mesir bersama dia, adalah 9 jiwa; semua jiwa dari keluarga Yakub yang tiba di Mesir bersama Yakub adalah 75 jiwa).

Bilangan 9 didapat oleh LXX / Septuaginta dengan memasukkan keturunan Manasye dan Efraim.

Adam Clarke:

“These add five persons to the list, and make out the number given by Stephen, Acts 7:14, which it seems he had taken from the text of the Septuagint” (= Ini menambahkan 5 orang pada daftar, dan menyesuaikan dengan bilangan yang diberikan oleh Stefanus, Kis 7:14, yang kelihatannya ia ambil dari text Septuaginta).

Cara kedua:

Bilangan 66 dalam 46:26 ditambah dengan 12 istri anak-anak Yakub - istri Yehuda yang sudah mati - istri Yusuf - Yusuf sendiri (yang sudah di Mesir) = 75.

Catatan: penjelasan yang ini terasa agak aneh, karena Yusuf dan istrinya tidak dihitung karena mereka sudah ada di Mesir, tetapi anak-anak mereka dihitung.

2)   Problem lain: berapa anak Benyamin?

Kej 46:21 mengatakan bahwa Benyamin mempunyai 10 anak, yaitu Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosy, Mupim, Hupim, dan Ared.

Bil 26:38-40 hanya menyebutkan 5 orang, yaitu: Bela, Bekher, Ahiram, Sefufam, Hufam.

1Taw 7:6 menyebutkan hanya 3 orang, yaitu: Bela, Bekher, Yediael.

1Taw 8:1-2 menyebutkan hanya 5 orang yaitu: Bela, Asybel, Ahrah, Nora, Rafa.

Jadi, dari bagian Kitab Suci yang berbeda dikatakan jumlah anaknya berbeda, dan bahkan namanyapun banyak yang tidak cocok.

Pengharmonisan:

a)   Bisa saja Kej 46:21 menyebutkan semua anak Benyamin, sedangkan bagian Kitab Suci yang lain hanya menyebutkan sebagian. Sedangkan tentang nama yang berbeda tidak terlalu jadi soal, karena adalah lazim orang punya lebih dari satu nama.

b)   10 ‘anak’ yang disebutkan dalam Kej 46:21, maksudnya adalah 10 ‘keturunan’.

Kalau saudara membandingkan Kej 46:21 dengan Bil 26:38-40, 1Taw 7:6-dst, 1Taw 8:1-dst, maka terlihat ada nama anak Benyamin dalam Kej 46:21 yang sama dengan nama cucu Benyamin dalam Bil 26:38-40, 1Taw 7:6-dst, 1Taw 8:1-dst.

Tyndale: “... from Numbers 26:38-40 and 1 Chronicles 7:6ff; 8:1ff, it appears that some of these names are of grandsons, presumably included by anticipation” (= ... dari Bil 26:38-40 dan 1Taw 7:6-dst; 8:1-dst, kelihatannya beberapa nama-nama ini adalah nama-nama dari cucu-cucu, rupanya dimasukkan sebagai suatu antisipasi).

Penjelasan kedua ini lebih masuk akal, mengingat bahwa Benyamin maximal baru berusia 23 tahun pada saat pindah ke Mesir (Barnes’ Notes), dan itu rasanya tidak memungkinkan ia mempunyai 10 anak, kecuali ia mempunyai banyak istri.

Catatan: usia Benyamin memang tidak bisa dipastikan dengan tepat. Tetapi saat itu Yusuf berusia 39 tahun, Benyamin lahir dalam Kej 35:16-18, dan dalam Kej 37:2 Yusuf berusia 17 tahun. Lebih-lebih, di antara Kej 35:16-18 dan Kej 37:2, hampir tidak terdapat apapun kecuali silsilah. Kalau misalnya selang waktu itu adalah 1 tahun, maka memang Benyamin baru berusia 23 tahun pada waktu pindah ke Mesir.

Adam Clarke:

·        “it is very probable that what is called the going down into Egypt includes the seventeen years which Jacob spent there” (= adalah sangat mungkin bahwa apa yang disebut datang ke Mesir mencakup 17 tahun yang dilewatkan oleh Yakub di sana).

·        “It is probable that some names in this list are brought in by prolepsis or anticipation, as the persons were born (probably) during the 17 years which Jacob sojourned in Egypt” [= Adalah mungkin bahwa beberapa nama dimasukkan secara prolepsis atau antisipasi, karena orang-orang itu dilahirkan (mungkin) pada masa 17 tahun dimana Yakub tinggal di Mesir].

Catatan: prolepsis = ‘the describing of an event as taking place before it could have done so’ (= penggambaran terjadinya suatu peristiwa sebelum hal itu terjadi).

3)   Apa perlunya menunjukkan jumlah keluarga Yakub di sini?

Ini penting untuk membandingkannya dengan jumlah orang Israel pada waktu keluar dari Mesir nanti. Dengan demikian terlihat bahwa janji Tuhan dalam 46:3b memang tergenapi.

4)   Pertemuan Yakub dengan Yusuf (46:28-29).

II) Yakub dan keluarga di Mesir.

1)   Mereka tinggal di Gosyen.

a)   Gembala adalah sesuatu yang menjijikkan bagi orang Mesir.

Kej 46:34b mengatakan bahwa ‘segala gembala kambing domba adalah sesuatu kekejian bagi orang Mesir’.

NIV: detestable (= menjijikkan).

KJV/RSV: abomination (= sesuatu yang sangat dibenci).

NASB: loathsome (= menjijikkan / memuakkan).

b)   Yusuf mengaku bahwa keluarganya adalah gembala, dan menyuruh saudara-saudaranya / keluarga Yakub untuk juga mengaku demikian (46:31-34), dan itu dilaksanakan oleh saudara-saudara Yusuf (47:3). Mengapa?

1.   Karena itu memang adalah kebenaran.

Penerapan: Kalau saudara adalah orang miskin, mengakulah sebagai orang miskin. Kalau saudara hanyalah seorang pegawai, mengakulah sebagai seorang pegawai. Kalau saudara mempunyai rumah kecil di kampung, atau rumah kontrakan, maka akuilah demikian. Jangan suka mengaku-ngaku yang tidak-tidak, supaya kelihatan hebat dan dihargai / dipuji orang!

2.   Supaya mereka mendapatkan tanah Gosyen (46:34).

Mereka sudah berhenti di Gosyen lebih dulu (46:28-29  47:1), dan baru setelah itu meminta supaya Firaun mengijinkan mereka tinggal di situ (47:3). Dengan demikian Firaun akan sukar menolak permintaan mereka. Lebih-lebih karena Firaun pernah berjanji akan memberikan yang terbaik di seluruh Mesir kepada mereka (46:16-20).

Sekarang yang perlu dipersoalkan adalah: mengapa mereka menginginkan tanah Gosyen?

·        alasan jasmani: Gosyen adalah tanah yang subur, baik sekali untuk ternak mereka.

·        alasan rohani:

*        di Gosyen mereka terus berkumpul / tidak tercerai-berai. Lebih-lebih dengan adanya pengakuan sebagai gembala, yang dianggap menjijikkan oleh orang Mesir, maka mereka akan terisolasi dan kawin campur dengan orang Mesir yang kafir tidak akan mungkin terjadi. Ini penting karena mereka adalah bangsa pilihan Allah.

Calvin: “This passage also teaches us, how much better it is to possess a remote corner in the courts of the Lord, than to dwell in the midst of palaces, beyond the precincts of the church” (= Text ini juga mengajar kita, betapa lebih baiknya mendapatkan ujung terpencil dalam pelataran Tuhan, dari pada untuk tinggal di tengah-tengah istana, di luar daerah gereja).

Bdk. Maz 84:11 - “Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu, dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik”.

*        Gosyen adalah wilayah Mesir bagian Utara, yang paling dekat dengan Kanaan, sehingga akan memudahkan mereka untuk kembali ke Kanaan, yang adalah tanah perjanjian.

Penerapan:

Kalau mau melakukan sesuatu jangan hanya mempertimbangkan alasan jasmani saja. Saudara harus mempertimbangkan alasan rohani! Ada banyak orang kristen melakukan sesuatu hanya atas pertimbangan jasmani saja.

Misalnya:

¨      menerima suatu pekerjaan hanya dengan melihat gajinya, tetapi tidak mempedulikan bahwa mereka harus bekerja pada hari Minggu sehingga tidak bisa pergi ke kebaktian, atau bekerja sampai malam sehingga tidak bisa mengikuti Pemahaman Alkitab, dsb.

¨      memasukkan anak ke sekolah yang mutunya baik, tetapi ajaran agamanya sesat.

¨      memilih gereja yang dekat dengan rumahnya, tanpa menghiraukan ajaran gereja tersebut!

¨      memilih pacar yang cantik, menyenangkan, pandai, cocok dengan dirinya, tetapi rohaninya berantakan!

c)   Mereka ingin tinggal di Gosyen hanya untuk sementara (47:4).

Ay 4: ‘tinggal di negeri ini sebagai orang asing’.

KJV/RSV/NASB: to sojourn (= tinggal sementara).

NIV: to live here awhile (= tinggal di sini untuk sementara).

Jelas bahwa mereka tidak melupakan Kanaan yang adalah tanah perjanjian, dan karenanya mereka hanya ingin tinggal di Mesir sementara saja. Tetapi ternyata Allah mempunyai rencana yang lain (bdk. Kej 15:13-16  Yes 55:8-9), sehingga akhirnya mereka tinggal sampai mati di Mesir. Tepatlah kata-kata Kitab Suci:

·        Amsal 16:9 - “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya”.

·        Amsal 19:21 - “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana”.

d)   Firaun meluluskan permohonan mereka untuk tinggal di Gosyen (47:5-6).

Firaun memberikan fasilitas terbaik kepada gereja, karena ada satu orang percaya (yaitu Yusuf) dalam pemerintahan! Karena itu kita perlu mendoakan supaya dalam pemerintahan Indonesiapun ada Yusuf-Yusuf yang akan memperjuangkan gereja / kekristenan!

2)   Yakub dan Firaun (47:7-10).

a)   Yakub ‘memohonkan berkat untuk’ Firaun (47:7,10).

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘blessed’ (= memberkati).

Ini menunjukkan 2 hal:

·        Yakub berdoa untuk Firaun.

Bandingkan dengan 2 ayat di bawah ini:

*        1Tim 2:1-2 - “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan”.

*        Yer 29:7 - “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”.

Yer 29:7 ini menunjukkan bahwa dalam pembuanganpun mereka harus berdoa untuk kota tempat tinggal mereka, apalagi kalau tidak dalam pembuangan!

Penerapan:

Apakah saudara sering melakukan doa syafaat untuk pemerintah, negara dan bangsa kita?

·        Yakub memberkati Firaun (47:7,10).

Berdasarkan Ibr 7:7, yang berbunyi “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi”, maka Yakub harus dianggap lebih besar dari Firaun! Mengapa? Karena ia adalah anak Allah / hamba Tuhan. Ini perlu disadari oleh orang kristen yang merasa minder akan keadaan mereka!

Catatan: Ibr 7:7 ini bertentangan dengan banyak orang kristen yang ‘memberkati Allah’!

b)   Kata-kata Yakub kepada Firaun (47:9).

Firaun menanyakan umur Yakub, dan Yakub menjawab: Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah 130 tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing”.

Ada beberapa hal yang bisa kita dapatkan dari kata-kata Yakub ini:

·        ‘pengembaraan sebagai orang asing’.

NIV: ‘pilgrimage’ (= perjalanan ziarah).

Kata bahasa Inggris pilgrim berasal dari kata Latin PEREGRINUS yang artinya alien, stranger, foreigner (= orang asing).

Ada orang yang mengatakan bahwa kalau orang Yahudi membangun rumah, selalu ada sebagian kecil yang tidak mereka selesaikan, sebagai suatu simbol bahwa itu bukan tempat tinggal tetap bagi mereka.

Ibr 11:13-16 - “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka”.

Ibr 13:14 - “Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang”.

Ini harus kita ingat: kita adalah orang asing / pengembara yang hidup hanya untuk sementara waktu di bumi ini! Kita akan ke sorga dan menetap di sana. Karena itu jangan hidup seolah-olah ini adalah hidup yang menetap. Jangan menimbun harta di dunia, tetapi di surga (bdk. Mat 6:19-20).

·        Yakub berusia 130 tahun, tetapi ia menganggapnya sedikit.

Ia memang menganggapnya sedikit karena ia membandingkannya dengan usia nenek moyangnya (47:9). Tetapi Pulpit Commentary memberikan alasan lain yang menarik

Pulpit Commentary: “Adding them up one by one, the days of the years of his pilgrimage might seem to be many; but in the restrospect they appeared what they really were, few and soon numbered; as life, which to the young in prospect looks long, to the old in restrospect is ever short. ... and how important that we should bear this in mind when numbering our days” (= menambahkan mereka satu demi satu, hari-hari dari tahun-tahun pengembaraannya mungkin kelihatan banyak; tetapi pada waktu melihat ke belakang mereka kelihatan seperti apa adanya mereka, sedikit dan cepat dihitung; seperti hidup, yang bagi orang muda yang melihat ke depan kelihatan panjang, bagi orang tua yang melihat ke belakang kelihatan pendek. ... dan betapa penting bahwa kita mencamkan hal ini dalam pikiran kita pada waktu menghitung hari-hari kita).

Bandingkan ini dengan Maz 90:10,12 yang berbunyi:

“Masa hidup kami 70 tahun dan jika kami kuat, 80 tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. ... Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”.

·        Yakub merasa hidupnya ‘buruk’.

NIV: ‘difficult’ (= sukar).

KJV/RSV: ‘evil’ (= buruk).

NASB: ‘unpleasant’ (= tidak menyenangkan).

Dari sini terlihat bahwa Yakub tidak seperti banyak orang kristen jaman ini, yang kalau bersaksi selalu bersaksi tentang berkat Tuhan! Dari kata-kata Yakub ini terlihat bahwa hidup orang per-caya penuh dengan kesukaran, dan hal yang tidak menyenangkan, bukannya berkat melulu seperti yang banyak diajarkan jaman sekarang ini!

Dan perlu saudara ingat bahwa segala penderitaan dan kesukaran ini penting karena bisa menyebabkan kita merasakan kesia-siaan hidup di dunia ini sehingga hati kita bisa lebih diarahkan ke dunia yang akan datang.

3)   Kontras antara keluarga Yakub dan orang Mesir (47:12-26).

a)   Kej 47:13-26 menunjukkan penderitaan orang Mesir dalam masa kelaparan.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari bagian ini:

·        Borosnya orang Mesir pada masa kelimpahan, menyebabkan mereka menderita pada masa kelaparan.

·        Yusuf tidak mengkorupsi uang pembayar gandum, tetapi membawanya ke istana Firaun (47:14).

·        Imam-imam tidak menderita karena ditunjang oleh Firaun.

Calvin: “Moses wishes distinctly to testify; namely, that a heathen king paid particular attention to Divine worship, in supporting the priests gratuitously, for the purpose of sparing their lands and their property. Truly this is placed before our eyes, as a mirror, in which we may discern that a sentiment of piety which they cannot wholly efface, is implanted in the minds of men. ... If Pharaoh was so solicitous about his priests, that he nourished them to his own destruction, and that of his whole kingdom, in order that he might not be guilty of impiety against false gods; what sacrilege is it, in Christian princes, that the lawful and sincere ministers of holy things should be neglected, whose work they know to be approved by God, and salutary to themselves?” (= Musa secara jelas ingin memberi kesaksian, yaitu bahwa seorang raja kafir memberikan perhatian khusus pada penyembahan ilahi, dengan menyokong imam-imam dengan murah hati, dengan tujuan untuk menjaga tanah dan milik mereka. Sesungguhnya bagian ini diletakkan di depan mata kita, sebagai suatu cermin, dimana kita bisa melihat bahwa suatu perasaan saleh yang tidak bisa mereka hapuskan sama sekali, ditanamkan dalam pikiran manusia. ... Jika Firaun begitu mencemaskan imam-imamnya, sehingga ia memelihara mereka sehingga menghancurkan dirinya sendiri dan seluruh kerajaannya, supaya ia tidak bersalah terhadap dewa-dewa palsu; alangkah berdosanya pangeran-pangeran kristen yang mengabaikan pelayan-pelayan yang sah dan sungguh-sungguh dari hal-hal yang kudus, yang pekerjaannya mereka ketahui direstui / disetujui oleh Allah, dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri).

·        Sebetulnya apa pentingnya menunjukkan keadaan orang Mesir pada masa kelaparan ini? Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa andaikata Tuhan tidak memakai Yusuf untuk memelihara Yakub dan keluarganya, maka merekapun akan seperti ini.

b)   Kej 47:12 menunjukkan bahwa dalam masa kelaparan itu Yusuf memelihara ‘gereja’ yaitu Yakub dan seluruh keluarganya (bdk. Maz 37:18-19).

-AMIN-

Bagi sdr yg telah mendapat berkat dari artikel ini..mohon kiranya dapat membantu menyebarkan Pada sdr2 kita yg lain, sehingga semakin banyak sdr kita yg juga bisa membaca artikel ini dan mendapat berkat. Tuhan memberkati sdr. Amin.

 

Joh 21:17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.


e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com